
...----------------...
Dentuman suara senjata yang saling beradu terdengar sangat keras di dataran kering dan gersang. Ya, ini adalah tempat berlatih para siswa Squadron Leucrotta. Panas yang menyengat menemani hari-hari para siswa yang tergabung di dalam Squadron ini, termasuk Shina Magnolia Ishtar yang sedang fokus berlatih untuk menjadi lebih kuat dan bertemu dengan teman-temannya di Festival Rexodinary.
Shina berlatih untuk menggunakan senjata baru hari ini di markas Squadron Leucrotta bersama dengan Ixora Aster.
“Hmmm, sangat tidak cocok untukmu hanya menggunakan pedang ini dalam pertempuran.”
Kata Ixora sambil meliuk-liuk menghindari serangan dari Shina dengan pedang miliknya.
“Hah-hah-hah.”
Shina menatap Ixora dengan tajam sambil menelan kembali ludahnya karena kelelahan.
“Tuan Heryn nampaknya sudah salah memilih orang untuk bergabung ke squadronku.”
Shina langsung menggigit bagian bawah bibirnya dengan keras sambil memegang erat-erat pedang yang dibawanya.
“Pengaktifan!”
“NGUUUNG!”
Pedang Shina langsung membesar. Ia terlihat menapaki tanah dengan kuat dan memasang kuda-kuda untuk bersiap melancarkan serangan kepada Ixora yang berdiri tepat dihadapannya. Dhina tidak terima direndahkan seperti itu karena harga diri yang ia pegang sangat kuat. Shina pun mengayunkan pedangnya dengan kuat mengarah ke leher Ixora. Debu di sekitar mereka berterbangan dengan kencang. Angin menghampiri debu yang berterbangan dan menghiasi medan pertempuran yang gersang ini. Ixora memandangi Shina dengan mata sayunya itu sembari meneguk minuman roseus kesukaannya. Shina langsung mengejang kaget karena pedang miliknya tidak dapat menyentuh Ixora seperti ada penghalang di seluruh tubuh Ixora.
“Tak tersentuh?”
“Jangan kaget begitu, aku bahkan tidak yakin kau dari keluarga Ishtar. Kau bahkan tidak menganalisa musuhmu.”
“M-menganalisa katamu?”
Ixora kembali meneguk gelas kedua dari minuman roseus sebelum melanjutkan perkataannya.
“Ah~ Kau perlu menganalisa apa tipe kekuatan dari musuh sebelum kau menyerangnya. Hah~ Keluarga Ishtar memang sebodoh ini kah?”
“Maafkan aku Ixora.”
Sahut Shina sambil tertunduk malu dan melanjutkan perkataannya.
“Nama ini terlalu membebaniku. Bisakah kita menghilangkan sejenak nama ‘Ishtar’ itu?”
“PLAK!”
Ixora menampar keras pipi milik Shina dengan mata tajam bak hewan buas yang siap menerkam mangsanya. Kali ini Ixora benar-benar serius menampar Shina.
“Hei bajingan. Kau terlalu naif untuk secuil manusia. Menghilangkan nama keluargamu?! Jangan bercanda! Kau adalah harapan satu-satunya mendiang keluargamu, tekad dan kehormatan ada di pundakmu, sekarang kau ingin menghilangkannya?! Dasar wanita tengik!”
Shina terdiam beberapa saat setelah mendengar umpatan dari Ixora Aster lalu membulatkan tekad yang ia miliki untuk bertarung bersama Ixora.
“Sebelum kau dapat melukaiku, aku tidak akan melanjutkan latihan ini. Pertahankan prinsipmu!”
Lanjut Ixora.
“B-baiklah.”
Sahut Shina dengan suara yang perlahan mengempis.
“Hah?! Apa-apaan suara itu? Kau yakin hanya itu tekadmu Shina Magnolia Ishtar?!”
“Baiklah!!!”
Sahut Shina yang kali ini mengeluarkan suara bak raungan singa.
Shina kali ini lebih berhati-hati dalam menyerang. Ia memikirkan dan menganalisa kekuatan yang dimiliki oleh Ixora Aster.
“BRUK!!!”
Sesuatu nampaknya menghantam bagian perut Shina. Tidak terlihat jelas benda apa yang menghantam perut Shina. Shina pun memuntahkan darah dari mulutnya dan meringis kesakitan tertunduk di hadapan Ixora.
Dari lubuk hati Shina ia berkata.
“Apa itu tadi?”
“Bukankah ia hanya diam dan melihatku?”
“Ah~ Kau terlalu lama berpikir.”
Sahut Ixora dengan santai.
“Baiklah aku akan fokus melihat sesuatu di sekitar Ixora. Aku akan memuaikan pupil mata untuk dapat melihat lebih jelas.”
Kata Shina dari dalam hati.
“NGUUNG”
Shina langsung tertegun kaget melihat sekumpulan partikel yang mengelilingi Ixora.
“Apa itu?”
“Jumlahnya sangat banyak, tidak ini terlalu banyak! Berjuta-juta? Tidak miliyaran.”
