
Sore hari Venus dan Gabby keluar dari sebuah cafe setelah selesai mengerjakan tugas kelompok. Mereka tertawa bersama, menertawakan laki-laki yang tadi diguyur soda oleh pacarnya karena ketahuan pacarnya.
"Gila sih, puas banget gue liat tuh cowok diguyur kayak tadi" Gabby masih betah membahas masalah tadi. Sambil sesekali tertawa mengingat penderitaan cowok itu.
Venus ikut tertawa kecil, "Habisnya, muka kek pantat oven aja sok-sokan selingkuh" timpalnya.
"Tuh kan, padahal ceweknya lebih cakep anjirr. Beggo banget bisa-bisanya selingkuh sama lontee lusinan"
Soal meroasting orang memang Gabby dan Venus jagonya. Kelincahan mulut mereka tidak usah diragukan lagi. Kesalahan orang yang sekecil udel semut pun akan terus dibahas kalau mereka tidak suka orang itu.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada seseorang yang diam-diam memperhatikan mereka. Dibalik helm fullface yang dia pakai, orang itu tersenyum kecil setelah berhasil mendapat satu potret foto orang yang selama ini dia cari, Venus Graziella.
Orang itu ikut pergi saat Venus dan Gabby pergi menuju metro untuk pulang. Mereka berpisah karena arah tujuan yang berbeda. Venus naik ke kereta A, duduk sendirian di samping perempuan yang terlihat sibuk melihat ponsel. Dia lalu ikut-ikutan melihat ponselnya, siapa tau Mars mengiriminya chat meskipun dia itu mustahil.
Tampilan roomchat cowok itu tertulis online, berarti dia sedang membuka chatting. Tangan Venus udah gatel kepengen chat duluan. Masa bodo dengan gengsi dan malu, Venus tidak kenal mereka. Tangannya sudah sibuk bergerak mengetik chat yang akan dia kirum ke Mars. Seperti biasa, chat random yang jarang dibalas.
Venus:
Marsssss
Lagi ngapainn
Udah sampe? Heheee maaf ya tadi gue ngga pulang bareng lo, jangan marah. Besok gue pulang bareng lo deh
Mars: Siapa jg yg mau nganterin lo pulang
Anjirrr, baru juga mau terbang udah dibuat terjun bebas lagi.
Venus: Mars jahat ih, ngambek nih gw:(
Mars: bdo amat
Kalau kata keramat Mars itu sudah keluar, bisa dipastikan ini adalah ujung dari chat mereka. Cowok itu tidak akan membalas lagi. Venus tidak terima, dia kembali mengirim pesan.
Venus: Mars, tau g persamaan perasaan gw sma bulan?.
1 menit
5 menit
Mars: G
Venus misuh-misuh. 15 menit dia menunggu cuma untuk balasan chat yang isinya satu huruf.
Venus: perasaan gw ke lo itu sama kek bulan, ga ada ujungnya, ga ada batesnya😁
Mars: Ada, klo bulannya bulan sabit.
Fuckk dobel fuckk ini mah. Venus langsung gak niat chatan lagi. Memang benar ya, chattingan sama Mars memang butuh stok kesabaran banyak. Selain bikin emosi, bikin jantungan, balasan chat cowok itu kadang juga bisa bikin Venus makin sayang.
"Kenapa gue jadi alay banget sih"
********
Pintu besi dengan tinggi 4 meter itu terbuka, menimbulkan suara decitan yang tercipta dari gesekan antara dasar pintu dan lantai. Seorang laki-laki dengan tudung hitam di kepalanya melangkah masuk ke dalam ruangan untuk menemui atasannya.
"Jadi?" seseorang yang duduk di balik kursi kebesaran itu bertanya tanpa berbalik badan, memunggungi lawan bicaranya.
"Saya berhasil, sirr" sahut laki-laki tersebut.
Dibalik jubah yang dia gunakan, orang itu tersenyum penuh arti sembari mengusap tatto tengkorak di jari telunjuknya. Dia kemudian berbalik badan, menatap bawahannya dengan tatapan puas.
"Kerja bagus" pujinya.
Bawahannya itu lalu merogoh saku celananya, mengambil beberapa foto seseorang dari sana kemudian meletakkan foto itu di atas meja.
"Venus Graziella, 18 tahun" ucap orang itu.
Laki-laki dengan jubah hitam memandang foto Venus, tidak lupa senyum misterius yang selalu tersungging di bibirnya. Senyuman yang memiliki arti tersendiri, yang tidak bisa di deskripsikan bahkan oleh orang terdekatnya sekalipun.
"Akhirnya saya menemukan kamu, Venus" ucapnya sembari tertawa kecil, "Selamat datang di dunia yang sebenarnya"
...****************...
Bau-bau konflik😈