
Keesokan paginya Aldo mengajak Angel untuk mencari sarapan. Setelah sarapan mereka pun pergi ke super market terdekat untuk membeli kebutuhan angel yang di perlukannya.
"Jangan lama - lama!" Aldo memperingati Angel agar tidak terlalu lama memilih barang.
"Ayo kamu juga ikut!"ajak Angel
"Pergilah sendiri, aku akan tunggu di sini" ucapnya sambil memdudukkan bokongnya di salah satu kursi yang ada di depan super market itu.
"Nggak boeh, kamu harus ikut!"paksa Angel.
"Kan yang mau belanja kamu, jadi pergilah sendiri!"
Angel menarik tangan Aldo dan membawanya masuk ke dalam
"ini bantuin dorong trolinya!"kata Angel, menyerahkan troli yang baru saja di ambilnya.
"Ayo" dengan terpaksa Aldo emngikuti Angek berbelanja.
Hampir 1 jam mereka mengeliling super market itu, niat awal hanya membeli pakaian dalam, sampai akhirnya Angel malah memborong snack - snack untuknya selama liburan.
"Apa masih ada lagi yang mau di beli?"tanya Aldo yang sekarang sedang mengantri untuk membayar.
"Kurasa sudah semua" jawab Angel tersenyum.
Setelah selesai membayar Aldo dan Angel pun melanjutkan perjalanannya untuk pulang. Di tengah perjalanan angel tiba - tiba minta makan.
"Kita makan dulu sebelum kembali."
"Bukanya kita baru siap makan?"tanya Aldo.
"Tapi aku masih lapar" jawab Angel
"Baiklah"
Aldo pun akhirnya membawa Angel ke sebuah resto yang berada di pinggir pantai.
Olahan seafood menjadi tema makan mereka kali inj. Angel tampak makan dengan sangat lahap. Namun tidak dengn Aldo. Jujur aldo masih ke cewa karena ke inginan nya untuk berlibur sambil bulan madi di Bali gagal total karena Angel sedang datang bulan.
Setealh makan mereka oun kembali ke Villa . Angel membongkar semua belanjaanya. Di dalam kantung belanjaan hanya ada pakaian dalam untuknya dan juga beberap cemilannya aja.
"Kamu lupa lagi nggak beli pembalutnya?"tanya Aldo saat menyadari kalau sedari tadi Angel tidk ada mengeluarkan atau pun membeli pembalut
"Pembalut?... Untuk apa pembalut?"tanya Angel polos, sia seolh lupa dengan niat awalnya.
"Lah, bukankah semalam kamu bilang.sedang datang bulan?" tanya Aldo
"Oh.. Hmm itu...."Aldo menatap Angel dengan tatapan mengintimidasi.
"Itu... Aku lupa, kalau... Kalau itu .. Aku cuma candain kamu..." ucap Angel menyengir ketakutan. Aldo langsung melotot kearah Angel.
"Jadi kamu bohongin aku?"tanya Aldo. Angel . Mengangguk.
"Sebenrnya aku memang nggak lgi datang bulan"ujar Angek.
"kamu tu ya..." Aldo langsung menangkap tubuh Angel , kemudian membopongnya seeprti membawa karung beras di pundaknya menuju ke kamar mereka.
"Aldo lepasin!! Lepasin aku takut jatuh" Angel meronta sambil memukul - mukul punggung Aldo.
"Suruh diapa kamu ngerjain aku" ujar Alfo sambil mendorong pintu dengan kakinya.
Aldo menurunkan karung berasnya di atas ranjang. Angel hendak bangun namun Aldo dengan cet mengurungnya di bawa tubuhnya. Keduanya saling pandang dengan pemikiran masing - masing.
"Aku boleh ya, minta hak aku sekarang?"tanya Aldo dengan mata penuh permohonan.
Angel menatap netra suaminya yang mulai berabut karena hasrat yang ingin segera di tuntaskan.
"Kalau aku bilang nggak, kamu mau apa?"tanya Angel.
"Aku nggak akan maksa, tapi..."
"Baiklah, boleh"ucapnya memotong ucapan Aldo.
Angel terlihat gugup ketika Aldo menatapnya dalam sebelum menyentuh bibir Angel lembut.
Angel mulai tenang dan mulai menikmati ketika bibir mereka saling bertautan dalam ciuman yang panjang. Bahkan Angel sudah mulai berani membalas walau masih amatiran.
