
Angel menggeleng, "Aku sudah menikah Ki" jawabnya dengan suara bergetar.
Rifki menggeleng, " kenapa kamu tidak memberitahukan padaku sejak awal?"tanya Rifki
"Aku masih menunggu waktu yang pas"jawab Angel.
"Ki.." Angel menatap wajh Rifki. Pria itu terlihat sanhat kecewa dengan Angel. Tanpa berkata - kata Rifki pergi begitu saja. Meninggalkan Angel yang menangis.
"Maafkan aku Ki, tapi ini sudah takdir kita berdua"ucapnya.
"Aku sudah mencintainya Ki. Seandainya kamu datang lebih cepat aku pasti tidak akan ragu untuk meninggalkannya" gumamnya.
Setelah merasa tenang, barulah Angel meninggalkan restoran tersebut dan kembali ke kantornya.
Tanpa Angel dan Rifki sadari, tepat dibelakang meja mereka. Aldo sedang menikmati makan siangnya. Dan pria itu menyaksikan dan mendengar semua percakapan Angel dan Rifki. Awalnya Aldo sudah ingin menghampiri meja Angel saat mendengar Rifki menyatakan perasaannyabpada sang istri.
Tapi di urungkannya saat ia mendengar jawaban dari sang istri. Ia merasa lega saat mendengar penolkan yang di berikan Angel.
"Aku juga mencintaimu Angel" gumam Aldo melihat Angel meninggalkan restoran.
~_~
Setelah makan siang dengan Rifki, Angel jadi tidak mood untuk melakukan apapun. Dia pun mmeutuskan untuk pulang dan menyuruh Stevi untuk membatalkan semua agendanya siang itu.
Setibanya di ruah Angel langsung masuk ke dalam kamar dan langsung tidur. Hingga sore harinya, Angel tidak tahu kalau Aldo sudah pulang.
"Mbak, Nona dimana?"tanya Aldo pada pelayan yang sedang memasak.
"Nona ada di kamar Tuan, sejak pulang nona belum ada keluar kamar" jawab pelayan itu.
"Kapan nona pulang?"
"Dari siang tuan"jawab pelayan itu lagi.
Tambah berucap Aldo langsung masuk ke dalam kamarnya dan menemukan Angel yang sedang bergelung di bawah selimut.
Dengan perlahan Aldo mendekati ranjabg dan ikut masuk ke dalam selimut yang di gunakan Angel.
Merasa terganggu, Angel pun menggeliat dan membuka matanya.
"Kamu sudah pulang?"tanyanya saat melihat Aldo yang sudah ada di sampingnya.
"Seperti yang kamu lihat"
"Sejak kapan? Kenapa tidak membangunkanku?" Angel mengeratkan pelukannya.
"Ini sedang aku lakukan? Kenapa kamu pulang cepat?"tanya Aldo.
"Aku lelah, makanya pulang"jawab Angel
"Benarkah? Apakah sekarang kamu masih capek?" Angel menjawab nya dengan gelengan. Mendapatkan jawaban seperti itu, Aldo pun melancarkan Aksinya untuk bergulat dengan istrinya itu.
Jika sudah berurusan dengan Angel, rasanya Aldo tidak akan pernah merasa puas. Mereka menyelesaikan permainannya pada pukul 7 malam. 2 jam waktu mereka habiskan untuk meluapkan rasa cintanya masing -masing.
"Terima kasih, and Iove you" ucap Aldo dan mengecup kening Angel. Angel mengangguk dan tersenyum
"Apa kamu lapar?"tanya Aldo dan Angel kembali mengangguk.
"Mau makan di luar?"tawar Aldo.
"Boleh"
"Baiklah, kita akan makan di luar sekalian aku mau mengenalkan seseorang padamu" ucap Aldo.
~_~
Aldo membawa Angel ke sebuah restoran yang cukup terkenal di kota mereka. Aldo membawa angel ke meja yang sudah di pesannya.
"Mana orang yang mau kamu kenalkan itu?"tanya Angel.
"Sebentar lagi dia juga datang, sabarlah" jawab Aldo.
Tak berapa lama, datang lah seorang wanita dengan dress biru muda dan rambut tergerai dengan kulit putih susunya.
"Al..."pangilnya. Aldo pun menoleh dan melambaikan tangannya. Angel mengikuti arah pandang Aldo, dia sangat kaget saat melihat wanita yang berjalan mendekati mereka.
