2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 14



"Kenapa kamu melihatku seperti iti?"tegur Angel yang sudah tidak tahan dengan pandangan Rifki padanya.


"Tidak apa - apa, kamu terlihat cantik malam ini, aku sampai tidak percaya kalau yang sedang duduk di hadapanku saat ini adalah Angel sahbatku yang tomboy" ucap Rifki, Angel pun semakin salah tingkah saat pujian yang keluar dari mulut Rifki.


"Aku rasa mata nya Rifki sudah mulai minus, perasaan aku tidak pernah berubah masih kayak dulu. Bahkan Aldo saja selalu mengatakan kalau aku ini jelek"gumam Angel dalam hati.


"hmm, apa kamu terbiasa makan malam di luar rumah seperti ini?"tanya Angel.


"oh tidak, aku tidak terbiasa makan malam di luar keciali ada acara jamuan makan malam tertentu" saut Rifki.


"Lalu, kenapa kamu mengajakku makan malam di luar?"tanya Angel.


"aku hanya ingin mentraktirmu saja karena kita sudah lama tidak jumpa, dan ini sebagai ganti makan siang kita yang sempat batal itu" ucap Rifki.


"O iya lusa aku juga harus pergi ke jelapang selama 3 bulan" lanjutnya.


"Oh." Saut Angel dengan mengangguk-anggukkan kepalanya, namun Angel tidak menanyakan tujuan Rifki untuk pergi ke Jepang karena ia mengira Rifki sedang berlibur atau semacamnya karena yang Angel tahu Rifki adalah orang yang kaya dan suka bertravelling ke luar negeri dan tambah lagi searang kan Rifki baru akan memulai bisnisnya mungkin saja Rifki sedang mengurus sebuah kerja sama di negeri sakura itu.


Tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa pesanan yang sempat dipesan oleh Rifki dan juga pensil tadi dan mereka berdua tak segan menyantap makanan tersebut dan sesekali dalam makan malam mereka diselipi dengan perbincangan dan senda gurau.


selesai makan malam, Rifki mengajak Angel untuk pulang namun Rifki terlebih dulu pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil dan Angel duduk di kursi yang ada di depan restoran sembari menunggu Rifki.


namun tiba-tiba saja Angel terkejut saat ia dihampiri oleh seorang laki-laki yang tidak asing baginya dan kali ini ia menarik tangan Angel dengan begitu kasar ke samping halaman yang ada di restoran tersebut. laki-laki tersebut tidak lain adalah Aldo suaminya Angel sendiri.


" Aldo lepaskan! Kenapa lu narik tangan gue seperti ini? " teriak Angel. Ia menghempaskan tangan Aldo dengan begitu kasar. Kedua mata Aldo sejenak memperhatikan penampilan Angel yang tidak seperti biasanya dari atas sampai bawah. Kemudian tangannya yang kekar itu mencengkram erat lengan Angel.


"Ngapain lu di sini? Lu buntutin gue? Bukan kah udah pernah gue bilang kalau status pernikahan kita tidak ada boleh yang tau dan lu dengan sengaja ngikutin gue ke sini, biar apa coba?... Ooo gue tahu lu sengaja pengen narik perhatian teman - teman gue gitu?..." bentak Aldo denga sedikit berteriak, hingga suara laki - laki yang berteriak di hadapannya itu seakan merusak gemdang telinga Angel.


Angel terkesiap akan perkataan Aldo ia langsung menangkis tangan Aldo dengan kasar. Bahkan lebih kasar dari sebelumnya.


" Siapa yang ikut lo? gue pikir gue sedih ngikutin laki-laki yang tak punya moral seperti lu Hah , lu pikir gue nggak punya kerjaan lain!" seru Angel


" kalau lu nggak ngikutin gue , Lalu kenapa lu bisa sampai kemari ? Oh jangan bilang kalau itu hanyalah sebuah kebetulan " kata Aldo Iya kembali mencengkram bagian tubuh Angel dan kali ini ia mencengkram erat bahu Angel hingga Angel merasa kesakitan,


"" Jauhkan tanganmu dari angel !" suara Rifki mengagetkan Angel dan juga Aldo , dan Rifki Tidak segan menangkis tangan Aldo dari bahu Angel dengan begitu kasar.


