
Angel masuk kedalam rumah, dia melihat Aldo yang sedang menonton tv. Angel meletakkan paper bag belanjaan nya kemudian dia duduk di sebelah Aldo.
Aldo melirik gadis itu, " Apa lihat - lihat?"tanya angel.
Tanpa membalas perkataan angel, Aldo mengalihkan pandangannya dengan malas.
Angel pun diam, dia merasa kepalanga tiba - tiba berat. Dengan pelan Angel merebahkan kepalanya ke sadaran sofa.
"Kalau tidur, masuk lah ke kamar!"seru Aldo. Angel diam saja tidak membalas ucapan Aldo.
"Hei, di bilangin juga" Aldo menyenggol lengan Angel. Tiba - tiba angel pun jatuh ke bahunya. Aldo kaget dan segera megecek keadaan gadis itu.
"Gel, lo kenapa?"tanya Aldo panik.
"Badannya panas banget" kata Aldo sambil mengecek suhu tubuh Angel dengan memegang dahinya.
"Udah tau gak enak badan masih aja keluyuran "Aldo mengangkat tubuh Angel dan membawanya kedalam kamar.
Dengan pelan Aldo meletakkan Angel ke atas ranjang. Aldo membuka 2 kancing atas baju Angel kemudian dia mengambil kain kompresan. Dengan telaten Aldo merawat Angel.
"Ma... Kenapa mah... Kenapa?"racau Angel. Aldo mengerutkan keningnya.
"Angel nggak mau mah, kenapa kalian nggak pernah ngertiin Angel... Hiks" Angel menangis dalam tidurnya.
Aldo tertegun melihat Angel, " apa yang telah lu alami, kenapa sepertinya lu sangat tertekan? Apa lu benar - benar tidak meginginkan pernikahan ini"gumam Aldo.
"Mah... Pah... Kapan kalian akan membiarkan angel bahagia? "racaunya lagi.
"kenapa kalian selalu mengatur hidup angel? Angel...hiks... Hiks..." Angel terisak dalam tidurnya.
Dengan gerakan pelan Aldo mengusap air mata itu, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Angel.
"Kenapa kau seperti sedang memendam sesuatu? Apa kau sungguh tertekan dengan pernikahan ini?"ucap Aldo pelan.
Entah kenapa melihat Air mata Angel membuat hati Aldo tersentuh. Dia tidak menyangka kaalu istrinya akan semenderita ini. Dikiranya selama ini Angel tidak terlalu memikirkan pernikahan mereka dan aldo pikir hanya dia lah yang paling menderita di dalam hubungan ini.
Sebelum memutuskan untuk pergi, Aldo membenarkan selimut Angel lebih dulu.
"Cepat lah sembuh, agar aku ada teman debat" ujar Aldo, mengecup kening Angel.
"Oh astaga apa yang aku lakukan!" Aldo menepuk bibirnya yang sudah lancang mencium kening angel.
Baru selangkah Aldo meninggalkan Angel, namun gadis itu menahan tangannya.
"Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!"ucap Angel. Aldo menoleh dan melihat Angel yang sedang menatapnya.
"Aku hanya ke kamarku, kau tidurlah" ucap Aldo lembut. Angel menggeleng.
"Kumohon, tidurlah di sini!"pinta Angel
"Tapi..."
"Aku mohon!"pinta Angel lagi. Aldo tidak tega melihat ekspresi angel yang sedabg menangis.
"Baiklah, tapi berhentilah menangis."kata Aldo, dan Angel mengangguk.
Aldo berbaring di samping Angel, angel langsung memeluk tubuh Aldo. Tubuh oria itu pun menegang saat mendapat pelukan dari angel.
"Angel ini tidak boleh..." Aldo mencoba melepaskan tangan Angel yang ada di pinggangnya.
"Biarkanlah seperti ini, nyaman"ucap Angel memper erat pelukannya.
'Lu sih iya nyaman lah gue... ' keluh Aldo dalam hati.
~_~
Keesokan harinya, angel membuka matanya lebih dulu. Pemandangan pertama kali yang di lihatnya adalah wajah tampan Aldo yang sedang tertidur. Wajah itu terlihat sangat tenang dan damai.
"kenapa dia tidur disini?" ucap Angel pelan. Kemudian memorinya seoutar dia yang meminta pria itu untuk tidur di kamarnya pun terputar jelas dalam kepalanya.
