Baby Twins

Baby Twins
part 26



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Ini yg di takut kan Rahardian sejak dulu, trauma.mungkin Rosse lebih rentan terkena trauma di banding kan dengan Rossi, terutama ketika si kembar terus mendapat caci dan maki dari para tetangga, mereka selalu di panggil dengan sebutan anak haram, karena terlahir tanpa ayah,dan keluarga yg lengkap.


"Rosse, dengar kan ayah baik-baik oke?"Rosse mengangguk, memasang wajah sok serius.


"Rosse harus jadi wanita yg kuat seperti mommy,tidak boleh cengeng.jangan fikir kan perkataan orang lain,itu tidak lah penting,dunia Rosse dan orang yg harus Rosse percaya hanya ayah, mommy dan Rossi,jangan sampai kau terpengaruh oleh siapa-pun"Rahardian mulai memberi kan wajengan, berharap Rosse mau mengerti.


"Iya, lousse sayang ayah"Rosse mengangguk cepat,kasih sayang nya untuk Rahardian sangat lah besar.


Rahardian, satu-satu nya laki-laki yg di anggap ayah oleh Rosse,tidak ada yg lain.laki-laki itu lah yg menyambut nya untuk pertama kali ke dunia,yg melantun kan adzan dan Iqamah Merdu di telinga nya,menyayangi dan mencurah kan banyak kasih sayang untuk Rosse.


Kasih sayang yg di miliki Rahardian untuk si kembar, Rosse dan Rossi,sangat lah besar,kasih sayang suci untuk seorang ayah dan anak.


1 minggu berlalu.


Seperti biasa nya, setelah mengantar kan kue ke berbagai tempat,biru mulai kembali ke rutinitas nya, yaitu berkerja di Restauran milik kakak tiri nya, Rahardian.


"Selamat pagi penghuni dapur"biru langsung menyapa ketika sampai di dapur,senyum manis terukir indah di bibir nya.


"Pagi ibu muda"biru langsung tertawa pelan mendengar panggilan baru untuk nya,dia lalu masuk ke ruang ganti.


"Bismillah"biru langsung memulai perkerjaan nya yg super banyak,mulai dari mencuci piring,membuang sampah,membantu para chef dan lain sebagai nya.


Tak sekali pun biru mengeluh,yg paling penting bagi nya adalah kebahagiaan anak-anak nya, tidak perduli se-lelah apa pun tubuh nya,biru akan terus mengeluar kan aura positif,dia akan terus mengumbar senyum manis.


Kini biru tengah menenteng dua plastik besar berwarna hitam,berisi sampah-sampah di dapur, melewati pintu belakang,membuang sampah,betapa terkejut nya biru ketika dia berbalik,sosok tinggi jangkung Rahardian berdiri di belakang nya.


Mendadak biru panik, Rahardian yg biasa nya selalu tampil sangat cool dengan gaya khas nya yg rapih,kini berubah drastis, laki-laki tampan itu terlihat berantakan, rambut nya tak tersisir rapih seperti biasa nya,lingkar hitam di bawah mata terlihat sangat jelas,bahkan bibir yg selalu melayang kan senyum manis untuk biru, sekarang bergetar,dan sangat pucat.


"Pak anda baik-baik saja?"biru berjinjit,lalu neletak kan punggung tangan nya di kening Rahardian,menge-check suhu badan bos nya ini.


Panas!


Biru langsung membelalak kan mata nya kaget,suhu tubuh Rahardian di atas normal,sakit,biru yakin laki-laki di hadapan nya tengah sakit.


"Pak anda demam,ayo masuk ke dalam biar saya kompres dengan air hangat"biru meraih lengan Rahardian,meletak kan di bahu nya, berusaha memapah badan yg dua kali lebih besar dari badan nya.


Baru saja beberapa langkah,tubuh Rahardian telah terhuyung,jatuh ke tanah,biru yg tak siap juga ikut jatuh.


"Pak tolong!!!"biru langsung berteriak keras.


Orang-orang yg berada di dapur,sontak berhamburan keluar ketika mendengar suara teriak kan biru yg sangat melengking,bahkan suara nya mengalah kan toa mushalla.


"Pak Rahardian"semua orang langsung panik ketika melihat Rahardian terkapar tidak berdaya,dua orang laki-laki bergerak cepat,memapah tubuh kekar sang bos besar.


Biru ikut mengekor dengan sangat cemas,ibu dua anak itu bahkan menetes kan air mata,dia panik bukan kepalang.


Mengingat kebaikan Rahardian pada nya,dan juga kasih sayang Rahardian kepada si kembar,membuat biru sangat mengkhawatir kan laki-laki tampan itu.


