
FOLLOW IG AUTHOR: NIS 3263.
HAPPY READING.
LONDON, INGGRIS.
Kantin Smith Group.
Menjengkel kan!
Satu kata yg pantas mewakil kan perasaan dua laki-laki tampan yg tengah menikmati makan siang mereka,tentu saja dengan seorang gadis seksi yg tadi memaksa mereka mereka untuk makan siang bersama.
William dan juga Steven, mereka berdua sangat kesal,karena Liora tak henti-henti nya memaksa untuk makan siang bersama.
"Apa kabar Tante Lisa?aku sudah lama tidak bertemu dengan nya,pada hal aku selalu ikut mommy pergi Arissan dan segala sesuatu yg berkaitan dengan dunia-dunia sosialita"
Liora mulai berceloteh tentang nyonya Lisa,mommy dari william.seakan memamer kan pada William dan juga Steven, betapa dekat nya dia dan juga nyonya Lisa.
"Baik"jawaban singkat yg di keluar kan William membuat Liora menggenggam erat pisau makan di tangan nya,selalu seperti ini,sikap dingin yg di miliki William tak pandang bulu,bahkan pada nya, sahabat William.
"William,bisa kah kau tidak bersikap dingin pada ku?,aku sahabat mu,kita bersama bukan satu tahun atau beberapa bulan,kita cukup lama bersama,William aku Liora sahabat mu"
Liora mulai menunduk,wanita cantik itu terdiam,dia benar-benar merasa William tidak tepat,Liora berfikir laki-laki yg berstatus sebagai sahabat nya itu mau menerima nya.
"Wil,ku rasa kau tau,bahwa aku sangat mencintai mu,melebihi apa pun,tak bisa kah lihat aku sebentar saja"
"Aku tahu,kita hanya sahabat"William menekan kan kata sahabat,agar William sadar,bahwa mereka tidak memiliki hubungan yg lebih, mereka hanya sahabat.
"Willi"
"Alex"bersamaan dengan Liora,seorang lagi memanggil William, nyonya Lisa datang dengan sangat santai, mendekat ke arah sang putra.
Nyonya Lisa,wanita paruh baya itu datang dengan gaun mewah bercorak bunga-bunga kecil sepanjang mata kaki,dengan lengan pendek, berbanding terbalik dengan Liora.
"Tante"Liora langsung berhamburan ke dalam pelukan nyonya Lisa,terkejut,reaksi pertama yg di perlihat kan nyonya Lisa.
Tentu dia kenal gadis seksi yg sedang memeluk nya ini, selain sahabat William,Liora Juga anak dari sahabat dekat nyonya Lisa, karena itu Liora sering bermanja ketika bertemu dengan nyonya Lisa,sedari kecil dia banyak menghabis kan waktu nya bersama dengan nyonya Lisa.
"Lio, sedang apa kau di sini?"setelah Liora melepas kan peluk kan nya,nyonya Lisa langsung mengintrogasi Liora,tatapan nya menyirat kan ketidak sukaan, terutama ketika melihat baju yg di kena kan Liora.
"Lio sedang membicara kan bisnis dengan Willi Tante, setelah lama tak berjumpa,ternyata Willi semakin tampan"dengan tak tahu malu nya,Liora memuji William di hadapan nyonya Lisa, sikap tak tahu malu yg membuat William geram.
Dalam diam nya,William mengepal kan tangan penuh amarah,ingin rasa nya dia mencekik leher jenjang Liora sekarang juga,namun dia masih faham dengan segala situasi dan juga kondisi.
"Duduk lah Lio,tidak baik berdiri terus"nyonya Lisa yg memang terkenal baik hati dan sangat ramah meminta Liora untuk duduk terlebih dahulu.
"Tante apa kabar?mommy sangat ingin bertemu dengan tante?"
Nyonya Lisa tersenyum mendengar pertanyaan dari Liora, ternyata gadis ini tidak berubah,sedari kecil dia memang terkenal sangat cerewet.
Tapi satu hal yg membuat nyonya Lisa lebih sering berada di rumah,selain karena mengurus sang suami sembari menghabis kan masa tua dengan beristirahat dan bersantai,nyonya Lisa memang menghindari segala macam bentuk pertemuan,yg akan mempertemu kan nya dengan Ibunda Liora.
Alasan nyonya Lisa menghindari bertemu dengan Ibunda Liora sangat lah penting,setiap bertemu pasti ibu Liora selalu membahas tentang perjodohan,jika memang ingin menjodoh kan Liora dengan laki-laki lain,nyonya Lisa tidak masalah.
Tapi yg menjadi masalah, adalah ibu Liora terus meminta nyonya Lisa untuk menjodoh kan William dan juga Liora,itu yg membuat nyonya Lisa tidak nyaman.
