2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 29



Setelah selesai makan malam, mereka pun duduk di ruang keluarga. Tidak berapa lama Angel pun mengajak Aldo untuk masuk ke kamar dengan alasan nggak enak badan karena perjalanan kemaren.


"Kamu beneran sakit?"tanya Aldo saat melihat Angel membaringkan tubuhnya di ranjang.


"Bukannya sakit, tapi capek" jawab Angel santai, Aldo mngerutkan keningnya.


"Capek? Emangnya kamu tadi habis ngapain sampai kecapean gitu?"tanya Aldo.


"Kerja enak" jawab wanita itu lagi.


"Kerja enak? " Aldobtidak mengerti dengan jawaba istrinya itu.


Angel tersenyum, beranjak duduk dan menyuruh Aldo untuk duduk di sampingnya.


"Kamu nggak tahu kerja enak itu apa?"tanya Angel dan Aldo pun menggeleng.


"Kerja enak itu, kerja di manjain dia" jawab angel sambil mengelus pusaka Aldo.


Aldo melongo mendengar jawaban sang istri.


"Sudah mulai nakal ya kamu" Angel mengelingkan matanya, Aldo geleng kepala dengan istrinya itu.


~_~


Keesokan paginya, Aldo dan Angel berpamitan untuk pulang. Di sebelum ke kantor mereka harus pulang lebih dulu karena kemaren mereka tidak membawa pakaian ganti.


"Kamu hari ini ke kantor atau nggak?"tanya Aldo pada Angel yang saat ini sedang bermalas malasan di sofa kamar.


"Ke kantor, tadi Stevi udah merengek nyuruh aku ke kantor"jawabnya.


"Lalu, kenapa kamu nggak bersiap?"tanya Aldo heran.


"aku udah siap dari tadi, memangnya ke kantor harus dandan seperti apa lagi?"tanya Angel.


"Baiklah, "balas Aldo.


Angel tersenyum, wajar sebenarnya Aldo heran karena saat ini Angel hanya menggunakan celana kulot hitam dengan atasan kemeja kebesaran berwarna coksu dan tidak lupa dengan rambut yang selalu di ikat.


"Apa penampilanku tidak cocok?"tanya Angel. .


Aldo menoleh, " cocok, kamu terlihat sexy" goda Aldo.


"Itu sudah cukup, kalau gitu ayo kita berangkat" Angel mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar lebih dulu.


"Gak dandan aja udah cantik, apalagi dandan. "gumam Aldo.


~_~


Setibanya di kantor, angel langsung di sambut oleh Stevi sang sekretaris. Stevi berdiri di depan pintu ruangan angel sambil tersenyum sumbringah.


"Kamu kenapa senyum - senyum gitu? "tanya Angel berdiri di depannya.


"Mana oleh - oleh pesenan gue?"Stevi menagih oleh - oleh dari Angel.


"Ada kok, tenang aja. Ayo masuk dulu" Angel menggadengan tangan Stevi kedalam ruanganya.


Angel menyuruh Stevi untuk duduk di sofa, kemudia Angel menyerahkan sebuah paper bag berukuran sedang pada sahabatnya itu.


Dengan sangat senang Stevi membuka paperbag itu, "Wah makasih, sahabat gue yang paling cakep dan baik sedunia"ucap Stevi saat melihat sebuah tas khas daerah Bali. Stevi memang orangnya sedikit unik dari siapa pun.


Zaman sekarang begitu banyak orang yang memiliki tas mewah dari brand ternama. Tapi Stevi tidak menyukai tas bermerek tersebut. Bukannya tidak mampu beli,tapi memang dasarnya Stevi pecinta barang lokal.


"Apa lo suka?"tanya angel


"suka banget, lo emang ngerti gue" ucap Stevi, memeluk angel karena bahagia.


"Hmm... Ingat harus lebih giat kerja dan besok tolong gantiin gue ke jepang!"bisik Angel. Stevi langsung melepaskan pelukannya dan menatap angel sebal.


"Lagi?"


"Gue masih capek dan entah kenapa gue lemas banget"kata angel, berjalan menuju ke kursi kebesarannya.


"Apa jangan - jangan lo udah isi" ucap Stevi mengikuti angel.