Aldo melepaskan tautan bibir mereka dan menatap Angel lembut membuat gadis itu tersipu malu.
Aldo bangun lebih dulu. Aldo tersenyum melihat Angel yang sedang memeluknya dengan erat.
Aldo menyibakkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik Angel. Dalam keadaan tidur dengan mulut sedikit menganga pun angel terlihat cantik dan begitu menggairahkan.
Aldo tersenyum mengingat bagaimana Angel semalam. Dia tidak menyangka kalau gadis itu tidak menolaknya.
Aldo kembali tersenyum ketika Angel mulai membuka matanya. Melihat Aldo sedang menatapnya, angel menyusupkan wajahnya di dada Aldo. Ia merasa malu dengan apa yang sudah terjadi di antara mereka beberapa jam yang lalu.
"Kenapa malu?" Aldo berusaha melihat wajah Angel yang merona merah. Namun Angel semakin menyusupkan wajahnya di dada Aldo.
Angel masih ingat betul bagaimana Aldo bermain - main di setiap bagian tubuhnya dan itu adalah hal yang sangat memalukan menurut Angel.
"Kenapa ya itu aku sakit ya?"tanya Angel sambil nunjuk bagian bawah tubuhnya.
"Sakit banget?"tanya Aldo khawatir
"Perih dan berasa ada yang ngeganjel... Pokoknya nggak nyaman banget" keluh Angel.
"Apa sebaiknya kita ke dokter?"tanya Aldo.
"Nggak mau, malu banget ntar tu dokter lihat itu aku" tolak Angel.
Karena merasa khawatir Aldo pun konsultasi pada temannya yang seorang dokter. Setelah mendengarkan penjelasan temannya itu Aldo pun menjadi sedikit tenang.
Aldo mengikuti nasehat temannya, membawa Angel ke kamar mando untuk berendam dengan air hangat.
Setelah menyiapkan air hangat di dalam bathub di tambah dengan oil esensiap, Aldo pun mengangkat tubuh Angel untuk berendam.
Angel terlihat rileks berada di bathub, matanya terpejam ketika Aldo dengan lembut memijit tubuh Angel.
"Enakan nggak?"tanya Aldo.
"Enak"
Angel pikir acara mandi bareng mereka bukan hanya sekedar mandi bareng, tapi ternyata ya salah. saldo benar-benar mementingkan Angel dengan sangat telaten .
" sudah selesai mandinya! " Aldo membalut tubuh Angel dengan bathrobe dan kembali mengangkat tubuh Angel yang sudah segar ke dalam kamar mereka.
" aku lapar! "ucap Angel saat Aldo meletakan tubuhnya di atas ranjang.
"Mau makan di sini atau makan di luar?"tanya Aldo, sambil membantu Angel memilihkan pakaiannya.
"apa kamu bisa pake sendiri atau mau aku bantu?"tanya Aldo.
"Biar aku aja... Kita makan di sini saja, aku malas keluar" jawab angel.
"Baiklah aku akan suruh pelayan untuk membawakan makanannya kemari, pakai ah pakaiannya!"Aldo mengambil ponselnya dn berjalan menjauh dari Angel.
sambil menunggu belaian membawakan makanan, Alda masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Aldo selesai mandi berbarengan dengan pelayan yang datang membawa makanan ke dalam kamar mereka. Alda makan sambil menyuapi Angel, haldo benar-benar memanjakan Angel.
~_~
Hari kedua di Bali mereka habiskan dengan bersantai di kamar. Aldo menuruti nasehat sahabatnya untuk berpuasa hari ini agar kondisi Angel benar-benar pulih.
Sore harinya Alda membawa Angel untuk menyusuri pantai yang berada tepat di depan Villa mereka.
"Capek nggak?"tanya Aldo
Angel mengangguk sebetulnya bukannya capek tapi Angel hanya masih merasa kurang nyaman saja dengan bagian bawah tubuhnya.
" Sini Aku gendong" Aldo menggendong Angel di punggungnya, tangan Angel pun terulur memeluk leher Aldo dari belakang.
" aku berat ya?"tanya Angel tepat di telinga Aldo.
"udah tau masih nanya" jawab Aldo.
"Kalau begitu turunkan aku!" Angel pun minta di turunkan.
Aldo hanya tersenyum, ia membawa Angel menyusuri bibir pantai dengan Angel yang masih berada dalam gendongannya sambil menunggu matahari terbenam.
Aldo mengabadikan setiap momen kebersamaan mereka denan ponselnya.