Baby Twins

Baby Twins
part 15



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Biru berjalan beriringan,dengan Rosse dan Rossi,ibu muda itu menenteng kotak berisi kue, yg akan di Titip kan ke toko kue KAR cake.


Dua anak kembar itu berjalan dengan santai,biru berada di belakang, guna mengawasi anak-anak nya,sesekali biru tersenyum lucu,melihat tingkah Rosse yg tak henti-henti nya bertanya ini dan itu pada kembaran nya Rossi,tapi tetap di jawab acuh oleh sang kembaran.


Sifat Rosse yg ceria,energik dan cerewet serta sifat Rossi yg pendiam dan juga dingin, menjadi warna tersendiri dalam hidup biru yg kelam.


Biru tak membenci takdir,jika dia benci,arti nya dia juga membenci ke dua buah hati nya,buah hati yg di lahir kan dengan pertarungan antara hidup dan mati.


Cinta nya benar-benar tulus untuk Rosse dan Rossi,cinta seorang ibu kepada anak-anak nya.


"Loussi lihat itu?"Rosse menunjuk ke arah sebuah mobil pribadi berwarna merah,yg menurut nya sangat menakjub kan.


"Berisik"ketus Rossi.


Setelah berjalan lumayan lama, mereka tiba di tempat tujuan,biru langsung masuk,membiar kan Rosse menemani rossi di luar.


Pangeran kecil biru itu tergugu di tampat, netra berwarna biru laut milik nya memancar kan binar-binar,senyum terbit di wajah tampan nya,Rossi tengah memandang sebuah bangunan besar.


Sebuah bangunan yg di dalam nya terpajang baju-baju kelas atas,desain yg menyatu dengan alam menjadi ciri khas butik ini, papan nama besar dengan logo bulan sabitu di atas nya menjadi tanda butik apa ini.


KNN boutique,butik yg baru di bangun di Indonesia,butik yg berpusat di Seoul, Korea.


Kim ae-ra,hanya itu yg di ketahui oleh Rossi,pengurus butik ini adalah Kim ae-ra,Rossi bahkan memiliki beberapa foto idola nya itu,foto gadis dengan jilbab,dan juga piala di tangan nya,Rossi benar-benar menyukai desainer itu.


Seorang disaener kelas dunia, butik yg di urus nya berkembang cepat, hingga memiliki kurang lebih 125 cabang di 125 negara,usaha kue yg di rintis oleh disaener ini juga mendunia,dengan total kurang lebih 50 cabang di 38 negara.


"Indah"gumam Rossi pelan,menatap tempat yg menjadi impian nya,walau tak bisa di masuki oleh sembarang orang.


"Loussi mau keulja di cini?,di toko bajuh-bajuh,tapi keunapa?loussi mau jual gambal-gambal baju na loussi di sini?loussi hebat,lumah na bagus,ada baju plincess na"Rosse berjingkrak heboh ketika melihat sebuah gaun pernikahan berwarna putih dengan aksen biru terpajang di balik kaca butik.


Tapi mendadak senyum yg terbit di bibir Rosse luntur, keinginan nya hanya angan-angan belaka,dia tau gaun mewah itu tak mungkin berharga murah,pasti lah mahal, sementara dia belum berkerja.


"Kenapa?"Rossi bertanya ketika menyadari perubahan pada wajah kembaran nya itu, tidak biasa nya wajah itu berubah murung tanpa sebab.


"Lousse ingin gaun plincess,tapi lousse Ndak puna uang"Rosse menunduk dalam, dia sangat mengingin kan gaun itu,tapi apa daya,Rosse bukan lahir dari keluarga kaya.


"Aku akan membeli kan mu jika aku sudah berkerja"Rosse berbinar binar ketika mendengar perkataan Rossi.


"Sayang ayo!"kedua saudara kembar itu menoleh,lalu berlari cepat ke arah biru,Rosse langsung merentang kan tangan nya pertanda ingin di gendong, dengan cepat biru mengangkat tubuh mungil sang putri.


Tangan sebelah nya menggandeng Rossi, laki-laki kecil itu hanya diam seperti biasa,tak pernah banyak bicara sedikit pun,dia hanya menoleh beberapa kali,lalu kembali fokus ke depan.


"Mommyhh"Rosse yg tak bisa diam mulai membuka percakapan.


"Kenapa sayang?"biru mengalih kan pandangan nya ke arah Rosse,menunggu pertanyaan demi pertanyaan yg tidak akan ada habis nya,keluar dari bibir mungil itu.


"Mommyhh,mau ajak lousse Shama loussi keumana? lousse kan bilang na,mau itut keulja,bukan na dalan-dalan"Rosse mencibik kan bibir nya kesal,mungkin karena sudah lama tidak pergi ke restauran,dia mulai melupa kan jalan nya.


