
Mereka masih berpelukan seakan enggan untuk melepaskan nya.
Alina mengusap tangan Zen yang melingkar sempurna di pinggang nya.
'' Tidur yuk udah malem '' ajak Alina dan Melepas kan tangan Zen dari pinggang nya.
Zen menggeleng kan kepalanya
Dan itu membuat Alina bingung
''Kenapa ? ''
Cup
Zen mencium sekilas bibir Alina
'' Aku ingin kamu mengandung anak kita secepatnya '' bisik Zen di telinga Alina bahkan ia menggigit gigit kecil
Alina terkejut dan badannya menjadi panas, darahnya berdesir tubuhnya terasa menjadi lemas.
Sekarang ciuaman itu berjalan ke pipi nya, Alina pasrah dia hanya memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan sang suami.
Perlahan tubuh Alina melayang dan reflek ia memeluk Zen, dan ia pun membuka matanya, mata keduanya pun saling menatap dengan penuh cinta.
Zen tersenyum hangat dan Alina tersenyum tak kalah hangatnya.
" Aku mencintaimu Alina "
" Me too " jawab Alina tersenyum
Setelah itu Zen mencium Alina, Alina tidak menolak ia menyambut hangat ciuman dari suaminya, tidak ada suara lain kecuali suara decakan dari kedua nya.
Ciuman itu turun ke leher Alina, Zen memberikan banyak tanda di sana, Alina menikmati nya, ia bahkan merasakan rasa sakit akibat gigitan Zen tapi rasa nikmat juga ia rasakan.
" ssshhhhh " lenguh Alina terdengar dengan jelas saat tangan Zen berjalan ke arah sensitif nya.
Zen tersenyum dan mencium kening istrinya dengan sayang, dengan satu tarikan gaun tidur yang di kenakan Alina terlepas.
Body Alina yang masih terbungkus dalaman itu erlihat dengan jelas di mata Zen.
"Kamu cantik sayang, " setelah itu Zen mencium Alina kembali, dan membawa nya ke tempat tidur.
Alina enggan membuka mata nya karena terlalu malu
" Buka matamu sayang, tatap aku "
Zenpun berhasil membuka penutup gunung Alina.
Alina mengelus rahang sang suami dan menciumnya dengan sangat agresif, Alina berjanji hanya dirinya yang akan memuaskan hasrat sang suami, dia berjanji akan melayani sang suami dengan baik.
Zen memeluk Alina dengan sangat posesif, bahkan tangganya perlahan naik ke bukit kembar Alina.
Lenguhan Alina terdengar jelas saat merasakan mulut hangat Zen di dadanya, bahkan tanpa sadar ia menekankan kepala Zen agar lebih dalam untuk menikmati nya,
Alina memejamkan matanya saat merasakan tangan Zen turun kebawah, dan menarik penghalang satu-satu di tubuhnya.
" Jangan Ibra ! jangan di situ ! Alina berteriak saat Zen hendak mendekatkan wajahnya ke bagian inti istrinya.
Tapi Zen tidak mendengarkan ia memilih fokus dengan apa yang akan dia lakukan.
Setelah di rasa cukup pemanasan nya, Zen siap ke tahan selanjutnya.
Zen mengarahkan pusaka bya ke milik Alina, karena terlalu sulit akhirnya Zen ingin melakukan dengan kasar, tapi tak lupa ia membungkam Alina dengan ciumannya.
Saat semua nya masuk Alina hanya bisa menggigit bibir Zen untuk mengalihkan rasa sakitnya.
Dan permainan itu berlangsung sampai pagi bahkan Alina sudah tidak kuat untuk menolak ataupun melayani sang suami
Alina hanya pasrah karena tubuhnya sudah sangat remuk akibat sang suami.
๐น๐น๐น๐น
Sedangkan Anggi menemukan sesuatu yang sangat berharga untuk dirinya dan sang kakak, ia menemukan foto sang bibi dengan seorang pria yang Anggi yakini itu adalah kekasih sang bibi atau yang biasa di panggil Tante Yunita.
Ia akan memanfaatkan orang tersebut untuk mencapai tujuannya, karena ia yakin sang pria ada sangkut pautnya dengan kehilangan sang mami.
Anggi akan memberi kan bukti itu pada Alina besok dan akan menyusun strategi yang baru
Semoga kalian suka y dengan cerita yang author buat
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya bestie...
...Author harap kalian suka dengan cerita yang di buat author...
...Satu like satu koment vote sudah cukup bestie dan jangan lupa klik favorit agar bisa tau jika author sudah up...
BERSAMBUNG........