
Di kantor Angel.
Sudah pukul empat tiga puluh, Angel pun mulai mengemasi barang - barangnya. Dia bersiap untuk pulang.
"semoga dia belum pulang" ucapnya sebelum meninggalkan kantornya.
"Yuk pulang" ajak Angel pada stevi.
"Duluan aja, masih ada beberapa berkas yang harus di tangani" jawab Stevi.
"Baiklah, kalau begitu gue duluan ya" kata angel. Angel berjalan menuju ke lobby, di pintu lobby sudah terpakir mobil nya.
"Selamat sore bu" sapa para pegawai yang bertemu dengan nya.
"iya, selamat sore dan beristirahat" balas Angel tersenyum ramah.
Angel masuk ke dalam mobil nya dan saat akan menjalankan mobil nya Angel merasa ada yang aneh dengan mobil nya itu.
"Mobil kenapa?"tanya Angel, keluar dari dalam mobil dan memeriksa, ternyata ban mobil nya bagian depan. Sebelah kiri sudah tidak ada angin nya.
"Oh astaga, bagaimana ini bisa terjadi? Apakah tukang pakirnya tidak bisa merasakan kalau bannya kempes gini"gerutu nya. Dengan kesal Angel menendang ban mobilnya itu.
Angel pun berjalan menuju ke terminal, barang kali di sana dia bisa menemukan taksi atau bus juga tidak masalah baginya.
Sudah sekitar 5 menit Angel menunggu di Halte, nmau. Tidak ada tanda - tanda kendaraan umum akan datang.
Pip! Suara klakson mobil.
Angel melihat sebuah mobil berhenti di depan nya, " Ayo masuk lah!" ucap Orang itu. Angel pun melihat orang itu dengan baik dan ternyata itu adalah Rifki. Tapi Angel pun mengerutkan kening nya, bukan kah Rifki seharus nya berada di jepang sekarang ini. Pikir nya.
"mau sampai kapan kamu duduk di situ?!"kata Rifki.
Angel pun berjalan menghampiri mobil Rifki. "Apa benar kau adalah kiki sahabatku?"tanya Angel.
"tentu saja siapa lagi!"balas Rifki menggeleng.
Dengan senang hati angel pun masuk kedalam mobil Rifki. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya. Angel dan rifki pun asik berbincang. Mereka membahas tentang tertundanya keberangkatan Rifki ke jepang yang di karenakan, Rifki yang sedang kurang sehat.
"Ok, sudah sampai" kata Rifki.
"kenapa malahnkamu masukkan sampai depan pintu?"tanya Angel
"Tidak apa - apa, supaya kamu nggak capek lagi" jawab rifki.
"baiklah, makasih ya dan hati - hati nyetir nya"pesan Angel. Angel pun melambaikan tangan nya.
Tanpa menjawab pertanyaan Aldo, Angel hanya melihat ya sekilas kemudian berlalu begitu saja.
Aldo sangat geram melihatnya, dengan satu kali tarikan Angel sudah berada di hadapannya.
"apa kau tidak dengar! Aku sedang bertanya!"kata Aldo sedikit membentak.
"Lepaskan!"
"Sepertinya lu udah lupa akan pososi lu sekarang. Kalau begitu mari gue ingatkan!" Halo berucap tepat di depan wajah Angel . kemudian menarik pergelangan tangannya di situ dengan kasar memasuki kamar Angel tanpa memperdulikan Angel yang meronta dan berteriak meminta untuk dilepaskan .
`
" lepaskan Aldo , lepaskan... Lepasin Gue !" Angel terus merontal sekuat tenaga , tetapi Aldo si olah tuli dan tidak menghiraukan teriakan gadis itu
Aldo membuka pintu kamar dengan tidak sabaran, setelah mereka masuk ke dalam , dibandingkan pintu itu dengan kencang hingga membuat Angel berjengit kaget karena bunyi dentuman hebat itu mengakibatkan getaran di dinding serta kaca jendela .
