2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 13



Aldo pun mengantarkan Angel ke rumah orang tuanya. Namun, saat hampir dekat tiba - tiba saja Stevi sang sekretaris Angel menelpon dan mengatakan kalau pagi ini ada pertemuan mendadak dengan client


"Al, gue nggak jadi kerumah mama , besok aja kapan kapan, antar gue ke perusahaan ya!"pinta Ang dengan wajah di sengaja memelas.


"Lu gi mana sih, tadi katanya lu nggak ada kerjaan"kata Aldo.


"Iya, ini dadakan!?"kata Angel, Aldo pun mendengus kemudian putar balik.


Sepanjang peralanan tidak ada percakapan di antara mereka, Angel sedang tidka berminat untuk membuka mulutnya. Sementara Aldo, dia sedang fokus dengan jalan yang ada di depannya.


Tak butuh waktu lama, Aldo menghentikan mobilnya didepan perusahaan Angel.


"Makasih ya"ucap Angel.


"iya, nanti pulangnya tunggu gue jemput!"seru Aldo, Angel pun mengangguk.


"Hati - hati di jalan"ucap Angel dengan nada lembut. Aldo pun tertegun mendengar nada Angel, selama dia mengenal Angwl belum pernah sekali pun gadis itu berbicara lembut padanya.


~_~


Angel duduk di mejanya, dia mengamati salah satu staafnya yang sedang memimpin rapat. Sedikit terasa bosan karena Angel benar - benar sudah berencana untuk tidak bekerja hari ini.


"Bagaimnaa bu?"tanya staff tersebut.


Angel diam dan membaca sekilas berkasnya, dan dia pun mulai memberikan masukan dan komentar.


"Baiklah rapatnya cukup smapai di sini"kata Angel berdiri dan melangkah pergi.


Angel masuk ke ruangannya, duduk di kursi kebesarannya dan Angel mulai melakukan pekerjaannya.


Sekita pukul 4 sore, Angel keluar dari kantornya. Dia berdiei di depan perusahaan sambil menunggu Aldo yang tadi sempat janji akan menjemputnya.


Sekitar 30 menit Angel menunggu ke datangan suaminya itu, dan akhirnya Aldo datang deng wajah datarnya.


"Apa menungu lama?"tanya Aldo, melihat Angel yang akan masuk kadalam mobil.


"lumayan? Kenapa lama sekali?"tanya Angel.


"tadi ada sedikit pekerjaan" Angel mengangguk - anggukkan kepalanya. Aldo mulai menjalan kan mobilnya dan sepanjnag perjalanan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mukut mereka.


"Turunlah! "seru Aldo saat mobilnya sudah sampai di depan rumah.


"Lu nggak turun?"tanya Angel


"Nggak gue ada meeting setelah ini fan mungkin gue akan pulang terlambat nanti" jawab aldo.


"Baiklah" Angel pun keluar dari mobil. Setelah Angel keluar Aldo pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.


Angel masuk ke dalam rumah, masuk kedalam kamar dan membersihkan diriny yang sudah terasa lengket.


Setelah mandi, Angel memutuskan untuk duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


Ting~


Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, dengan cepat Angel membaca pesan tersebut.


Hai, kamu sedang apa? ~ nomor yang tidak di kenal


"Nomor siapa ini?"tanya Angel mengernyitkan keningnya.


Ini siapa? ~ Angel


Yang benar saja, secepat itu kau melupakan aku? Apa kau tidak menyimpan nomorku? ~ nomor yang tidak di kenal.


"Siapa sih, kenapa dia seolah olah pernah menghubungi nomorku?"Angel semakin penasaran.


Baiklah, Aku Rifki. Apa kau masih ingat dengan dahabat mu ini ~ Rifki


Kamu Ki, kenapa tidak bilang dari tadi? ~ tanya Angel.


Aku kira kami sudah menyimpan nomorku ~ Rifki


Mungkin aku lupa menyimpannya, sorry Angel.


Baiklah, apa kau sedang sibuk? ~ tanya Rifki.


Tidak, ke apa? ~ balas Angel.


Apa kamu mau makan malam dengan ku? ~ Rifki.


