Baby Twins

Baby Twins
part 25



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Sangat dekat?"Rossi mengeryit bingung,dia benar-benar curiga,ada hubungan apa Antara sang mommy dan juga ayah arabella.


"Iya.mommy dan juga ayah arabella sangat dekat,kami dulu sering menghabis kan banyak waktu bersama"biru menjelas kan harus besar nya saja.


"Mommyhh lousse Ndak mahu beullbagi mommyhh Shama allabella"Rossi menggeram kesal mendengar perkataan dari Rosse.


Sementara biru,ibu dua anak itu mengeryit bingung,tidak mengerti apa yg di maksud oleh Rosse,berbagi?dengan arabella?memang nya dia makanan hingga bisa di bagi-bagi seperti itu?.


"Tidak perlu di pikir kan mommy,Rosse hanya berbicara asal"Rossi langsung menyela ketika dia melihat sang mommy tampak nya sedang bingung.


Tak lama taksi yg di tumpangi biru berhenti di sebuah halaman kampus yg sangat besar,menghela nafas,rasa kecewa kembali menyergap, ketika menatap halaman universitas ini.


Universitas AB,salah satu universitas terbaik di negara ini,hanya orang-orang ber-prestasi dan ber-uang yg bisa kuliah di sini.


Biru salah satu nya,dulu seharus nya dia bisa berkuliah di sini,mengejar cita-cita nya sebagai seorang dokter bedah saraf,tapi semua tinggal angan, laki-laki perebut mahkota nya lah yg membuat semua mimpi nya hilang sekejap.


Mimpi yg kini hanya tinggal angan-angan,menghela nafas,biru meminta pak supir untuk menunggu,dengan diiringi oleh si kembar Rosse dan Rossi,biru melangkah masuk.


Kantin ini menjadi tempat langganan nya menitip kan kue,jika dulu dia selalu menitip pada tetangga kos,kini biru harus turun sendiri, menapak kan kaki nya ke universitas terbaik untuk pertama kali nya.


Dulu impian nya,masuk ke dalam universitas ini dengan menenteng tas,lalu menjadi seorang mahasiswa kedokteran baru,tapi dia malah masuk sebagai pengantar kue.


Mengelus dada.biru berusaha untuk tidak mengeluh lagi,tidak boleh mengeluh,dia berusaha memantap kan langkah nya,menuju ke dalam kantin.


Semua mata pengunjung langsung teralih kan dengan kedatangan biru,tentu mereka tidak akan menyangka jika biru, memiliki dua anak.


Penampilan biru yg mengena kan dress bunga-bunga berwarna biru laut,dengan bunga-bunga kecil berwarna putih,rambut sebahu nya di biar kan terurai,membuat rambut berwarna hitam berkilau itu jatuh mengenai punggung biru.


Wajah yg masih tampak muda,di tambah dengan bentuk tubuh ideal milik nya,membuat semua orang berfikir biru masih lajang.


Pandangan mereka juga teralih kan ketika Rosse dan Rossi datang, mereka berulang kali mengerjap,menatap cantik nya makhluk ciptaan Tuhan,yg bak bule ini.


Siulan demi siulan terdengar mengiringi langkah kaki biru, acuh.biru sama sekali tidak memperduli kan para laki-laki yg sibuk menggoda nya.


"Loh blue cake?maaf mbak siapa?"penjaga kantin lantai bertanya,mungkin karena penjaga kantin tidak pernah melihat biru sebelum nya,biru pun memaklumi nya.


"Saya biru bu,saya pembuat kue-kue dari blue cake"biru mengulur kan tangan,memperkenal kan diri ke pada penjaga kantin.


"Oh,ibu kira siapa?wah ternyata neng cantik yah?masih muda lagi?punya pacar neng?"ibu kantin bertanya,seakan mengetahui rasa penasaran dari sebagian besar laki-laki di kantin itu.


Biru terdiam.sulit untuk memperkenal kan diri, dia harus memperkenal kan diri sebagai apa, sebagai ibu dari anak tanpa suami.


"Saya janda bu, mereka anak-anak saya"akhir nya Kalimat itu yg keluar dari bibir biru,sontak saja jawaban nya nembuat kondisi kantin menjadi semakin riuh.


"Janda bro!"


"Ada ya janda bak perawan!"


"Primadona kampus saja kalah!"


"Jadi bapak sambung gue sih mau"


"Aku mau menjadi ayah dari anak-anak nya,jadi lah bro,dapet janda cantik bak perawan,sama anak-anak mirip bule"


"Mbak biru aku ingin jadi ayah anak-anak mu!"


"Janda!what seriously? se-cantik itu"


"Kue nya aja enak apa lagi mbak nya"


"Izin kan aku tuk jadi imam mu"


Pujian demi pujian mengalun merdu di kantin kampus,banyak mereka yg memandang takjub pada biru.


