101 - The Book

101 - The Book
Bagian 2 - Remah Kue



Aku bingung dengan apa yang terjadi terhadap buku ini, perasaan bingung mulai menyelimuti pikiranku, aku membuka halaman berikutnya dan tentu saja aku kaget karena buku ini tidak bisa dibuka lagi. Kertas dari buku ini menempel dengan rekat dan saling terkunci satu sama lain. Anehnya lagi bagian tengah dari setiap kertas berisi logam yang aneh seperti kunci yang memanjang dalam setiap kertasnya. Aku terheran -heran dengan orang yang membuat buku secanggih ini.


"Apa yang kau laku-"


Shina terdiam dan memandangku dengan takut ketika melihat buku ini,


"Siapa kau sebenarnya X?"


"Aku lahir dari ketidakpastian, momentum dan perubahan" Jawabku yang mencoba untuk menjadi keren.


Aku tahu ini akan terjadi


Penghianatan, kekecewaan dan bagian akhir


KONFLIK.


"Bangsat! Kau tidak tahu buku itu adalah milik para penghianat? Dasar bajingan!"


Shina mengeluarkan pisau kecil yang diwariskan oleh keluarganya.


Aku pun bersiap untuk melakukan pertarungan persahabatan.


"Hah, pisau kecil? Kau tidak tahu apa-apa Shina!!"


"SRINGG!!"


Betapa bodohnya aku menganggap itu hanya pisau kecil, tangan Shina menjadi seperti kebiruan, nampaknya tertanam suatu chip disana dan bereaksi terhadap logam pisau itu sehingga membuat logam itu memuai nampak seperti pedang.


" Ch!! Itu bukan pisau biasa"


Shina terlihat lepas kendali seperti memiliki masalalu kelam terhadap buku ini.


"Tenangkan dirimu Shina!!"


Shina melepaskan ayunan pedangnya yang pertama.


"CTAS!!"


Aku menangkisnya dengan sisa logam Bismuth di tempat ini. Kali ini ayunannya nampak lebih kuat dan mengerikan!


Bismuthku patah menjadi 2 bagian.


"Dia benar-benar ingin membunuhku! "


Hasrat membunuh dari Shina sangat kuat kali ini dan memasang kuda-kuda untuk serangan lanjutan


"Sial!"


Aku menemukan balok kayu yang tergeletak di lantai, dan langsung mengambil dengan sigap. Shina kali ini akan mengayunkan pedang, aku bersiap untuk mati saat ini juga dan


"BRUAAK!!"


Shina terkena lemparan balok kayuku tepat di pelipisnya, pada saat yang bersamaan aku terkena goresan senjata yang diayunkan oleh Shina. Darah mengalir di wajahku dan beberapa di lengan kanan.


"Sial kau kuat juga Shina"


Kami tergeletak tak berdaya di tempat, dengan pengelihatan yang samar-samar aku melihat ada petugas dari kantor pemerintahan Kota Burzche yang membawa senjata ke rumah kami.


"Arghh"


Aku sudah tidak berdaya lagi.


KAMI PINGSAN.


...----------------...


Waktu sudah berlalu, aku terbangun dari pertarungan yang melukai sekujur badanku. Saat terbangun aku melihat sebuah meja yang nampaknya kusam, dan melihat sekeliling ada vas bunga di dalamnya berisi bunga yang sudah layu, serta terpasang borgol dikedua tanganku-salah satunya masih terluka.


"Bagaimana aku sampai ke tempat ini? Oh tidak!! Shina!!"


Aku pun memasrahkan diri dan berharap bahwa Shina akan baik-baik saja. Mungkin dia sangat kesal denganku dan memilih untuk kembali ke Mattium.


...101-The Book...


...****************...