
Happy Reading_
_______
Seorang siswi SMA berlari kearah gerbang sekolahnya dengan tergesa-gesa karena sebentar lagi gerbang akan segera ditutup, dia akan mengutuk satpam jika berani menutupnya sebelum dia masuk.
Akhirnya siswi itu bisa bernafas dengan lega dia tidak kesiangan, karena dia masuk kedalam area sekolah sebelum gerbang itu benar-benar ditutup.
dia bukannya tidak mau kesiangan hanya saja dia sedang malas jika harus sarapan lari keliling lapangan, ditambah sekarang ada ulangan fisika bisa kelar hidupnya jika dia melewatkan ulangan dari guru killer itu.
"Udah gue bilang lo berangkat barengan gue aja, lo ngeyel sih Rin, gue kan udah kasih tau juga kalo naik angkot itu pasti lama ngetemnya"
protes seorang cowok yang kini ada dibelakangnya.
Cewek yang bernama Karina itu membalikan tubuhnya, menatap kearah cowok yang kini tengah protes,
"Ya kan gue gak tau zie kalo tu angkot bakalan ngetem" jawab karin membela dirinya sendiri.
"Besok kita berangkat bareng seperti biasa lagi titik! gue gak nerima penolakkan."
Cowok itu langsung meninggalkan Karina sendirian, karina menghela nafasnya kesal bagaimana mungkin dia mau berangkat bersama dengan cowok itu seperti dulu.
alasan utama karina naik angkutan umum karena ingin menjauh dari cowok itu, dia tidak mau terlihat dekat dengan cowok itu selama di sekolah.
Karina tau, bahwa temannya yang bernama Kenzie adalah cowok yang sekarang sedang digandrungi oleh cewek-cewek populer disekolahnya.
Tetapi, tetap saja zie tidak pernah tertarik dengan cewek-cewek cantik dan sexy, hal itu membuat Karina berpikir apakah zie penyuka sesama atau bagaimana (?).
Karina melangkahkan kaki menuju kelasnya, dia harus segera menghafal materi ulangan walaupun karina tau materi itu tidak akan sampe di otaknya yang pas-pasan.
"karinnnnnnnnnnna" teriak seorang cewek saat karin baru saja masuk kedalam kelasnya.
karin menatap orang itu dengan malas,
"Apa Lis?" tanya karin.
Lisa adalah cewek yang menjadi teman sebangku karin.
"Lo hari ini mau kumpulan Osis Rin?"
karina mengangguk pelan, "Iya, kenapa?"
Lisa memamerkan sederet gigi putihnya, karin tau tanda itu artinya Lisa akan meminta bantuan kepada Karin.
"Izinin gue sama Keir ya Rin" pinta Lisa.
"Izin sendiri, kenapa minta gue"
Bukan karin tidak mau membantu lisa hanya saja berbicara dengan Keir selalu membuatnya mati kutu.
Keir hanya akan menjawab "Ya" atau "Tidak" bahkan dia pernah sama sekali tidak menjawab jika pertanyaan itu menurutnya tidak penting.
"Lo tau Keir kaya gimana, gue males ah" ucap Lisa
"Udah tau keir gimana masih aja bolos terus izinnya minta gue lagi" protes karin
"Kan cuma lo Rin yang gak pernah sakit hati sama cowok kaya keir, bahkan gue sampe heran, lo sama sekali tidak pernah tertarik sama cowok yang keren-keren di sekolah, atau jangan-jangan lo suka gue ya Rin?" selidik Lisa.
karin menautkan kedua alisnya tanda dia heran dengan ucapan temannya.
Karin bukan tidak sakit hati hanya saja dia tidak terlalu memikirkan jawaban-jawaban dari keir atau cowok-cowok lainnya.
toh dia disini untuk sekolah bukan mencari perhatian orang lain dan selama ini hidupnya tentram dan tenang seperti yang dia inginkan.
"Ya Rin, izinin gue?" mohon lisa sambil mengeluarkan puppy eyesnya
karin menghela nafasnya lalu dia mengangguk,
"Iya gue izinin, emangnya lo mau kemana sampe izin osis segala ?"
"Liat keenan cs tanding basket, lo izin aja ikut gue kan ada zie juga Rin"
karin tersenyum miring, lalu dia menggelengkan kepalanya
"Males banyak cewek alay kaya lo"
Lisa mengerucutkan bibirnya, dia tau bahwa karin bukanlah cewek yang mengejar kepopuleran dia hanya fokus sekolah dan bersikap sebagaimana mestinya anak SMA.
Bel masuk pun berbunyi, karin menghela nafasnya detik-detik kematian akan segera datang.
Bu Linda memasuki kelas, suasana kelas menjadi hening seperti tak berpenghuni, sampai adam ketua kelas 11 Ipa 2 berdiri lalu memberikan salam yang diikuti oleh semua siswa dengan kompak.
