
“Apa? Neon?”
“Ya… Neon Tipe Spesial.”
Dengan kecanggungan luar biasa mereka berdua saling menatap untuk waktu yang lama dan terdiam tanpa kata. Ixora pun mengangkat kedua bahunya dan menengadahkan kedua tangannya menghadap ke atas seolah menyuruh Shina untuk mengatakan apa yang diketahui.
“S-Spesial?”
Ixora langsung menepuk dahinya dengan keras sambil tertunduk malu atas apa yang dikatakan oleh orang bodoh bernama Shina dari keluarga yang terkenal cukup berpengaruh di Kota Mattium.
“Hahaha! Kau terlihat bodoh Shina.”
Wajah Shina langsung mengusut diikuti dengan tawa Ixora. Ixora pun melanjutkan perkataannya sambil meneguk minuman roseus.
“Ah~ Jadi dalam Exodial ada tiga macam tipe. Yang pertama adalah tipe pencipta yang dapat menciptakan unsur kimia akan tetapi tidak dapat mengendalikannya. Yang kedua ada tipe pengendali yang dimana dapat mengendalikan unsur kimia yang ada di sekitarnya. Tipe pengendali ini biasanya dipasangkan dengan orang yang memiliki Exodial tipe pencipta karena mereka jarang sekali mendapatkan unsur kimia di lokasi pertarungan, berbeda dengan pencipta yang dapat menciptakan wujud unsur kimia itu sendiri dan membentuk unsur kimia yang diciptakannya.”
Pikiran Shina bergejolak hebat mendengar penjelasan dari Ixora. Shina memang cukup bodoh untuk hal-hal yang berbau teori.
“Lalu?”
Sahut Shina sambil menggaruk kepalanya.
“Yang ketiga Exodial tipe spesial yang dimana peggunanya dapat menciptakan maupun mengendalikan unsur kimia yang terkait.”
Lanjut Ixora dengan lugas.
“Ini sangat berbanding terbalik dengan Dial miliku. Hah~”
Keluh Shina sambil menundukan kepalanya menghadap ke bawah. Ixora langsung menampar Shina dengan kencang hingga membuat pipi kiri Shina mulai mengeluarkan warna merah bermotif tangan.
“Aw!!! Itu sangat sakit Ixora!!!”
Ixora menarik nafas sebelum melanjutkan kenyataan yang ada dibalik kekuatan misterius Exodial yang ia ketahui. Dengusan kesabaran mulai bergema di sekitar pembicaraan mereka.
“Exodial tidaklah sehebat itu. Masing-masing penggunanya harus menerapkan syarat di dalam Exodial yang sebanding dengan kekuatan milik Exodial tersebut. Jika kau melanggarnya maka Exodial menjadi tidak terkendali dan membekukan seluruh aliran darah sehingga penggunanya akan mati konyol.”
Sanggah Ixora dengan tenang. Ia kemudian melanjutkan perkataannya tersebut.
“Jadi~ Apa kau sudah tahu syaratku?”
Lanjut Ixora seolah memaksa Shina untuk mengetahui rahasia kekuatannya dengan senyum yang lumayan mengerikan untuk beberapa kalimat tadi. Ini dilakukan Ixora untuk memastikan bahwa mereka tidak membuang-buang waktu.
“Kau s-selama lima detik terus menatapku dan tidak bernafas… M-mungkin?”
Sahut Shina dengan terbata-bata. Kalimat Ixora tadi cukup untuk membuat tenggorokan Shina terhambat oleh air liurnya sendiri.
“Itu benar sekali. Syarat yang aku terapkan adalah menatap lawanku dan tidak bernafas selama lima detik. Sehingga aku dapat mengaktifkan kekuatanku.”
“Kekuatanmu sungguh aneh Ixora!”
Ixora langsung tertawa lepas mendengar kata itu dari Shina.
“Hahaha! Hanya kau saja yang menyebutku aneh dengan kekuatan magis ini.”
“Magis katamu? Itu hanya cahaya aneh yang berterbangan kesana kemari.”
Ya memang kebodohan Shina Magnolia Ishtar tak cukup sampai di sana. Ia bahkan mengucapkan lontaran kata yang sangat polos seolah apa yang dilihatnya adalah hal-hal yang tidak penting. Ucapan Shina langsung dilumat bersih oleh Ixora yang sangat tahu betul fungsi dari kekuatan ini. Dengan lengkingan yang cukup nyaring di telinga Ixora melanjutkan perkataannya.
“Ishtar bodoh… Neon merupakan enam dari unsur gas mulia yang sangat langka.”
Shina langsung melihat tangannya sendiri sambil mengangkat jarinya menjadi enam.
“Memang apa saja yang termasuk unsur gas mulia selain milikmu itu?”
“Helium, Argon, Kripton, Xenon dan Radon. Jika kau bertemu dengan musuh yang memiliki kekuatan gas mulia berhati-hati saja. Syaratnya akan mirip sepertiku, kau harus memperhatikan lawanmu sebelum menyerang.”
