
happy Reading!!
_____
Karin sedang menyalin rumus-rumus yang ada di papan tulis, walaupun karin sangat malas untuk menyalinnya, tetapi tetap saja dia harus melakukan itu jika dia tidak ingin ketinggalan pelajaran.
“Karin, ada Zie tuh di luar” bisik Lisa.
Karin menautkan kedua alisnya, lalu bola matanya melihat kearah kaca dan benar saja Zie sedang duduk dikursi semen yang berada di depan kelasnya.
“Ngapain dia disitu?” Karin balas berbisik kepada Lisa.
“Dia ke kelas kita ngapain lagi sih Rin kalo bukan ketemu lo” jawab Lisa.
Karin mendesah pelan, dia tidak habis pikir mengapa Zie tidak mengerti juga dengan permintaan Karin.
Karin memperbolehkan Zie berinteraksi dengan Karin hanya di pagi hari dan setelah jam pelajaran di sekolah telah usai.
Karin tidak mau jika nanti ada gosip tentang dirinya dan Zie, karena gosip itu akan menyusahkan ruang untuk Zie mendekati cewek yang sedang diincarnya, dan gosip itu juga akan menyusahkan karin untuk belajar dengan tenang.
“Rin, lo nyadar gak sih?” tanya Lisa.
“Nyadar apa?”
“Zie tuh kaya yang suka sama lo”
Karin terkekeh pelan, lalu dia menggeleng.
“Gak akan lah Lis, kita temen dari dulu mana mungkin suka-sukaan kaya gitu”
“Lo gak sadar apa, selama ini Zie terlalu baik sama lo”
“Dia baik kan temen gue, sama kaya lo. Udah deh lo gak usah gosip Lis, lagipula Zie cerita sama gue kalo dia lagi suka sama cewek”
Lisa membulatkan matanya mendengar kenyataan Karin barusan.
“Serius? Zie lagi suka sama siapa?”
Karin menyimpan pulpennya di meja, lalu dia menatap kearah Lisa dan menghela nafasnya pelan.
“Gue gak tau sih siapa ceweknya, dia hanya bilang kalo cewek yang dia suka bukan dari kalangan anak hitz kaya dia, cewek itu anak SMA biasa aja, bahkan dia bilang kalau cewek itu benci keramaian, pokonya banyak deh Lis yang dia ceritain sampe gue gak mudeng”
“Lo sadar gak sih Rin, yang lo ucapin barusan itu semua adalah ciri-ciri karakter lo”
“Iyakah?” tanya Karin ragu.
Lisa mengangguk mantap.
“Pertama, lo suka keramaian?”
Karin menggeleng tegas.
“Lo tau gue Lis, gue lebih suka dunia yang tenang daripada yang gaduh”
“Lo pikirin sendiri deh tentang ciri-ciri cewek yang Zie suka, semua itu nyeritain lo. Tanpa lo sadari ternyata Zie menceritakannya langsung kepada orang yang dia suka”
Kalimat yang di ucapkan oleh Lisa barusan membuat Karin merenung.
sejujurnya selama dia berteman dengan Zie, Karin tidak pernah kepikiran kalau Zie menyukainya, karena menurut Karin hal yang seperti itu tidak mungkin terjadi, Karin hanya percaya kalau hubungannya dengan Zie murni sebagai teman biasa saja.
Tapi, ucapan Lisa barusan membuat Karin mencocokan karakter dirinya dengan ciri-ciri cewek yang disukai oleh Zie.
ciri-ciri itu memang mencerminkan bagaimana Karin selama ini, Karin tidak mau salah paham dalam mengartikan ini semua,dia harus meluruskan dan bertanya secara detail siapa cewek yang Zie sukai.
Bel istirahat berbunyi, semua siswa di kelas Karin berhamburan keluar karena belajar kimia selama dua jam sangat membosankan.
“Karin?” panggil Zie saat Karin baru saja keluar kelas bersama Lisa.
“Zie ngapain disini?” tanya Karin, dia pura-pura tidak tahu kalau Zie berada di depan kelasnya.
“Nunggu lo, ngapain lagi?”
Reina terkekeh pelan.
“Ngapain? Lo gak masuk kelas?"
“Males gurunya gak asik”
“Zie banget”
Zie terkekeh pelan, lalu dia menempelkan kedua tangannya dibahu Karin, Karin merasa tidak nyaman dengan perlakuan Zie yang terlalu dekat seperti ini.