Angel tidak langsung membalasnya dia berfikir sejenak. "Apa aku terima saja, kan Aldo juga akan pulang terlambat, dan dari pada makan sendiri apa aku terima sjaa ajakanya kiki"gumam Angel sedikit ragu


Ting~


Bagaimana? Kenapa kau lama sekali membalasnya? ~ tanya Rifki


Baiklah ~ Balas Angel.


Kirimkan alamatmu, biar aku jemput! ~ Rifki.


Dengan cepat Angel mengirimi alamat rumahnya sekarang . Setelah mengirimi alamatnya, Angel pun bergegas untuk mecari baju yang akan di gunakannya.


"Oh astaga aku tidak memiliki baju yang layak untuk di pakai"gumamnya saat melihat baju - baju nya.


Angek terus memperhatikan baju - bajunya dalam lemari, hingga matanya berhenti ke sebuah mini dress.


"Ok kita akan pakai ini" ucapnya dan mulai bersiap - siap.


Pukul 7 malam, Angel pun mulai keluar rumah. Dia sengaja menyuruh Rifki untuk menjemputnya agak jauh dari rumahnya. Angel tidak mau para pekerja rumah Aldo salah paham dan mereka akan mengadukannya pada Aldo, angel sangat malas jika harus memiliki masalah dengan suaminya itu.


Kini Angel dan Rifki tengah dudum di dalam mobil, Angel terlihat lebih cantik dari biasanya dengan rambut yang tergerai memanjang. Apa lagi sekarang Angel menggunakan baju yang berbeda dari biasanya, kali ini Angel menggunakan mini dress . Baju yang sabat jara g di gunakan Angel kecuali pada acara - acara tertentu.


"Apa semuanya sudah siap, bisa kita jalan sekarang?"tanya Rifki


"Ayo, semuanya sudah selesai" kata angel.


Rifki pun mulai menjalankan mobilnya meninggalkan komplek perumahan Angel.


Selama di perjalanan Rifki dan Angel melakukan perbincangan ringan untuk mengusir sepi di dalam mobil yang merrka berdua tumpangi tersebut.


Dan beberapa menit kemudian Rifki menghentika. Mobilnya di depan sebuah restauran yang begitu terkenal di kotanya dan ia mengajak Angel untuk masuk ke dalam restaurant tersebut. Mereka berdua mencari tempat duduk. Setelah mendapatkan tempat duduk, pelayan pun datang menghampiri nya dengan membawa 2 buku menu, satu buku menu minuman dan satu lagi buku menu makanan.


"Kamu mau makan apa?" tanya Rifki. Seraya kedua matanya tak henti memandangi Angel.


"Hmm... "saut Angel dengan kebingungan, kedua matanya tak lepas membolak balikkan buku menu untum melihat isi dari menu tersebut.


"Tenderloin steak saja"ucap Abgel. Rifki pun memanggil pelayan untuk memesab makanan yang sesuai debgan Angel dan dirinya pesan.


kedua mata Rifki tak henti memandangi Angel yang kini tengah duduk di hadapannya hingga Angel merasa salah tingkah.


"Kenapa Rifki sedari tadi memandangiku, apa ada yang salah dengan penampilanku?"gumam Angel dalam hati seraya mencoba mengalihkan pandangannya dengan meliht kearah sekitaran pengunjung yang ada di restaurant tersebut. Namun tetap saja Rifki tak bergeming memandangi Angel.


"Kenapa kamu melihatku seperti iti?"tegur Angel yang sudah tidak tahan dengan pandangan Rifki padanya.


"Tidak apa - apa, kamu terlihat cantik malam ini, aku sampai tidak percaya kalau yang sedang duduk di hadapanku saat ini adalah Angel sahbatku yang tomboy" ucap Rifki, Angel pun semakin salah tingkah saat pujian yang keluar dari mulut Rifki.


"Aku rasa mata nya Rifki sudah mulai minus, perasaan aku tidak pernah berubah masih kayak dulu. Bahkan Aldo saja selalu mengatakan kalau aku ini jelek"gumam Angel dalam hati.


"hmm, apa kamu terbiasa makan malam di luar rumah seperti ini?"tanya Angel.