Baby Twins

Baby Twins
33



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Rossi dari mana kau mengetahui itu?"setelah mengatasi batuk-batuk nya Nisa langsung mengintrogasi Rossi.


"Malam pertama sewaktu kami tiba di Korea,bukan kah nona mengintrogasi mommy?"Rossi menatap balik ke arah Nisa.


Nisa ingat,dia meminta biru untuk menunggu nya di ruang tamu setiba nya mereka di Korea.


Tanpa menunggu banyak waktu,Nisa mulai mengintrogasi biru,di situ lah Rossi mendengar percakapan antara Nisa dan biru.


Mendengar semua penderita yg di alami biru,semakin memupuk rasa benci yg tertanam di hati suci milik Rossi,rasa benci nya kepada sosok Daddy semakin menjadi-jadi,tak heran jika setiap Rosse membahas nya,Rossi akan meledak-ledak.


"Baik-baik, sekarang berhenti membahas itu, princess kau mau bermain di sana bersama uncle?"William mengulur kan tangan nya, mengajak Rosse bermain di arena permainan khusus anak-anak, menghibur peri kecil nya ini.


Rosse menoleh lalu mengangguk kan kepala nya antusias, menghapus jejak air mata di pipi nya,Rosse menerima uluran tangan dari William,lalu mulai turun dari kursi,sebelum mereka benar-benar pergi,William menatap ke arah Rossi.


"Kau tak ingin ikut prince?"tawar William pada Rossi.


"Tidak"singkat, seperti biasa nya Rossi memang terkenal dengan bicara nya yg super singkat,bahkan sangat singkat,selalu mengata kan to the points tanpa banyak embel-embel itu lah Rossi.


Melihat sikap ketus adik kembar nya,Rosse langsung menarik paksa tangan William,tidak membiar kan laki-laki itu terlalu fokus kepada Rossi,percuma jika masih tetap perduli pada Rossi,anak es itu hanya diam saja,di tambah dengan tatapan nya yg super dingin dan juga raut wajah acuh itu.


Dari meja,rossi,Nisa dan juga sekertaris Steven mengamati kedekatan antara Rosse dan juga William,di lihat dari kejauhan mereka seperti ayah dan anak,di tambah dengan banyak nya kemiripan,semakin membuat orang-orang berargumen sendiri,tapi selama tidak ada media Nisa aman.


Terlibat skandal kencan dengan mendiang sekertaris Wahyu saja membuat beberapa media menyorot nya,di tambah baru-baru ini dia terlibat rumor skandal dengan tuan muda Kim,salah satu anggota boyband terkenal di Korea,tentu saja semua kisah percintaan nya akan di sorot.


Bukan foto mesra,hanya saja Nisa dan tuan muda Kim memamer kan foto Cincin couple bertahta berlian indah,lalu jam tangan couple,membuat nya harus terlibat skandal dengan kakak angkat nya.what!,lalu bagaimana jika ada paparazi yg melihat nya duduk semeja dengan sekertaris Steven.


"Kenapa mereka sangat mirip?"gumaman sekretaris Steven masih terdengar di telinga Nisa dan juga Rossi,mereka sontak menoleh ke satu objek secara bersamaan.


Rosse dan juga William,tidak ada yg tidak menyadari kesamaan mereka,bahkan rambut sekalipun,Rosse adalah versi perempuan kecil nya William,bak duplikat yg sangat mirip, mulai dari garis wajah dan warna kulit.


"Dia tidak mungkin Daddy ku bukan"desis Rossi tidak suka,tentu dia tahu apa yg ada di dalam fikiran Nisa dan juga sekertaris Steven.


"Tentu tidak,Daddy mu adalah orang Indonesia campuran"Nisa langsung menyela Dengan tegas,tidak mengizin kan Rossi berargumen sesuka hati nya.


Setelah sekian lama puas bermain bersama dengan William,rosse, Rossi dan juga Nisa memilih segera pamit,di bantu oleh Steven,William memasuk kan barang-barang untuk si kembar ke dalam bagasi mobil Lamborghini Aventador milik Nisa.


"Terima kasih banyak tuan Smith, sekertaris Steven"Nisa di ikuti dengan Rosse dan Rossi membungkuk hormat penuh rasa terima kasih kepada mereka berdua.


"Tidak masalah nona Kim,hei princess,besok datang lah ke rumah uncle, uncle akan membeli kan mu sebuah harimau yg besar kau mau kan?"


Ketika bermain tadi, Rosse tidak henti-henti nya membahas tentang harimau, keinginan nya memiliki sebuah boneka besar berbentuk harimau di beli kan dengan Daddy nya, membuat hati William sedikit terenyuh.


