101 - The Book

101 - The Book
Bagian 20 - Neon?




...----------------...


“Hah?! Parade detoria sudah mulai bertindak.”


“Mereka memudahkan tugas kita bahahaha!”


“Tapi siapa yang berani mempekerjakan Parade Detoria? mereka terlalu sembrono jika menjalankan misi.”


“Yah~ setidaknya mereka sudah membinasakan keluarga itu dari muka bumi.”


Percakapan dari orang-orang yang tengah membahas berita hari ini seketika terhenti karena suara langkah kaki yang bersahut menuju ruangan tersebut.


“Tidak.”


Sahut seseorang yang baru saja memasuki ruangan sambil membuka pintu dengan perlahan. Suara pintu yang sangat lirih membungkam semua untuk berbicara.


“A-apa? M-maksudmu?”


“Mereka sama sekali belum binasa.”


Sahut pria dengan bekas luka melintang dari mata kanan ke pipi kiri. Dengan aura kebijaksanaan yang sangat tinggi ia melanjutkan percakapannya tersebut.


“Parade Detoria… Mereka terlalu sombong… Semuanya dengar!”


Seketika ketiga orang yang berada di ruangan tersebut tertegun mendengar teriakan dari pria ini.


“Apa yang kalian kerjakan selama ini? Kredibilitas kita akan hancur jika para berandalan ini masih berkeliaran!!!”


“Dimana keberadaan kalian? Apakah kalian akan bersantai meminum minuman mewah di ruangan ini sementara para berandalan masih berkeliaran di Kerajaan Nwara?”


“Kalian terlalu naif!!! Eternity!!!”


Ucap pria ini dengan geram.


“Maafkan kami Tuan!!!”


...----------------...


“CTAS!!!”


“BRUAK!!!”


“Arghhh.”


Suara seni pertarungan bertalu di ladang yang gersang. Ya, itu adalah suara pertarungan Shina dan Ixora yang sedang berlatih hari ini.


“Perlu berapa lama kau mengamati lawanmu? 1 tahun?”


“Dia jelas-jelas sangat sulit untuk ditebak. Bahkan mengamatinya pun sangat sulit. Informasi yang aku dapatkan hanya cahaya yang mirip kunang-kunang kecil mengelilingi Ixora.”


“Kali ini aku akan menyerangnya!”


“TRANG!”


Ixora menangkis serangan Shina menggunakan tangan terbungkus yang di dalamnya berisi besi.


“Apa?! Kali ini ia tidak menggunakan kekuatannya?”


Shina kembali menjauh dari Ixora. Kali ini Ixora menatap tajam Shina kemudian tertawa keras.


“Hahahaha! Bagus, bagus nampaknya kau mulai menyadari sesuatu. Ah~ sepertinyanya pisaumu itu lumayan berguna.”


Ixora memperlihatkan besi yang terbungkus rapi ditangannya terbelah menjadi dua.


“Kau… Tidak menggunakan kekuatanmu?”


“Apa yang kau bicarakan? Aku menggunakan kekuatanku. Kau tahu kan kekuatanku tidak hanya Exodial?”


“Tch!!! Sial.”


Sahut Shina dengan geram sembari memandang Ixora dengan tajam bagaikan elang yang siap menghujani musuhnya tanpa ampun sementara Ixora hanya memandang. Lantas Shina menyiapkan kuda-kudanya dengan mantap sembari mempersiapkan serangan berikutnya kemudian Shina berlari dengan kencang menuju ke arah Ixora.


“WUSH!!!”


“Pemuaian!”


“NGUUNG!”


Pisau milik Shina membesar seperti biasa. Ia mengayunkan pendangnya ke atas sambil melompat ke atas untuk mengayunkan pedangnya. Kuncian dari sepasang manik mata seorang Ixora Aster membuat Shina menjadi gundah dalam waktu singkat. Shina langsung tertegun kaget karena intimidasi dari Ixora dan tanpa sadar Shina telah diserang oleh Ixora.


“CTASS!”


Luka sayatan membekas di pipi kiri Shina.


“Aku tidak akan membiarkanmu mengetahui lebih dari ini, Shina!”


Sahut Ixora dengan tegas.


“Aku akan mencoba menyerangnya secara cepat!”


Gumam Shina dari lubuk hatinya.


“CTAS!!!”


“TRANG!!!”


“TRANG!!!”


“WUSHHH!!”


Ixora tiba-tiba menjauh dari jarak serangan Shina dan memukul pergelangan tangan kanan Shina yang dimana tangan Shina dalam posisi memegang senjata.


“PLAK!!!”


Langkah kaki mulai berjalan beriringan dengan cepat. Shina memaksakan dirinya mengambil pisau yang terjatuh karena ulah Ixora tadi dan bersiap untuk melancarkan serangan kepada Ixora.


“WUSHHH!!!”


Serangan Shina kembali dihindari oleh Ixora dengan cara menyamping tepat di depan tangan Shina yang sedang melaju lurus. Pandangan Ixora tak pernah lepas dari Shina selama pertarungan. Ini akan benar-benar serius.


“Mengapa ia menatapku seperti itu?”


“Ixora… Tidak bernafas?”


“Aku dapat merasakannya karena tanganku berada tepat di bawah hidungnya saat menyerang tadi.”


Sahut Shina dari dalam hati yang sedang risau.


Saat di udara, Shina langsung mengecoh Ixora dengan menggunakan tangan kiri untuk memukul pelipis Ixora yang terbuka lebar dari pertahanan.