“Itu seperti… kunang-kunang?”
“BRUAK!!!”
Kali ini Shina dihantam kembali oleh Ixora. Kali ini Shina dihantam di bagian lengan kanan.
“Ahk!!!”
“Apa yang aku katakan tadi? Berpikir terlalu lambat kau.”
“YANG BENAR KAU TERLALU LAMBAT BERPIKIR!”
Sahut Shina yang sangat jengkel dengan tata bahasa Ixora Aster.
“Ayolah mainkan pertunjukan yang aku sukai Shina!!!”
...----------------...
Pagi ini terlihat mendung, awan seakan ingin menangis bersama dunia ditengah hiruk pikuk para siswa Squadron Augurey.
Ini adalah hari terakhirku latihan untuk bulan ini dan masih berlanjut ke bulan-bulan berikutnya. Sebulan ini aku hanya berlatih dengan Vahra untuk menyentuh benda aneh yang menyebabkan perbedaan beberapa iklim di sini.
“Hah~ apakah kau benar-benar serius untuk mengajariku Vahra?”
“Hei! Kau cukup lancang untuk seorang murid. Kau lihat muridku sebelumnya? Tuan Gazef panutanmu adalah muridku terdahulu!”
“Heh~ aku tidak yakin dasar peminum!”
“Sudah lanjutkan saja sebelum kau bisa menyentuh itu, aku tidak akan melanjutkan latihan kita.”
Sahut Vahra sambil meneguk minuman roseus yang ia bawa. Akupun melanjutkan pelatihanku untuk menyentuh bongkahan aneh ini.
Hentakan kaki yang cepat perlahan terdengar keras. Seseorang berlari ke arah Vahra. Itu adalah Hica!
Ia membicarakan sesuatu dengan tuan Vahra sambil menyerahkan koran berita pagi ini. Aku tidak terlalu mendengar apa yang mereka bicarakan, akan tetapi Vahra menunjukan wajah terkejut setelah membaca isi berita tersebut.
Ditengah keingintahuanku dengan isi berita tersebut, tiba-tiba bongkahan Cyberse Link ini perlahan mengecil seakan terkikis oleh sesuatu. Sontak aku langsung memanggil Vahra untuk melihat apa yang terjadi denganku.
“V-Vahra! Ini gawat. Bongkahan aneh ini mengecil!”
“Apa?!!”
Sahut Vahra dan Hica bersamaan. Mereka sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Vahra dan Hica berlari ke arahku untuk memastikannya.
“Cyberse Link… tidak mungkin… ini…”
“Terkikis.”
Sahut Vahra dengan suara gemetar.
“Apa artinya ini?”
“Coba kau dekatkan tanganmu dengan Cyberse Link ini.”
Aku pun mengikuti instruksi dari Vahra Helheim sementara Hica hanya melihat dengan ketidakpercayaannya tersebut.
“BZZZZT!”
“BZZT!”
“KRAK!”
Bongkahan Cyberse Link ini perlahan retak dan pecah menjadi partikel kecil yang masuk ke dalam tanganku. Dalam hati Vahra nampak bergejolak.
“Cyberse Link? Diserap? Oleh anak ini?”
“Ehem. X. Kau tidak menyentuh bongkahan ini. Akan tetapi kau menyerapnya. Ini bukanlah sebuah kebetulan.”
“Aku tidak terlalu tahu, apa yang terjadi denganku Vahra?”
“Cyberse Link adalah bongkahan energi yang memiliki resonansi sangat tinggi hanya orang-orang tertentu yang dapat menyentuhnya. Aku ulangi, hanya menyentuh. Akan tetapi kau menyerapnya kekuatan macam apa yang kau miliki?”
“Ah daripada aku terlalu sibuk memikirkan itu, aku ingin memberitahu sesuatu tentang berita tadi. Kau tahu Tuan Buffon? Kepala Kepolisian Kota Burzche?”
“Ah mungkin orang aneh yang mengintrogasiku saat tertangkap.”
Gumamku dalam hati.
“Mungkin aku tahu Vahra.”
“Dia dikabarkan terbunuh di kantor pemerintah Burzche bersama seluruh isi kantor tersebut.”
“Apa?!”
“Dan ada lagi, seorang wanita di Kota Alchy terbunuh. Dan yang lebih mengejutkan lagi dia berasal dari keluarga Entitas Agung. Inersia!”
“Apa? Apa yang kau katakan? Kau sedang mabuk Vahra?”
“Tidak, tentu tidak!”
“Keluarga itu masih ada?”
“Aku juga tidak menyangka keluarga itu masih ada, akan tetapi setelah aku mengetahuinya keluarga itu sudah punah dan menghilang dari muka bumi.”
“Biarkan aku melihatnya.”
Aku langsung mengambil secarik kertas yang berisikan berita dunia hari ini. Disana tertulis.
“Garu Inersia dan 2 Anggota Parade Detoria mati karena terlibat pertarungan hebat.”
...101-The Book...
...****************...