
"Apa bajunya tidak muat ?" tanya Angel seraya memperhatikan baju yang dikenakan oleh Aldo .
" Kamu lihatnya bagaimana ? Sudah tahu masih saja bertanya " Ketus Aldo seraya mendudukkan tubuhnya di samping Angel.
"Kekecilan ya , tunggu sebentar aku akan mencarikan baju yang lebih besar untukmu" kata Angel hendak beranjak dari duduknya.
" Tidak usah" Aldo menarik tangan Angel.
" Tapi apa kamu tidak sesak nafas menggunakan baju kekecilan seperti itu ?" tanya Angel
" Biarkan saja , bukannya kamu suka kalau melihatku tersiksa?" Kata Aldo
" Sudahlah, aku malas berdebat denganmu , kamu selalu saja suka mencari gara-gara !" celetuk Angel dengan memalingkan pandangannya.
" Hei gadis aneh, kenapa kau suka sekali mengikat rambutmu seperti itu ?" tanya Aldo dengan memperhatikan ikatan rambut Angel yang sudah menjadi ciri khas bagikan gadia itu
" ya karena aku nyaman aja, kenapa memangnya?" Tanya Angel sembari melirik tajam ke arah suaminya
" Kemarilah, coba aku lepas ikatannya!" Pinta Aldo.
" Tidak mau!" Tolak Angel
" Sebentar saja, aku hanya ingin lihat" Aldo pun memaksa
" Apa yang ingin kamu lihat?" Angel mau melototkan kedua matanya Ia tetap menolak namun, Aldo dengan cepat menarik ikat rambut Angel hingga membuat rambut wanita itu jatuh tergerai dengan sendirinya. Kemudian meletakkannya di atas meja kecil yang ada di sampingnya
" Halo kembalikan ikat rambutku!" Minta Angel namun Aldo hanya diam saja dan memperhatikan
" Kamu cantik jika rambutnya digeraikan seperti itu, Kenapa kamu selalu mengikat rambutmu? Padahal kamu sangat cantik loh jika rambutnya digerakkan" Puji Aldo tanpa sadar, Angel pun mengerikan dahinya, dia tidak percaya jika pria yang ada di hadapannya ini telah memujinya
" Memangnya aku sangat jelek ya jika rambutku diikat?" tanya Angel
" Tidak juga, tapi lebih cantik tidak diikat"
" Kemarin kan ikat rambut!" Minta Angel namun Aldo menolaknya, Iya masih memperhatikan Angel dan mengambil ikat rambut yang telah diletakkannya tadi di atas meja dan menggenggamnya erat agar tidak direbut oleh Angel.
" Aldo kemarikan!" pinta Angel kembali
" Aku tidak mau mengembalikannya" bisik Aldo. Ia mengangkat dagu Angel, lalu memperhatikan bibir merah istrinya tersebut
" Aldo, kamu mau apa?" Jangan coba mendorong tubuh Aldo agar menjauh darinya, namun Aldo tak gentar ia merenggut Angel dengan telapak tangannya. Lalu, ya semakin mendekatkan wajahnya dan hendak menyatukan bibirnya dengan bibir Angel.
TOK!
TOK!
TOK!
( suara ketukan pintu membuyarkan semuanya dan menghentikan niat Aldo)
" Angel sayang, nak!"
" Aldo ada Mama" Angel langsung mendorong tubuh Aldo dan beranjak berdiri hendak membukakan pintu kamarnya itu
"****!" Aldo mengumpat dengan kesal.
Angel merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena Aldo. Lalu, Ia membuka pintu kamarnya, di depan pintu kamar itu terlihat Dewi yang sedang berdiri sambil memegang sebuah map berwarna merah di tangannya
" Maaf kalau mama Mengganggu ya, tapi ini tadi temanmu mengirimkan ini dan mama lihat ini cukup penting Makanya mama langsung kasih. Maklum sudah tua takut lupa" kata Dewi lalu menyerahkan berkas tersebut kepada Angel
" Mama apaan sih, terus sekarang Stevie-nya mana? Apa dia masih di sini?" Tanya Angel, Dewi pun menggeleng
" Dia sudah pulang, Katanya tadi kamu bolos tanpa alasan ya"
" Iya Mah, Aku sedang tidak mood makanya aku ke sini" sahut Angel cengengesan
" Ya udah tidak apa-apa tapi lain kali kamu nggak boleh kayak gitu, ingat Kamu adalah seorang pemimpin di perusahaan!" Tegur Dewi yang tidak suka dengan sikap anaknya yang seenaknya memboloskan diri dari perusahaan
" Iya maaf mah"
" Ya udah yang sana kembali lagi ke dalam, Aldo pasti lagi nungguin" sebelum pergi Dewi menepuk bahu Angel, Dan Tersenyum. Angel tidak tahu maksud dari senyuman mamanya tersebut.