"Dasar pelupa"umpat Rossi pelan,jika di Banding kan, ingatan Rossi lebih tajam dari pada Rosse,ingatan putra biru itu sangat tajam, membuat nya sulit melupa kan sesuatu.


"Sayang, kita memang akan pergi ke restauran sekarang,apa putri kesayangan mommy lupa jalan Hem"biru mengecup pelan pipi gembul milik Rosse,tak ada sedikit pun dari mereka yg mirip dengan nya.


Bentuk wajah,bola mata, bibir,alis dan juga warna kulit tak ada yg sama dengan biru,biru mempunyai kulit putih bersih, tapi kedua anak nya,memiliki kulit yg lebih bersih dari nya,bahkan kulit yg di miliki Rosse dan Rossi, seputih salju.


Mirip,ya mau tak mau biru mengakui satu hal bahwa,kedua anak nya sangat mirip dengan laki-laki itu,ya laki-laki yg telah merenggut kehormatan nya, laki-laki yg berstatus sebagai ayah biologis ke dua anak nya.


Boleh kah biru iri sekarang?,dua yg mengandung,melahir kan, berkerja keras demi menghidupi je dua anak nya,tapi lihat lah mereka berdua tak ada yg mirip dengan nya.


"Leoustoulan na ayah lahalldian?beulalti, lousse bisa beultemu dengan ayah lahalldian?"Rosse bertepuk tangan heboh,ayah Rahardian,begitu lah biru memanggil sosok Rahardian.


Rahardian bagai kan pengganti Daddy untuk Rosse dan Rossi,sedari kecil hanya laki-laki tampan itu yg selalu berada di samping mereka,menemani saudara kembar itu tumbuh bersama, melindungi bagai kan sosok pahlawan yg sangat di rindu kan oleh Rosse.


Rahardian adalah segala nya,dunia dan cinta pertama Rosse,jika cinta pertama seorang putri itu adalah ayah nya,maka kehormatan itu di beri kan kepada Rahardian.


"Iya,ayah Rahardian"biru mengulas senyum getir, setidak nya kehadiran Rahardian,membuat anak-anak nya tidak menanyakan keberadaan ayah kandung nya.


"Yey!lousse ingin beultemu ayah lahalldian"biru tersenyum mendengar keantusiasaan putri nya itu.


Sepanjang jalan mereka lewati dengan mengobrol bersama, candaan selalu di lontar kan oleh biru demi membuat anak-anak nya tidak bosan, mengingat jalan yg akan di tempuh lumayan lama.


Hingga akhir nya, mereka sampai di tempat tujuan, restauran tempat biru selama ini menyambung hidup.


"Ayah lahalldian!!"


"Sayang nya ayah"Rahardian mendekap erat tubuh mungil Rosse,memeluk nya,menyelami kerinduan yg tercipta begitu saja.


"Ayah"Rossi mendekat,membuat Rahardian ikut mendekap anak kembar,adik tiri nya itu.


"Apa kabar Hem?maaf ayah sibuk hingga jarang berkunjung, tapi ayah sangat merindu kan kalian berdua"Rahardian mengecup pipi Rosse,tidak dengan Rossi karena laki-laki kecil itu tak menyukai kecupan.


"Baik ayah"Rosse menjawab ketika telah berada di dalam gendongan Rahardian.


"Ayah lahalldian, lousse Lindu Shama ayah,lousse keusepian,ayah tau Ndak?lousse Seulling di ejek,kaleuna Ndak puna daddyh milip temen-temen?"


Biru yg setia mengekor,memejam kan mata nya erat,air mata meluncur bebas menyapa pipi mulus tanpa noda milik Nya, menggigit bibir bawah nya kuat-kuat,sebisa mungkin menahan Isak kan yg ingin keluar,dengan mengunci rapat bibir.


"Benar kah, Rosse ayah kan sudah mengajar kan mu untuk tidak pernah peduli dengan perkataan orang-orang,apa Rosse lupa?"Rahardian memberi kan nasehat seperti biasa, ketika si cantik rosse bertanya,di mana Daddy nya.


"Tapi,keunapa lousse Ndak puna daddyh?"Rosse kecil terisak,dia sangat mengingin kan seorang Daddy untuk nya, salah kah anak kecil seusia nya mengingin kan itu.


"Rosse,tidak semua memiliki Daddy, Rosse kan sudah punya ayah"Rahardian masih berusaha menenang kan si kecil rosse agar berhenti merengek.


Biru melangkah mundur,masuk ke sebuah toilet,bertumpu pada sisi wastafel,ibu dua anak itu terisak.


