
Pukul 2 dini hari Angel pulang kerumah, tubuhnya terasa sangat lemas dan sakit. Bagaimana tidak, hari ini dia tidak dapat beristirahat sedikit pun. Belum lagi dia yang harus bolak balik menggunakan pesawat.
Seharusnya mareka tidak bisa pulang malam ini, tapi karena Angel yang lupa berpamitan dengan suaminya, makanya Angel memaksakan untuk pulang. Dia mengabaikan rengekan Stevi yang menolak untuk pulang.
Baru saja kakinya memijak lantai rumah itu, bahkan pintu pun belum di tutupnya. Tapi lampu rumah itu sudah menyala dengan otomatis dan menampakkan sosok Aldo yang berdiri tidak jauh dari tempatnya saat ini sambil menatapnya tajam.
"Dari mana aja lo?"tanya Aldo dengan nada sinis dan tajam.
"Bukan urusan lo!" Angel berlalu meninggalkan Aldo.
Aldo dengan cepat mencekal tangan istrinya itu, dan menariknya hingga Angek sekarang berdiri di hadapannya.
"Gue lagi ngomong! Nggak sopan banget sih"
"Apaan sih, lepas ngga!" Angel mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Aldo.
"Lo jangan lupa batasan ya, jangan mentang - mentang gue diem aja selama lo jadi ngelunjak pulang seenaknya gini! Dari mana aja lo , sampai pulang jam segini?"tanya Aldo yang mulai kesal.
Angel tersenyum, " gue lupa batasan? Hei, lo ngaca kagak. Atau lo udah lupa dengan kesepakatan yang lo bikin sendiri" ketus Angel dengan menepis tangan Aldo kasar.
"Gue pulang jam berapa, itu bukan urusan lo! Ok," setelah mengatakan itu, angel pun berlalu meninggalkan Aldo yang masih berdiri sambil menatapnya tajam.
"Dasar aneh, dia yang bikin aturan malah dia yang ngelanggar!" gerutu Angel masuk ke dalam kamarnya.
Angel melempar tas, sepatu blezer dan juga ponselnya sembarangan. Dia benar - benar lelah, tanpa membersihkan diri nya lebih dulu angel naik ke atas ranjang dan pergi ke alam mimpinya.
Aldo yang sedang melewati kamar Angel pun pesaran, dia pun memutuskan untuk melihat keadaan gadis itu. Saat masuk ke kamar Angel, Aldo menggelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir bagaimana bisa ada kamar seorang gadis yang begitu berantakan.
"Apa sebenarnya yang dia kerjakan ? "gumamnya, membenarkan posisi tidur Angel dan menyelimutinya.
Aldo memunguti semua barang Angel kemudian meletakkannya ke atas sofa.
~_~
Hari minggu adalah hari yang sangat di tunggu oleh semua orang, apa lagi ole Angel. Dia palibg senang jika sudah hari minggu.
Pukul 10 pagi Angel baru bangun dari tidur cantiknya. Setelah membersihkan dirinya, angel keluar dari kamar. Dia melihat ada sepiring nasi goreng dan segelas susu panas di atas meja.
"Punya siapa ini?"tanya Angel.
"Buat lo!"Seru Aldo dari lantai dua.
Angel menoleh melihat ke arah Aldo.
"Lo yang nyiapi?"tanya Angel, Aldo hanya diam dan melihatnya dari lantai atas.
Angel duduk di dan melihat nasi goreng dan susu itu.
"Lo tenang aja, gue nggak sekejam itu sampai mencampur racun kedalamnya." ujar Aldo yang melihat kecurigaan Angel.
Angel melihat Aldo dengan tatapan curiga. Aldo turun dan berjalan kearah Angel.
"kalau nggak mau yaudah, nggak usah di makan"ucap Aldo mengambil piring dan segelas susu. Namun, dengan cepat Angel menahannya.
"Apaan sih, gak baik kalau udah di kasih ke orang terus di ambil lagi" Kata Angel. Ia pun mulai meminum susu itu.
