
...****************...
Langkah kaki terdengar menggema keras di suatu gedung yang masih belum diketahui namanya menuju ke suatu ruangan yang mewah.
“KREET!”
Suara lirih pintu yang berukuran besar ketika dibuka.
“Ho? Kau sudah kembali rupanya.”
“Hahaha seperti kataku dia itu lemah! Jubahnya saja dibiarkan robek begitu.”
“Ini hanya tersangkut pohon…”
“Bagaimana dia? Apa dia mau bergabung?”
“Hahaha! Sepertinya tidak.”
“Hah! Kau masih sayang keluarga rupanya.”
“Oke cukup mengocehnya. Apa kau menemukan sesuatu yang menarik? Malfon Delonix Regia?”
Malfon pun menatap pria tersebut dengan senyuman menyeringai.
...----------------...
Selama perjalanan kami menuju Kerajaan Nwara, Zara mengoceh dengan bahasa yang sulit kami pahami tentang batasan dalam penggunaan Dial.
“Batas ya? Uh… itu seperti duar! Dan ketika kau salah akan seperti wushh!”
Jawab Zara yang menjelaskan dengan imajinasinya yang tinggi. Aku tidak tahu jika Dial memiliki konsekuensi yang cukup mengerikan untuk dilanggar. Aku pun melempar pertanyaanku kepada Garu yang mungkin tahu sesuatu.
“Garu? Kau tahu sesuatu kan?”
“Umm ya! Pertama aku akan jelaskan mengapa Dial memiliki batas. Dial merupakan alat yang awalnya diciptakan dengan tujuan untuk membantu segala macam aktivitas sehari-hari umat manusia. Akan tetapi zaman semakin maju, para raja dari masing-masing kerajaan mulai menggunakan Dial untuk persenjataan. Dalam masa perang banyak prajurit yang mati karena termakan oleh Dial mereka sendiri. Entah itu kerusakan organ dalam mereka atau kehilangan akal mereka sendiri.”
“Apa? Semengerikan itu kah?”
“Yup! Karena itulah 3 Entitas Agung mulai melakukan penelitian mengenai batasan-batasan Dial dalam penggunaannya. Alhasil ditemukanlah batas tersebut yang dimana pengguna tidak boleh menggunakan Dial dengan melawan hukum alam seperti yang dilakukan Leo, orang bodoh itu mengumpulkan seluruh oksigen di tangannya. Ini sangat mempengaruhi mahluk hidup di sekitarnya karena pada dasarnya Dial merupakan teknologi yang sangat memerlukan kesinambungan reaksi yang ada di alam semesta dengan bakat alami yang ada di tubuhnya, jadi si pengguna tidak boleh melebihi kekuatan alam itu sendiri.”
“Lantas kenapa kau terkejut seakan tidak tahu tentang batas itu Garu?”
Lanjutku.
“Aku terkejut bukan karena itu. Melainkan karena Leo memaksakan keberuntungannya pada Dial miliknya itu.”
“Apa Leo dapat menggunakan Dialnya kembali Garu?”
Sahut Shina yang sangat mencemaskan keadaan Leo.
“Semoga saja keberuntungan Leo belum habis. Seharusnya Leo sudah mati karena termakan oleh Dialnya sendiri. Akan tetapi berkat Zara, Leo masih hidup. Kalia harus mensyukuri hal itu terlebih dahulu.”
Setelah jelas Garu dengan panjang dan lebar itu, aku dapat merasakan kecemasan Shina. Kau tahu? Terkadang dia menjadi sok kuat, terkadang juga dia menjadi sangat lemah dalam hal ini.
“Oh ya! Terkait dengan sirkuitmu X! Aku sudah mencoba menyambungkannya kembali, akan tetapi ini pertama kali dalam hidupku tidak dapat menyambung sirkuit Dial yang terputus.”
“Apa?! X memiliki Dial?!”
Sontak Shina dan Garu memainkan tanganku sembari mengecek apakan di tanganku terlihat ada semacam sirkuit.
“Itu tidak terlalu terlihat. Hmmm aneh.”
Kata Garu sambil memainkan tanganku.
“Kau memiliki Dial, X?”
Sekali lagi Shina bertanya kepadaku karena tidak percaya apa yang dikatakan Zara.
“Pertama, sebelum menemui kalian, aku tidak tahu apa itu Dial. Kedua, aku tidak merasakan ada yang aneh di tubuhku.”
Jawabku yang sangat terganggu ketika ditanya soal Dial.
“Mungkin aku bisa mencobanya!”