Bagaimana pun nyonya Lisa tetap ingin wanita yg di perkosa oleh William lah yg menjadi menantu nya,hanya wanita itu,jika memang takdir tidak ingin membiar kan mereka bersama biar lah waktu yg menjawab.
"Tante,mommy sangat merindukan Tante,bisa kah mommy dan Lio pergi ke mansion Smith"
Tidak!!
Nyonya Lisa dapat mengerti penolak kan yg di sampai kan William hanya dari mata nya saja.
"Tentu saja sayang,kapan pun,tapi beri tahu Tante dulu"Liora memasang senyum penuh kemenangan mendengar jawaban yg di keluar kan Tante Lisa.
"Mom"William menatap mommy nya dengan sangat tajam,dia tidak menyukai keputusan sang ibu yg dengan santai mengizin kan Liora datang ke mansion.
"Kenapa Will?bukan kah biasa nya kita juga sering menghabis kan waktu bersama?"kerutan tak suka jelas di tunjuk kan Liora,dia benar-benar tidak suka dengan segala penolak kan yg di lontar kan William sedari tadi.
"Itu berbeda,dulu kau tidak pernah menempel pada ku"to the points,William memang orang yg tidak suka berbasa-basi,jika tidak menyukai sesuatu dia akan mengata kan nya secara langsung,tanpa perduli siapa yg dia singgung.
Keinginan nya adalah mutlak, karena itu William tidak pandang bulu mengusir siapa saja yg berani mengganggu kenyamanan nya,bahkan Liora yg berstatus sebagai sahabat nya.
"Will"nyonya Lisa langsung menegur ketika melihat mata Liora telah berkaca-kaca.
"Aku tidak suka dia terus menempel pada ku mom"William terus-menerus mengeluh kan sikap Liora yg menurut nya sangat kurang ajar.tapi apa daya sang mommy,nyonya lusa hanya diam tanpa banyak menanggapi.
"Kita akan di jodoh kan William,setidak nya aku ingin dekat dengan mu,agar perjodohan kita berjalan lancar"
Bukan hanya William yg terperangah, sekertaris Steven dan juga nyonya Lisa juga terperangah, kapan-kapan mereka di jodoh kan,ingin sekali rasa nya William menampar pipi Liora dengan tangan nya.
"Maksud nya?aku sama sekali tidak pernah mendengar apa pun tentang kabar perjodohan kita"William langsung melayang kan tatapan tajam ke arah Liora,menyirat kan suatu ketidak sukaan yg sangat besar.
"Will,orang tua kita ingin menjodoh kan kita"Liora menggenggam tangan William yg berada tepat di atas meja,namun secepat mungkin William menangkis Nya.
Raut wajah William membeku,rahang nya mengeras,tatapan mata nya berubah menjadi sangat tajam,semua orang yg ada di sana bahkan sampai merinding,aura yg di keluar kan William sangat memati kan.
Tanpa banyak bicara,William langsung berjalan pergi, kebiasaan ketika sedang marah,William hanya mengurung diri nya di dalam ruangan.
Matahari mulai tenggelam,kediaman Smith tengah sibuk, beberapa maid tengah menyaji kan makanan di atas meja,ada sebagian yg masih sibuk di dapur.
Nyonya Lisa dan tuan besar Smith tengah sibuk berbincang di ruang keluarga,entah apa yg mereka bicara kan tapi tampak nya sangat serius.
Bersama selama kurang lebih 28 tahun terhitung sejak William berumur dua tahun,tentu mereka saling mengenal satu sama lain, tentang sifat-sifat satu sama lain, mereka termasuk pasangan yg paling jarang di terpa dengan konflik atau juga berita miring.
"Dad,mommy bingung, jika kita menolak perjodohan ini, mungkin akan berimbas besar pada bisnis kita dad,tapi mommy masih ingin wanita yg di perkosa William menjadi menantu kita"
Nyonya Lisa tertunduk dalam,dia sangat frustasi, masalah perjodohan yg pasti akan berimbas pada bisnis yg di jalan kan keluarga Smith.
Sementara tuan besar Smith hanya duduk dengan sangat santai,tak terpengaruh dengan kesedihan nyonya Lisa,ini lah kelebihan tuan besar Smith,tidak ada satu pun orang yg bisa menebak pemikiran nya,dia selalu bisa menipu orang dengan wajah super santai yg selalu di pamer kan.
"Aku tidak perduli"
Plak!nyonya Lisa memukul lengan sang suami dengan kesal,mata nya menjam mendengar jawaban santai yg di keluar kan oleh tuan besar Smith.
"Dad!"melihat istri nya telah berteriak keras,secepat mungkin tuan besar Smith mengangkat ke dua tangan nya ke udara, pertanda menyerah, berdebat dengan nyonya Lisa tidak akan pernah bisa menang.