"Isi apaan, nasi iya"jawab Angel asal.


"saran gue mending lo tes deh, siapa tau rejeki"saran Stevi.


Angel hanya diam tidak menanggapi ucapan sahabatnya. Dia merasa tidak percaya aka secepat itu.


Drrrttt.... Ddddrrrttt....


Ponsel Angel bergetar. Angel pun menyuruh Stevi untuk melanjutkan pekerjaannya.


Setelah Stevi keluar,baru lah Nagel menerima panggilan itu.


"Hallo , ki" sapa Angel


"An, kamu lagi dimana?"tanya Rifki


"Di kantor, kenapa?"tanya Angel lagi, sambil membuka dokumennya.


"Nanti siang kita makan siang bareng yuk, aku mau nyapein sesuatu sama kamu" ajak Rifky.


"Boleh, dimana?"


"Di tempat kita terakhir makan" jawab Rifki.


"baiklah, tapi mungkin aku agak telat, ada raptat soalnya"


"Baiklah" Rifky pun memutuskan sambungan telponnya.


Angel menyimpan ponselnya dan muai fokus dengan berkas - berkas di depannya.


~_~


Setelah menyelesaikan rpaatnya, angel pun pergi ke restoran tempat janjinya makan siang bersama Rifki.


"Hai Ki, udah nunggu lama ya?" Angel menarik kursi depan Rifki.


"Nggak kok, aku juga baru sampai" Mereka pun mulai memesan makanan.


"Kamu mau mengatakan apa?"tanya Angel, menatap pria yang ada di depannya.


"Kita makan dulu, nanti baru kita bicara" ucap Rifki saat pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. Angel pun mengiyakan karena ia pun juga sedang sangat lapar.


Setelah selesai makan, Rifki pun mulai menatap Angel serius.


"Kamu kenapa natap aku gitu?"tanya Angel yang merasa tidak nyaman


"An, aku mau mengatakan sesuatu sama kamu" ujar Rifky


"Iya, katakan aja!" ucap Angel


"Hmm... Sebenarnya aku sudah lama memendap semuanya dan aku juga sudah lama menahan semua. Tapi... Tidak untuk kali ini, aku sudah tidak bisa menahannya An... " Angel mengernyitkan keningnya, dia merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu.


"To the poin aja, kamu kenapa malah berteleh - teleh sih!"seru Angel dengan tidak sabaran.


"Aku suka sama kamu An, tidak... Ini lebih dari kata suka aku cinta sama kamu An" ucapnya sambil memegang tangan Angel.


Angel melepaskan tangan itu dengan cepat, dia sangat kaget mendengar hal itu.


"Ki, kamu apa - apaan sih... Becandaannya gak lucu ih" ucap Angel


"Aku serius An, aku nggak bercanda" balas Rifki.


"Gimana apa kamu mau menerima perasaan aku?"tanya Rifki,


"Maaf" ucap Angel menundukkan kepalnya.


Rifki mengernyit, mendenr jawaban Angel "Maaf? Kamu tolak aku An"tanya rifki tidak percaya dengan penolakan Angel.


"Maaf Ki, aku nggak bisa menerim perasaan kamu"kata Angel


"Tapi kenapa? Bukan kah kamu juga menyukai aku dan apa kamu lupa dengan janji kita dulu? kamu udah janji akan menjadi istri aku kelak An" kata Rifki.


"Tapi Ki, aku sudah tidak bisa menepati itu semua karena..."


"karena apa An, apa kamu sudah tidak menyukai aku lagi? Apa segampang itu kamu melupakan janji kita?"potong Rifki dia masih belum bisa menerima penolkaan yang di berikan angel.


"Aku ingat Ki, dan aku tu udah nunggu aku sejak lama... Tapi apa, kamu nggak juga muncul hingga aku dijodohkan mmaa sama anak temannya"jawab Angel dengan berlinang air mata. Inilah alasan angel selama ini tidak mau dijodohkan atau mencari pacar. Dia masih menunggu Rifki, namun pria itu tidak juga kunjung datang


Rifki terdiam, memang inis emua salahnya yang tidak memberi kabar pada Angel.


"Maafkan aku, tapi apa tidak bisakah kita memulah semuanya lagi?"tanya Rifki