"Baik lah uncle,lousse sayang sama uncle"dalam sekejap bersama dengan William,di ajari oleh laki-laki tampan itu cara berbicara yg baik dan benar,Rosse langsung cepat memahami, ikatan darah memang sangat kental dan juga kuat.


"Ayo Rosse,mommy pasti sudah menunggu"Nisa menggendong Rosse lalu mendudukan nya di kursi belakang mobil,mulai melaju kan mobil untuk kembali ke butik, bertemu dengan biru.


Langkah kaki rosse terlihat cepat, dengan sangat riang dan juga gembira,sembari menenteng kotak berisi boneka Barbie hadiah dari William,Rosse berlari menuju ruangan di mana ibu nya berkerja.


"MOMMY!!!Lousse bisa bicalla dengan baik!! mommy"biru sampai menjatuh kan benang di tangan nya karena sangat terkejut, tiba-tiba saja Rosse datang dan berteriak, membuat beberapa penjahit yg ada di sana ikut terkejut.


Tapi tidak urung senyum lebar terukir di wajah para penghuni ruangan, keriangan Rosse dengan bahasa asing nya menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka yg ada di sana,semua karyawan butik mengenal gadis ini dengan baik,gadis yg di anggap seperti putri mahkota KNN boutique.


"Wah sayang!kau berbicara dengan baik?"biru membuka ke dua tangan nya lebar-lebar,membiar kan putri nya itu memeluk nya erat.


Keceriaan serta aura positif yg selalu di keluar kan oleh Rosse lah yg menjadi penyemangat, penyemangat nya dalam menghadapi kenyataan hidup yg benar-benar menyakiti biru baik secara fisik maupun mental.


"Kata kan pada mommy siapa yg mengajari mu Hem?"biru menyeka rambut ke-emasan milik sang putri yg sedikit berantakan,dia tidak menanya kan dari mana boneka Barbie itu,biru menebak pasti Nisa yg membeli kan nya.


"Uncle tampan mommy,besok mommy,Shama Lousse dan Lousse,di ajak nona Kim peullgih ke inggllis tempat nya uncle tampan?"biru mengeryit bingung,untuk pertama kali nya Rosse terlihat sangat bersemangat.


Tapi berbeda di lubuk hati biru,tanpa ada sesuatu yg jelas perasaan khawatir,tidak nyaman dan juga tidak tenang, menyelinap di relung hati nya, sesuatu akan terjadi.


Biru yakin sesuatu benar-benar akan terjadi sekarang, ketika Rosse mengata kan tentang kepergian mereka ke Inggris,itu membuat fikiran biru melayang jauh,bingung dan bimbang.


"Mommy"biru tetap diam,satu hari ini di habis kan nya Hingga beberapa perkerjaan nya tampak terbengkalai.


Dua hari berlalu, hari ini Nisa,Rosse, Rossi,dan juga biru sedang berkemas,mereka akan berangkat ke Inggris hari ini,biru tidak membawa cukup banyak barang-barang untuk nya,yg terpenting bagi nya sekarang, adalah barang-barang untuk Rosse dan juga Rossi.


"Mommy!"Rosse merengek,biru masih saja memaksa untuk menguncir rambut nya,Rosse tidak suka.dia lebih suka rambut ke-emasan bergelombang milik nya di urai begitu saja,dengan bandana cantik.


Risih dan panas.biru tidak menuruti keinginan Rosse,dia lebih mementing kan kenyamanan anak-anak nya,bisa saja karena tingkah Rosse yg sangat aktif membuat nya ke-gerahan, bisa-bisa Rosse merengek dan menangis,tentu biru tidak mau,mereka berangkat untuk membantu perkerjaan Nisa,bukan menghancur kan nya.


"Rosse menurut lah"Rossi sudah siap dengan celana pendek berwarna hitam dan juga kemeja berwarna crem, rambut nya juga tertata rapih, seperti biasa,biru selalu membeli kan baju yg sama untuk mereka.


Rosse dan Rossi, kembar identik yg dalam hal pakaian saja sama, Rosse memakai kemeja berwarna crem dan juga sebuah rok berwarna hitam.


"Tapi,Rosse mau nya di ulai mommy"Rosse mengerucut kan bibir nya penuh kekesalan,sifat keras kepala nya sama seperti biru, tidak mengenal waktu dan juga tempat.


"Rosse!jangan banyak bicara princess,mommy juga ingin membantu nona Kim berkemas"bentuk rasa tau diri dari biru,bagi nya Nisa adalah majikan nya,walau pun gadis itu selalu menganggap nya sebagai seorang saudara.


"Ih mommy"Rosse menatap penuh rasa kesal ketika melihat pantulan wajah nya di cermin,rambut nya sudah di kuncir kuda oleh sang mommy,dengan sebuah pita berwarna merah marron.


