Alina

Alina
Kamar pengantin



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Alina dan Zen sudah berada di kamar


Di temani dengan dekorasi yang romantis ada banyak lilin yang menerangi nya bahkan bunga mawar ada di mana, lantai pun di penuhi dengan bunga mawar hanya saja di tempat tidur kosong, mungkin yang mendekor tau jika malam ini akan menjadi malam yang panas bagi keduanya.


'' Sayang aku atau kamu yang mau mandi dulu ''


'' Aku dulu aja mas ''


Setelah mengucapkan itu Alina bergegas ke kamar mandi Alina merasa gugup sekarang, ini adalah malam pertama nya meskipun dulu mereka pernah akan melakukan nya tapi gagal, dan rasanya sangat berbeda setelah sah menjadi suami istri dari pada sebelumnya.


" Aduh kenapa gugup banget "


Detak jantung Alina bahkan lebih cepat dari lari maraton, setelah di rasa cukup tenang Alina membuka pakaiannya dan membuka hiasan yang ada di rambut nya.


Setelah itu ia langsung mandi menggunakan air hangat agar tubuhnya lebih rileks.


Setelah di rasa cukup Alina segera menyelesaikan ritual mandinya, karena bagaimanapun suaminya juga butuh mandi.


Karena ia lupa membawa pakaian akhirnya ia hanya menggunakan baju mandinya saja


" Kenapa lo ogeb sih Alina, sampai lupa bawa baju ganti "


Alina terus saja mengutuk dirinya sendiri, bukan karena apa dia sangat malu untuk keluar ia takut Zen beranggapan bahwa ia sedang menggodanya.


Setelah cukup lama akhirnya Alina memberanikan diri untuk keluar kamar mandi.


Dan di sana nampak suaminya sudah melepaskan jaznya dan hanya menyisakan kemeja putih dan dasi yang masih betah di leher sang suami.


" Mas mandilah aku sudah selesai " Alina berusaha sebaik mungkin agar kegugupan nya tak terlihat.


Zen yang sedang sibuk dengan hpnya seketika langsung melihat sang istri.


Terlihat Zen sangat gugup melihat penampilan sang istri, terlihat jakun Zen naik turun melihat penampilan sang istri yang nampak sangat segar setelah mandi.


Andai ia punya keberanian untuk memeluk Alina saat ini pasti sudah ia lakukan.


Alina hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.


Sebenarnya Alina nampak tak enak hati setelah melihat kegugupan dari suami, setelah melihat nya hanya memakai baju mandi, tapi mau bagaimana lagi ia lupa membawa baju gantinya.


" Lagian dia suami aku, jadi wajar dong kalau aku menggoda nya " itulah yang Alina ingat saat dirinya merasa gugup.


Alina sudah berganti pakaian tapi pakaian yang ia pakai tak jauh dari sebelumnya karena di kamar tersebut hanya ada baju seksi mau tidak mau Alina memakai nya dari pada tidak sama sekali.


Sudah 15 menit tapi Zen masih belum keluar dari kamar mandi, karena bosan ia beranjak dari tempat tidur ke jendela kamarnya dan dari sana terlihat lampu di seluruh kota menyala, karena saat ini mereka tidak pulang ia dan suami menginap di hotel milik Ibrahim dan tentu saja itu adalah permintaan dari sang mama mertua.


Karena saking asyiknya ia sampai tidak sadar jika Zen sudah berada di belakang nya, dan tiba-tiba memeluk nya dari belakang.


Alina kaget dan setelah nya ia menikmati nya tapi tiba-tiba rasa gugup itu hadir kembali saat air menetes dari rambut Zen ke bahunya, apalagi dengan harum mint yang tercium jelas oleh Alina.


" Ganti baju dulu, nantik kamu masuk angin "


" Biarkan seperti ini dulu "


Zen malah mengeratkan pelukannya ke Alina


" Semoga setelah ini gak ada kata jaim untuk kita berdua " batin Alina


Ada yang tau apa yang akan di lakukan oleh keduanya ?


Semoga kalian suka y dengan cerita yang author buat


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya bestie...


...Author harap kalian suka dengan cerita yang di buat author...


...Satu like satu koment vote sudah cukup bestie dan jangan lupa klik favorit agar bisa tau jika author sudah up...


BERSAMBUNG........