Baby Twins

Baby Twins
31



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Terutama dia tidak lagi sendiri sekarang,ada Nisa yg siap membantu nya,berada di sebelah nya,mengulur kan tangan membantu nya.


Rossi,pria kecil itu sedari tadi memilih diam tidak membuka suara sedikit pun, bibir nya tertutup rapat,hanya mata tajam nya saja yg terlihat beberapa kali mengerjap.


Tidak suka,ya Rossi sedang berada di fase itu.sedari di dia memang tidak pernah menyukai pembahasan tentang seorang Daddy,bahkan ketika dia belum tau itu siapa.


Hidup hanya bersama ibu dan juga Rosse,menjadi batas tersendiri di hati Rossi,hanya sekali tetapi di pegang teguh,Rossi sama sekali tidak pernah menyukai manusia yg di sebut Daddy.


Bagi Rossi, seorang Daddy tidak lebih dari laki-laki tidak bertanggung jawab, laki-laki yg telah membuat nya dan juga Rosse kurang kasih sayang,kasih sayang dari biru saja tidak cukup untuk mengganti kan kasih sayang yg seharus nya mereka dapat dari Daddy.


"Rossi! tidak baik melamun boy"biru menegur sang putra yg sedari tadi hanya melamun.


"Maaf mommy"Rossi mengalih kan Pandangan nya kepada sang ibu, senyum tipis terukir di wajah tampan Rossi.


"Kau memikir kan sesuatu Rossi?"biru menoleh ke arah kursi belakang, bertanya dengan nada sangat serius.


"Tidak mommy"biru menghela nafas,Rossi memang tidak pernah berubah,dia selalu serba singkat,bahkan dalam menjawab.


Mobil yg mereka tumpangi sampai di sebuah gedung besar,melepas kan sabuk pengaman,semua penghuni mobil ikut turun.


KNN BOUTIQUE,gedung dengan logo besar lambang bulan sabit,tempat biru dan Nisa berkerja.


Beberapa karyawan langsung membungkuk hormat dan membuka kan pintu ketika Nisa masuk, sesekali gadis itu hanya mengulas senyum tipis dan anggukan ketika para karyawan nya menyapa, maklum lah boss killer.


Biru memulai perkerjaan nya,masuk ke ruang penjahit, melihat-lihat desain yg akan dia jahit,memulai perkerjaan nya, sementara si kembar Rosse dan Rossi sibuk di pojok ruangan,dengan mainan mereka sendiri.


Senyum lebar terus terukir di bibir Rosse,dia sedang belajar menulis, menjadi gadis yg lebih baik agar bisa bertemu dengan Daddy nya.


Walau pun tidak mengerti,Rosse tetap bersemangat,untuk bisa bertemu Daddy nya,dia harus menjadi gadis kecil yg pandai dan juga pintar.


"Rosse!rossi!kalian mau ikut tidak?"di tengah-tengah kesibuk kan masing-masing,Rosse dan Rossi di kejut kan dengan ajakan yg di keluar kan oleh Nisa.


"Kita mahu keummana meummang na?mahu beulltemu Dengan daddyh"Rosse langsung merapih kan buku-buku nya,lalu menumpuk kan nya menjadi satu,senyum lebar terpampang di bibir nya.


"Tidak,kita akan pergi ke mall,bukan kah kalian tidak pernah jalan-jalan di korea,jadi ayo!"Nisa menggandeng tangan mungil Rosse untuk segera meminta izin pada biru,di ikuti oleh Rossi dari belakang.


"Mommy, lousse Shama loussi mau peulgi ikut nona Kim!ke mall,mahu jalan-jalan shauma beulli Daddy ballu,Daddy ballu kan banak di mall,paustti Daddy na tampan-tampan milip uncle sekelltalis Lee"Rosse langsung ingat dengan sekertaris super tampan yg di miliki oleh Nisa,Lee,atau biasa di panggil Rosse dengan sebutan oppa-oppa.


"Baik lah,tapi jangan nakal, turuti semua perkataan nona Kim,jangan membantah sedikit pun,dan jadi lah anak baik"biru menghenti kan jahitan nya sebentar, mengelus rambut ke-emasan milik Rosse,sang putri.


"Rossi akan menjamin,bahwa Rosse tidak akan nakal mommy"janji rossi.sebagai satu-satu nya saudara laki-laki,tentu Rossi dididik untuk memiliki rasa tanggung jawab yg besar, terutama untuk saudari perempuan seperti Rosse,paling lincah.


"Mommy percaya pada mu sayang,jaga kakak mu ini,nona Kim aku titip mereka"biru mendongak kan kepala nya,posisi nya sedang duduk sehingga mengharus kan nya untuk mendongak.


"Tentu saja,kami pamit"Nisa menggendong tubuh Rosse,jika membiar kan gadis kecil itu berjalan sendirian,pasti merepot kan.


