Baby Twins

Baby Twins
part 14



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Karena kehadiran ibu anda di rumah tangga tuan Hartono, menghancur kan


Cinta yg telah di bangun selama bertahun-tahun, menghancur kan kehidupan seorang gadis dengan berjuta mimpi"


Biru mengepal kan tangan yg masih berbalut infus,mata nya memerah, memancar kan kemarahan dan juga kekecewaan yang sangat besar.


Mimpi biru kecil harus hancur karena ibu Rahardian,biru benar-benar benci wanita itu.


"Gadis kecil yg seharus nya menikmati waktu nya dengan bermain,di lewati oleh nya dengan cacian dan makian,gadis sekecil diri nya harus banting tulang"


Terisak, pertahanan biru akhir nya goyah,dia menangis mengingat semua ejek kan yg di lontar kan Masyarakat kepada nya,salah biru kecil apa?,dia hanya korban dari keegoisan ayah nya.


"Dia di caci dan kucil kan,dia benar-benar di jauhi,itu semua karena ibu anda! wanita pelakor yg dengan tak tahu malu nya memasuki kehidupan rumah tangga orang lain"


Rahardian terkejut melihat respon biru,wanita itu berbicara dengan nada sangat tinggi,ada apa ini.


"Tuan Hartono,tidak lebih dari laki-laki tak bertanggung jawab, demi anak orang lain,dia rela menelantar kan putri kandung nya sendiri,bodoh bukan?langkah hina yg di ambil ibu anda, menghancur kan kehidupan seorang anak pak"


"Maksud mu?"Rahardian tertegun,dia mulai menebak-nebak siapa yg di maksud biru.


"Ya itu saya!saya yg di tinggal kan tuan Hartono demi anda, setelah sekian tahun kami tak bertemu,anda tau kata yg pertama kali di keluar kan nya murahan?"biru menatap tak suka ke arah Rahadian, semua karena ibu laki-laki yg menyata kan mencintai nya itu.


"Biru aku tidak tau,maaf"Rahardian bingung harus mengata kan apa,selain kata maaf, dia sadar ibu nya yg salah di sini.


"Maaf!apa maaf bisa mengembali kan masa depan ku yg seharus nya cerah!semua karena ayah dan ibu anda!"


Biru membentak keras,membuat Rahardian terkesiap,reaksi biru benar-benar di luar dugaan nya,awal nya dia berfikir biru memiliki masalah dengan ayah tiri nya,tapi kenyataan nya berbanding terbalik.


"Saya hanya anak broken home!saya pergi mencari kesenangan di antara laki-laki yg terus menyakiti saya!tapi apa! karena tuan Hartono!saya menanggung karma nya!saya di perkosa!apa anda tau!siapa ayah bayi-bayi ini tidak kan!itu semua karena ayah anda! laki-laki tua tidak tau diri"


Deg!


Jantung Rahardian berhenti berdetak,ternyata biru menjauhi nya bukan karena belum bisa melupa kan almarhum suami nya,melain kan trauma terhadap laki-laki.


Hidup biru tak sesingkat pemikiran Rahardian selama ini,ternyata hidup yg di jalani oleh biru sangat berat dan juga rumit.


"Biru ku mohon maaf kan aku,aku benar-benar tidak tau"Rahardian tertunduk sembari menatapi wajah tenang baby Rosse.


"Maaf? seharus nya bukan anda yg mengata kan itu tuan,melain kan ibu anda, wanita yg menjadi sumber masalah"biru berujar dengan tenang,seakan ini bukan sesuatu yg harus di takuti.


"Maaf biru,apa ini alasan mu menolak ku?"biru tergagap mendengar pertanyaan yg di layang kan oleh Rahardian,tapi tak urung dia mengangguk.


"Saya masih trauma"kalimat yg sudah bisa di tebak oleh Rahadian, dia tau pasti,biru akan trauma.


3 tahun berlalu....


"Rosse! Rossi!"seorang wanita cantik memekik keras ketika tak mendapati keberadaan anak kembar nya di dalam kamar.


Pada hal waktu sudah menunjuk kan pukul 07:00,dan biru harus segera mengantar kue lalu berangkat kerja tapi lihat lah,bahkan ketika suara nya menggema di rumah kos,tak ada dari saudara kembar itu yg menampak kan diri.


"Kemana mereka?"biru bergumam pelan penuh kekesalan.


Mengurus dua anak sekaligus bukan lah hal mudah,dia harus pintar-pintar membagi waktu,saat ke dua bayi mungil itu masih berumur tiga bulan,biru dengan nekat membawa baby twins itu berkerja.


Rahardian,mengetahui wanita yang di cintai nya adalah gadis kecil yg di hancur kan hidup nya oleh sang ibu,membuat nya merasa bersalah,demi menebus rasa bersalah nya,dia mengizin kan secara khusus biru untuk membawa baby twins berkerja.