“Sekarang!”


Lanjut Ixora dari dalam hati.


“BRUAK!”


Tangan Shina langsung terpental diikuti dengan tubuhnya saat berada di udara dan langsung mendarat dengan keras di tanah.


“Uhuk!”


Shina mengeluarkan darah dari mulutnya akibat benturan keras dengan tanah.


“Sial! Tubuhku terasa panas.”


“Ayolah Shina~”


Ejek Ixora dengan tenang sambil mengambil botol minuman roseus yang ia gantungkan di pinggang kirinya. Ixora pun meminum dengan nikmat minuman yang ia bawa dan mengusap bibir mungilnya setelah itu.


“Ah! Ini memang sangat nikmat.”


Shina nampak geram sambil membungkuk tersujud di tanah.


“Hampir sedikit lagi.”


“Musuhku biasanya mati sebelum mengetahui kekuatanku sebenarnya, yah karena mereka terbawa emosi sebelum mengetahui fakta ini.”


Lanjut Ixora.


“Hehe, ini memang sangat sulit untuk orang yang sulit ditebak sepertimu, Ixora!”


Sahut Shina dengan senyuman menyeringai di wajahnya. Senyuman dari wajah Ixora perlahan memudar ditimpa oleh senyuman menyeringai milik Shina. 


“Hah? Baiklah kali ini aku akan serius meladenimu Shina.”


Kali ini Ixora tak mau kalah memberikan tekanan kepada Shina yang mulai mengetahui sesuatu dibalik kekuatan milik Ixora Aster yang cerdik. Shina pun menyingsingkan baju lengannya dan bersiap untuk memberikan serangan selanjutnya. Sepersekian detik tanpa disadari oleh Ixora, Shina telah berlari.


"Dalam lima detik sekejap aku merasakan bahwa Ixora tidak dapat menggunakan kekuatannya. Apa ini hanya kebetulan? Mari kita coba!"


“Pemuaian!!!”


“NGUUNG!”


“Aku tahu kau akan menatapku seperti itu!!!”


Sahut Shina. Dengan cepat ia berlari ke samping untuk memalingkan pandangan milik Ixora.


“Apa?!!”


Ixora mulai heran dengan adaptasi milik Shina yang memukau. Dalam sekejap Shina langsung melempar pisau lurus ke arah Ixora dan ia mengambil arah berlawanan dengan pisau yang sedang melaju. Perhatian Ixora pun harus terpecah menjadi dua.


“Apa yang dilakukannya? Itu sangat bodoh.”


Sahut Ixora dari dalam hatinya yang sedang berusaha untuk berkonsentrasi lebih.


Tanpa pikir panjang Ixora langsung mundur menghindari serangan dua arah milik Shina. Shina terkejut karena serangan kombinasinya dapat dikatakan gagal dan berusaha menyusutkan pedang yang sedang terbang tersebut.


“Pemuaian!!!”


“NGUUUNG!!!”


Pedang tersebut perlahan mengecil menjadi pisau dan menusuk tangan kiri Shina yang mencoba menepis piasu miliknya. Dengan meringis kesakitan Shina melepas pisau tersebut dari tangannya lalu berlari kembali mengejar Ixora yang tidak jauh dari posisinya saat itu.


“WUSHHH!!”


Tanpa disadari oleh Ixora, Shina telah melempar beberapa butiran besi kecil ke atas sebelum ia tertusuk oleh pisau miliknya di dekat Ixora menapakan kaki dan memuaikan butiran besi tersebut.”


“BRAKK!”


“BRAKK!”


“BRAK!!!”


Ixora dengan cepat bereaksi untuk menghindari bongkahan besi yang sangat besar tersebut. Debu pun berterbangan menutupi pengelihatan Ixora Aster. Dengan tiba-tiba Shina muncul dari kiri dan membuat Ixora kaget.


“Apa?!”


“Lengannya nampak… sedikit membesar.”


“BRUAKKKK!!!”


Pukulan tangan besar milik Shina tertangkis kembali oleh Ixora.


“Huhhh~ Hampir saja.”


Sahut Ixora dengan cemas setelah berada di kondisi mencekam seperti tadi.


“Apa-apaan itu?!”


“Seharusnya kekuatanmu tidak berguna di situasi seperti itu!”


Lanjut Shina.


“A-“


Hidung Ixora tiba-tiba mengeluarkan darah.


“Apa?! Apa yang terjadi?”


“Aku pun tidak tahu apa yang mengenaimu.”


“Dialmu Tipe Cahaya reaksi pemuaian kan?”


“Ya kurasa Leo menyebutnya seperti itu.”


“Kau jangan menggunakan pemuaian pada tubuhmu lagi.”


“Apa maksudmu.”


“Memuaikan sesuatu yang tidak termasuk dalam logam itu sangat berbahaya untuk tubuhmu.”


“Maksudmu lenganku?”


“Benar, mungkin itu juga mempengaruhi energi yang meledak-ledak keluar dari dial tersebut sehingga tubuhku ikut terpengaruh oleh reaksi pemuaian yang mengenai sel darahku.”


“Ahhh sepertinya kau berdarah karena itu.”


Shina pun melanjutkan perkataannya sembari duduk di tanah.


“Exodialmu mirip seperti cahaya padat yang menyelimuti tubuhmu.”


“Yup! Exodialku adalah Neon Spesial!”


“Hah?”


...101-The Book...


...****************...