"Hai, kamu sudah datang." Wanita itu tersenyum dan memeluk Aldo. Aldo pun terlihat tidak keberatan dengan pelukan itu. Bahkan Angel melihat kalau pria itu seperti sedang menikmatinya.
"Ehem!"kode Angel. Aldo pun melepaskan pelukan itu
"Al, kenapa ada dia? Bukankah kmau ingin makan malam berdua denganku?"tanya Maliska pada Aldo.
"Maaf Mal, aku sengaja berbohong agar kamu mau datang. Aku ingin menyelesaikan seuanya dan aku tidak mau kamu berbuat kasar lagi sama istri aku seperti waktu itu..."
"Apa maksud kamu? Aku tidak pernah melakukan apa pun pada istri kamu ini"sangkal Malisla dengan cepat.
"Aku sudah menyelidikinya, kamu tidak bisa mengelak lagi."ujar Aldo.
"Pasti kamu sudah mengatakan hal yang tidak - tidakkan!"tuduh Maliska sambil menunjuk wajah Angel.
"Sudahku bilang, aku sendiri yabg menyelidikinya. Angel tidak ada mengatakan apa pun" Aldo menjauhkan tangan Maliska dari Angel.
"Al, kamu salah. Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu, kamu kan tahu sendiri aku bagaimana" Maliska kembali memeluk Aldo.
Aldo hanya diam, dia benar - benar ingin mengakhiri semuanya.
"aku harap mulai malam ini, kamu bisa merelakan aku..."
"tidak, aku tidak bisa" potong Maliska.
"Kenapa tidak bisa? Bukankah, kamu juga pernah pergi meninggalkan aku dan sekarang kamu hanya mengulangnya"kata Aldo
"Hmm... Lebih baik kalian selesaikan semuanya, aku akan tunggu di mobil" ujar Angel, hendak melangkah pergi namun Aldo dengan cepat mencegat tanganya.
"Tidak ada lagi yang mau di selesaikan karena semuanya sudah selesai" ucap Aldo.
Maliska menggeleng. "Kamu nggak bisa seperti ini sama aku Al" ucapnya.
Aldo tersenyum. " jika kamu masih ingin melihat perusahaan papa kamu aman, aka jauhi lah keluargaku!"ancam Aldo.
"Kamu mengancamku?"
"Iya, jika hanya itu jalan satu - satunya." jawab Aldo.
"Mal, carilah pasangan hidup yang benar - benar mencintai kamu, aku harap kamu bisa melanjutkan hidupmu lebih baik lagi" ucap Aldo, lalu menggandeng tangan angel keluar dari restoran.
"Jahat kamu, Al... Kamu jahat!!!" teriak Maliska. Dia benar - benar tidak terima di campakkan Aldo seperti ini. Namun mau bagaimana lagi, dia tidak bisa berbuat apa - apa jika tidak ingin keluarganya hancur.
~_~
Ange tersenyum melihat kearah Aldo, entah kena sedari tadi dia tidak berhenti tersenyum memandang suaminya itu.
"Kamu kenapa sih? Dari tadi senyum - senyum gitu, aa ada yang lucu?"tanya Aldo
"Kamu keren." ucapnya
"Keren gimana, sedari tadi aku nggak ngelakuin apa pun dan sejak kita pulang dari makan pun kamu nggak pernah berhenti tersenyum seperti itu? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku?"tanya Aldo
Angel mengangguk, ia mendekatkan wajahnya ke telinga Aldo dan mebisikkan sesuatu di telingan pria itu.
"I LOVE YOU" ucapnya keras.
"Aughh... Kenapa teriak, telinga aku sakit.."Aldo menggosok kupingnya.
"Hehe..." Angel terkekeh dan menjauh dari Aldo.
"Sini kamu, kenapa jauh - jauh" Aldo menyuruh Angel mendekat. Angel menggeleng
"Sini!" Aldo pun mulai mengejar Angel. Tidak butuh waktu lama Angel sudah berada dalam dekapan Aldo.
"Mau kemana?"tanya Aldo. Bukannya takut Angel malah mengalungkan tangannya ke leher Aldo dan menggoda suaminya itu.
"I LOVE YOU, SAYANG" ucap Nagel lagi dan kali ini Angel mencium bibir Aldo.
"Sudah mulai nakal ya kamu" Aldo pun mempererat pelukannya.
"I LOVE YOU TOO" bisik Aldo.
The end