2A (ALDO & ANGLE)

2A (ALDO & ANGLE)
Bab 12



Keduanya sampai di ruang keluarga, Angel tak bisa menyembunyikan rona wajahnya dari semua orang.


Mama Vina memperhatikan kedua anaknya. Angel nampak begitu tegang sementara Aldo mencoba bersikap biasa saja. Mama Vina memperhatikan seperti ada yang berbeda dari wajah Angel.


Bibirnya nampak merah dan bengkak beda pada saat datang berwarna pink natural. Mama Vina ingin sekali menggoda kedua naaknha, namun tertahan saat Aldo membuka suara.


"Pa, ma dan semuanya, kami mau pamit pulang duluan ya."kata Aldo.


"Jangan pulang dulu Al, nginap lah di sini kalian kan sangat jarang main ke rumah mama."kata Vina


Mama Vina memeluk Angel" mama masih sangat kangen sama mantu mama ini."lanjut Vina.


Aldo melihat kearah Angel, dan Angel pun membalasnya sambil mengangguk kecil.


"Baiklah ma."kata Aldo. Dan mereka pun kembali duduk bergabung dengan anggota keluarga yang lain.


Pukul sepuluh, semua anggota keluarga pun pulang dan Aldo membawa Angel untuk beristirahat di kamarnya.


"Selamat malam ma." ucap Aldo pada mamanya.


Sesampainya di kamar, Angel melihat ke sekeliling kamar, ini adalah pertama kalinya Angel masuk kedalam kamar pria yang sudah menjadi suaminya itu.


' kamarnya rapi banget, lebih rapi dari kamar aku di rumah mama.'pikir Angel.


Aldo berdiri di hadapan Angel. Angel menatap Aldo dengan penuh tanda tanya.


"Angel!"


"Iya, apa?" tanya Angel sedikit mendongakkan kepalanya ke atas, karena Aldo lebih tingi dari pada dirinya.


Aldo menatap Angel dengan wajah polosnya. Melihat angel seperti itu membuat Aldo teringat kembali saat ia menciumnya. Aldo pun langsung kikuk sendiri. Aldo menggaruk kepalanga yabg tidak gatal.


"Em... Soal yang tadi... Itu gue minta maaf karena tiba - tiba langsung menciummu. Tadi itu gue gakbtau lagi harus ngapain biar nggak ketahuan sama kak seno, kalau gue sedang ngikutin dia." kata Aldo menjelaskan situasinya tadi.


"Ngapain lu ngikutin kak Seno?"tanya Angel.


"Akhir - akhir ini gerak gerik kak Seno sedikit mencurigakan..."


"Iya nggak apa - apa gue ngerti"potong Angel.


"bagus deh kalau lo ngerti, gue harap lo nggak salah paham" ucap Aldo, kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Angel langsung terduduk di lantai saat mendengar ucapan Aldo terkhir Aldo yang menganggapnya itu hanya salah paham. Angel memegangi bibirnya yang masih bengkak akibat ulah Aldo.


"Gue nggak boleh memasukkan ini dalam hati. Atau gue yang akan terluka nanti"Angel segera berdiri dan duduk di sofa yang ada di kamar Aldo.


Tak lama Aldo pun keluar dari kamar mandi, "kenapa duduk di situ? Apa lu nggak akan tidur?"tanya Aldi berjalan mendekati Angel dan berdiri di depan gadis itu.


"Gue nunggui lo."kata Angel


"Nungguin gue? Ada apa?"tanya Aldo.


"gue pinjam baju piama dong!"seru Angel.


"Kenapa nggak langsung ambil aja?" Aldo berjalan ke arah lemari dan mengambil satu stel piyama lengan panjang.


"Lo pikir gue selancang itu, buat ngobrak abrik lemari milik orang lain"Angel mengambil stelan itu dan berjalan masuk ke dalam lemari.


