2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 24



"Aldo,,," Angel mencoba meronta, namun Aldo semakin mengeratkan pelukannya. Tangan Aldo semakin bergerilya menyusuri dada Angel. tiba-tiba Angel merasakan sesuatu yang keras menempel di bagian tubuhnya


" apa ini ?" Angel membulatkan kedua matanya saat dia merasakan bagian tubuh Aldo yang tiba-tiba mengeras. seketika itu , Angel langsung mendorong tubuh Aldo dengan sangat keras , hingga tangan Aldo lepas dari pelukannya. bahkan , membuat tubuh Angel terjatuh di lantai dengan sangat keras.


"AWwww" Angel berteriak kesakitan Seraya memegangi pinggulnya yang terbentur ke lantai kamar itu


" apa kamu baik-baik saja ?" tanya Aldo dengan panik turun dari tempat tidur dan menghampiri Angel.


" pinggulku sakit sekali " jawab Angel dengan mendesis kesakitan.


"Aku kan sudah bilang jangan banyak bergerak, kau masih saja bergerak , Ayo sini aku bantu " Aldo mencoba membantu Angel untuk berdiri.


" sebentar!"


" apa sakit sekali ?" tanya Aldo saat melihat Angel yang sangat kesulitan untuk berdiri.


"" tidak , aku baik-baik saja"Angel beranjak berdiridan Aldo membantunya.


"Al, Aku tidur di kamar tamu saja. Sepertinya kamu tidak leluasa tidur di tempat tidur yang sempit seperti ini " ucap Angel dengan terbata-bata, ia hendak berlalu meninggalkan Aldo di kamar itu namun Aldo menarik tangannya dengan kasar .


" kalau kamu berani keluar dari kamar ini, maka kamu akan tahu akibatnya !" seru aldo dengan kesal , until menatap Alda dengan takut.


" tapi --"


" cepat tidurlah!" perintah Aldo. Aldo terlebih dulu kembali ke merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu diikuti oleh Angel. Angel memandang Aldo dengan sedikit takut, takut jika suaminya akan berbuat macam-macam dengannya dan saat Angel ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya . seketika itu , Aldo langsung memiringkan tubuhnya dengan tidur membelakangi Angel. Angel pun bernafas lega saat Aldo dan dirinya tidur dengan jarak berjauhan , namun Angel merasa tidak enak hati


" apa dia marah"gumam angel dalam hati. Seraya memperhatikan suaminya tersebut dari belakang


"Ah Sudahlah, Lebih baik aku tidur, Aku sangat mengantuk sekali. " Angel menarik selimutnya dan memejamkan kedua matanya ada sedikit memutar lehernya untuk melirik ke arah Angel


"sekarang boleh saja kamu menolakku, tapi nanti kau tidak akan ku beri pilihan !!" gumam Aldo dengan kesal.


~_~


keesokan paginya, Angel bangun lebih awal dari Aldo. Angel kaget saat mendapati Aldo yang memeluknya.


"Kenapa dia sangat agresif sekali akhir - akhir ini" Gumam Angel. Dengan perlahan angel menjauhkan tangan Aldo dari tubuhnya.


Angel bersiap - siap untuk pergi ke kantor, karena kemaren dia tidak ada persiapan untuk menginap di rumah mamanya. Jadi, dengan terpaksa Angel harus memakai baju lamanya.


Saat telah selesai berpakaian, angel pun hendak meriasi wajahnya dengan berbagai warna bedak. Tanpa sadar sedari tadi aldo terus menatapnya dari atas tempat tidur.


"Cantik"ucap aldo pelan tanpa sadar. Angel menoleh kearahnya.


"Ayo bangun, jangan melamun terus! Apa kamu nggak ke kantor?"tanya Angel, berdiri dan mengambil tas yang senada dengan pakaiannya.


"Aku tunggu di bawah, dan cepatlah ini sudah sangat telat!" ujar Angel, kemudian berlalu pergi keluar kamar.


"aku benar - benar sudah gila karenanya" lanjutnya,


~_~


Di meja makan


Selama di rumah orang tuanya, angel benar - benar melakoni perannya dengan sangat baik. Istri yang baik dan patuh pada suami, itulah peran angel saat ini.


Dewi dan sang suami pin tersenyum melihat putri mereka yang sangat berbakti pada suaminya.


"An, mama ada sesuatu buat kalian" kata dewi, menyerahkan sebuah amplop coklat pada Angel.


Angel menerima amplop itu dengan kening yang mengerut, dia menoleh pada Aldo. Aldo mengedikkan bahunya.


"Apa ini mah?"tanya Angel.


"di buak dong sayang, biar tahu isinya"saut papanya Angel.


Angel pun dengan pelan membuka amplop itu dan sangat kaget saat melihat 2 tiket liburan di dalamnya.


"Mah?..."


"Iya An, kalian sudah lama menikah tapi belum pernah berbulan madu. Jadi, kami para orang tua memutuskan untuk memberikan kalian ini"jawab Dewi


"Tapi kami nggak punya waktu mah, mama kan tahu sendiri. Kalau jadwal angel sangat padat" kata Angel.


"Tidak bosakah kalian mengambil cuti untuk beberapa hari saja?"tanya dewi dengan penuh harap.


"Tapi ma...."


"Iya mah, kita akan pergi kok, tapi kalau untuk ke luar negeri, kita nggak bisa pastiin mah" potong Aldo.


Angel melebarkan matanya, mendengar ucap Aldo sungguh membuatnya membeku.


~_~


Setelah sarapan Aldo mengantarkan Angel ke perusahaannya. Setelah itu barulah dia pergi ke kantornya sendiri.


Angel melangkah dengan lesuh menuju ke ruanganya, saat di depan ruangannya Angel bertemu dengan Stevi.


"Kenapa? masih pagi tapi mukanya udah cemberut gitu" kata Stevi.


"Lo nggak akan pahamasalah gue"jawab Angel.


"Yelah tu... Susah ngomong sama yang udah nikah"