Setelah menidur kan Rahadian di jok belakang, seorang koki langsung mengambil alih kemudi,dan mulai menjalan kan mobil menuju rumah sakit terdekat.


"Senior bisa kah lebih cepat,suhu tubuh pak Rahardian bertambah panas"biru menempel kan tangan nya di kening Rahardian,suhu tubuh laki-laki itu semakin panas.


"Baik, pegangan biru!"biru mengangguk,lalu mulai berpegangan,dalam per-sekian detik mobil itu langsung melaju dengan cepat,membelah kepadatan jalanan ibu kota di pagi menjelang siang ini.


Dengan sangat lihai, senior meyalip mobil,demi segera sampai rumah sakit.


Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di rumah sakit, Rahardian langsung mendapat kan pertolongan pertama,dan di lari kan ke UGD.


Harap-harap cemas,biru dan seorang senior laki-laki mondar-mandir di depan pintu UGD,sembari berdoa semoga big boss mereka baik-baik saja.


Tap,tap,tap,tap.


Deru langkah kaki cepat terdengar,biru menoleh,terlihat tuan Hartono dan juga seorang wanita paruh baya yg masih terlihat cantik di sebelah nya,raut wajah mereka sangat jelas.


Mata biru menyipit, samar-samar dia mengingat siapa wanita di sebelah Hartono.wanita itu,ya wanita itu yg telah menghancur kan rumah tangga ke dua orang tua nya, wanita yg menjadi sumber kesengsaraan bagi biru.


Tangan biru mengepal erat,raut wajah cemas berubah menjadi raut wajah penuh rasa amarah yg jelas terlihat.jika tidak dalam kondisi seperti ini, biru pasti kan cap Lima jari nya telah bertengger indah di pipi mulus wanita itu.


"Selamat pagi tuan dan nyonya"melihat sang senior membungkuk hormat,mau tidak mau biru ikut membukuk kan badan nya,walau terpaksa.


"Bagaimana keadaan putra ku?dia baik-baik saja bukan?"tuan Hartono langsung bertanya pada senior biru.


"Iya tuan,pak Rahardian tengah di tangani oleh tim medis"


"Terima kasih telah menghubungi ku"


Oh, sekarang biru tau, ternyata senior nya ini lah yg menghubungi tuan Hartono, sehingga ayah kandung biru itu datang.


"Nak"biru tersentak ketika sebuah tepuk kan keras mendarat di bahu nya, begitu menoleh biru tersentak ketika ibu Rahardian berdiri di sebelah nya, senyum terukir di bibir wanita paruh baya itu.


"Iya?"biru menoleh seraya membungkuk penuh rasa hormat.


"Kau sangat cantik, siapa nama mu Hem?"baru saja tangan paru baya ibu Nina hendak mengelus pipi biru, buru-buru biru memaling kan wajah seakan tak Sudi, jika pipi nya di sentuh orang lain, terutama jika itu wanita yg telah merusak rumah tangga ke dua orang tua nya.


"Biru!di mana sopan santun mu hah!"biru mengulas senyum sinis,sangat sinis,mata nya menatap tajam ke arah sang ayah.


Srek!


Pintu terbuka, seorang dokter keluar,menjelas kan kondisi Rahardian,semua orang mendengar dengan sangat serius.


Ruang VIP.


Rahardian telah di pindah kan ke ruang rawat,selang infus masih menancap di punggung tangan nya.


Perlahan mata Rahardian mengerjap,di iringi dengan gumaman yg tidak jelas tentang biru, membuat wanita itu berjalan mendekat.


"Biru,aku mencintai mu"biru tersentak, tapi tidak dengan Rahardian, laki-laki yg baru saja siuman itu mengulas senyum lebar, ketika wanita yg sangat di cintai oleh nya


"Pak anda sudah sadar?"biru tidak memperduli kan ungkapan perasaan penuh rasa cinta yg di beri kan oleh Rahardian untuk nya.


"Hem"Rahardian hanya mengulas senyum tipis,di bantu oleh biru laki-laki tampan itu,lalu menarik tangan biru lalu menggenggam tangan nya erat.


"Kau baik-baik saja kan pak?tidak ada yg terluka?"biru mulai memberi kan banyak pertanyaan untuk Rahardian.


"Ibu,bukan kah kau ingin bertemu dengan wanita yg ku cintai,adik tiri ku.putri dari wanita yg ibu hancur kan rumah tangga nya, wanita yg ibu buat masa kecil dan masa depan nya suram?ibu ingin bertemu dengan nya kan?dia ada di hadapan ku ibu"


Nyonya Nina membulat kan mata nya karena terkejut,benar dugaan nya,di lihat dari beberapa sisi terutama dari bola mata,biru sangat lah mirip tuan Hartono.