Keesokan paginya, Angel terbangun , saya sudah mendapati dirinya berada di tempat tidur bersama Aldo


ia masih mengerjakan kedua matanya yang terlihat masih buram , Iya melirik ke samping melihat Aldo yang masih tertidur dengan pulasnya


" kenapa aku bisa berada di atas tempat tidur ? Bukankah semalam aku tidur di sofa" ucap Angel pelan


" apa dia yang memindahkanku "


kemudian , Angel beranjak turun dari tempat tidurnya untuk mandi , setelah itu ia pergi ke dapur untuk mengambil air minum


saat Angel dengan minum di depan kulkas , tiba-tiba Vina sang mertua datang menghampirinya


" Angel " Vina menyapa hangat menantunya tersebut


" eh mama , mama sudah bangun? Selamat pagi, ma" Angel tersenyum , Vina mengiyakan lalu ia memeluk menantunya tersebut


" apa Aldo masih tidur ?"


" Iya Mah , sepertinya dia kelelahan " ucap Angel


" Baiklah nak " Vina tersenyum lalu , Vina menyuruh Angel untuk membuatkan Aldo teh hijau dan Angel mengiyakan perintah mertuanya tersebut


setelah membuatkan teh , Angel berpamitan kepada Vina untuk kembali ke kamar membangunkan suaminya , namun Vina tiba-tiba menghentikannya


" Oh iya Angel, tunggu sebentar " Vina tiba-tiba berjalan cepat meninggalkan Angel, lalu tidak lama kemudian Ia pun kembali menghampiri menantunya tersebut


" ada apa Ma ?" tanya Angel


"kemarin , Mama membelikan tespek untukmu" kata Vina dengan menyodorkan tespek itu kepada Angel


" tespek ? tapi untuk apa Mah ?"Tanya Angel Seraya memperhatikan tespek itu dengan seksama


" kok untuk apa sih Nak , ya untuk tes kehamilan, sayang. biasanya urine pagi hari sangat akurat. Kamu coba tes hasil urine kamu ya, barangkali iseng-iseng dapat hadiah " kata Vina. ia melebarkan senyumnya dengan penuh harap. Angel langsung membungkam , Ia hanya bisa menelan ludahnya dengan kebingungan .


" Angel? kenapa kamu diam saja Nak ?Apa ada yang salah dengan perkataan mama ?"tanya Vina.


"Ti- Tidak kok Mah. tidak ada yang salah , habis ini Angel akan mencoba tespeknya ya ."jawab Angel .


" baiklah, nak. Nanti Beritahu Mama ya hasilnya" ucap Vina dengan memegang pipi Angel. Angel pun mengangguk ia berjalan Kembali menuju ke kamarnya, ia Iya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya kembali.


ia melihat tempat tidur sudah kosong, karena memang Aldo sudah bangun dan sekarang ia terdengar mandi di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar itu , Angel sejenak memperhatikan tespek itu.


" untuk apa Teh urine ? sudah jelas hasilnya negatif. " Angel meletakkan tespek itu di atas meja. lalu ia mendekati lemari, Ia membuka lemari itu dan memilah-milah semua pakaian yang ada di dalam sana. walaupun ia tidak tahu bagaimana selera Aldo berpakaian , tapi hari ini Angel ingin menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yaitu menyiapkan pakaian suaminya , Setidaknya di rumah mertuanya ia berlakon sebagai istri yang baik.


Aldo keluar dari kamar mando, ia melihat pakaiannya yang sudah tersedia di atas tempat tidur.


"Tumben "gumamnya, yang masih di dengar Angel. Angel menoleh kearah Aldo tapi gadis itu langsung membuang muka karena Aldo yang masih bertelanjang dada.


"Suka nggak suka, lo harus pake! Gue udah berbaik hati milihin bajunya"seru Angel tanpa melihat kearah Aldo.


"Kalau sedang berbicara itu lihat orangnya tidak sopan sekali! dengan pria lain saja lu ngomongnya tatap muka malahan dekat banget lagi. " Sindir Aldo


" Apa maksud lo ngomong kayak gitu? gue bukannya tidak sopan, tapi cobalah lihat lu sedang telanjang masa gue nengok, pakai dulu bajunya!" perintah Angel, ia memberikan kaos polos berwarna putih kepada Aldo tanpa menatapnya.


"Kenapa memangnya? Apa ada yang salah ? dasar munafik !" seru Aldo, ia mengambil kaos itu lalu ia menjauh dari Angel dan memakai kaos itu.