2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 15



Angel dan Rifki pun kembali melakukan perjalanan pulang , namun perasaan Angel semakin kacau akan ketakutan karena baru saja bertemu dengan Aldo.


" bagaimana ini , bagaimana kalau Aldo sampai marah dan dia memberitahukan hal ini sama kedua orang tuaku " gumam angel dalam hati, Dia sangat cemas jika Aldo sampai marah padanya dan mengadukan kejadian di restoran tadi kepada mamanya


"Angel, Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Rifki


" Iya aku baik-baik saja"Jawab Angel


" Kenapa dia sampai mengganggumu?" Tanya Rifki,


" siapa dia sebenarnya? apa kau mengenalnya?" tanya pria itu lagi


Angel terdiam , dia bingung harus menjawab apa. tidak mungkin dia mengatakan kepada Rifki kalau sebenarnya Aldo itu adalah suaminya sendiri. Apakah Angel harus mengatakan kalau dia tidak mengenal Aldo? Kenapa semuanya jadi sangat rumit seperti ini , pikir Angel


" Angel kenapa kamu diam saja ?" tanya Rifki yang melihat kediaman Angel


"Hm , itu Aku tidak mengenalnya,Mungkin dia hanya salah mengenal orang " jawab Angel , yang Dia memutuskan untuk berpura-pura tidak mengenal Aldo lagi pula Bukankah pria itu juga akan marah jika dia mengatakan status mereka kepada orang lain


Angel tidak ingin memperpanjang masalah tentang Aldo, kemudian Angel minta diberhentikan di depan komplek perumahan , ia berpamitan kepada Ricky dan berjalan Kembali menuju ke rumahnya. Angel pun masuk ke dalam rumah dan terlihat rumah dengan keadaan mati lampu dan sangat terasa kosong.


"Untung dia belum pulang"ujarnya kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Setelah selesai membersih kan dirinya, karena belum merasa mengantuk. Angel pun memutuskan untu pergi menonton tv di ruang keluarga.


"Semoga aja dia nggak pulang dulu malam ini"gimamnya kemudian berjalan turun ke ruang keluarga.


Angel menyiapkan semua cemilan kesukaannya. Sedang asik menonton Angel tidak sadar kalau Aldo sudah berdiri di sampingnya.


Dengan kasar Aldo merebut remot tv dari tangan Angel kmudian mematikan tv itu. Angel tersentak kaget dengan tindakan Aldo. Angel menoleh dan menatap Aldo tajam


"Lo mau apa sih sebenarnya?"tanya Angek sambil berdiri dari duduknya.


"Siaa cowok itu?"tanya Aldo


"Siapa?"tanya Angel yang tidak mengerti dengan pertanyaan Aldo.


"Jangan pura - pura tidak tahilu! Siapa pria yang pergi ke restaurant denganmu tadi?"tanya Aldo dengan nasa kesal.


"Bukan urusan lu" jawab angel kemudian kembali duduk, Angel malas berdebat dengan pria yang ada di hadapannya saat ini.


Aldo menarik tangan Angel, hingga angel terhuyung ke arahnya.


"Aww sakit, lepas!" desis Angel, meronta minta di lepaskan.


"Gue lagi ngomong, dan lo malah nggak mendengarkan gue. Di mana sopan santun lo!"bentak Aldo.


" Gue malas berdebat, udahlah bukankah gue nggak ada gangguin lo, gue nggak pwrnah ngurusin lo perhmgi dengan siapa pun dan lo juga harus melakukan hal yang sama" kata Angel,


"Tc, sepertinya lo lupa dengan status lo sekarang!"seru Aldo.


"Status? Status gue yang mana yang gue lupain?"tanya Angel yang sudah mulai terpancing.


"Kenapa nggak jawab? Bukankah tadi lu sendiri yang mengatakan kalah lu nggak mau kalau sampai hubungan kita sampai tahu sama teman - teman lo! Lalu hubungan atau status mana yang gue lupain?"tanya Angel menatap nyalang Aldo.