“Gue mau ngomong serius sama lo”
“Jangan sekarang Zi, banyak orang males”
Zie mengangguk, “Karin banget”
“Pulang sekolah, di kelas” putus Karin, lalu dia menarik lengan Lisa untuk menuju kantin.
Zie tersenyum kecut melihat punggung Karin yang sedikit demi sedikit menghilang dari pandangan matanya, Zie tidak tau mengapa hatinya harus terisi oleh Karin yang notabenenya cewek biasa aja.
Tapi, menurut Zie Karin sangat spesial bahkan jika dibandingkan dengan Barbara Palvin atau Kendall Jenner saja, Zie akan tetap memilih Karin, karena Barbara dan Kendall terlalu tua untuk Zie.
Zie melangkahkan kakinya menuju kantin, dia harus menemui teman-temannya yang pasti sudah menunggu.
mereka pasti bertanya apa jawaban dari Karin mengenai perasaan Zie sedangkan Zie menyatakan perasaannya saja belum, karena Karin yang selalu membuat Zie terus menunda untuk mengatakannya.
“Gimana?” tanya Bagas saat Zie baru saja mendaratkan bokongnya di kursi kayu warung bu Mia.
“Failed”
Keenan menautkan kedua alisnya tak percaya.
“Apa hebatnya Karin sih? Gue bahkan kadang lupa sama mukanya”
Zie terkekeh pelan, “Itu karena lo gak suka sama dia”
“Kenalin kali sama gue, siapa tau dia maunya pacaran sama gue Zi” goda Keenan.
“Sama lo? Sama gue aja dia ogah apalagi sama lo, Karin itu gak suka berhubungan sama cowok-cowok yang famous, menurut dia cowok famous itu akan menyusahkan nantinya” jelas Zie.
“Serius?” tanya devan tak percaya.
“bukannya cewek-cewek di sekolah kita selalu mencari popularitas aja, bahkan mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan itu, seperti menyebarkan dia meninggal atau kecelakaan palsu lewat brodcast bbm?”
Zie mengangguk mantap,
“karin itu beda dari yang lain makannya gue suka sama dia”
“Dia kaya gitu mungkin karena gengsi aja Zi, gue yakin didalam hatinya pasti dia ingin di puja-puja sama cowok” cibir Keenan.
Zie menggeleng, dia tidak mau Karinnya dijadikan bahan bullyan, hanya karena Karin tidak suka berinteraksi dengan orang-orang yang famous di sekolahnya.
“Tuh Karin Zi” tunjuk Devan saat melihat dua orang cewek masuk ke area kantin.
Zie memperhatikan Karin, tidak ada spesial dari Karin jika dilihat dari penampilannya.
Rambut yang di kucir satu, bentuk wajah yang standart, Karin hanya cewek biasa yang berhasil membuat Zie jatuh hati.
“Bukan Kee, tapi yang di kucir satu” jawab Bagas.
“Oh gue inget, dia anak osis kan?” tanya Keenan lagi
Zie mengangguk, “Iya Karin si anak osis”
“Panggil Gas, suruh dia kesini” perintah Keenan.
Zie menatap Keenan kesal, sudah di pastikan Karin tidak akan menuruti perintah Bagas yang memanggil Karin untuk datang ke warung bu Mia.
ditambah lagi Zie juga takut jika nanti Karin akan marah, karena membiarkan teman-temannya memanggil dan mengenali karin.
“Karina” panggil Bagas.
Zie melihat Karin menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri mencari siapa yang memanggilnya.
Lalu, tatapan Karin jatuh kearah Zie dan dia melihat bahwa ada teman Zie yang melambaikan tangannya menyuruh Karin menghampirinya.
Ponsel Karin bergetar menandakan ada pesan masuk.
**From : Kenzie
Makan aja dengan tenang, jangan kesini. Maaf karin
Karin langsung melanjutkan makannya yang sempat tertunda karena ada yang memanggilnya barusan.
-4 R-
Sekarang Karin berdiri di depan Zie, Karin sudah memberi janji bahwa dia akan berbicara dengan Zie setelah pelajaran usai.
“Mau ngomong apa Zi?” tanya Karin.
Zie menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, lalu dia menatap kearah Karin dengan lembut.
“Tapi lo harus janji dulu sama gue Rin” pinta Zie
Karin menautkan kedua alisnya bingung.
“Janji?”
Zie mengangguk.