"Awh... Aldo tolong lepasin tangan gue sakit !" Angel sudah hampir terisak karena pergelangan tangannya yang semakin terasa sakit serta berdenyut karena Aldo mencengkram dan menariknya tanpa ampun.
dihempaskannya tubuh Angel ke atas ranjang yang disusul olehnya, tubuh kokohnya mengukung di atas tubuh mungil itu dan mengunci pergerakannya
" lo mau apa? Kita bisa berbicara baik-baik , bukan dengan cara seperti ini !" pekik Angel, Iya ketakutan melihat sorot mata Aldo yang tajam terasa seperti hendak mengobra Abrik jiwanya. bahkan sekarang wajah mereka hanya berjarak 1 jengkal saja, membuat keduanya bisa merasakan hembusan angin nafas masing-masing.
" Gue cuman mau mengingatkan, agar lu tidak lupa bahwa sekarang lu itu adalah istri gue ! dan Tidak sepantasnya seorang wanita yang sudah bersuami terlalu akrab dengan pria lain !" tegasnya tempat di depan bibir Angel
tanpa basa-basi lagi di pagutnya bibir ranum yang sediit terba itu tanpa memberi kesempatan kepada angel untuk menolak atau pun menerima , Aldo mendesakkan dirinya dan mencium Angel meluapkan segala rasa cemburu yang bercokol dan menyiksa di dalam dirinya
Angel berusaha memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri , tetapi pria itu mengunci pergerakannya. tangan kiri Aldo mencekal kedua tangan Angel di atas kepalanya , sementara tangan yang satunya lagi mencengkram rahang Gadis itu agar tidak bisa memalingkan wajahnya saat Aldo melahap bibirnya tanpa ampun , sedangkan kedua kakinya terkunci oleh kungkungan tubuh kokoh tersebut
awalnya , ciuman itu bermaksud untuk memperingatkan Angel sehingga pagutan Aldo kasar penuh dengan amarah serta kecemburuan. tetapi lama-kelamaan kelembutan dan kemanisan bibir Angel malah Mama bukan dirinya.
ciumannya berubah menjadi lebih lembut dan hasratnya mulai tersulut sedikit demi sedikit membakar dirinya
ini adalah ciuman kali kedua bagi angel dan durasinya lebih panjang dari yang sebelum nya. sejak tadi dia terus merontak berusaha melepaskan diri , tetapi sekarang ciuman Aldo yang berubah lembu dan begitu ahli malah membuai dirinya
tubuh Angel terasa lemas , kepalanya pening, bahkan matanya berkunang-kunang sekujur tubuh nya meremang merasakan gejolak yang baru pertama kali melanda dirinya. kemudian tanpa diperintah, naruli alaminya seolah menuntun nya untuk membalas mencicipi bibir yang tertanam di bibir nya
Aldo semakin lupa diri dan memperdalam ciuman yang sangat merasakan bibir mungil ranum nan lembut itu membalas pagutannya , nafas mereka mulai terengah, tetapi Aldo dan Angel seolah enggan untuk melepaskan pertautan bibir masing-masing dan terus-menerus saling mencicipi tanpa henti seolah hendak menghanguskan mereka dalam kobaran rasa yang semakin memanas.
Aldo melepaskan pagutannya dan bibirnya menyusuri menciumi seluruh wajah Angel dengan hembusan napas panasnya, mata Angel terpejam merasakan desiran yang mengaliri seluruh urat nadinya.
Lalu aldo bergerak mengansurkan bibirnya ke bawah dagu Angel, meninggalkan jejak bibirnya hingga tercetak jelas di sana. Tidak sampai di situ , Iya kembali menyusuri leher jenjang Gadis itu dengan piawai , menghirup dengan rakus aroma menyenangkan dan menguar dari kulit leher Angel dan membubuhkan beberapa jejak bibirnya juga di sana, membuat nafas Angel semakin memburuh tidak beraturan merasakan sensasi sentuhan yang baru pertama kali di alaminya
dengan tidak sabaran Aldo membuka pakaian atas Angel yang berupa kemeja berkancing depan, seluruh kancingnya terlepas dan berserakan karena Aldo membukanya secara paksa