Angel menghempaskan tangannya hingga terlepas dari cengkraman Aldo. Lalu Angel berlalu begitu saja , meninggalkan Aldo yang masih terdiam di ruang keluarga.


Dengan kesal Angel berjalan menuju kamarnya, dia membanting pintu kamar dengan sangat kasar.


Aldo terduduk di sofa, dia mengusap wajahnya. " Ada apa dengan lo Al?" Aldo menampar pelan wajahnya. Aldo tadi sangat kesal saat mendapat laporan dari security rumah nya kalau Angel pulang di antar seorang pria oleh. Meski pun tadi dia melihat dengan sendirinya kalau Angel prgi dengan pria itu, tapi entah kenapa Aldo jadi sangat marah mendengarnya.


Sementara di kamar Angel terduduk di atas ranjangnya, dia mengatur nafasnya agar amarah nya mereda.


"Status? Apa dia lupa kalau tadi dia sudah membentakku di depan Rifki" gerutu Angel. Segala macam umpatan Angel keluarkan untuk Aldo.


Baik Angel atau pun Aldo, mereka berdua tidak bisa tidur dengan nyenyak malam itu. Mereka masih mereka kesal satu sama lain.


~_~


Semenjak pertengkaran mereka malam itu, Angel selalu bangun pagi - pagi sekali dan pergi ke kantor sebelum Aldo bangun dan dia akan pulang saat aldo belum pulang. Angel memutuskan untuk menghindari Aldo untuk sementara.


Angel tidak akan pernah keluar kamar jika dia mendengar aldo sedang di rumah. Tidak perduli apa pun yang terjadi dia tidak akan pernah keluar.


Sudah terhitung satu minggu Angel selalu menghindar dari Aldo. Awalnya Aldo merasa baik - baik saja tapi entah kenapa semakin hari dia semakin kesal dengan tingkah istrinya yang dianggap sangat ke kanakan itu.


Semenjak Angel megabaikannya, mood Aldo jadi sangat buruk, dia selalu marah - marah tidak jelas dan yang jadi pelampiasannya adalah karyawannya. Meski pun mereka hanya melakukan kesalahan ya g sangat kecil, tapi tetap saja karyawan tersebut tidak akan ter elakkan dari amukan seorang Aldo.


contohnya sekarang ini, seorang OB tidak sengaja menyenggol bahunya hingga meyebabkan berkas - berkas yanh ada di tangan Aldo jatuh. Aldo sangat marah dan Aldo bahkan sampai memberikan hukuman pada OB tersebut.


Karyawan yang lain meihatnya hanya bisa tertunduk takut, mereka tidak berada bersuara jika ingin tetap aman dari seorang Aldo


~_~


Hari ini Aldo memutuskan untuk pulang cepat dan dia dengan sengaja meninggalkan mobilnya di kantor. Agar angel tidak tahu kalau dirinya sudah pulang lebih dulu.


Setelah membersihkan dirinya Aldo duduk di ruang keluarga sambil membaca laporan kantor lewat Ipad yang ada di pangkuannya.


Tidak lama kemudian Aldo mendengar suara mobil berhenti, namun dia tahu kalau itu bukanlah suara mobil Angel. Aldo memutuskan untuk melihat ke jendela depan, tunjuannya ingin melihat siapa yang datang.


Namun, apa yang di lihat nya sungguh membuat darah ya mendidih. Aldo berjalan kembali ke sofa di ruang keuarga. Tak lama terdengar Angel masuk kedalam rumah.


"Di antar sama siapa?"tanya Aldo. Angel sangat kaget saat mendengar suara Aldo.


Tanpa menjawab pertanyaan Aldo, Angel hanya melihat ya sekilas kemudian berlalu begitu saja.


Aldo sangat geram melihatnya, dengan satu kali tarikan Angel sudah berada di hadapannya.


"apa kau tidak dengar! Aku sedang bertanya!"kata Aldo sedikit membentak.


"Lepaskan!"