"Nak"nyonya Nina mendekat ke arah biru,hendak menggapai tangan biru,namun wanita itu buru-buru menghindar.


Biru terdiam, mata bulat milik nya mengerjap, shock.walau pun sudah menduga nya,biru tetap shock,tangan nya mengepal,biru tengah menahan diri untuk tidak menampar wanita di hadapan nya,air mata nya mengalir sangat deras, bahkan tak ada henti-henti nya.


"Rahardian"tuan Hartono langsung melayang kan peringatan, tatapan tajam nya beralih kepada biru,putri satu-satu nya dari istri pertama.


"Nak,bisa kah kita bicara sebentar"ketika nyonya Nina hendak menyentuh tangan biru, buru-buru biru menepis nya,melayang kan tatapan tajam penuh ketidak sukaan.


"Jangan berani-berani nya anda menyentuh tangan saya nyonya Nina yg terhormat"biru menekan-kan kata terhormat,walau pun terkesan menyindir,biru tetap berkata dengan sangat sopan.


"Biru jaga bicara mu,bagaimana pun dia tetap ibu mu!kau tidak boleh berkata seperti itu! terutama kepada orang yg lebih tua!"biru hanya tertawa hambar, mendengar bentakan yg di keluar kan oleh tuan Hartono,rasa takut di hati nya seakan habis tak tersisa,hingga dia sangat-sangat santai, menghadapi kemarahan sang ayah.


"Ibu?maaf tuan Hartono yg terhormat,saya hanya memiliki satu ibu"biru mengulas senyum sinis.


"Dia!"biru bersuara dengan sangat lantang,menunjuk wajah Nina mengguna kan jari telunjuk nya.


"Tidak lebih dari seorang wanita yg menjadi sumber kesedihan ku!wanita ini yg membuat ibu ku berkerja siang dan malam, wanita ini yg merebut masa kecil ku yg bahagia,merebut seorang figur ayah untuk ku, membuat masa kecil ku menjadi sangat kelam,membuat ku di hina oleh masyarakat, karena ayah ku lebih memilih seorang janda,di banding kan istri SAH nya dan putri nya"


Semua orang tertegun, bahkan Rahardian juga tertegun,ini pertama kali nya dia mendengar biru menghina seseorang,melihat dengan mata kepala nya sendiri biru meledak-ledak,biru menghina dan yg di hina oleh wanita yg di cintai oleh nya tengah menghina ibu kandung nya sendiri.


"Biru!"ketika Hartono hendak mencekal tangan biru,nyonya Nina langsung menahan tangan nya, menggeleng kan kepala nya.


"Biar kan aku berbicara dengan putri mu dulu mas"


Putri,biru tergelak mendengar perkataan Nina,putri dia tidak pernah di anggap oleh siapa-pun, termasuk ke dua orang tua nya,dia tidak lebih dari seorang ANAK TERBUANG.


Dari pada mendengar perdebatan sepasang suami itu,biru memutus kan untuk mengambil tas nya,membuka pintu,lalu melangkah keluar.


Belum juga sampai ke lift, seseorang sudah menarik tangan biru,membuat biru dengan kesal menoleh, ternyata ibu Rahardian yg juga berstatus sebagai ibu tiri nya.


"Ikut dengan ku!"belum juga biru menepis,tangan nya sudah lebih dahulu di cengkram erat,entak kemana nyonya Nina ini akan membawa nya,biru hanya menurut.


Sikap lemah lemut yg di tunjuk kan Nina di dalam sekarang berubah drastis,tentu biru sudah menebak nya lebih dahulu, jadi dia tidak terlihat kaget.


Memesan minuman, nyonya Nina meminta biru untuk duduk di kantin rumah sakit,tentu biru menurut,dia sudah menyiap kan beragam caci dan maki untuk wanita tua di hadapan nya ini.


"Kau tau kan putra ku sangat mencintai mu?"Nyonya Nina membuka pembicaraan,jika tadi di ruang rawat Rahardian suara nya sangat lembut dan manis,kini suara nya Berubah drastis menjadi sangat dingin dan ketus.


"Lalu?memang nya aku harus membalas perasaan nya?"biru menjawab dengan santai,raut wajah nya berubah menjadi sangat datar,tak ada raut ketakutan atau pun kemarahan di dalam nya,hanya ada raut wajah dingin tak bersahabat.


"Kau seharus nya kau tau diri,kau tidak pantas menolak putra ku,kau tidak lebih dari seorang wanita murahan?"sinis, nada bicara nyonya Nina sangat sinis.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.