"Oh astaga, Angel apa yang kau pikirkan. Bisa - bisanya kau minta dia untuk tidur bersama dan apa - apaan ini kenapa kami malah tidur saling berpelukan" gumamnya pelan. Dengan cepat Angel menjauhkan tangannya dari tubuh Aldo.
Dengan gerakan pelan Angel turun dari tempat tidur kemudian masuk kedalam kamar mandi. Aldo yang memang sudah bangun lebih dulu dari Angel hanya bisa tersenyum melihat kelakuan istrinya itu.
"Dasar konyol"ucap Aldo kemudian keluar dari kamar Angel dan pergi ke kamarnya untuk bersiap - siap.
~_~
"Pagi..."sapa Angel berusaha bersikap seperti biasa. Dia tidak mau menunjukkan kegugupannya.
"Hmm..."balas Aldo
Angel kesal mendengar balasan Aldo, dia berjalan mendekati kulkas untuk mengambil susu kotaknya, setelah itu angel kembali ke meja makan.
"Nggak bosan apa minum itu terus? Dan gue liat lo setiap sarapan denga roti, apa nggak bosan?"tanya Aldo yang melihat Angel sedang menimmati sarapan rotinya.
"Jangan urusin gue, makan saja sarapan lu itu!"balas Angel.
Aldo tidak membalas ucapan Angel, dia hanya mengedikkan bahunya.
Setelah selesai sarapan, Aldo mengantarkan piringnya bekasnya ke belakang.
Saat Aldo akan berangkat, Angel pun dengan cepat memanggilnya.
"Aldo tunggu!"panggil Angel mengejar Aldo yang sudah berada di garase. Pria itu pun menoleh dan melihat Angel yang sesang berlari ke arahnya.
"Ada apa?"tanya Aldo.
"tolong antarkan aku, "jawab Angel.
"Mobil lu mana?"tanya Aldo.
"Mobil gue di bawa Stevi"jawab Angel
"Yaudah suruh dia jemput!"seru Aldo.
"Dia lagi ada urusan, makanya nggak bisa jemput gue. Lagi pula apa salahnya sih gue minta antar sama suamu sendiri."Kata angel.
Aldo kaget mendengar kata itu keluar dari mulut Angel.
"Suami..." belum sempat Aldo menyelesaikan ucapannya, Angel sudah masuk ke dalam mobil Aldo.
"Kenapa dia bersikap aneh dari kemaren"gumam Aldo
~_~
Aldo menghentikan mobilnya di depan perusahaan Angel. Aldo melihat perusahaan yang di pimpin Angel tidak kalah besar dengan perusahaan yang di pimpin olehnya.
"Makasih"ucap Angel kemudian keluar dari mobil.
Tanpa menunggu Aldo pergi, Angel sudah masuk kedalam perusahaannya.
"Dasar gadis aneh"gumam Aldo, kemudian pergi meninggalkan perusahaan istrinya itu.
Angel masuk kedalam perusahaan dengan senyum yang merekah di bibirnya.
Saat hendak membuka pintu ruangannya, angel di kagetkan dengan sapaan seseorang.
"Selamat pagi An" Angel menghentikan gerakan tanganya yang akan membuka pintu. Dengan perlahan Angel menoleh kebelakang. Dia sangat kaget saat melihat siapa orang yang ada di belakangnya.
"Kamu?...."
"Jangan bilang kamu lupa sama aku An"kata Pria itu.
"Oh Astaga" Angel menghambur ke pelukan pria itu.
"Bagaimana aku bisa melupakanmu Kiki" ucap Angel dalam pelukan Rifki. Rifki tersenyum kemudian membalas pelukan gadis itu.
"Aku rindu sama kamu An.."ucap Rifki.
"Aku juga... Kamu kemana saja"Angel melepaskan pelukan itu, ia melihat pria yang ada di hadapannya saat ini, Rifki tersnyum pada Angel.
"Maaf aku...."
"Kita ngobrol di dalam ruanganku saja!"belum selesai Rifki menyelesaikan ucapnya dan Angel menarik sudah tangan Rifky kedalam ruangannya.
Tanpa Angel dan Rifki sadari kegiatan mereka tidak luput dari pandang tajam seseorang.
"Beraninya kau!"