Sementara biru,dia tidak banyak memberi tanggapan,selain mengulas senyum tipis, setelah kue di kotak di pindah kan,biru langsung menenteng kotak kosong berisi kue itu,baru saja dia hendak keluar,tapi langkah nya terhenti, ketika tubuh jangkung dan tegap seseorang menghadang nya.


Bruk!


Kepala biru menabrak dada bidang seseorang.menggerutu,biru lalu mendongak,dia bertatapan langsung dengan netra seseorang yg tidak asing lagi.


"Andi!"biru menggerutu ketika tau siapa yg dengan sengaja menghalangi jalan nya,ternyata sang sahabat Andi.


Andi,tanpa sengaja melihat biru tadi,dia memang berkuliah di sini,berjuang mati-matian tanpa uang,Andi belajar siang dan malam untuk masuk ke universitas ini,tentu saja bukan dengan jalan uang,dia benar-benar berusaha menjadi laki-laki yg lebih baik lagi sekarang.


Tanpa dunia gemerlap malam,awal nya Andi sedikit bingung.tapi demi menjalan kan syarat agar bisa mencari biru,dia rela belajar dengan baik,demi biru,demi mencari keadaan sang sahabat baik.


"Apa kabar biru ku yg sangat cantik?"Andi menunduk, perbedaan tinggi mereka sangat terlihat, sementara biru ikut membalas tatapan yg di beri kan oleh Andi.


"Kau berkuliah di sini?benar kah!"biru bertanya dengan nada mengejek,tentu dia tahu betapa hancur nya nilai rapor Andi dulu,mengingat nya biru kembali tertawa.


"Halo princess cantik"Andi tidak memperduli kan tawa dari biru,sang sahabat.dia langsung mengalih kan pandangan pada Rosse,yg sedari tadi terus mendengar kan pembicaraan mereka.


Biru mengikuti langkah kaki Andi,sembari menggendong pria kecil nya,Rossi.


"Kau yg membuat kue selama ini biru?"Andi terperangah,dia tidak percaya, ternyata biru pembuat kue favorit nya selama ini.


"Iya,aku memiliki dua anak an, menjadi pelayan restauran tidak akan cukup membiayai kebutuhan ku,aku tidak ingin mengambil resiko"


Sebagai ibu tunggal,tentu tanggung jawab yg di emban biru tidak lah sedikit.dia harus mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidup anak kembar nya, Rosse dan Rossi.


Dia tidak ingin mengambil resiko,biru tidak ingin anak nya sampai mengalami kekurangan,baik dalam hal kasih sayang atau pun materi,sebisa mungkin biru mencoba untuk memenuhi segala nya,tanpa terkecuali,walau pun kesehatan nya menjadi taruhan.


"Kau benar,oh ya biru kenapa anak laki-laki mu ini jarang bicara?"Andi bertanya,sembari mengelus lembut rambut ke-emasan milik Rossi,tak ada reaksi.rossi sama sekali tidak menolak,atau pun mengulas senyum manis,dia hanya setia dengan wajah datar milik nya.


"Loussi meummang Ndak peullnah tenum,pada hal, loussi ithu tampan talau tellsenyum"mengejek sekaligus memuji.rosse tidak pernah benar-benar tulus dalam memuji sang kembaran, pasti selalu di sertai dengan ejek kan.


Bukan nya terpengaruh,Rossi malah memaling kan pandangan nya,dia sama sekali tidak tertarik sedikit pun.


"Dia memang sangat dingin"biru mengigit bibir bawah nya.walau pun dia tidak tau siapa pria yg menodai nya,biru yakin sikap pria itu Pasti lah sangat mirip dengan Rossi, pendiam dan dingin.


"Hem,mungkin karena dia belum kenal dengan ku"Andi mengalih kan pembicaraan,seakan mengerti arti raut wajah dari biru.


"Paman, allabella Ndak itut?"Rossi menarik-narik,tali Hoodie milik Andi,agar laki-laki yg tengah memangku nya itu menghadap dan menengok ke arah nya.


"Tidak,paman kan sedang bersekolah,tidak mungkin kan arabella ikut"Andi menjelas kan dengan penuh kasih sayang,jiwa ke-ayahan milik nya seakan bangkit ketika berada di dekat Rosse.


"Bagaimana dengan perceraian mu an?tidak ada kah kesempatan untuk kalian kembali bersama,kau berpacaran cukup lama dengan nya,enam tahun bukan waktu yang singkat"


Andi dan mia berpacaran selama dua tahun,bayang kan betapa sakit nya menjadi biru.selama dua tahun,dia memendam rasa seorang diri, melihat dengan mata kepala nya sendiri, laki-laki yg sangat dia cintai bermesraan dengan wanita lain.


