2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 9



Angel sampai di perusahaan tempat ponselnya berada, dengan mengikuti arah Gps nya Angel terus saja berjalan, hingga seorang petugas resepsionis menegurnya.


"Maaf mbak, ada yang bisa saya bantu?"tanya resepsionis itu.


Angel melihat karyawan itu dan tersenyum. " Iya, maaf sebelumnya karena saya sudah lancang masuknke perusahaan kalian, tapi saya sedang mencari keeradaan ponsel saya. Dan berdasarkan GPS ini ponsel saya ada di perusahaan ini...."Jelas Angel


"Boleh saya lihat!"Seru pegawai resepsionis itu, Angel pun memberikan ponselnya dan pegawai itu melihatnya.


"Baiklah bu, kalau begitu bagaimana kalau saya menemani ibu untuk mencarinya?!"tawar pegawai itu.


"Baiklah, jika kamu merasa tidak keberatan"balas Angel. Angel dan pegawai itu pun berjalan mengikuti arah GPS itu.


"Nona, GPS ini berhenti di ruang CEO dan itu tidak mungkin"ucap pegawai itu.


"Tapi mbak, saya mau mengambil ponsel saya. Benda itu tidak bisa jauh dari saya"kata Angel.


"Saya tahu, tapi tidak mungkin ponsel Anda di ambil oleh CEO kami" ucap gadis itu.


"Benar juga sih, tapi ini GPS nya berhenti di sini, gimana dong ini?"tanya Angel yang, sebenarnya ingin masuk kedalam pintu yang tertutup di depannya


"Maaf nona, tapi hari ini suasana hati atasan kami sedang buruk, saya takutnya nanti anda terkena himbasnya" kata Pegawai itu.


Angel terdiam, dia sedang berfikir bagaimana caranya agar dia bisa masuk ke dalam.


"Ada apa ini?"tanya sebuah suara dimari belakang Angel. Angel berbalik dan melihat Rian yang sedang berdiri di belakangnya.


'bukankah dia temannya Aldo?'tanya Angel dalam hati.


"Eh kamu? Kamu temannya Aldo bukan?"tanya Angel. Pegawai yang ada di belakang Angel pun kaget saat mendengar Angel menyebutkan nama atasannya.


"Angel? Ngapain kamu di sini? Apa kamu mencari Aldo?"tanya Rian.


"Ah tidak, aku sedang mencari ponselku yang hilang" jawab Angel.


"ponsel? Bagaimana ponselmu bisa hilang dan kenapa kamu malah mencarinya ke sini?"tanya Rian mengerutkan keningnya.


"Iya jadi, dari tadi pagi ponsel ku hilang dan aku sudah mencarinya kesetiap sudut kantorku dan juga rumah tapi tidak ada. Dan saat aku melacaknya, titik temunya malah mengarah kemari, maanya aku sampai di sini." jawab Angel menjelaskan pada Rian.


Rian mengangguk mengerti , "lalu kenapa kamu malah berdiri di sini?"tanya Rian.


"ponselku ada di daam ruangan ini, apa aku boleh tahu ini ruangan siapa?"tanya Angel.


"Ini tu ruangan Aldo, jadi kamu masuk aja" kata Rian.


"Hmm.. Maaf bu, pak. Saya mau kembali ke meja saya , permisi" ucap pegawai resepsionis meminta ijin untuk pergi ke mejanya.


"Iya, terima kasih ya" ucap Angel.


"Iya sama - sama bu" balas pegawai itu kemudian berlalu pergi meninggalkan Angel dan juga Rian.


"Ayo kita masuk!" Rian berjalan ke depan pintu ruangan Aldo kemudian mengetuknya.


Tok! Tok!


"Masuk!"saut Aldo dari dalam


Kini Angel dan Rian berdiri tepat di depan Aldo. Angel melihat Aldonyang sedang sibuk memeriksa berkas - berkasnya.


"Selmat siang bos" kata Rian menyadarkan Aldo.


Aldo mengangkat kepalanya dan dia sangat kaget saat melihat Angel yang sedang menatapnya.


"Lu? Ada apa?"tanya Aldo dengan kembali menyibukkan dirinya dengan memeriksa berkas - berkas.


" Kembalikan ponsel gue!"seru Angel, Aldo mengerutkan alisnya seolah dia tidak mengerti dengan ucap Angel.


"Ponsel apa, di sini nggak ada ponsel lo. Yang ada ini ponsel gue"kata Aldo yang sengaja ingin mempermainkan Angel.


"Gue lagi nggak mood, ini!"seru Angel yang mulai kesal.


"ehem, guys gue kembali ke meja gue ya. bye bye" ucap Rian yang melihat akan ada perang dunia ke tiga antara suami istri itu.


"Pergilah kembali ke perusahaan lo, jangan buang - buang waktu berharga gue!"ujar Aldo, Angel yang mukai kesal pun berjalan ke arah kursi Aldo, di tariknya kursi yang sedang di duduki Aldo. Kemudian Angek memerika meja kerja dan laci milik Aldo, dia nggak memperdulikan pria itu akan marah nantinya.


"Nah kan.... Ini apa?"seru Angel yang menemukan ponselnya di dalam laci meja kerja Aldo.


"Tuh kan gue benar, kalau ponsel gue ada di sini!"seru Angel memperlihatkan ponselnya di depan wajah Aldo.


"Gue butuh penjelasn, bagaimana lu akan menjelaskan semua ini" kata Aldo santai. Bukannya tidak gugup tapi Aldo berhasil dengan cepat mengatasinya.


"Mana gue tahu"ujar Aldo .


"Lu pasti bohong, tidak mungkin ponselku akan di letakkan di dalam ruangan.


~_~


Sementara Rifki sudah beberapa kali menghubungi Angel, namun gadis itu tidak membalas atau pun menerimanya.


"Kamu kemana sih, An?"gumam Rifki.


"Apa aku ke kantornya saja?"gumamnya lagi.


Rifki benar - benar di buat resah oleh Angel, pasalnya dia sudah sekitar dua jaman menunggu seerti orang bodoh di restoran ini.


~_~


Sementara di kantornya Aldo, Angel sedang menikmati makan siangnya dengan sang suami.


Awalnya Angel tidak maundi ajak makan siang bersama oleh Aldo, tapi karena Angel tidak mendapatkan kabar apa pun dari sahabatnya Rifki maknya Angel menerima tawaran dari Aldo.


"Kenapa natap gue kayak gitu?"tanya Angel yang memergoki Aldo yang sedang menatapnya.


"Apaan sih dari tadi marah - marah mulu, nggak takut mati ya lo?" tanya Aldo sambil menggeleng.


"Lo doain gue mati cepat? Jahat banget!"sungut Angel.


"Jangan marah - marah ntar lo hipertensi dan kalau pembuluh darah lo pecah trus lo mati, gue nggak mau jadi duda muda" balas Aldo .


"Biar aja, emangnya apa peduli lo. Mau gue mati atau nggak" Aldo hanya menggeleng, entah kaan istrinya itu akan bersikap baik padanya.