Tentu dia bisa merasa kan bagaimana sedih nya Rosse sang putri sekarang,dia pernah berada di posisi yg sama,walau pun biru lebih beruntung,walau pun hanya sebentar,setidak nya dia masih bisa merasa kan kasih sayang dan kehangatan seorang ayah.


Ini lah yg sering biru lakukan,menangis dalam diam,agar ke dua buah hati nya tidak tau seberapa hancur nya dia.


"Mommy,daddyh na lousse keumanah?"


Pertanyaan Rosse kecil, hingga kini masih melekat di ingatan biru,tak berkurang sedikit pun,dia mengerti dan paham,Rosse tak salah apa pun,dia masih polos,dan mengingin kan seorang Daddy.


"Maaf,maaf karena mommy berhenti mencari Daddy kalian,mommy takut laki-laki breng*ek itu mengambil kalian,mommy takut hiks,hiks"


Semakin terisak,tubuh biru lirih ke lantai,dia menutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan, ketakutan terbesar nya ialah bertemu dengan laki-laki itu,lalu laki-laki tak bertanggung jawab itu merebut Rosse dan Rossi dari peluk kan nya.


Tidak,apa pun yg terjadi,biru akan terus mempertahan kan anak kembar nya apa pun yg terjadi,dia tidak ingin ada orang yg berani merebut ke dua anak yg telah ia kandung dan lahir kan dengan susah payah,di ambil oleh orang lain,sekali pun itu ayah kandung mereka.


"you are not a weak woman, life forces you to be strong blue, you love your children they are yours and only yours, for the sake of rosse and rossi"


(kau bukan wanita yg lemah,hidup memaksa mu untuk kuat biru,kau menyayangi anak-anak mu mereka milik mu dan hanya milik mu,demi rosse dan Rossi.)


Biru mengepal kan tangan nya penuh amarah,ibu muda itu bertekad akan menpertahan kan ke dua buah hati nya.


Mereka milik nya,dan itu benar, laki-laki itu hanya laki-laki tidak bertanggung jawab,yg sial nya adalah ayah biologis ke dua anak nya.


Setelah membasuh wajah,biru langsung berjalan keluar,menuju dapur,untuk urusan ke dua anak nya,biru bisa mempercayai Rahadian, bagaimana pun dia sosok yg baik,untuk Rosse dan Rossi.


"Selamat pagi semua"senyum lebar bertengger di bibir biru begitu dia melangkah memasuki dapur.


"Pagi biru"semua orang di dapur langsung menjawab sapaan biru.


Biru bersiap berperang dengan pekerjaan yg ia tekuni empat tahun ini,sebisa mungkin biru terus menerus mengulas senyum manis, terutama ketika bertemu dengan pelanggan.


Hari mulai beranjak siang,para pelayan tampak lalu-lalang,begitu juga dengan biru,dia benar-benar sibuk,tidak lupa selalu memasang senyum manis ketika menyapa para pelayan.


"Biru tolong antar pesanan meja nomor 12"biru mengangguk,lalu mulai mengantar kan pesanan ke meja nomor 12.


Deg!


Biru terpaku ketika mendapati siapa yg berada di hadapan nya,mia.gadis itu di sini seorang diri,mata biru mengedar mencari keberadaan,sosok laki-laki yg sangat di cintai nya,namun berulang kali,dia mengedar kan pandangan,tak sedikit pun menangkap sosok Andi.


"Biru?"Mia,gadis cantik dengan rambut berwarna merah itu berdiri, menatap penuh selidik ke arah biru.


"Kau biru kan!biru Anindita fresyah?"Mia menggoncang kan bahu biru keras, seakan meyakin kan diri nya sendiri,bahwa ini benar, wanita di hadapan nya adalah biru,teman SMA nya.


Biru tersentak,refleks dia mengangguk membenar kan.


"Kau kemana saja? kata kan kau berkerja di sini? bagaimana dengan kuliah mu?bukan nya kau dapat beasiswa yah?apa kau berkerja paruh waktu untuk membayar kuliah?dan di mana kau selama ini?Andi mencari mu,ibu mu bilang kau pergi tanpa pamit!biru!"


Mia memekik kesal karena biru belum menjawab pertanyaan nya, Bagaimana mau menjawab,Mia terus melontar kan pertanyaan demi pertanyaan tanpa henti.


"Ya,aku berkerja di sini,dan aku tidak lanjut kuliah"biru hanya menjawab singkat,boleh kah dia jujur, jujur biru tidak menyukai wanita berambut merah di hadapan nya ini, bagaimana pun,dia wanita yg merebut perhatian Andi,dari nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys


.