"Nona Kim di maunna oppa Lee?"di dalam gendongan Nisa,Rosse masih menoleh ke sana-kemari mencari keberadaan laki-laki tampan itu.


Rossi sedari tadi hanya menggeleng, kembaran nya memang sangat menyukai sekertaris lee,jika laki-laki itu ada di sekitar sini,bisa di pasti kan Rosse akan terus menempel dengan laki-laki dewasa itu.


"Good morning mrs.kim"Rosse langsung menoleh,lalu bersorak gembira dengan ke dua tangan bertepuk,di depan mereka berdiri sosok laki-laki tampan dengan ketampanan khas pria Korea.


Sekretaris Lee, sekertaris multitalenta yg menguasai beberapa bahasa,salah satu nya Indonesia, karena itu tidak ada masalah dalam komunikasi nya dengan Rosse.


"Morning to,secretary Lee"Nisa menjawab sembari sedikit membungkuk,hanya seulas senyum tipis yg dia beri kan,berbeda dengan Rosse yg memandang ke arah sekertaris lee dengan mata berbinar penuh kebahagiaan.


"Oppa!wah keunapa oppa sangat taumpan!huaa....bahkan meulebihi tuan muda kim"Rosse tersenyum lebar,bagi nya semua laki-laki tampan adalah milik nya,tidak boleh ada yg mengambil nya sedikit pun.


"Rosse!"biru datang sembari membawa beberapa benang bermacam warna di tangan nya.


Biru lagi dan lagi menggeleng,tingkah anak nya ini ada-ada saja, terutama ketika dia berada di dekat laki-laki tampan, seperti sekertaris lee,dalam hati biru bertanya-tanya,sebenar nya sifat Rosse ini menurun dari siapa?,pada hal dia sendiri tidak mempunyai sifat aneh seperti Rosse.


"Keunnapah mommy?kan oppa Lee saungatt taumpan,lousse shuka-shuka,lousse lella kalau Daddy di ganti Shama oppa Lee,lousse ikhlas"celotehan baru Rosse membuat semua orang yg ada di sana langsung shock.


Sebagai seorang ibu tunggal,tentu biru mengharap kan kehadiran laki-laki lain nya yg bisa menjadi seorang ayah untuk anak kembar nya,namun trauma itu masih tercetak jelas di fikiran dan di hati nya.


Biru ingin,bahkan sangat ingin memberi kan kasih sayang yg pantas Rosse dan juga Rossi dapat kan,kasih sayang seorang ayah,itu lah alasan nya berkerja keras,agar bisa mengumpul kan uang untuk mencari keberadaan laki-laki itu, laki-laki yg tidak lain adalah ayah biologis Rosse dan Rossi.


"Sayang,berhenti lah bicara sembarangan"biru memberi peringatan tegas untuk Rosse.


"Biru, sekertaris lee,kami pamit aku sedang terburu-buru sekarang"Nisa berjalan menuju mobil, sementara Rosse selalu menoleh ke belakang,mengamati wajah tampan sekretaris Lee.


"Maaf kan putri ku sekertaris lee,dia memang terkadang suka lupa diri"biru membungkuk penuh rasa maaf,begitu lah dia mengetahui adab dan juga kebiasaan orang-orang Korea.


"Tidak masalah nona biru,Rosse sangat lucu,dia mengingat kan ku pada adik perempuan ku"dengan logat bahasa Korea yg masih terasa, sekertaris lee mengujar kan bahasa Indonesia yg baik dan benar.


"Saya masih ada urusan, permisi"setelah sedikit membungkuk, sekertaris lee berjalan menjauh, biru memandangi punggung lebar itu dari jauh.


Biru hanya terus menatap punggung lebar milik sekertaris lee,bahkan ketika punggung itu telah menghilang di balik tembok,memijat pelipis nya,biru mendadak terasa lunglai tak bertenaga.


Satu bulan ini biru habis kan untuk melupa kan cinta nya untuk Andi, perasaan dan juga harapan nya,di Korea biru selalu berusaha memperbaiki diri nya.


Satu hal yang biru sadari sekarang,dia tidak se-suci itu sehingga dia berharap untuk bisa bersanding dengan Andi,tidak lebih dari wanita hina itu yg biru tanam kan dalam diri nya.


"Aku melupakan sesuatu,jahitan ku"biru langsung melangkah cepat kembali ke dalam ruang jahit,melanjut kan jahitan nya yg tadi sempat tertunda.


Suasana di mobil milik Nisa sekarang terasa sangat ramai, sedari tadi Rosse yg duduk di kursi belakang bersama Rossi,tidak henti-henti nya mengeluar kan celotehan lucu, menanya kan keberadaan sang Daddy.