Untung nya Rosse dan Rossi bukan lah tipe bayi yg rewel, sehingga biru tak kesulitan untuk menjaga nya, ketika umur mereka beranjak dua tahun,biru tak lagi membiar kan baby twins mengekori nya lagi,dia sering menyuruh kakak beradik itu untuk diam di rumah.


Selama tiga tahun ini,dia masih sama, menjadi pelayan restauran di tempat kakak tiri nya,yg berbeda hanya usaha kue kecil-kecilan yg di jalan kan oleh ibu muda satu ini.


Jika dulu hanya menitip kan di satu universitas,biru mulai melebar kan sayap nya,sebuah toko kue di dekat KNN boutique Jakarta, cabang butik besar yg berpusat di Seoul,dia juga bertugas untuk menyetor kan kue-kue kesana.


Toko kue yg di beri nama KAR cake,adalah anak cabang dari KNN boutique yg bergerak di bidang makanan,di rilis dengan dana pribadi oleh pengurus nya Siti Khoirun Nisa,sosok muda yg sedang menjadi perbincangan hangat.


Kim ae-ra orang orang menyapa nya dengan nama itu, seorang disaener muda berumur dua puluh satu tahun,yg berasal dari Palembang, Indonesia dan berkarir di Korea Selatan, sebagai YouTubers, disaener dan juga selebgram.


Biru beruntung,nona Kim,ya dia menyapa seseorang yg sangat di idola kan nya walau pun belum bertemu,bagi nya nona Kim adalah Dewi penolong,jika dia tak membuka toko kue, mungkin biru masih kesulitan untuk menjajakan kue buatan nya.


Di usia muda, dia harus berjuang mati-matian,tabungan nya juga terkuras habis untuk membayar perawatan rumah sakit sewaktu dia kecelakaan dan mengalami operasi Caesar.


Belum pakaian dan perlengkapan bayi untuk Rosse dan Rossi,untung nya para tetangga kos dan karyawan restauran ikut membantu,dengan memberi kan pakaian dan alat perlengkapan bayi lain nya.


Karena itu,dia harus benar-benar menyiap kan tabungan yg cukup untuk baby twins ketika mereka menapaki jenjang bangku sekolah.


Walau pun hanya tamatan sekolah menengah atas, kepintaran dan kecerdasan biru tidak perlu di ragu kan,setiap semester,dia selalu mejadi peringkat pertama juara umum.


Sebagai seorang ibu,dia tentu mengingin kan yg terbaik untuk anak-anak nya,mendapat kan pendidikan yg layak,dan tetap bermain sesuai usia mereka.


"Rosse!Rossi!"biru kembali memekik, namun percuma,anak kembar nya tak ada yg menunjuk kan batang hidung nya.


Ayana Rosse Anne anindira,si sulung, adalah gadis kecil yg super lincah,dan juga cerewet dia tak pernah mau di salah kan,Rosse selalu punya seribu satu cara untuk mengelak.


Sementara si bungsu, abiyasa Rossi Anno Andara,lebih cenderung dingin dan pendiam,tak pernah ada senyum sedikit pun di wajah tampan bermanik biru laut itu,di balik itu semua dia adalah sisk anak laki-laki yg genius.


Pensil dan pewarna,serta buku gambar ukuran kecil menjadi hidup di dingin Rossi.


Guratan demi guratan dan juga coretan pensil yg membentuk sebuah gambar desain baju yg sangat indah, menjadi bagian penting yg tak terlupa kan bagi Rossi.


Cita-cita nya hanya lah satu,ingin menjadi sosok yg sukses dan terkenal, gambaran nya banyak di beli orang,agar dia bisa membantu ibu nya mencari uang.


KNN boutique,alasan Rossi mengapa dia sangat menyukai gambar, cita-cita nya sangat lah sederhana,ingin berkerja di sana,agar bisa mengawasi penjualan sang mommy,di KAR cake.


Biru berkeliling,mencari keberadaan anak kembar nya,tapi nihil,baik Rosse mau pun Rossi tak ada yg bisa dia temu kan.


"Mommy"biru mengatur nafas,menggeram marah mendengar suara itu.


"Kalian dari mana!mommy cari-cari"ke dua makhluk di hadapan nya diam,tak ada yg berani membantah,biasa nya Rosse yg selalu memiliki seribu satu alasan diam, karena dia tau bahwa mereka salah.


"Maaf mom"Rossi yg pertama kali buka suara,putra nya itu sangat tampan jika di lihat-lihat.


"Tapi ommmyhh,lousse Ndak salah,loussi nya maksa lousse,nanti talau losse Ndak mahu, loussi nya malah,teluss lousse kan kakak,lousse halus na jaga loussi teluss,nanti bimana kalau,loussi na di ambil tukang cuyik"


Rosse masih berbicara dengan cedal menjelas kan duduk perkara yang sebenar nya,semua kesalahan di limpah kan kepada sang kembaran Rossi,bukan nya menyela, si dingin itu hanya diam,tatapan tajam nya di arah kan tepat ke arah Rosse.