Lanjutku.
“Uh, bagaimana? P-pengaktifan!”
“…”
“Bodoh!”
“PLAK!”
“PLAK!”
“Zara tadi sudah menjelaskan, bahwa sirkuitmu masih terputus! Lantas mengapa kau masih mencobanya bodoh!”
Teriak Garu dan Shina yang sangat kesal dengan kebodohanku.
“Mungkin kau bisa tahu jawabannya ketika sampai di Kerajaan Nwara, X!”
“Ah! Benar juga kata Zara. Ayo kita lanjutkan perjalanan ke Kerajaan Nwara!”
Saat kami menuju kereta, aku mendengar suara yang sangat mengejutkanku.
“Oi kalian, berisik sekali aku tidak bisa fokus istirahat!”
Mata kami berbinar senang, air mata menghiasi wajah Shina.
“Leo!”
Teriakan kami yang sangat bersyukur Leo masih bisa selamat setelah melanggar batas Dial yang efeknya sangat mengerikan untuk tubuh pemakai Dial itu sendiri.
“Ah iya iya. Terimakasih sambutannya aku ingin melanjutkan tidurku!”
“PLAK!”
“Kau belum makan apapun bodoh!”
Tampar Shina kepada Leo. Shina memang memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa kepeduliannya. Yah~ memang seperti itulah sahabatku.
Kami pun menyantap makanan bersama-sama sebelum berangkat ke Kerajaan Nwara.
...----------------...
Perjalanan dari tempat kami berkemah menuju Kerajaan Nwara memerlukan waktu setengah hari untuk sampai ke Kerajaan tersebut. Saat ini, kami akhirnya sampai kepada tujuan kami yang utama, Pusat Ilmu Pengetahuan, Kerajaan Nwara!
Nampak kerajaan tersebut sangat megah di dalamnya. Masyarakat di sana namaknya sangat makmur serta bannyak pelajar pengguna Dial yang sangat tangguh di Kerajaan Nwara.
Kami pun ke tempat registrasi untuk kedatangan pengembara di Kerajaan Nwara.
“Halo penjaga! Kami disini ingin mengurus administrasi untuk kedatangan pengembara.”
Kata Shina yang sedang menyapa penjaga gerbang Kerajan Nwara.
“Oh begitu? Silahkan lewat sini.”
“Kami akan memastikan keretamu terlebih dahulu.”
“Silahkan”
Sambut Garu dengan senyum hangat di wajahnya.
Ada 2 penjaga yang menggledah kereta kami sebelum memasuki Kerajaan Nwara.
“Oke disini hanya ada ramuan untuk dikirim ke akademi!”
“Aku akan memastikan disini!”
Sahut penjaga yang lain.
“Ada anak kecil di sini! Kau keluar nak!”
“Hei? Mataku tidak bercanda kan?”
Kami sedikit heran ketika penjaga melihat Zara yang berada di dalam kereta.
“Namanya Zara! Kami menemukannya di Kota Chorgia, Pak.”
Sahut Shina dengan tegas.
“T-Tuan Putri?”
Kami bertiga langsung kaget mendengar para penjaga memanggil Zara sebagai Tuan Putri.
“Hah?!! Tuan Putri?!!”
"Pantas saja ia menyandang nama Hevilia."
Seketika para penjaga menodongkan senapan ke arah kami.
“Kalian telah melakukan dosa besar karena telah menculik Tuan Putri Zara Hevilia! Ikut kami ke penjara bawah tanah!”
Zara pun bermaksud untuk menjelaskan apa yang terjadi dengannya.
“Tapi mereka telah menyelamatkanku dari penculik di Kota Chorgia.”
Para penjaga nampaknya tidak mendengarkan Zara yang berusaha menjelaskan keadaan.
“Ayo ikut kami ke penjara!”
“T-tapi?!”
Shina terlihat tidak bisa menerima perlakuan dari para penjaga yang sudah memborgol tangan kami.
“Kalian!”
Teriak Zara dengan sedih. Kemudian beberapa penjaga mengawal Zara menuju istana kerajaan untuk bertemu keluarganya.
Kami pun sampai di penjara bawah tanah milik Kerajaan Nwara. Untuk ukuran penjara tempat ini terbilang cukup bersih, beberapa tahanan nampaknya terawat dan tidak terjadi perkelahian antara narapidana.
“Kalian tunggu saja di sini penculik!”
“Kami tidak bersalah penjaga bodoh!”
Teriak Shina yang sangat kesal dengan para penjaga di sana.
