
Setelah sarapan Aldo mengantarkan Angel ke perusahaannya. Setelah itu barulah dia pergi ke kantornya sendiri.
Angel melangkah dengan lesuh menuju ke ruanganya, saat di depan ruangannya Angel bertemu dengan Stevi.
"Kenapa? Masih pagi tapi mukanya udah cemberut gitu" kata Stevi.
"Lo nggak akan ngerti permasalahan gue"jawab Angel.
"Yelah tu... Susah ngomong sama yang udah nikah" celetuk Stevi.
"Ke ruangan gue dulu yuk!" Angel menarik tangan Stevi dan membawanya masuk ke dalam ruangannya.
Di dalam ruangan Angel dan stevi duduk di sofa.
"Kenapa?"tanya Stevi, dia tahu kalau sahabatnya itu sedang ada masalah.
"Gue lagi pusing" keluh Angel.
"Pusing kenapa? Apa suami lo itu berulah lagi?" tanya Stevi.
" Dia...."Angel pun menceritakan mengenai perubahaan aldo, bahkan Angel juga menceritakan tentang yang tadi pagi, saat orang tuanya meminta mereka untuk berbulan madu.
"Menurut lo bagaimana, apa dia tulus pengen berubah?"Angel meminta pendapat mengenai Aldo pada Stevi.
"Apa dia sudah mulai menyukai lo?"tanya Stevi
"Itu nggak mungkin ah" sangkal Angel.
"Terus kalau bukan karena cinta, ngapain coba dia marah saat lihat lo bareng Rifki?" Angel pun diam,
'Stevi benar kenapa Aldo sangat marah saat melihatnya pulang di antar Rifki? Apa benar Aldo sudah mulai mencintainya?' pikir Angel.
"Tapi gue gak yakin deh kalau dia beneran suka sama gue?"kata Angel pelan.
"Bagaimana kalau kita buktiin sekali lagi?"usul Stevi.
"Tapi kalau terbukti bagaimana? Apa lo akan menerimanya?"tanya Stevi lagi.
"Jujur gue nggak tahu, lo tahu sendirikan kalau gue nggak pernah mikirin tentang hal yang begituan" ujar Angel mengusap wajahnya.
Stevi melirik jam tangannya, " sekarang lupain masalah pribadi lo karena sebentar lagi ada rapat" kata Stevi.
"Apa nggak bisa lo aja yang gantiin gue? Gue benar - benar nggak mood untuk sekarang"kata Angel.
"Hey, apa - apaan ini? Nggak bisa gitu dong, lo harus profesional jadi boss. Nggak ada, ini udah terlalu sering, gue capek" Stevi berlalu pergi setelah mengatakan penolakan.
"Bisa - bisa nya dia menolak permintaan atasan!" gumam Angel pelan, kemudian menggelengkan kepalnya.
~_~
Pukul 4 sore Angel pulang dengan menggunakan taxi, saat di depan gerbang Angel berpapasan dengan mobil Aldo yang memasuki pekarangan rumah.
Angel terus berjalan hingga depan pintu, Aldo menghampirinya.
"Kenapa nggak tunggu aku?"tanya Aldo.
"Kelamaan" jawab Angel kemudian masuk kedalam rumah. Aldo pun menyusul angel.
"Kan sudah aku bilang, kalau aku akan jemput!" Aldo menarik tangan Angek, angel menghentikan langkahnya kemudian menatap Aldo.
"Terus mau kamu apa? Aku balas berantem!" ujar Angel.
"Aku mau sekarang kamu siap - siap karena nanti malam kita akan pergi berlibur!"suruh Aldo.
"Maksudnya? Berlibur gimana? "
"Kita akan pergi honeymoon selama seminggu, dan aku tidak menerima penolakan"kata Aldo.
"Mana bisa kamu buat keputusan sepihak seperti itu. aku nggak bisa, kerjaan aku banyak" tolak Angel.
"Jangan pikirkan soal pekeerjaan, mama Dewi sudah mengatur segalanya"Aldo tersenyum menang.
"Pokoknya aku nggak mau!" Angel hendak pergi, namun Aldo menahan tangannya.
"Sudah aku bilang tidak ada penolakan!" ucap Aldo penuh penekanan.
"Tapi..."
"Tc, kita pergi ke mana?"tanya Angel
"Rahasia, kamu sia - siap aja. Pukul 7 nanti kalau kamu belum juga selesai maka kamu akan pergi tanpa barang apa pun"ujarnya, kemudian berjalan menuju ke kamarnya. Angel sangat geram melihat kelakuan suaminya itu.
Dengan segera Angel pun mempersiapkan semua keperluannya. Angel juga tidak lupa memasukman beberapa lembar uang cash nya. Untuk berjaga, siapa tahu nanyi pas di sana Aldo me.buat ulah, jadi dia bisa pulang sendiri.
~_~
Pukul 7 malam
Aldo dan angel sudah bersiap - siap untuk pergi, pelayan juga asudah memasukkan barang - barang bawaan mereka ke dalam mobil.
"Kita maunkemana sih?"tanya Angel yang sedari tadi penasaran, tapi Aldo tidak pernah menjawabnya.
"Nanti kamu juga bakalan tahu, ayo" Aldo berjalan duluan dan masuk ke dalam mobil. Dengan kesal Angel pun mengikuti Aldo .
Mobil Aldo pun mulai meninggalkan rumah, Aldo melirik Angel yang duduk di sebelahnya dengan muka yang cemberut.
"Bisa nggak mukanya gak usah di jelek - jelekkan gitu, udah jelek malah makin jelek tau" kata Aldo tersenyum tipis. Aldo tau kalau Angel sedang kesal dengannya.
"Yang jelek kan aku bukan kamu, jadi diam lah!" ketus Angel.
"Di ajak liburan bukannya senang, ini malah cemberut" kata Aldo.
"Liburan apaan, ini paksaan"saut Angel menatap ke luar jendela mobil
Sepanjang perjalan ke bandara, Aldo dan Angel di hiasi dengan perdebatan yang tidak ada habisnya.
Sesampainya di bandara, Aldo mengurus semuanya,Angel hanya diam dan terima bersih. Mereka pun terbang menuju ke Bali.
Di sana mereka akan menginap di sebuah Villa milik keluarga Aldo. Villa yang tidak terlalu besar namun memiliki fasilitas hotel bintang 5.
Aldo dan keluarganya selalu datang ke Villa ini setiap ulang tahun mamanya. Di Villa itu juga sudah ada mobil mewah yang sengaja di siapkan untuk membawa mereka berpergian selama di sana.
Sesampainya di Villa, Angel langsung membongkar baju miliknya dan juga milik Aldo dan menyusunnya ke dalam lemri. Sementara Aldo terkapar di atas ranjang sambil menatap ke arah Angel.
"Bukannya bantuin, malah nonton" sungut Angel. Aldo hanya tersenyum, ia sudah terbiasa mendengar istrinya itu mendumel.
"Cari apa?"tanya Aldo ketika melihat Angel mencari sesuatu di dalam koper yang sudah kosong.
"Aku lupa bawa pakaian dalam" Angel menepuk keningnya.
"Ya sudah nggak apa - apa, toh kita nggak akan memerlukannya" jawab aldo sambil tertawa.
"Gak lucu!"Angel melemparkan bantal ke arah Aldo namun dengan tangkas langsung di tangkap oleh Aldo.
"Besok kita cari, sekalian kita beli keperluan lainnya" ujar Aldo.
"O iya aku baru ingat... Aku juga lupa bawa pembalut."jawab Angel santai.
"Apaa... Jadi kamu lagi datang bulan?"tanya Aldo panik. Angel mengangguk.
"Kenapa kamu nggak bilang... Kan liburannya bisa di undur..."ujar Aldo tidak semangat
"Siapa suruh ngatur liburannya nggak pake diskusi dulu" jawab Angel.
"Ah kamu mah"Aldo sangat kecewa, di ambilnya selimut dan tidur dengan membelakangi Angel.
Angel tersenyum senang, dia tau kalau Aldo sangat kecewa dan kesal. Tapi, di bandingkan pria itu, lebih kesal dirinya yang di suruh bersiap secara dadakan.
Angel mendekati Aldo, " Apa kamu marah?"tanya Angel.
"Tidak, sana pergilah tidur!" seru Aldo.
"Kamu marah ya?"tanya Angel lagi, tapi kali ini gadis itu menggoyangkan lengan Aldo.
Dengan kesal Aldo berbalik menghadap Angel. " apa kamua nggak ngerti juga, aku bilang yidak, ya tidak."
"Tapi..."
"Tidur, atau aku akan melakukan hal yang tidak pernah kau pikirkan!" Ancam Aldo. Angel terdiam kemudian turun dari tempat tidur, lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Angel tertawa bahagia karena dia berhasil mengerjai Aldo.