Biru memijit pelipis nya pelan, Rosse bak narasumber dan dia wartawan nya,semua di jelas kan gadis mungil berambut emas itu dengan rinci,walau pun biru tahu,gadis mungil itu lah yg salah,namun dia sangat pintar mengelak.


"Ommyh Ndak peulcaya ma lousse, lousse kan tidak pelnah belbohong sekali pun,tapi mommyh na Ndak pelcaya ma lousse.salah loussi,kan..., lousse bilang,jangan peulgih,mommy na pasti Mallah,tapi loussi malah nalik-nalik,tangan na lousse mommy"


Si cantik rosse berkacak pinggang, seperti sedang meng-intograsi kembaran nya yg di jadi kan kambing hitam.


Kejadian sebenar nya......


"Loussi,ayok lousse mau na di temenin ma loussi!lousse kan kakak,loussi bimana ini?"Rosse terus mengundang guncang tangan kembaran nya berulang kali,tapi tidak membuat laki-laki mungil itu perduli,dia masih sibuk dengan gambaran nya.


"Loussi!!!"Rosse memekik keras,suara nya menggema di ruangan 3×3 meter itu.


"Apa?"Rossi meletak kan pensil yg sedari pagi buta ada di genggaman nya,demi menghadapi kakak kembar nya yg super cerewet ini.


"Anteulin lousse yah"Rosse meletak kan kedua telapak tangan nya di wajah nya,lalu mengedip-ngedip kan mata nya,jangan lupa kan wajah imut yg dia beri kan.


"Tidak"lagi dan lagi,hanya satu kata yg di keluar kan oleh Rossi,mengambil pensil,lalu melanjut kan gambaran nya.


"Loussi"Rosse mencibik kan bibir mungil nya,jika dia berani keluar sendiri,dia tidak memerlukan sang adik kembar,namun apa daya dia tidak berani.


"Loussi Ndak sayang Ama lousse yah,pada hal, lousse sayang Ama loussi"


Dengan kasar Rossi meletak kan pensil gambar nya,dia paling tidak bisa melihat kembaran nya menunduk seperti itu,jiwa saudara kembar berkerja dengan baik, membuat nya tak bisa melihat Rosse sedih sedikit pun.


"Ayo!"akhir nya Rossi menuruti keinginan Rosse untuk mengantar kan nya main,ke rumah,Lina, tetangga beda dua rumah dari kos-kosan.


Dua saudara kembar itu berjalan beriringan, Rosse dengan manja nya melingkar kan tangan nya di lengan Rossi,risih?tentu Rossi risih,tapi di marahi juga percuma,Rosse sangat keras kepala.


"Loussi, lousse ingin puna daddyh, sepellti itu"Rossi tertegun mendengar perkataan Rosse,tak lama pandangan nya teralih kan pada seorang gadis kecil yg tengah di gendong seorang laki-laki.


"Rossi juga"jawab Rossi pelan,tangan mungil nya menghapus air mata yg mengalir lembut di pipi Rosse.


"Tapi kita tidak seberuntung mereka,kita tidak punya Daddy"Rossi menggenggam tangan Rosse,menyalur kan kekuatan untuk kembaran nya itu.


"Kenapa?apa lousse dulu na nakal,kallena itu dadyh peulgi?"Rossi menggeleng kan kepala nya itu,dia yakin bahwa bukan itu alasan kenapa Daddy mereka pergi.


"Kita masih terlalu kecil untuk mengerti Rosse,tapi percaya lah, mommy tidak akan membiar kan kita bersedih,jadi berhenti lah menangis"pinta Rossie tegas.


"Tapi lousse,ingin daddyh,ceupelti teman-teman lain na"bukan nya berhenti menangis,Rosse malah berjongkok,lalu menutup wajah nya dengan kedua tangan.


"Rosse"Rossi menggeram kesal,walau pun ingin merasa kan kehadiran seorang ayah,tapi dia tidak secengeng Rosse.


"Rosse belajar lah dewasa!ayo pulang"tanpa memperduli kan Rosse yg masih terisak,Rossi langsung menarik nya dengan cepat.


"Loussi"Rosse menggerutu kesal karena di tarik tarik oleh Rossi.


"Lousse mau daddyh"rengek Rosse lagi.


"Rosse,kita tidak memiliki Dady,Daddy orang jahat, dia meninggal kan kita dan mommy sendirian,kita tidak akan memiliki Daddy"Rossi mencoba memberi kan nasehat kepada kemvaran nya,tapi percuma, Rosse sama sekali tidak peduli.


Daddy dan Daddy,Rosse hanya nengingin kan itu,apa salah gadis kecil itu, Hingga dia tidak di perboleh kan memikir kan Daddy nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys