
Aldo merengkuh tubuh Angel ke dalam dekapannya, dia sangat bahagian mendapatkan jawaban dari istrinya itu. Aldo memberikan banyak ciuman di pucak kepala Angel.
"Terima kasih, sayang..." ucap Aldo.
"Sayang?" Angel mendongak kn kepalanya.
"Kenapa? Apa ada yang salah?" angel pun tersenyum dan menggeleng.
"Aku harap mulai sekarang nggak makek lo - gue lagi! "kata Aldo.
"Kenapa?"tanya Angel.
"Mana ada suami istri yang ber lo-gue sama pasangannya."kata Aldo.
"Baiklah"balas Angel.
Angel mengurai pelukan merek, Aldo mengrutkan keningnya.
"Kenapa?"tanya Aldo.
"Aku mau mandi, dan aku juga lapar" ucap Angel dengan raut wajah memelas.
"Baiklah, pergilah mandi! Aku akan masakkan sesuatu untuk makan malam" kata Aldo.
Angel tersenyum dan mulai beranjak masuk ke dalam kamar mandi. Sementara aldo tersenyum melihat Angel yang masuk ke dalam kamar mandi dengan ekspresi merona.
"Lucu" ucapnya pelan. Aldo pun mulai berjalan keluar kamar dan langsung pergi ke dapur untuk memasak makanan makan malamnya.
Di dalam kamar mandi, angel menatap dirinya di pantulan kaca yang ada di dalam kamar mandi.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia tiba - tiba bersikap seperti itu?" berbagai pertanyaan muncul di otak Angel mengenai perubahan yang di lakikan oleh suaminya itu.
"apa dia serius dengan ucapannya tadi?..."
"Arrghhh.... Aku sangat bingung" teriak Angel yang saat ini tidak tahu harus bersikap seperti apa, sebenarnya Angel belum siap untuk hal yabg di minta oleh Aldo. Tapi mau bagaimanalagi, dia hanya bisa pasrah bagaimana pun hasilnya nanti.ucap Angel dalam hati.
~_~
Selesai mandi Angel turun ke bawah dan langsung ke dapur. Di dapur Aldo sedang menghidangkan makanan di atas meja makan
"Kamu sedang apa?"tanya Angel menghampiri Aldo
"Duduklah! Aku baru selesai masak.. Tunggu!"Aldo kembali berjalan ke dapur dan mengambil sepiring goreng ayam dan meletakkannya di atas meja.
"ayo duduklah dan kita makan bersama!"ajak Aldo tersenyum pada Angel.
Dengan senang hati angel pun duduk dan mereka menikmati makan malam yang di masak oleh Aldo.
"Bagaimana, apa kamu menyukai masakan ku?"tanya Aldo setelah selesai makan malam.
"Iya, masakanmu sangat lezat dan terima kasih"ucap Angel.
~_~
Setelah selesai makan mereka putuskan untuk menonton tv. Angel duduk sedikit jauh dari Aldo, dia masih sedikit risih terlalu dekat dengan pria itu.
"Kenapa jauhan gitu, ayo deketn lagi" kata Aldo, menarik tangan Angel agar lebih dekat dengannya.
"Ehh... Kamu mau ngapain?"tanya Angel menahan dada Aldo saat ia sudah duduk di samping pria itu.
"Apa kamu masih takut denganku?"tanya Aldo yang tau kalau Angel sedikit takut berdekatan dengannya.
Angel hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Aldo, ia memilih untuk mwngalihkan pandangannya ke layar tv.
"tatap aku" Aldo memegang wajah Angel dan menyuruh gadis itu untuk menatapnya.
"Jujur aku masih canggung dengan semua ini, bisakah kita tidak seperti ini..." kata Angel, aldo mengernyitkan dahinya
"Kamu jangan salah paham dulu. Aku hanya sedikit kaget dengan ini semua, perubahan sikap kamu yang terbilang sangat drastis ini membuat aku.... Aku nggak bisa jelasin tapi kamu pasti ngertikan maksud dari kata - kata aku"ujar Angel.
"Beri aku waktu" lanjutnya
Setelah mengatakan itu, angel pun pamit untuk pergi ke kamarnya.