"Pagi" jawab bu Linda singkat dan dingin.
Mata elangnya menjelajah setiap penjuru kelas.
"Simpan tas kalian didepan, bersihkan meja sampai tidak ada satupun barang kecuali alat tulis, satu menit dari sekarang" perintah bu Linda tegas
Semua siswa langsung membawa tasnya menuju depan, ulangan bersama bu Linda memang selalu seperti ini, susah untuk mencontek atau membuat contekkan karena akan selalu ketauan jadi percuma aja.
Setelah semua kembali ke meja masing-masing, siap tidak siap mereka akan ulangan fisika hari ini.
Bu linda memberikan soal kepada setiap siswa lengkap dengan kode setiap orang berbeda-beda, ini guru memang menakjubkan.
Karin melihat sederet soal yang membuatnya pusing serta mual, apa jangan-jangan soal fisika ini membuat karin hamil (?) Oke abaikan pikiran karin yang ngaco.
"Grafik dibawah ini melukiskan hubungan antara gaya F yang bekerja pada kawat dan pertambahan panjang delta L yang diakibatkan oleh gaya tersebut"
karin mengeja soal pertama dan itu sudah membuatnya pusing setengah mati.
Belajar semalam tidak ada hasilnya sama sekali, ternyata dia masih pusing juga membaca soal ulangannya, karin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali atau sesekali mengacak rambutnya karena frustasi.
karin memohon doa meminta keajaiban supaya otaknya sedikit encer agar dia bisa mengerjakan soalnya dengan benar, gak perlu muluk-muluk asal tuntas dari KKM pun karin akan sangat bersyukur.
"Waktu tinggal 15 menit lagi" ucap suara yang sangat menyeramkan hampir menyerupai panggilan dari malaikat izrail yang mau mencabut nyawa.
Karin membulatkan matanya melihat soal-soal dan jawabannya, soal 25 sedangkan dia baru menjawab 10 itupun isinya tidak tau benar atau salah.
karin mendesah pelan terpaksa dia harus menghitung kancing lagi dan menerima remedial test lisan rumus-rumus, sekarang Karin sudah pasrah.
Bel istirahat berbunyi, akhirnya karin bisa bernafas dengan lega lagi.
"Rin sumpah si Makibao mau bunuh gue sama soal-soalnya" cerocos Lisa.
Bu Linda memang dipanggil makibao oleh seluruh anak IPA disekolahnya entahlah bu Linda nya tau atau enggak.
kalau yang gatau makibao kalian bisa searching google ya, jangan kaya orang susah jika kalian ingin tahu sedikit gambaran tentang bu Linda.
"Rin?" panggil seorang cowok saat karin dan Lisa keluar dari kelasnya.
Karin melihat kearah cowok tersebut dia dalah zie, karin tersenyum singkat kenzie mengangguk lalu dia ikut tersenyum.
karin menggeleng pelan,
"Gak usah deh Zie gue kan sama Lisa gak enak juga" tolak Karin secara halus.
"Ya lo ajaklah temen lo, kita makan bareng sama temen-temen gue"
karin menggeleng lagi, dia memang selalu menolak dengan alasan klasik.
"Gue gak mau Zie, males nanti digosipin sama cewek-cewek alay. Gue mau sekolah dengan tenang disini, udah cukup kita berangkat dan pulang bareng jangan nambah masalah lagi, bye Zie gue sama Lisa duluan"
Karin menarik lengan Lisa yang kali itu tatapan matanya masih menatap kearah Zie, mungkin terpesona atas ketampanan yang dimiliki oleh Zie.
gak heran kalo Zie banyak menjadi idola cewek-cewek di sekolahnya karena wajahnya yang cukup tampan dan juga dia berasal dari orang yang berada.
"Rin lo ko gak mau sih nerima tawaran Zie kan enak gitu kita bisa numpang famous sama dia"
"Numpang famous ya?" tanya karin, Lisa mengangguk lalu Karin menggeleng dengan tegas,
"sayangnya niat gue itu sekolah bukan numpang famous, lagian Lis menurut gue lebih enak kaya gini adem dari pada jadi anak hitz suka di omongin orang banyak kan males"
Lisa mengangguk pelan, dia setuju dengan apa yang diucapkan oleh Karin barusan.
hidup tenang seperti ini tidak akan ada yang mencibir jika melakukan kesalahan kecil, tapi jika anak hitz yang melakukan kesalahan kecil maka itu akan terlihat besar oleh orang lain, dunia sudah makin aneh dimana yang punya tampang memegang kekuasaan.