"Uhhh, kesayangan mommy"biru mengecup ke dua pipi gembul milik Rosse gemas, ada-ada saja tingkah putri sulung nya ini.


"Ayah lahalldian apa kaball yah mommy?"Rosse mendadak teringat akan cinta pertama nya,yaitu Rahardian.


Cinta pertama yg seharus nya di beri kan kepada William selalu ayah biologis dari Rosse,tapi di beri kan kepada Rahardian, laki-laki yg pertama kali menyambut nya ketika ia hadir di dunia.


Laki-laki yg mengajar kan nya berjalan, laki-laki yg pertama kali di tatap oleh Rosse kerja dia lahir di dunia.


Ayah, kata itu yg pertama kali keluar dari bibir Rosse,bukan ibu atau mommy.biru tidak masalah, karena Rahardian selalu menyempat kan waktu nya dalam sehari untuk bermain bersama anak-anak.


"Besok kita akan telpon ayah,Rosse jangan khawatir,banyak yg akan menjaga ayah di sana,ayah pasti akan baik-baik saja untuk putri kecil nya Rosse"biru mengelus pelan rambut Rosse,sebelum melangkah pergi,menuju ke lantai dua.


Sepanjang perjalanan menuju kamar Nisa,biru hanya melamun,banyak fikiran yg tengah Hinggap di otak nya,tanpa sebab yg jelas hati nya merasa resah,apa ini pertanda apa ini?.


"Semua akan baik-baik saja biru,sebenar nya apa yg kau takut kan?"biru mengepal kan tangan ke udara, menyemangati diri nya sendiri dari ketakutan.


Tok tok.


"Masuk"tidak lama setelah biru mengetuk pintu, terdengar suara pekikan dari dalam,dengan langkah pelan,biru masuk.


Terlihat Nisa sedang sibuk meletak kan beberapa pakaian di dalam koper berwarna hitam,bukan itu saja yg menjadi fokus biru sekarang,tapi sebuah figura besar di pojok kamar.


Mengingat-ingat,oh biru baru ingat, laki-laki yg berdiri tegap di sebelah Nisa itu adalah sekertaris Wahyu,figura itu berukuran cukup lebar,biru tidak pernah memasuki kamar ini tanpa kehadiran Nisa.


Tragis,biru tersenyum getir,kisah cinta Nisa memang berakhir tragis dan miris.


"Ada apa biru?"Nisa bertanya tanpa mengalih kan pandangan nya dari koper.


"Tidak,nona Kim,siapa laki-laki itu?"tanpa melihat ke arah mana biru menunjuk Nisa tau dengan pasti siapa yg di maksud biru.


Hanya ada satu foto laki-laki di kamar nya, sekertaris Wahyu,ya hanya ada foto laki-laki itu di sini.


"Dia laki-laki yg ku cintai biru"Nisa menghadap ke belakang,mantap figura itu penuh cinta,mendongak menghalau air mata yg berperang ingin terjun bebas.


"Di mana dia Sekarang nona?"biru belum mengetahui kabar kematian sekertaris Wahyu,atau memang dia lupa,pada hal penjuru negara Indonesia mengetahui kematian nya yg tragis,dan meninggal kan kesan mendalam bagi JL group.


Menghapus air mata nya Nisa menghela nafas,siap mengupas kembali rasa sakit itu.


"Jika anda akan bersedih lebih baik jangan nona Kim?"kepandaian biru dalam menilai sesuatu dan keadaan memang patut di acungi jempol,dalam beberapa detik dia sudah mengerti suasana mendadak berubah.


"Dia sudah pergi,pergi untuk selama nya"biru tersentak,untuk pertama kali nya dia mendengar suara Nisa bergetar,biasa nya Nisa hanya akan berbicara tegas,dingin dan datar,tapi sekarang,suara nya parau menahan tangis.


"Nona Kim maaf"biru menunduk,dia tau ini salah,bahkan sangat-sangat salah,tidak seharus nya dia menanya kan hal yg bersifat pribadi pada Nisa.


Nisa berbalik menatap biru,mata nya sudah berkaca-kaca,mata yg selalu memancar kan ketajaman dan juga ambisi,kini redup,berganti dengan tangis yg tidak dapat di bendung.


"Dia, meninggal demi menyelamat kan nona muda nya, bodoh bukan.tapi,huh...itu lah sekertaris Wahyu yg pertama kali ku kenal, sekertaris komplex yg hanya mementing kan tuan muda nya saja"


Biru mendongak,tidak ada isakan yg keluar dari bibir Nisa,bisa di pasti kan gadis ini sering menangis dalam diam, hanya ada air mata yg tak henti-henti nya mengalir deras.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.