
Saat mereka sibuk tiba tiba ada yang menelpon Zen
'' Siapa sih ganggu aja '' kesel Zen
'' Sudah angkat saja siapa tau penting ''
Akhirnya Zen mengangkat dan menjauh dari Alina karena ia tidak ingin mengganggu konsentrasi Alina.
Alina dan Anggi kembali fokus tapi sekuat tenaga mereka tetap tidak membuahkan hasil.
'' Kak '' panggil Anggi
'' Hem ''
'' Kok bisa tante bisa jahat sama kita ? ''
'' Cinta itu buta Gi jadi jangan main-main dengan cinta ''
'' Itu kenapa serius sekali ''
'' Siapa? ''
'' Suami kakak ''
'' Paling juga ada masalah di kantor '' kata Alina santai
Sedangkan Zen masih sibuk menelpon dia tidak terusik sama sekali dengan tawa Anggi dan Alina.
Setelah selesai Zen pamit untuk pergi ke perusahaan nya.
'' Sayang aku ke perusahaan dulu ya ''
'' Kok mendadak kamu masih capek loh ''
'' Terpaksa karena ada perusahaan luar negeri yang ingin kerja sama tidak enak jika di wakilkan ''
'' Baiklah hati hati ''
'' Kamu sama Anggi jangan kemana-mana, aku takut ada yang ingin nyelakain kalian, jika butuh sesuatu hubungi nomor ini '' kata Zen dengan memberikan kartu nama seseorang
'' Siapa lagi itu kakak ipar ? ''
'' Itu nomor manager di sini, dan dua adalah temanku jadi kalian akan aman aku juga sudah menjelaskan ke dia jadi kalian gak perlu khawatir ''
'' Baiklah pergilah, apa kita akan menginap di sini ?''
'' Nanti aku jemput, sekarang aku pergi dulu ''
Sebelum pergi Zen mencium kening sang istri .
Malam harinya Alina dan Anggi sedang nonton TV sambil nunggu Zen yang akan menjemput mereka.
'' Kita sudah seperti buronan yang kak '' cetus Anggi
Alina hanya tertawa mendengar ucapan sang adik '' semoga masalah ini tetap selesai, dan semoga mami dan papi cepat kembali ''
'' Amin ''
Sedangkan Zen di kantor masih sibuk, ia sampai lupa dengan waktu karena pekerjaannya harus selesai makam ini agar kerja sana itu lebih cepat di selesaikan, begitupun juga dengan perusahaan yang ingin kerja sama, karena mereka hanya 3 hari di sana setelah itu ia akan kembali dan akan menyerahkannya ke bawahannya.
Zen teringat dengan Alina yang ia tinggalkan di apartemen, tapi ia tidak berniat menghubungi nya.
Setelah selesai Zen pulang tapi di tengah jalan ia mendapat telpon dari anak buahnya jika ada yang mengikuti nya dan di kediaman keluarga Ibrahim sedang di awasi.
'' Sial '' kata Zen
Karena tidak ingin menambah masalah akhirnya Zen menghubungi Alina dan menceritakan semuanya.
Untung saja akiba dan Anggi tidak pernah keluar apartemen jadi keduanya masih aman.
Setelah itu Zen menyuruh anak buahnya untuk mengganti kepemimpinan apartemen Alina atas Anggi tapi setelah di pikir pikir itu tidak aman jadi Zen putuskan untuk mengganti nama apartemen tersebut atas nama sang asisten.
Tidak ada keraguan di dalam ucapan Zen karena ia sangat percaya dan menganggap asistennya itu sudah kayaknya saudara.
Setelah sampai di mansion utama Zen memberitahukan semua nya pada orang tuanya.
'' Istirahat lah Zen kamu pasti lelah '' kata sang mama
'' Baik ma '' kata Zen patuh
Setelah tidak ada Zen kedua orang tua itu berdiskusi gimana baiknya, dan cara penyelesaiannya yang baik.
Mereka sudah sangat berpengalaman jika menyangkut dengan masalah ataupun teror.
Sedangkan di apartemen, karena tidak ada Zen jadinya Alina dan Anggi tidur bareng hitung hitung itu adalah waktu untuk berdua.
Semoga kalian suka y dengan cerita yang author buat
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya bestie...
...Author harap kalian suka dengan cerita yang di buat author...
...Satu like satu koment vote sudah cukup bestie dan jangan lupa klik favorit agar bisa tau jika author sudah up...
BERSAMBUNG........