"Rin lo tau Keenan gak?" tanya Lisa.
dia memang super duper bawel kadang karin malas jika harus mendengarkan ocehan yang keluar dari mulut lisa yang tidak penting sama sekali.
"Keenan siapa?" karin menjawab pertanyaan lisa dengan pertanyaan lagi
"Keenan Agung Nugraha, masa lo gak kenal sih dia terkenal banget yang bekas pacarnya kak bunga ituloh si model cantik kelas dua belas" lisa memulai bergosip ria dengan karin.
karin menggeleng pelan.
"Lagian kalo gue gak tau dia gue gak dosa"
Lisa menoyor kepala Karin gemas, dia sama sekali tidak tau harus melakukan apa agar karin mau bergosip tentang CoGan sekolahnya.
kan lumayan fangirlan sama cowok sekolah sendiri gak jauh-jauh atau cuma nonton disosmed aja, tapi fangirlan yang ini bisa liat aslinya walaupun tanpa saling sapa.
"Tuh yang namanya Keenan" tunjuk Lisa kearah cowok yang baru datang kearea kantin, penampilannya begitu mencolok, sama seperti teman-temannya membuat karin tersenyum miring.
"Itu gue tau"
"Lo tau Keenan? Ya tuhan terimakasih akhirnya sahabat gue gak kuper lagi, akhirnya dia tau Keena Agung" ucap Lisa sambil mendramatisir keadaan.
Kaein menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Maksud gue, gue tau dia temennya Zie, soalnya gue pernah liat dia ada dirumah Zie waktu itu"
Lisa menjabak rambutnya sendiri, lalu dia menggeleng.Lisa tidak habis pikir menagapa ada spesies seperti karin, yang tidak peduli dengan orang disekitarnya.
"KARINN, dengerin gue ya Rin. Keenan itu cowok terhitz di sekolah kenapa lo kenalnya cuma sama Zie aja? Ya iya sih dia ama Zie temenan tapi tetep aja orang-orang lebih mengenal keenan dibanding zie" cerocos lisa
"Gimana lagi lis, yang gue tau kan cuma Zie" jawab karin sekenanya
"Yang ada diotak lo cuma Zie" cibir lisa.
"Bukan cuma Zie itu karena gue cuma kenal dan deket sama Zie aja"
"Kenapa lo gak pacaran sama Zie?" tanya Lisa penasaran
Karin menggeleng tegas, "Nggak"
"Karena dia populer?" selidik lisa
karin kembali menggeleng,
"Gue udah nganggep dia kaya sahabat sejati"
"Yaahhh hanya friendzone" sahut suara seseorang dibelakang karib.
lalu dia menolehkan kepalanya dan disana ada Zie yang sedang tersenyum memamerkan sederet gigi putihnya dengan kedua tangannya yang berada disaku.
"Cuma friendzone, yakin Rin?" tanya Zie sambil menaikkan sebelah alisnya
karin menautkan kedua alisnya, "Maksud lo?"
"Gak mau naik gitu Rin, jadi-"
"Jadi pembokat gue ya Zie?" tanya karin dibarengi dengan tawa khasnya
Zie mencibir, karin memang selalu seperti itu.
"Kali-kali Rin, biarin gue masuk"
"Masuk?"
"Ah karin gak peka, males"
"Dih zie jadi alay"
"Rin kali-kali nonton gue basket kali Rin, biar gue jadi semangat gitu, apalagi kalo lo sambil nari pom pom buat nyemangatin gue"
"Idieee males banget kuker, gue sekarang kumpulan osis Zie" jawab karin sekenanya
"Cabut aja cuma sekali doang juga, kapan lagi lo liat cowok ganteng kaya gue main basket?"
"Masalahnya bukan itu Kenzie, gue gak mau jadi pusat perhatian orang banyak, sekarang aja ngobrol ama lo udah diliatin banyak orang, mending lo pergi deh Zie gue takut orang lain salah paham sama kita"
"Bodo amat gue gak peduli, kalo orang lain salah paham, terus kenapa kalo mereka nyangka kita yang enggak-enggak?" tanya zi cuek
karis menghela nafasnya pelan.
"Berati lo gak anggap gue temen lo zie, lo biarin gue dibully fans alay lo"
"Cuma temen ya Rin?"
"Iya kita kan temen dari dulu"
"Iya cuma temen, Kenzie cuma temen Karina selamanya" lalu zie tertawa.
menertawakan hatinya yang begitu tersayat karena ucapan dari Karin.
Karin yang menganggapnya hanya sebagai teman membuat Zie bertanya-tanya, apakah akan selalu seperti itu? Apakah Karin tidak akan membuka hatinya untuk Zie, orang yang selama ini selalu ada untuk Karin.
Untuk Karina Pinandita lo itu gak peka atau pura-pura gak peka sih? Gak cape apa gantungin perasaan orang mulu!