Angel menutup pintu kamar itu kembali.
" Kunci pintunya !" perintah Aldo.
"Aku tidak biasa Mengunci pintu kamarku" sahut Angel.
"Aku bilang kunci ya kunci!" seru Aldo. Angel dengan kesel terpaksa mengiyakan , Ia mengunci pintu kamar itu dan mendekati tempat tidur.
" Mana ikat rambutnya ?" tanya Angel kedua matanya melihat ke sekeliling tempat tidur , namun ia sama sekali tidak mendapati ikat rambut miliknya.
" Sudah ku buang !" sahut Aldo
" Kamu yang bener aja , aku tidak memiliki ikat rambut lain di sini ?" kata Angel Seraya meletakkan kedua Tangannya di atas pinggang
" Besok akan aku kembalikan , jadi cepatlah tidur!" perintah Aldo, Angel ingin sekali memaki suaminya itu namun ia tidak ingin membuang tenaganya dengan sia-sia ia duduk di atas tempat tidur dan hendak menggelung rambutnya tanpa ikat rambut
" Jangan diikat! Biarkan saja tergerai begitu!" aldo menghentikan tangan Angel
" Cepat tidurlah !"Perintah Aldo kembali, Angel menghela nafas dan terpaksa mengiyakannya.
"Geserlah ke sana, beri aku tempat." Angel menyuruh suaminya itu untuk menggeser tubuhnya. Aldo pun menggeser tubuhnya sedikit dan angel langsung merebahkan tubuhny di samping tubuh suaminya tersebut.
Angel tidur membelakangi Aldo, tiba - tiba Aldo menggeser tubuhnya mendekati Angel. Namun, ange mencoba menggeser tubuhnya kembali. Aldo pun tak gentar menggeser tubuhnya. Hingga tubuhnya kini bersentuhan dengan tubuh istrinya tersebut.
" Aldo, geserlah ke sana, aku sudah mau jatuh.!l perintah angel. Bahkan kini tubuhnya sudah sampai di ujung tepi tempat tidur.
"Salahkan saja tempat tidur nya yang terlalu sempit, aku jadi tidak bisa leluasa untuk tidur! Makanya agak kemarilah." Alfo menarik tubuh Angel dan mendekapnya.
"Jangan seperti ini, lepaskan aku, lepaskan!" angel meronta berharap Aldo melepaskannya.
"Kamu jangan banyak bergerak, aku tidak akan segan-segan mendorongmu biar jatuh dari atas sini !!" seru Aldo, Angel pun seketika langsung terdiam dan menuruti perkataan Aldo.
" Tapi geser lah sedikit ke sana!" Angel mendorong tubuh Aldo dan mencoba melepaskan pelukan Aldo yang semakin diper erat.
" Aku tidak mau , Aku ingin tidur seperti ini ! kalau kamu bergerak, aku tidak akan segan-segan untuk mendorongmu!" bisik Aldo . Angel hanya diam dan tidak bisa berkutik , jantungnya berdetak tidak karuan. sesekali yang menelan selitanya yang dia rasa begitu kering, Aldo mencoba menenggelamkan wajahnya di belakang kepala Angel.
"Rambutmu harum sekali " puji Aldo dengan mengendus aroma yang tercium begitu harum dari rambut Angel.
"Al... "
" Diamlah !" seru Aldo. Nada suaranya terdengar begitu kesal , Aldo mencari celah leher Angel yang tertutup rambut panjangnya. Lalu ia menenggelamkan wajahnya di leher jenjang tersebut. Sesekali bibir itu menyentuh leher Angel hingga membuat Gadis itu menggeliat tak karuan.