Alina

Alina
Petunjuk



Jam 9 pagi Alina dan Anggi keluar dengan membawa 2 koper masing-masing.


'' Kalian mau kemana kok bawa koper '' tanya Yunita kepo


'' Tau tuh kak Alina tante katanya mau bawa aku liburan males banget '' kata Alina ketus


'' Iya tan aku mau Anggi berlibur mungkin agak lama tan, karena aku ingin berkeliling '' jawab Alina dengan senyuman nya


Yunita dan Viko saling lirik, dan jangan lupa Alina melihat semuanya.


'' Gimana, kakak ipar ? '' tanya Yunita ke papa Agus palsu


'' Biarkan anak anakku sudah dewasa mereka bisa jaga diri, ''


'' Baiklah kalau gitu kita pamit dulu ya '' kata Alina


Karena tidak ingin terlalu muak melihat keduanya, tanpa mendengar apapun lagi Alina langsung menyeret kopernya keluar di susul oleh Anggi.


'' Akhirnya kita bisa keluar kak ''


Alina hanya mengangguk


Sebelum mereka benar benar pergi Alina meminta ke satpam untuk membantu mengawasi Tante dan papanya.


Sedangkan di luar gerbang sudah ada Zen yang menjemput keduanya, sebelum mereka tinggal di kediaman Zavaro mereka bertiga akan menginap dulu di apartemen Alina dan Zen.


Tapi itu semua tidak berjalan lancar karena di mereka ada ngikutin.


'' Kita ke mall aja dulu buat ngecoh mereka '' kata Zen


Alina hanya mengangguk


'' Kok kakak tenang tenang aja sih ? '' tanya Alina


'' Terus kakak harus gimana, lagian di belakang mobil itu ada beberapa bodyguard nya mas Zen ''


Anggi hanya mengangguk.


Setelah itu sesuai rencana mereka masuk ke mall dengan menggunakan masker.


Sedangkan di dalam mall sudah ada yang menunggu kedatangan mereka, setelah itu mereka berdua naik lift untuk ke atap.


Dan di sinilah sekarang mereka ada di atas udara karena sebelumnya Zen sudah menelpon anak buahnya untuk menyiapkan helikopter.


Yang tadinya mereka ingin ke apartemen sekarang mereka harus ke kantor Zen karena hanya di sana helikopter nya bisa mendarat.


'' Langsung ke apartemen apa di kantor dulu ? '' tanya Zen


'' Mas masih ada kerjaan apa tidak ''


'' Tidak sayang hari ini kosong tidak ada rapat ataupun ketemu klien ''


'' Baiklah ''


Setelah itu mereka langsung ke apartemen.


'' Mas minum dulu ''


'' Makasih sayang '' kata Zen dengan mencium pipi Alina dengan sayang


'' Bisa gak jangan mesra mesraan di depan gw '' kata Anggi sewot


'' Tidak bisa '' jawab Zen dan Alina bersamaan


Setelah itu mereka bertiga tertawa.


Setelah itu Anggi be diri dan mengambil sesuatu dari kopernya


'' Kak ini gelangnya '' Anggi memberikan gelangnya pada Alina


'' Mas minta tolong bukakan kalungku, ''


Zen pun membuka kalung yang Alina pakai


Setelah itu Alina menekan tombol di gelang dan di kalung nya, dan keluarlah cahaya yang berbentuk seperti kompas, tapi anehnya tidak bergerak.


'' Ini seperti kompas kan, yang di gunakan jika kita tersesat? tanya Anggi


'' Tapi kenapa tidak gerak atau ini rusak '' kata Alina


'' Itu tidak rusak sayang, hanya kurang satu orang agar itu bergerak'' kata Zen


'' Maksud kakak ipar? ''


'' Keluargaku jika punya, punya papa berbentuk cincin, mama kalung dan aku ikat pinggang, jika kita ingin menemukan seseorang maka kita harus menggabungkan benda tersebut, karena keluarga ku hanya 3 orang maka 2 aja cukup, karena kalian berempat maka benda itu harus ada 3, setelah itu baru dengan mudah menemukan yang lainnya ''


Sekarang Alina dan Anggi paham dan jalan satu-satunya adalah menemukan salah satu orang tuanya, maka yang lainnya akan di temukan dengan mudah.


Jangan lupa tinggalkan jejak dan mampir ke karya terbaru author " PESONA TUAN ALBERT


Semoga kalian suka y dengan cerita yang author buat


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya bestie...


...Author harap kalian suka dengan cerita yang di buat author...


...Satu like satu koment vote sudah cukup bestie dan jangan lupa klik favorit agar bisa tau jika author sudah up...


BERSAMBUNG........