"Entah lah,tidak ada yg perlu dan pantas di pertahan kan"Andi mengalih kan pandangan nya keluar, helaan nafas panjang terdengar.


"Arabella membutuh kab keluarga yg lengkap"


"Lalu bagaimana dengan Rosse dan Rossi"


Biru tergugu diam,skak mat.andi ternyata membalasnya perkataan nya.


"Kami bisa hidup sendiri dengan mommy tanpa bantuan siapa pun, termasuk ayah baru"akhir nya Rossi membuka suara,sedari tadi dia memilih diam,tak ingin menanggapi perkataan dari Andi, karena kesal akhir nya angkat bicara.


"Rossi"biru menggenggam tangan Rossi erat,sembari menggeleng kan kepala,melayang kan tatapan tajam ke arah Rossi,biru tampak nya tidak menyukai perkataan pria kecil nya.


"Kenapa mom?kan benar, selama ini kita hanya hidup BER-TIGA"Rossi menekan kan kata bertiga, agar laki-laki di hadapan nya ini,tidak punya harapan untuk masuk kehidupan.


"Andi,maaf tampak nya kami harus segera pulang"biru melihat ke arah jam tangan nya.


"Aku antar"Andi berdiri sembari menggendong tubuh mungil Rosse, mendahului mereka untuk pergi ke parkiran,membuka pintu,namun percuma,biru hanya diam di tempat.


"Biru!"mereka reflek menoleh,Mia berjalan ke arah mereka dengan tangan mengepal erat,kilatan penuh kemarahan jelas terpancar di sana.


Merasa tidak melakukan kesalahan apa-pun,biru hanya bersikap acuh tanpa Ekspresi sedikit pun,selama dia tidak melakukan kesalahan untuk apa dia perduli.


"Dasar pelakor!"tiba-tiba saja tangan Mia terangkat, hendak menampar biru,namun terhenti, karena biru lebih dulu menangkis Nya secara kasar.


"Apa maksud mu!berani sekali kau mengatai ku sementara kau tidak berkaca!kau seharus nya sadar diri Mia!"biru menghempas kan tangan Mia secara kasar,dia memang lemah, tapi dia manusia biasa yg tidak akan terima ketika di hina di depan orang banyak, terutama ketika anak-anak nya melihat.


Semua orang sontak mengerumuni mereka.biru, Mia,Andi, Rosse dan Rossi mendadak berubah menjadi pusat perhatian banyak orang,tentu saja itu membuat mereka merasa tidak nyaman.


Sementara Rosse,gadis mungil itu sudah ketakutan bukan main,merapat mendekat ke arah Rossi yg tengah menampak kan wajah penuh amarah,Rosse lantas memeluk erat lengan kembaran nya,di ikuti dengan air mata yg menetes begitu saja.


"Mia lepas kan tangan mu dari sahabat ku"Andi hendak menarik biru ke belakang,tapi percuma gadis itu langsung menepis kasar, tatapan tajam di layang kan untuk Andi.


"Kau berselingkuh dengan biru.iya, Pasti karena itu kau memutus kan untuk mencerai kan ku"alibi Mia,pada hal satu kampus tau kedekatan nya Dengan seorang pemuda tampan bernama,Dion.


Biru tertawa mengejek,dia tak gentar.wonder mom,sangat cocok untuk biru, hidup sudah mengajar kan nya untuk tetap berani, terutama menghadapi hama-hama seperti Mia.


"Kau tak sadar diri!wanita mana yg hamil anak laki-laki lain,tapi meminta sahabat ku Andi bertanggung jawab,seharus nya kau sadar diri Mia,kau tidak lebih dari sampah masyarakat,kau bahkan berhubungan dengan laki-laki lain,di saat kau masih sah menjadi istri andi.cih! menjijik kan"biru menyeringai puas,melihat tangan Mia mengepal erat.


"Kau!"


"Turun kan nada bicara mu!aku muak mendengar nya"biru berteriak tak kalah lantang, tapi wajah polos yg sengaja dia pasang, sungguh mampu membuat siapa-pun kesal bukan main.


"Lebih baik kau urus anak mu itu,ah iya arabella bukan?nama yg indah,tapi sayang dia hadir karena kesalahan,dan lebih parah nya lagi ibu nya tidak pernah bertaubat"


Bulir bening menetes di wajah biru,dia sadar,ke dua anak kembar nya juga berasal dari sebuah KESALAHAN.walau pun itu bukan salah nya,melain kan laki-laki itu,tetap biru merasa dia lah yg bersalah karena tidak dapat menjaga diri dengan baik.


"Jangan memperkeruh suasana Mia,kau lebih hina dari pada wanita perkerja malam"maki Andi.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.