"Nona Kim?kita sudah sampai"Rossi melihat ke sekeliling,benar mereka sudah tiba di pusat perbelanjaan terbesar di negara ini dengan fasilitas super lengkap.


"Iya ayo turun!"Nisa membuka sabuk pengaman,lalu mulai turun dari dalam mobil,di ikuti dengan Rosse dan Rossi.


Untuk pertama kali nya, mereka melihat seorang konglomerat datang dengan ke dua anak-anak kecil,sontak Beberapa orang yg mengenal Nisa langsung membungkuk,Nisa ikut membungkuk,Rosse dan Rossi yg masih belum mengerti,ikut membungkuk kan badan mereka sedikit.


Mereka kembali melangkah,hingga sampai di sebuah toko yg banyak menyedia kan pakaian dan sejenis nya.


"Kalian tetap di sini"Rosse dan Rossi mengangguk, mereka tetap mengawasi langkah Nisa, ternyata gadis itu sibuk berbincang,dan juga memeriksa pembukuan.


Melirik ke sana kemari, seperti biasa Rosse yg terkenal tidak bisa diam memilih untuk memikir kan cara agar bisa kabur.


Pada hal baru lima menit dia ada di sini,tapi Rosse sudah bosan melihat banyak nya pakaian yg di gantung,dan di manekin.


Melirik ke arah Rossi yg tampak nya sedang sibuk dengan gambaran dan pensil nya seperti biasa,Rosse perlahan tapi pasti mulai mengendap-endap keluar, beberapa kali menoleh ke belakang,memasti kan tidak ada yg melihat jika ia pergi keluar.


Langkah kaki mungil milik Rosse mulai menjelajahi daerah mall,tempat baru yg semakin membuat jiwa keingin tahu-an nya memberontak,banyak nya orang-orang yg berlalu lalang membuat Rosse terus memiliki pemandangan baru.


Tampan dan cantik,Rosse berulang kali menggeleng takjub melihat orang-orang memiliki wajah yg tampan dan cantik serta tubuh putih,bak di negri dongeng.


Gadis bergaun putih itu terus melangkah hingga tanpa sadar dia tertelan oleh kerumunan,menghilang jauh dari tempat di mana Nisa dan juga Rossi berada.


Bruk!


Karena terlalu bersemangat dan juga antusias, Rosse tanpa sadar menabrak seseorang,jadi lah tubuh nya jatuh hingga menyentuh lantai,ingin menangis Rosse terlebih dulu menoleh ke atas, melihat siapa yg berani-berani nya menabrak tubuh mungil nya yg berharga ini.


"Huaa...om jahat huaa"tentu saja teriakan keras yg di sebab kan oleh Rosse itu membuat semua orang menoleh ke arah mereka, terutama ketika Rosse menangis mengguna kan bahasa Indonesia,bukan Korea.


"Hei girl are you oke?"laki-laki jangkung itu langsung berjongkok, menggendong tubuh Rosse, sedikit kaku memang,tapi Gendongan nya bisa membuat Rosse sedikit tenang.


Rosse mengerjap beberapa kali,entah kenapa menurut nya laki-laki tampan ini sangat mirip dengan kembaran nya Rossi.tidak mungkin kan ini Rossi versi dewasa,tidak hanya wajah nya saja yg mirip,tetapi juga rambut berwarna ke-emasan dan juga netra berwarna biru laut.


Tunggu,satu fikiran lagi muncul di otak Rosse,apa kah ini Daddy nya.tidak, tidak,Rosse kembali menggeleng,mommy nya mengata kan Daddy nya sedang berkerja di tempat yg sangat jauh.


"Tuan muda,anda baik-baik saja?"seorang laki-laki yg tidak kalah tampan datang, sekertaris Steven Gerrard, sekertaris pribadi dari Presdir Smith group.


Ya, laki-laki yg tengah menggendong Rosse tidak lain dan tidak bukan adalah William Alexander Efron Smith,ayah biologis dari Rosse dan Rossi,yg pasti nya laki-laki yg telah merenggut kehormatan dari biru.


Tujuan utama William datang ke Korea adalah untuk meninjau sebuah proyek pribadi milik nya,yaitu pembangunan hotel di kawasan elit dan strategis di Korea.


Karena permintaan sang mommy yg sangat mengingin kan sesuatu dari Korea,membuat laki-laki yg akrab di sapa William itu pergi ke mall.


Namun tidak di sangka-sangka, keputusan nya untuk pergi ke mall membuat nya bertemu seorang peri kecil,peri kecil yg sedang tersesat di tengah-tengah kerumunan orang,ingin mendekat,peri kecil itu lah yg langsung menghampiri nya dan menabrak nya.


Rosse,peri kecil yg di maksud oleh William,peri kecil yg memiliki warna mata dan rambut sama persis seperti milik nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.