"Bisnis kita tidak akan pernah goyah,selama three male geniuses ada di sana"
Three male geniuses,atau di sebut tiga laki-laki genius adalah sebutan untuk tiga orang paling berpengaruh di Smith group.
Tuan besar Smith, William Alexander Efron Smith,dan juga sekertaris Steven Gerrard,tiga laki-laki berwibawa serta pemilik IQ tinggi, mereka adalah orang-orang yg menjadi pengaruh dalam berkembang nya Smith group.
Orang yg berani melawan Smith group harus lah orang yg benar-benar cakap dan memiliki kemampuan cukup untuk melawan king of bisnis ini.
"Terserah saja,dasar laki-laki tua"bukan nya marah,tuan besar Smith tertawa mendengar ejek kan sang istri.
"Permisi tuan dan nyonya besar"canda dan tawa tuan Smith serta nyonya Lisa terhenti ketika seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Keluarga besar nyonya Liora datang"dengan cepat tuan besar Smith dan juga nyonya Liora keluar menemui tamu tak di undang yg datang ke mansion mereka.
"William!"belum juga sampai di tempat yg di tuju,pekikan Liora menggema di mansion.
Langkah kaki itu langsung berlari mendekat ke arah sosok makhluk tampan yg tengah sibuk turun dari tangga,memeluk erat tubuh kekar William dengan tak tahu malu nya.
"Lio lepas"tangan William menggeram,ingin sekali rasa nya dia melepas kasar peluk kan Liora,tapi dia melihat ke datangan orang tua Liora.
"Kalian datang duduk lah"nyonya Lisa memcah keheningan.
Setelah semua orang duduk manis di sofa ruang tamu, beberapa maid datang dengan makanan dan cemilan di tangan mereka,menjamu tamu dari pemilik mansion.
"Willi aku merindu kan mu"nyonya Lisa menatap penuh tidak suka ke arah Liora,gadis itu menempel erat di lengan kekar William.
"Liora jaga sikap mu"tuan besar Smith langsung menegur tanpa basa-basi.
"Baik lah,Smith ada yg ingin aku bicara kan"ayah dari Liora langsung angkat bicara,mengata kan dengan santai,walau pun tuan besar Smith sudah menebak apa yg di kata kan oleh ayah dari Liora.
"Jika ini masalah perjodohan,mohon maaf paman, William dengan tegas menolak"sepersekian detik William langsung menyanggah dengan sangat cepat.
"Will, kenapa kalian kan memang sangat dekat"ayah Liora langsung angkat bicara.
"Kami sudah memiliki gadis yg cocok untuk putra kami"jawab tuan Smith Santai,seakan tak terpengaruh perkataan mereka,dia tidak perduli jika keluarga Liora ingin menghancur kan bisnis nya,silah kan saja.
"Bukan! William dan juga wanita yg sangat di cintai nya sudah memiliki seorang anak"
Terkejut.
Tidak ada satu pun manusia yg tidak terkejut mendengar nya,bahkan William, laki-laki tampan itu merasa jantung nya berhenti berdetak,dia benar-benar bingung,kenapa sang mommy berujar seperti itu.
"Apa Tante pasti berbohong kan!!"Liora reflek membentak nyonya Lisa.
Brak!!!
Terdiam.
Semua orang diam mendengar suara gebrak kan meja,tuan besar Smith menatap nyalang ke arah Liora,suami mana yg terima wanita yg berstatus istri nya sekaligus cinta nya di bentak-bentak lebih parah nya lagi di hadapan nya.
"Siapa kau berani-berani nya membentak istri ku!"untuk pertama kali nya,tuan besar Smith membentak Liora,gadis yg telah dia anggap sebagai putri nya.
"Maaf paman, tapi Lio merasa bahwa Tante Lisa sudah keterlaluan, bagaimana bisa Tante berbohong seperti itu?"Liora berdiri tidak gentar dengan bentakan dari tuan besar Smith.
"Berbohong!Lio apa maksud mu?Tante sama sekali tidak berbohong"nyonya Lisa berdiri menatap tidak suka ke arah Liora.
"Bohong! Tante kan hanya akan menerima ku sebagai menantu!tidak ada orang lain Yg lebih layak"Liora terisak, keinginan nya untuk menjadi seorang menantu keluarga Smith kini tinggal harapan saja
"Maaf Lio,yg di kata kan mommy ku benar, wanita yg ku cintai sudah menjadi ibu dari anak-anak ku"
"tidak mungkin kan Will,kau hanya mencintai ku kan?"Liora mengguncang bahu kekar William.
tapi percuma William tetap mengangguk.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like, like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.