Aldo tersenyum melihat Angel yang memakan makanannya. Ada suatu kebahagiaan tersendiri baginya saat melihat gadis itu makan dengan sangat lahap begitu.
"Terima kasih" ucap Angel saat melihat Aldo melangkah pergi.
~_~
Angel menikmati waktu liburnya dengan membaca buku novel di halaman belakang. Dia sangat menikmati hari liburnya.
Drrrttt.... Drrrttt....
Angel melirik ponselnya yang bergetar di sampingnya.
Drrttt... Dddrttt....
Angel masih tidak berminat untuk menerima panggilan itu.
Angel kembali melirik ponselnya, sebuah pesan pun masuk kedalam ponselnya.
"siapa sih, ganggu ajal dengan kesal Angel menutup novelnya dan mengambil ponselnya.
'Nonton yuk!'
Angel tersenyum membaca pesan itu.
Ok, tunggu gue! ~ balas angel
Setelah mengirim pesan itu, Angel beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar untuk bersiap - siap.
~_~
"Mau nonton film apa?"tanya Stevi
"Action aja gimana?"tanya Angel, dan Stevi pun mengangguk.
"Lo beli tiketnya, biar gue yang beli snacknya"kata Angel yang di angguki oleh Stevi.
Setelah mendapatkan tiket dan snack mereka pun masuk, duduk di temat yang sesuai dengan tiket yang mereka beli.
Sepanjang film di tayangkan mulut Angel dan Stevi tidak bisa diam, mereka selalu mengoceh mengomentari film yang mereka tonton, bahkan orang yang berada di dekat mereka, sudah menegur mereka. Namun, mereka tidak memperdulikannya.
"wah filmnya keren tau" komentar Angel.
"Iya, sumpah keren. Gue jadi tegang sendiri liatnya"balas Stevi.
"Sekarang kita mau kemana lagi?"
"Gimana kalau kita liat tas dan sepatu"kata Stevi.
"Yaudah yuk" mereka pun mulai menjelajahi store - store sepatu dan tas.
memang dasaenya cewek kalau berurusan dengan tas dan sepatu mereka akan lupa waktu gak teras sudah 4 jam lamanya mereka habisnya hanya untuk memilih - milih sepatu.
Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, baru lah mereka mau keluar dari mall itu.
"Gel, sebelum pulang kita makan dulu yuk, gue udah laper banget" ajak stevi sambil mengusap perutnya.
"Boleh, mau makan di mana?" tanya Angel.
"Bakso pinggir jalan mau nggak?"tanya Stevi.
"Boleh" mereka pun memacu mobilnya ke tempat yang banyak jual jajanan pinggir jalan.
"Sini aja, sekalian gue juga mau makan batagor" kata Angel.
Stevi berjalan ke pedagang bakso dan memesannya, sementara angel pergi ke pedagang batagor. Setelah batagor pesenannya jadi, angel pun membawanya ke tempat stevi.
"Terakhir kita makan kaya gini kapan ya? "tanya Angel sambil menikmati makanannya.
"Itu saat kita kuliah, lo masih ingat nggak tukang bakso depan kampus kita?"tanya Stevi
"Ohh itu, gue ingat lah. Bakso di sana enak banget, besok - besok kalau kita punya waktu kita ke sana ya" ajak Angel dan di iyakan oleh stevi.
Angel dan stevi pun selesai memakan baksonya dan saat stevi membayar, ia menanyakan apakah angel mau membelikannya untuk suaminya.
"Dia mana mau makan makanan kayak gini, "kata Angel.
Stevi pun mengangguk, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dan pergi pulang. Karena angel malas mengantar Stevi, jadi dia menyuruh stevi untuk memawa mobilnya dan menyuruh Stevi untuk menjemputnya besok.
Angel masuk kedalam rumah, dia melihat Aldo yang sedang menonton tv. Angel meletakkan paper bag belanjaan nya kemudian dia duduk di sebelah Aldo.
Aldo melirik gadis itu, " Apa lihat - lihat?"tanya angel.
Tanpa membalas perkataan angel, Aldo mengalihkan pandangannya dengan malas.