Another Star

Another Star
Mars dan Bumi



Tepat 200 tahun yang lalu, pada tahun 1822 sebuah benda menyerupai piring terbang yang diduga adalah UFO melintas di langit Kota Moskow dengan kecepatan tinggi. Angin bertiup kencang, pepohonan nyaris tumbang karena tidak sanggup menahan dorongan. Benda itu mendarat di sebuah hutan tak berpenghuni, tepat di area yang lumayan lapang.


Pintu benda itu terbuka lalu keluarlah beberapa makhluk menyerupai manusia dengan jubah hitam menutupi tubuh mereka. Dan dari situlah awal mula kehidupan Mars di Bumi.


Pada tahun itu tepatnya tahun 1822, Rusia dipimpin oleh Kaisar Alexander I yang naik takhta sebagai akibat dari pembunuhan pembunuhan yang terjadi di Istana. Alexander adalah pemimpin yang memiliki kecenderungan ke arah romantisme dan mistisisme agama, terutama pada periode terakhir pemerintahannya.


Mars berasal dari salah satu bintang Kepler-186f, planet yang belum bisa dideteksi oleh teknologi manusia. Dia dan kelompoknya datang ke Bumi untuk melakukan penelitian terhadap tumbuhan herbal di daratan Rusia. Saat sedang mengamati tanaman ivan-chai, sebuah kupu-kupu menarik perhatiannya. Makhluk itu indah dan bersayap, Mars tertarik dan berniat membawa kupu-kupu itu ke planetnya. Namun dia justru terpisah dan hal itulah yang membuatnya tertinggal di Bumi.


Mars tercipta sebagai makhluk yang nyaris sempurna. Fisiknya seperti manusia dengan wajah rupawan. Tapi dia memiliki kemampuan mendengar, melihat, teleportasi, dan bergerak 7 kali lebih unggul dari manusia. Dan hal itu membuatnya bisa mendengar apa yang tidak ingin dia dengar, merasakan apa yang sebenarnya tidak ingin dia rasakan, dan mengetahui sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dia ketahui.


Hidup di Bumi tidak sepenuhnya kemauan Mars, tapi dia tidak bisa melawan. Pintu untuk kembali ke planetnya belum terbuka, dia harus menunggu entah sampai kapan.


.


.


.


.


Hari itu di tahun 2022, Bandara Kota Moscow diisi oleh ratusan penumpang pesawat yang ingin mengakhiri perjalanannya di Kota kubah emas itu. Dari arah utara, langkah tegap milik seorang laki-laki membelah kerumunan di area lobby. Tubuh tinggi tegap serta parasnya yang rupawan membuatnya sangat menonjol di antara banyak orang.


Mars berdiri terdiam saat dia sudah tiba di area luar bandara. Mata tajamnya melihat sekeliling, hari ini dia kembali ke Kota Moscow setelah 15 tahun menetap di Chicago dan hidup sebagai Edward, nama samarannya. Kota Moscow, tempat semua perubahan di hidupnya dimulai.


Hari ini tepat 200 tahun dia hidup di Bumi. Selama di Bumi, dia selalu berpindah tempat dari negara satu ke negara yang lain untuk menghindari kecurigaan orang-orang tentang hidupnya. Mengganti nama belakang dan alamat domisili adalah salah satu cara yang dia gunakan.


"Thank you" cowok itu berterimakasih, masih dengan muka datar. Mars dengan segala sikap dinginnya.


Mobil taksi melaju dan membawanya membelah jalanan Kota Moscow yang ramai. Mars melihat kearah jendela, ternyata tempat ini banyak berubah dari 15 tahun yang lalu dia disini. Kubah-kubah semakin banyak dengan ukiran emas di puncaknya. Rumah penduduk semakin bertambah dan membuat sesak kota yang memiliki sekitar 12 juta penduduk itu.


Hidup 200 tahun bercampur dengan manusia membuat Mars terbiasa dengan kehidupan di planet Bumi. Hidup berdampingan dengan manusia meskipun dia tidak mau. Mars tidak seperti manusia, dia tidak bisa menua. Meskipun sudah lama hidup, fisiknya masih sama. Muda, seperti 200 tahun yang lalu.


Itu sebabnya Mars tidak mau berteman ataupun menjalin hubungan dengan seseorang. Karena dia tau, dengan siapapun dia dekat, dia hanya akan bertemu pada satu titik akhir, yaitu perpisahan. Selama 200 tahun hidup dia sudah banyak menyaksikan kematian. Baginya semua manusia di Bumi hidup hanya untuk menua lalu mati, dan pada akhirnya dia akan tertinggal sendiri sebagai makhluk yang tidak bisa menua dan hidup sendirian.


30 menit berlalu, mobil taksi yang ditumpanginya berhenti di depan gedung apartemen. Mars turun dari taksi, mengambil kopernya lalu membayar taksi sebesar 20 rubel. Cowok itu membenahi blazernya lalu masuk ke dalam apartemen. Melewati orang-orang lalu memasuki lift, dia memencet tombol angka 10, lantai tempat unit apartemennya berada.


Disini Mars hanya tinggal sendirian, tapi dia suka tanpa ada yang menngganggu seperti manusia. Hidupnya yang berpindah-pindah, membuatnya tidak mempunyai teman tetap. Tidak masalah, dia lebih suka seperti itu. Karena dengan tidak memiliki orang terdekat, dia tidak perlu merasa bersalah dan berat hati saat harus meninggalkan orang itu suatu hari nanti.


Cowok dengan mata tajam itu lalu membuka tab nya, menampilkan laporan pendaftaran siswa di sebuah lembaga pendidikan ternama. Ya, dia memutuskan untuk sekolah lagi. Setidaknya dengan begitu dia merasa hidupnya lebih terisi daripada hidupnya berlalu sia-sia hanya untuk menunggu portal planetnya terbuka.


"Mars Ellerick, this is your life"


... ...


...... **Holla guysss, ketemu lagi sama author cutee. Ini cerita fantasi pertama akuu, semoga kalian suka ya:)......


...Jangan lupa tinggalkan jejak guysss, see u❤**...