2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 22



" Dia menungguku ?" gumam Aldo dalam hati.


" Baiklah mah , Pah Aldo ke kamar Angel dulu ya " pamit Aldo


Aldo pun menaiki anak tangga menuju ke kamar Angel. Ia membuka kamar yang pintunya terlihat tertutup sebagian saja , Aldo pun masuk namun , ia tidak mendapati Angel di sana.


Kedua mata Aldo memperhatikan kamar Angel dengan begitu seksama. Ia meletakkan tas kerja miliknya di atas tempat tidur , lalu mendekati jendela yang masih terbuka lebar. Kemudian Aldo pun langsung menutup jendela itu.


"Kamu sudah kembali?" suara Angel mengejutkan Aldo.


" Kamu mengagetkanku saja" seru Aldo dengan kesal


" Kamu dari mana ?" tanya Aldo.


" Dari kamar mandi, ayo makan. kita turun dan makan malam lalu pulang" ajak Angel, Aldo pun mengiyakannya. Mereka berdua pun turun dan berjalan menuju ke dapur, di dapur papa dan Mamanya Angel terlihat sudah selesai makan malam . Mereka berdua berpamitan kepada Angel dan Aldo untuk kembali ke kamar.


Aldo dan Angel duduk di meja makan, Angel mengambilkan makanan untuk suaminya tersebut dan untuk dirinya sendiri dan mereka berdua mulai makan.


' Tumben dia baik , ada apa ini ?' gumam malah dalam hati


' Tapi nggak papa, aku suka ' lanjutnya


" Kita menginap saja di sini " kata kata Aldo menghentikan Angel yang sedang mengunyah makanan.


"Emangnya kamu mau tidur di sini ?" tanya Angel seolah tidak percaya


" Iya, aku sangat capek dan malas menyetir untuk saat ini. lagi pula bukankah kita belum pernah menginap di sini setelah menikah " jawab Aldo dengan memasukkan satu sendok makanan ke mulutnya lagi , lalu ia mengunyah makanan itu dengan cepat.


" Baiklah " ujar Angel dengan begitu senang. mereka berdua melanjutkan kembali makan malamnya, selesai itu Angel menyuruh Aldo untuk kembali ke kamar terlebih dahulu . Ia hendak membuatkan teh untuk suaminya itu dan Aldo mengiyakannya lalu kembali ke kamar Angel.


Aldo mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia memperhatikan setiap sudut dan setiap barang-barang yang ada di dalam kamar istrinya tersebut. Aldo beranjak berdiri dan mendekati meja kerja milik Angel.


Ia menarik selembar kertas yang terdapat sebuah gambar seperti desain kemeja laki-laki di sana. Mungkin itu adalah gambar yang dibuat oleh Angel Saat sebelum menikah dengannya.


" Dia pandai menggambar juga ternyata" gumam Aldo


Lalu, Aldo membuka satu persatu laci yang melekat di meja itu dan kedua matanya berpusat pada satu laci yang baru saja ia buka. Ia melihat satu buku diary tebal yang tersimpan di dalam laci meja itu, buku diary milik Angel. Aldo melirik ke arah pintu, lalu ia dengan lancang membuka buku diary itu.


Buku diary itu berisi tentang curahan hati Angel selama ini. Iya, Angel tidak pernah memiliki seseorang untuk mencurahkan seluruh isi hatinya kecuali Stevi, hanya dari situ yang menjadi temannya selama ini dan tidak semua hal yang bisa diceritakan Angel kepada Stevi.


Jadi ia mencurahkan seluruh hatinya hanya pada buku diary tersebut.


Aldo berniat membaca buku diary itu , ia membuka buku diary itu halaman demi halaman. bahkan , Di setiap halaman begitu banyak tinta yang hampir memudar seperti terkena tetesan air mata.


Ia membaca buku diary itu dengan begitu seksama , bahkan yang didapati oleh Aldo di dalam buku diary itu hanyalah curahan tentang kesedihan Angel saja. Bagaimana Angel berperang dengan hatinya sendiri.


