
Atau membebaskan cengkramannya di tangan Angel, menurunkan baju Gadis itu hingga melewati bahu lalu membenamkan wajahnya di sana. Ia kembali mencicipi kelembutan kulit Angel yang baru membentuk manis dan membuatnya berdesir dengan begitu hebat
saat bunyi robekan terdengar jelas di telinganya , saat itulah Angel yang tengah terpejam tenggelam dalam Gejolak yang merayap membakarnya , tiba-tiba tercetak dan membuka kedua Matanya penuh kewaspadaan
secara refleks, tangan Angel yang terbebas mendorong tubuh Aldo sekuat tenaga hingga nalarnya kembali menguasainya. Aldo hampir saja terguling karena tidak siap dengan gerakan Angel yang tiba-tiba. Gadis itu beringsut Berusaha menjauh dari Aldo dengan sudut matanya yang mulai menggenang.
" apa.. apa yang lu lakuin ke gue?" pekiknya disusul disahkan yang tertahan di tenggorokannya
Aldo terkesiap saat menyadari dirinya yang tiba-tiba lepas kendali saat bersentuhan kulit dengan Angel. dilihatnya gadis berkulit pucat itu terisak dengan rambut dan pakaian yang acak-acakan , serta jejak merah yang bertebaran dari dagu leher hingga bahu akibat ulahnya
Angel menekuk lututnya memiringkan tubuhnya membelakangi Aldo , sekujur tubuhnya terasa lemas, punggungnya berguncang dan gemetar karena terkejut dengan apa yang baru saja dialaminya.
rasa bersalah merayap di hati Aldo , ia juga tidak mengerti dengan dirinya , kenapa dia bisa sangat marah dan tidak terima saat melihat angel berdekatan dengan pria lain, dan membuat satu rasa yang bernama cemburu mulai menggrogoti hatinya.
Alo menekati gadis yang menangis itu, dengan lembut menyentuh bahu telanjangnya. Angel berdenyut dan Makin erat memeluk dirinya sendiri, Alda membetulkan letak pakaian Angel kemudian berbisik penuh penyesalan ke telinganya
" maaf, Maafkan Aku, maaf" perlahan-lahan Aldo membalikkan posisi Angel yang membelakanginya hingga kini mereka berhadapan. Aldo mendesahkan nafasnya berat dan jemarinya menghapus air mata yang membasahi wajah cantik di hadapannya.
Angel memukul-mukul dada Aldo sambil terisak, rasa marah , terkejut dan juga satu rasa yang belum bisa ditelaahnya berkecamuk di dadanya.
" pukul saja aku sepuasnya , aku memang pantas mendapatkannya " ucapnya selembut mungkin berusaha menenangkan. Aldo menenggelamkan Angel ke dalam pelukan kokohnya , dikecupnya berkali-kali pucak ke bawah Angel penuh kasih sayang
Angel terus memukuli dada dan juga punggung pria yang memeluknya sambil menangis tersedu-sedu , lama-kelamaan pukulannya melemah dan dia meluapkan tangisnya di dada bidang Aldo sepuas-puasnya. anehnya walaupun Angel merasa marah Tetapi dia menyukai pelukan tubuh kokoh itu , Terasa melingkupinya dengan aman dan nyaman akhirnya Angel malah membalas pelukan itu sama eratnya tetapi masih dengan air mata yang tumpah ruah dari bola mata cantiknya .
setelah puas menangis Angel mengurai pelukannya , Aldo menatap Angel dengan tatapan lembut tak seperti biasanya , mata Gadis itu sebab dengan bulu mata panjangnya yang masih basah , hidungnya memerah dan bibir sedikit bengkak karena tadi dia menciumnya habis-habisan
Aldo berusaha mengontrol dirinya, walaupun bibir ranum itu kembali menyihirnya . Dia mengangsurkan jemarinya merapikan rambut Angel yang terurai menutupi wajahnya.