“Apapun yang gue bicarakan nanti, itu gak akan ngebuat lo benci dan ilfeel sama gue ya Rin”
Karin semakin dibuat bingung oleh ucapan ambigu Zie, sebenarnya Zie ingin berbicara apa dengan Karin.
“Kalo misalkan ada orang yang suka sama lo gimana Rin?” tanya Zie ragu.
Karin diam dia berfikir sejenak untuk mendapatkan jawabannya.
“Gue gak masalah sih ya Zi kalo ada orang yang suka sama gue, itu kan hak dia”
“Kalo gue yang suka sama lo Rin, apa tanggepan lo?”
Karin membulatkan matanya mendengar pertanyaan Zie barusan, dia tidak tau harus menjawab dan mengatakan apa kepada Zie, yang jelas dia sangat shock sekarang.
Zie diam lalu dia menempelkan kedua tangannya di bahu Karin.
“Gue tau Rin, lo gak akan suka sama gue, apa karena gue termasuk cowok yang terkenal di sekolah atau emang lo gak ada perasaan sama gue Rin?”
Karin menundukkan kepalanya dalam-dalam.
“Maaf Zi”
Zie menghela nafasnya gusar.
“Gapapa Rin, gue ngerti. Gue cuma mau ngomong ini sama lo, supaya lo tau bahwa perasaan gue sama lo bener-bener nyata, bukan perasaan teman kecil atau sahabat aja, gue suka sama lo sebagai naluri cowok ke cewek”
Karin menaikkan wajahnya untuk menatap Zie, dia tidak melihat kebohongan dari mata Zie bisa di pastikan bahwa Zie memang benar-benar memendam rasa kepada Karin selama ini.
“Gue bodoh ya Zi, gak tau perasaan lo kalo aja gue tau, gue akan berhati-hati supaya lo gak baper lagi”
Zie menggeleng pelan.
“Gapapa Rin, gue tau lo pasti nolak gue tapi gue mohon sama lo jangan ngejauh dari gue ya Rin?” pinta Zie.
Karin mengangguk pelan.
“Tapi kalo gue bikin lo baper maaf Zi, untuk saat ini gue—“
“Sttttt” Zie menempelkan jari telunjuknya dibibir Karin.
“jangan dilanjut, gue tau lo akan ngomong apa karena gue sangat mengerti lo Karina Pinandita”
Karin tersenyum, Zie memang sangat baik tapi Karin tidak sadar bahwa selama ini sikap Zie yang terlalu baik hanya untuk menarik perhatian Karin saja.
“Rin lo tau?”
Karin menaikkan sebelah alisnya untuk menjawab pertanyaan Zie barusan.
“Gue suka lo dari dulu saat kita masih SMP” jujurnya
“Makasih” jawab Karin.
“Sama-sama”
Karin terkekeh pelan.
“Tadi siapa yang manggil gue waktu di kantin?” tanya karin mengalihkan topik pembicaraan.
“Bagaa, sorry ya mereka jadi kenal sama lo gara-gara gue”
“Gapapa, yang penting dia gak ganggu kehidupan gue yang tenang”
Zie tersenyum lalu mengangguk.
“Kita pulang, gue gak mau nanti nyokap lo nanya-nanya gue kalo kita pulang telat, gue kan belum siap kalo harus nikahin lo sekarang”
“Dasar” Karin mencubit pinggang Zie dan membuat Zie meringis kesakitan karena cubitannya barusan.
Zie merangkul Karin dan mereka berjalan berdua menuju parkiran, tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
“Zie suka sama Karina?” ucap seorang cewek itu tak percaya.
“dan Zie juga bilang bahwa dia akan tetap menunggu Karina? Zie itu terlalu setia atau dia terlalu ****?”
“Menurut gue sih, karinnya aja jadi cewek gak tau diri udah disukain sama Zie tapi jual mahal” respon cewek yang lainnya
“Lo video kan saat Zie nyatain cinta sama Karin?”
Cewek yang bertugas untuk memvideo kejadian itu mengangguk.
“Tenang aja, gue video dari awal Zie menyatakan cinta kepada Karin dan udah gue save, kita akan menyebarkannya besok. Menurut lo, berapa banyak uang yang akan kita dapat dari penjualan video ini?”
“Tentu saja banyak, karena video ini termasuk aib Zie”
Lalu ketiga cewek itu meninggalkan tempat kejadian peristiwa.