" lo?!" ucap Aldo, Iya sejenak bergantian memandang Rifki dan juga Angel, dan otaknya baru saja menangkap signal bertanya-tanya akan keberadaan mereka di restoran yang ia datangi saat ini.


Rizky mempertajam alisnya saat berhadapan dengan Aldo. ia menatap Aldo dengan begitu geram , karena Rifki sangat tidak menyukai perlakuan kasar yang Aldo lakukan terhadap Angel.


" Pahlawan Kesiangan datang " ucap Aldo dengan tertawa sini


" pergi dari sini gue nggak ada urusan dengan lu " imbuh Aldo


" untuk apa aku pergi ? jelas aku juga ikut campur urusanmu dengan Angel karena aku yang mengajak Angel kemari , jadi Angel sudah menjadi tanggung jawabku " seru Rifki dengan penuh penekanan.


Dai Aldo mengernyit mencerna kata-kata Rifki yang baru saja mengatakan bahwa dirinyalah yang mengajak Angel ke restoran tersebut


"lu yang mengajak dia kemari ?" tanya Aldo kepada Rifki


" Yah kenapa memangnya ? Apa kau ada masalah?" Tanya Rifki. Namun Aldo membungkam karena dirinya sudah salah mengira menuduh Angel. Kini ia beradu pandang dengan kedua mata Angel.


" Angel ayo kita pulang , maaf aku lama karena toiletnya tadi penuh " ajak Rifki Seraya merekatkan tangannya menggenggam tangan Angel. Angel pun mengangguk dan mengingatkan ajakan Rifki. mereka berdua pun berlalu meninggalkan Aldo tanpa berpamitan. kedua mata Aldo memperhatikan Angel yang tengah berjalan beriringan dan bergandengan tangan


" dasar wanita murahan! dia berdandan seperti itu di depan laki-laki lain? Di depan Mama saja dia terlihat sangat polos , ternyata di depan pria lain dia berani berpakaian seperti itu " gumam Aldo sembari mengepalkan tangannya dengan perasaan yang begitu kesal


Angel dan Rifki pun kembali melakukan perjalanan pulang , namun perasaan Angel semakin kacau akan ketakutan karena baru saja bertemu dengan Aldo.


" bagaimana ini , bagaimana kalau Aldo sampai marah dan dia memberitahukan hal ini sama kedua orang tuaku " gumam angel dalam hati, Dia sangat cemas jika Aldo sampai marah padanya dan mengadukan kejadian di restoran tadi kepada mamanya


"Angel, Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Rifki


" Iya aku baik-baik saja"Jawab Angel


" Kenapa dia sampai mengganggumu?" Tanya Rifki,


" siapa dia sebenarnya? apa kau mengenalnya?" tanya pria itu lagi


Angel terdiam , dia bingung harus menjawab apa. tidak mungkin dia mengatakan kepada Rifki kalau sebenarnya Aldo itu adalah suaminya sendiri. Apakah Angel harus mengatakan kalau dia tidak mengenal Aldo? Kenapa semuanya jadi sangat rumit seperti ini , pikir Angel


" Angel kenapa kamu diam saja ?" tanya Rifki yang melihat kediaman Angel


"Hm , itu Aku tidak mengenalnya,Mungkin dia hanya salah mengenal orang " jawab Angel , yang Dia memutuskan untuk berpura-pura tidak mengenal Aldo lagi pula Bukankah pria itu juga akan marah jika dia mengatakan status mereka kepada orang lain


Angel tidak ingin memperpanjang masalah tentang Aldo, kemudian Angel minta diberhentikan di depan komplek perumahan , ia berpamitan kepada Ricky dan berjalan Kembali menuju ke rumahnya. Angel pun masuk ke dalam rumah dan terlihat rumah dengan keadaan mati lampu dan sangat terasa kosong.


"Untung dia belum pulang"ujarnya kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya