2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 28



Ke esokan nya, Aldo membanyu Angel packing sebelum mereka kembali pulang.


Selama Aldi memasuk kan baju - baju ke dalam koper, Angel menaplok di punggung Aldo.


"Sudah selesai" Aldo meutup koper mereka yang sudah rapi. Angel berpindah dari punggung Aldo kini duduk di pangkuan Aldo.


"Manja banget sih istrinya aku" Aldo mencium mesra bibir Angel.


"Aku masih mau di sini, bagaimana kalau libur nya kita perpanjang jadi seminggu lagi." rengek Angel.


"Nggak bisa sayang... Pekerjaan aku sudah menumpuk sekarang" jawab Aldo.


"Emang nya kamu aja yang kerjanya menumpuk, aku juga. Tapi aku masih pengen di sini" ujar Angel, mengalungkan tangannya ke leher Aldo.


Aldo menghela napas nya, " Hmm... Aku janji nanti kita bakalan ke sini lagi, tapi untuk sekarang kita pulang dulu ya" bujuk Aldo, di elusnya rambut panjang milik wanita itu.


"Lagian bukan kah kita masih punya banyak waktu untuk selalu bermesraan..." goda Aldo.


"Ihh apaan sih kamu, aku tu masih pengen menikmati waktu berlibur di sini bukan untuk bermesraan sama kamu. Aku masih belum puas jalan - jalan dan masih banyak tempat wisata yang ada di sini yang belum aku kunjungi" ujar Angel, memukul dada Aldo pelan.


"Dasar mesum, " imbuhnya, Aldo tersenyum.


"Semoga nanti saat di rumah, kamu tetap manja seperti ini ya sama aku" ucap Aldo.


Angel tidak menjawab , dia hanya tersenyum. Kemudian memeluk Aldo erat.


Sore hanya, dengan sedikit bujukan akhirnya Angel pun mau untuk di ajak pulang. Walau pun sepanjang jalan Angel selalu cemberut tapi Aldo terus berusaha untuk menenangkannya.


~_~


Pukul 10 malam, akhirnya mereka pun sampai di rumah. Karena terlalu capek, angel tidak membereskan barang - barangnya.


"Kamu mau kemana?"tanya Aldo saat melihat angel yang hendak masuk ke dalam kamarnya.


"Tidur, emangnya mau kemana lagi?"jawab Angel santai.


"Iya aku tahu, kalau kamu mau tidur. Tapi kenapa di sana? mulai sekarang kamu tidurnya di kamar itu bersama aku!" aldo menunjuk ke kamarnya.


Angel menepuk keningnya. " oiya, aku lupa" angel hanya nyengir lalu melanjutkan langkah kakinya menju ke kamar Aldo yang tidak jauh dari sana.


Aldo hanya geleng kepala, kemudian mengikuti Angel dari belakang.


~_~


ALdo pergi ke kantor dengan membawa banyak oleh-oleh untuk dibagikan kepada para karyawannya. Sedangkan Angel ia saat ini sangat malas untuk masuk kantor, jadi siangnya Ia memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya dan dia juga tidak lupa untuk membawakan oleh-oleh untuk kedua orang tuanya itu.


" ini untuk kalian tolong di bagikan ke semua nya ya" Angel menyerahkan paper bag berlogo kaos khas Bali kepada salah satu pelayan yang ada di rumah mamanya.


"Makasih ya non" ujar sang pelayan sambil memilih kaos untuknya.


Untuk mamanya Angel membelikan kotak perhiasan dari ukiran batok kelapa yang cantik. Angel tahu mamanya punya koleksi perhiasan yang lumayan banyak.


Sedangkan untuk Papa nya, Angel membelikan kopi khas Kintamani dan kaos khas Bali.


"Gimana liburannya?"tanya mama Angel sambil mengiring angel ke kamarnya.


"B aja"jawab Angel sambil merebahkan kepalanya di pangkuan mamanya.


"Jawab yang benar dong, nak" ujar Dewi


"Biasa aja mah... Nginap di villa, renang ... Ya gitulah" jawab Angel.


"Cuma itu aja?"tabya Dewi tidak percaya.


"Ya masa angel harus ceritain semuanya ke mama, nggak mungkin kan angel juga cerita kalau angel sama Aldo udah tidur bareng" ujar Angel ke ceplosan


"Kok mama tau?" Angel melongo.


"Kan tadi kamu yang bilang"


"Aduuhhh... Keceplosan!"Angel menutup mulutnya.


"Mah, angel ngantuk. Angel tidur di sini ya""ujr Angel sambil menguap.


"Tidur saja" ujar Dewi sambil mengelus kepala Angel hingga Gadis itu tertidur di pangkuannya. ada rasa haru di hati Dewi jika mengingatPutri kesayangannya kini sudah dipetik orang.


Sore harinya sepulang dari kantor, Aldo datang untuk menjemput Angel di rumah mertuanya.


" Angel masih tidur di kamar mama, tunggu bentar ya Mama bangunkan dulu. " Dewi beranjak ke kamarnya untuk membangunkan Angel yang masih tertidur di kamarnya.


"Sayang, ayo bangun"Dewi mengusap pipi Angel lembut


"An maaih ngantuk mah" angel ebggan membuka matanya.


"Suami kamu sudah jemput sayang" ujar Dewi lembut.


Mendengar Aldo sudah menjemputnya, Angel Pun bangun. Iya duduk dan merapikan rambutnya yang berantakan, kemudian Angel keluar untuk menemui Aldo yang sedang menyesap secangkir kopi di ruang keluarga.


" kamu sudah pulang?" Angel kembali merebahkan tubuhnya di sofa berbantal kan paha Aldo. Sepertinya Angel masih ingin melanjutkan tidurnya.


" kalau masih ngantuk tidur di kamar gih" bisik Aldo, merasa tidak enak dilihat oleh orang rumah.


"Iya... Ayo kita ke kamar aku!" angel menarik tangan Aldo manja.


" Iya sebentar" Aldo mengambil secangkir kopi di meja dan kembali menyesapnya hingga habis sebelum ia mengikuti langkah istrinya menuju ke kamar mereka yang ada di lantai atas.


Dewi hanya geleng kepala melihat kelakuan Angel yang menarik tangan Aldo ke kamar.


"sepertinya, Angel sudah kecanduan yang enak - enak..." gumam Dewi.


"Yang, ada angel sama Aldo ya disini?"tanya papanya angel yang baru pulang dari kantor.


"Iya, Angek dari tadi siang di sini,Aldo datang buat jemput Angel."jawab Dewi.


"mana mereka, aku pengen ketemu?"


"Mereka langsung ke kamar... Sepertinya anak kamu sudah sangat merindukan suaminya"ujar Dewi sambil tertawa.


"Kayak kami... Dulu judesnya minta ampun, giliran udah cintah eh bucinnya minta ampun" Adit mencubit ujung hidung Dewi.


"Hehe... Kamu mau makan dulu atau mau mandi?"tanya Dewi.


"Makan dulu" jawab Adit sambil mengiring Dewi ke kamar mereka.


"Loh katanya mau makan dulu.."Dewi bingung dengan suaminya itu.


"Makan kamu Yang" bising Adit di telinga Dewi.


"Ayok!!" jawab Dewi. Untuk urusan ranjang Adit benar - benar tidak bisa di bantah dan Dewi selalu siap kapan pun Adit mau... Ole arena itu hubungan mereka selalu mesra meski pun anak mereka Angel sudah besar.


Sementara di kamar Angel. Pasangan suami istri itu baru saja menyelesaikan ritualnya.


"Terima kasih sayang" Aldo mencium bibir Angel lmbut. Angel tersenyum karena Aldo selalu mengucapkan terima kasih kepafa setiap mereka selesai bercinta.


Malam itu Angel dan Aldo tidak jadi pulang, mereka menginap di rumah Adit dan Dewi.


Pada saat makan malam Afit dan Dewi keluar kamar dengan rambut yang basah, begitu pun dengan Aldo dan Angel.


Mereka pun makan malam bersama dengan suasana penuh kehangatan. Angel yang polos dan sedikit cerewet pun membuat suasana menjadi hidup.