~_~
Sejak kejadian malam itu, Angel jadi sedikit menjauhi Aldo. Meskipun Aldo selalu berusaha untuk terus mendekatinya.
Angel hanya bingun dengan perasaannya, dia tidka ingin terlukan hanya karena terlalu baper, bisa saja Aldo berbalik, kembali membencinya dan takutnya Aldo membencinya di saat dia sudah memiliki rasa pada pria itu. Angel tidak bisa mmebayangkan bagaimana sakitnya dia nanti.
~_~
Pagi hari karena hari libur, angel masih bermalas - malasan di kamarnya.
Aldo baru turun dari kamarnya....
"Angel mana bik?..." tanya Aldo pada bibik yang biasa membersihkan rumahnya.
"Nyonya masih di kmaarnya, tuan" jawab bibik yang sedang menata sarapan di atas meja makan. Sejak serumah dengan Angel, sekarang Aldo sudah terbiasa makan masakan bibik dan dia juga sudah jarang masak di dapur.
"Panggil dia, suruh turun untuk sarapan!" seru Aldo.
"Baik tuan" Bibik berlalu pergi ke kamar Angel.
Tok
Tok
"Ada apa bik?"tanya Angel.
"Itu nyah, diajak tuan sarapan"
"Bilang sama tuan, saya tidak laper. Suruh tuan sarapan aja duluan"
"Baik nyah"
Bibik kembali ke ruang makan dan Angel pun kembali menutup pintu kamarnya.
"Tuan, kata nyonya..."
Aldo langsung berdiri saat melihat bibik tidak membawa Angel ke meja makan. Aldo bergegas ke kamar angel.
Tok
Tok
"Ada apa lagi bik?!" Angel membuka pintu dan kaget melihat Aldo di depan pintu
"Aldo!"
Aldo langsung menarik tangan Angel dan menyeretnya ke ruang makan.
"duduk dan makan!"
Anel menuruti keinginan Aldo, ia duduk dan mengambil piring serta nasi goreng. Kemudian menyantapnya.
"Setelah ini aku mau bicara sama kamu!"Seru Aldo
"iya" balas Angel
Tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah mereka.
"Eh nyonya, tuan selamat pagi."
"Pagi bok, dimana Aldo dan angel?"
"Lagi sarapan, nyah"
"Ohh..."
Papa dan mama Aldo berjlan ke ruang makan
"Papa, mama?"Angel dan Aldo sanat kaget denan kedatangan kedua orang tua Aldo yang datang secara tiba - tiba.
"Hallo sayang, lagi pada sarapan ya?"
"iya mah" angel dan Aldo menyalami mama dan papanya.
"Sarapan bareng yuk, mah, pah"
"Mama sma papa udah sarapan tadi di rumah. Mumpunh hari ini libur, mama dan papa pengen jenguk kalian."
"Oohh gitu"
"oh iya, ini mama bawa bahan makanan, nanti kita bikin bakso. Mama sama papa Angel juga sebentar lagi juga akan kesini" ucap Vina.
"Iya mah. Tapi Angel nggak bisa masak mah" kata Angel, berterus terang.
"Nggak papa sayang, sekalian kamu belajar ya"jawab Vina tersenyum.
Mereka pun selesai sarapan, bibik membereskan meja makan dan mencuci piring kotor.
" Angel dan Vina tetap tinggal di dapur , sementara Aldo dan juga Papahnya pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi.
"Angel, kamu rebusin airnya ya dan sekalian bulat - bulatin baksonya!"suruh Vina,
"Baik mah" angel pun mengangguk dan langsung mengerjakan apa yang di suruh oleh mertuanya itu.
"Ya udah kalau gitu, mama siapkan bahan kuahnya ya"
"Iya"
Aldo menghampiri mama dan Angel yang tengah mengobrak di dapur
" lagi ngapain mah ?"
" ini mau nyiapin bahan buat bikin kuah bakso"
Aldo beroriah
Aldo melihat Angel yang membuat bulatan bulatan bakso, tiba-tiba ia memeluk Angel dari belakang. sontak Angel menjatuhkan sendoknya ke lantai.
"Oh astaga "