“Mengocehlah terus dasar penculik!”
...----------------...
2 hari aku lalui bersama Leo, Shina dan Garu untuk berada di dalam penjara bawah tanah.
“Ahhh. Dimana aku bisa mendapatkan permen jika seperti ini terus!”
Teriak ku dengan bosan berada dalam sel bersama mereka.
“Oi X! Bagaimana kau bisa berpikir tentang permen jika keadaan kita seperti ini?”
Sanggah Leo yang tengah duduk santai sambil mengangkat kakinya.
“Bagaimana juga kau bisa santai dengan keadaan seperti ini?”
Sahut ku dengan jengkel.
“Aku juga tidak bisa menggunakan Dialku disini X!”
Kata Leo dengan nada pasrah. Garu pun berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri kami berdua yang sedang berdebat.
“Sudah. Kalian tenang saja, Zara pasti akan melakukan sesuatu untuk kita.”
“Garu benar. Kita tunggu saja.”
Sahut Shina.
Dari kejauhan terdengar langkah kaki yang perlahan mendekati sel kami.
“Halo maafkan kesalahan para penjaga ku. Perkenalkan namaku Gazef Stronia aku komandan pasukan tertinggi di Kerajaan Nwara. Kalian bisa panggil aku Gazef.”
Kata pria ini sembari membuka kunci pintu sel penjara untuk kami.
“Halo Tuan Gazef. Aku X dan ini teman-temanku Shina, Leo dan Garu. Kami pengembara.”
“Bolehkah aku mengajak kalian untuk ke istana hari ini? Yang Mulia ingin bertemu dengan kalian.”
Jawab Tuan Gazef dengan aura kebijaksanaan yang sangat kuat.
“Baiklah ayo kita ke istana!”
Kami pun bergegas untuk berangkat ke istana Kerajaan Nwara untuk bertemu “Yang Mulia” yang dibicarakan oleh Tuan Gazef. Sepanjang perjalanan kami menceritakan asal kami, makanan kesukaan dan kota-kota yang pernah kami kunjungin selama mengembara. Itu adalah pembicaraan yang sangat menyenangkan bersama Tuan Gazef. Kau tahu? Mungkin Tuan Gazef tidak terlalu buruk untuk ukuran Komandan Pasukan.
...----------------...
Kami pun sampai di istana kerajaan. Kami mulai memasuki istana tersebut dengan pelayan yang sangat cantik siap untuk menyambut kami dengan segala kehormatan mereka.
“Gazef Stronia di sini telah melaksanakan tugas yang telah anda berikan, Yang Mulia!”
Sambut Tuan Gazef sambil bersujud dihadapan Raja dari Kerajaan Nwara.
“Kerja bagus Gazef.”
Sahut sang Raja. Kami pun langsung mengikuti Tuan Gazef dengan bersujud kepada sang Raja.
“Ah… Pertama-tama izinkan aku memperkenalkan diri. Aku Houtt Hevilia Raja dari Kerajaan Nwara. Kudengar kalian telah menyelamatkan putriku di Kota Chorgia, aku sangat berterimakasih karena telah menjaga putriku yang merepotkan itu.”
“Ayah! Jaga bicaramu. Aku tidak ada merepotkan mereka sama sekali!”
Sanggah Zara.
“Maaf atas kelancangan kami Yang Mulia. Karena telah merepotkan putrimu untuk menggunakan kekuatannya.”
Kata Garu sambil menunduk.
“Tidak perlu merepotkan masalah itu. Aku sudah sangat senang ketika putriku datang dengan selamat. Untuk itu aku ingin memberi kalian hadiah.”
“Kami merasa tidak pantas menerima itu, Yang Mulia!”
“Sudah terima saja! Aku akan menanggung biaya pendidikan kalian, X, Shina dan Leo! Mengingat Garu adalah lulusan dari keluarga ‘itu’, aku akan memberikanmu bonus untuk biaya ramuanmu itu setiap kau mengirimkan ramuan ke Kerajaan Ini!”
“A-apaa?!!”
“Kalian akan mulai masuk akademi bulan depan. Pastikan jangan mengecewakanku ya! Hahaha.”
“Mohon ijin hamba bertanya Yang Mulia, akademi mana yang anda maksud Yang Mulia?”
“Haha! Mana mungkin aku memberikan akademi itu untuk orang yang telah menyelamatkan putriku? Kalian akan masuk akademi Oxitrone bulan depan!”
“A-APAAAA?!”
...101 – The Book...
...****************...