Ternyata di balik senyum ceria yang selalu ditunjuki Angel selama ini , hanyalah sebuah senyum palsu yang ada batinnya selalu tersiksa selama ini.


Aldo begitu terkejut membaca isi hati Angel yang telah ditumpahkan di dalam buku diary itu. di balik wajah Angel yang selalu terlihat baik-baik saja ternyata tersimpan begitu banyak luka di dalam hatinya.


Sontak , Aldo menutup buku dari itu dan cepat-cepat memasukkannya ke dalam tempat semula. lalu , ia berpindah posisi duduk di atas tempat tidur.


Pintu pun terbuka, terlihat Angel masuk dengan membawa secangkir teh dan juga sebuah baju di tangannya, kedua mata Angel melihat Aldo lalu melihat ke arah sekitar.


" Kamu sedang apa ? Kamu tidak lancang menyentuh barang-barang ku kan ?"tanya Angel dengan penuh curiga


" Siapa yang lancang menyentuh barang-barang murahan milikmu itu ? kamu bisa lihat sendiri aku dari tadi duduk di sini " seru Aldo


"Hmmm" Angel meletakkan teh yang sudah ia buatkan untuk Aldo di atas meja yang ada di kamarnya itu.


"Minumlah tehnya , lalu mandilah dan pakai baju ini " kata Angel dengan menyodorkan baju kepada suaminya tersebut.


" Baju siapa ini ?" tanya Aldo dengan membuka lipatan baju itu


" Bajunya sepupu aku" jawab Angel


" Aku ganti baju saja, aku tidak mau mandiHawanya terlalu dingin " kata Aldo.


" Terserah kau saja " Angel berjalan hendak keluar dari kamar.


" Mau ke mana?" tanya Aldo saat melihat Angel hendak keluar kamar


" Mau ke kamar mama , aku mau membicarakan sesuatu dengan Mama" ucap Angel. namun Angel menghentikan langkah kakinya dan kembali menghampiri Aldo.


" Ingat jangan lancang menyentuh barang-barangku !"seru Angel memperingati Aldo


"Cerewet sekali , Siapa yang mau menyentuh barang rongsokanmu itu" Timpal Aldo dengan kesal. Angel pun langsung berlalu meninggalkan Aldo untuk pergi ke kamar mamahnya.


Aldo melepas kemeja kerjanya dan mengganti pakaiannya dengan baju yang tadi sempat diberikan oleh Angel untuknya


" Yang benar saja, baju ini terlalu kecil di tubuhku "" gerutu Aldo, memang benar baju itu terlalu kecil di tubuh Aldo. Hingga membuat otot-otot di tubuhnya yang akan meronta di sana , namun bagaimana lagi daripada dirinya harus memakai kemeja yang sudah bercampur keringatnya seharian, lebih baik ia mengenakan baju itu.


Kemudian , ada meminum teh yang telah Angel buatkan untuknya sembari kedua matanya memperhatikan potret Angel waktu masih kecil yang terpajang di atas bufet .


Aldo meletakkan cangkir teh itu kembali ke tempatnya semula. Namun , ia masih tidak bergeming memperhatikan semua foto-foto yang terpajang di kamar istrinya.


Tak lama kemudian , Angel kembali ke kamar menemui Aldo.


" Kamu tidak istirahat?" tanya Angel


"Aku belum mengantuk" jawab Aldo


" Apa ini semua foto fotomu ?" tanya Aldo dengan menunjuk foto-foto yang tertempel di dinding kamar itu


" Bukan , itu semua foto-foto anak pelayanku" saut Angel.


" Yang bener saja?" kata Aldo dengan kesel, namun Angel tidak mengobrasnya dan ia menundukkan tubuhnya di tepi tempat tidur. Atau melirik ke arah Angel lalu berganti melirik ke arah pintu kamar yang masih terbuka. halte berjalan mendekati pintu kamar itu dan menutupnya rapat-rapat , kemudian ia menghampiri Angel.