" kenapa, Kenapa kamu melakukan itu padaku?" ucapnya masih terbata karena sisa-sisa tangisan yang masih menguasainya
" aku... Aku pun tidak mengerti dengan diriku , apa kamu terkejut?"" tanya Aldo, Angel mengangguk dan dengan polosnya dia berkata
" ini adalah yang pertama kalinya bagiku , bahkan ciuman pertamaku, itu.. itu adalah kemarin saat kita di rumah mama dan Kaulah Yang Telah mencurinya dariku "" tuturnya dengan bibir gemetar kemudian mencebik cemberut menggemaskan.
sudut hati Aldo menghangat dan itu menular hingga membentuk sebuah senyuman yang tersungging di bibirnya , Entah mengapa hatinya begitu lega saat mengetahui bahwa dirinya adalah pria pertama bagi Angel
" apa kamu menyukainya, ciumanku ?" godanya tanpa tahu malu , sambil tersenyum menipiskan bibirnya
"Ja- jangan membalasnya !"" Wajah Angel merona merah dilontarkan pertanyaan semacam itu
" Apa kamu tahu ? yang apa yang kita lakukan tadi bukanlah sebuah kesalahan Karena kita adalah pasangan yang sah , Bahkan yang lebih dari ini pun bukanlah suatu dosa. Mungkin, kita harus mulai membiasakan diri , secara perlahan tentang hubungan ini "" Aldo mengutarakan pendapatnya
"Ke- kenapa, kita harus membiasakan diri ? Bu-Bukankah pernikahan ini hanyalah ,,, hanyalah ,,," ucapan Angel tertahan
" aku tahu , tapi sepertinya aku ingin meralat semua ucapanku sebelumnya , kurasa sekarang aku,,, Aku ingin memperbaiki semuanya , aku ingin hubungan kita sama seperti hubungan normal "
Angel membulatkan matanya mendengar pernyataan Aldo , dia termenung berusaha mencerna apa yang baru saja didengarnya
"A- Aku tidak mengerti,Kenapa kamu ingin mengubahHubungan ini,Kenapa?" tanya gak di situ tergagap dengan polosnya, dirinya masih kebingungan akan ucapan Aldo
"Aku tidak tahu kenapa, tapi aku... Aku ingin kita pemperbaiki semuanya. Aku ingin kita menjalin hubungan layaknya sepasang suami dan istri yang sebenarnya."kata Aldo.
"Aku tidak mau!"tolak Angel. Aldo membesarkan matanya.
"Kenapa kamu menolaknya?"tanya Aldo.
"Aku tidak mau menjalin hubungan dengan pria aneh seperti dirimu" ujarnya.
"Apa kau mau, ku hukum seperti tadi lagi!"ancam Aldo. Dengan refleks Angel menutup bibirnya dengan kedua tangannya.
"Jangan coba - coba ya" menatap Aldo garang.
"alah jangan sok muna, tadi kamu juga menikmatinya kan"goda Aldo.
"Sudah jangan di bahas lagi" teriak Angel menutup wajahnya, pipinya merah merona seketika.
"baiklah, baiklah... "Aldo tersenyum. Dengan perlahan Aldo meraih tangan Angel dan memegangnya lembut. Angel jadi salah tingkah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aldo.
"Apa kamu mau kita memulai semuanya dari awal?"tanya Aldo
Angel diam menatap mata Aldo, dia mencari kebohongan dari mata pria itu. Namun yang di dapatkannya hanyalah sebuah ketulusan dan seriusan.
"Jangan hanya diam saja, aku butuh jawaban."desak Aldo.
"Tapi aku takut" ucap Angel.
"Takut kenapa? Apa yang kamu takutkan?"tanya Aldo.
"Aku takut, kau akan berubah, dan kau akan membentakku lagi" kata Angel.
"Hmm... Maaf, maafkan aku. Waktu itu aku benar - benar khilaf dan kehilangan akal..."sesal Aldo.
"aku berjanji, aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap Aldo.
"Lalu, apa kamu mau memulai semuanya lagi dengaku?"tanya Aldo menatap Angel.
Angel hanya mengguk pelan, dia tidak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya dia masih ragu dengan Aldo, tapi bagaimana pun dia akan mencobanya terlebih dulu.
Aldo merengkuh tubuh Angel ke dalam dekapannya, dia sangat bahagian mendapatkan jawaban dari istrinya itu. Aldo memberikan banyak ciuman di pucak kepala Angel.
"Terima kasih, sayang..." ucap Aldo.
"Sayang?" Angel mendongak kn kepalanya.
"Kenapa? Apa ada yang salah?" angel pun tersenyum dan menggeleng.