“Sial kau cukup beruntung juga Ixora.”
Gumam Shina dengan frekuensi suara yang sangat kecil sampai-sampai telinga sendiri pun tidak cukup untuk mendengarnya.
“Makin besar kekuatan makin sulit syarat-syarat yang dilakukan sebelum menggunakan kekuatan Exodial.”
Shina memandangi langit sore yang perlahan akan meninggalkan mereka di tempat latihan. Dengusan dari angin yang ingin mengikuti sang mentari pergi membuat suasana menjadi sunyi dalam sekejap. Ixora mulai mengusap celana yang ia pakai dari debu dan perlahan bangun dari tempat duduknya sambil tersenyum kecil ke arah langit sore yang sangat menawan. Sekejap Shina menepuk kedua pipinya dengan keras dan menyadarkan dirinya.
“Baiklah ayo latihan lagi Ixora!”
Ixora langsung berjalan dengan santai menjauhi Shina. Shina hanya menatap punggung dari perempuan tersebut yang perlahan menjauh dari jangakauannya dan kembali ke gedung Squadron Leucrotta. Markas Squadron Leucrotta bernama Maddinia tempat gersang untuk pengguna Dial Tipe Cahaya.
“Ada apa Ixora? Apa kau takut?”
Sahut Shina seperti anak kecil merajuk ketika tidak dibelikan es krim. Ixora langsung memutar badannya, menatap Shina dalam-dalam seolah ingin memasuki isi pikiran yang dimiliki oleh Shina Magnolia Ishtar.
“Hah?! Kau bahkan tidak dapat menggunakan Dial untuk saat ini karena kau menggunakan reaksi milikmu melewati batas. Kita tidak bisa melanjutkannya untuk saat ini. Kau perlu istirahat 1 minggu!”
...----------------...
“Kau… Baik-baik saja X?”
Tanya Vahra sambil menengadahkan kepalanya dengan heran.
“Aku… mung-mungkin baik?”
Sahutku dengan aroma keraguan yang seketika tercium oleh Vahra.
“Dasar bodoh! Kau telah menyerap Cyberse Link Nitrogen!!!”
Lengkingan seorang Vahra Helheim membuat telingaku berdengung kencang seperti akan pecah. Ia berjalan dengan pelan ke arahku untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja. Seluruh syarafku seketika bercahaya biru ketika diperiksa oleh Vahra Helheim. Ini terlihat jelas dari balik kulitku.
“Hahah! Aku akhirnya memiliki kekuatan!”
Kau tahu? Aku sangat menunggu ketika mendapatkan kekuatan. Hal ini sangat keren ketika kau bisa memamerkannya ke teman-temanmu… Mereka pasti iri denganku.
“Akan ku coba!!!”
“Pengaktifan! Hiyaaaattt”
Vahra menatapku seolah ingin membawaku ke tempat rehabilitasi jiwa. Ia mungkin berpikir ini adalah efek stres ku latihan selama sebulan ini. Matanya yang sayu sangat menggambarkan itu.
“Apa yang kau lakukan?”
“APA!! Kenapa tidak bekerja? Aku sudah menyerapnya!”
“Hei kau haru-“
“Pengaktifan!”
“Pengaktifan!”
Aku berusaha untuk mengaktifkan kekuatanku, akan tetapi tidak berhasil juga. Aku mengangkat tanganku, membawanya ke kiri, ke kanan tapi tidak ada hasil…
“Cuku-“
“Pengaktifan!”
“Hiyaaaaaaaaa Pengaktifan!!!”
Mata Vahra memerah seketika dan menatapku dengan tajam. Ia tak dapat memperpanjang kesabarannya lebih lama lagi. Ia mengambil kuda-kuda untuk menyerangku yang sangat keras kepala ini.
“Tinju Astaroth, Tangan ke sepuluh.”
“DOOM!!!”
“WUSH!!!”
Pukulan dari Vahra membuat udara disekitarku terdistorsi sehingga membuat efek gelombang kejut yang sangat berdampak besar pada lingkungan di sekitarnya.
“Kau tidak mendengarkan mastermu X?”
“Maaf Vahra!”
Sahutku sambil menerobos ledakan gelombang kejut yang sangat dahsyat. Kulit di sekitar tanganku mulai mengelupas karena tekanan gelombang yang terlalu keras untuk tubuh kecilku ini.
“Panggil aku master.”
“Maaf master!!”
Vahra langsung mengangkat tangan dan menggepalkannya di atas.
“WUSH!”
“B-berhenti?”
“Latihan hari ini cukup.”
Vahra lagsung berjalan melewatiku yang masih termenung melihat kekuatan Vahra. Dial macam apa yang ia miliki? Tidak. Itu bukan Dial. Suasana sepi menghiasi tempat latihan kami di mulut goa tempat Cyberse Link berada. Langkah kaki Vahra perlahan meringis pelan dan mengecil menjauh dari tempatku.
“Ah- Besok kita berlatih Tinju Astaroth”
Sahut Vahra dari kejauhan sambil melambaikan tangannya membelakangiku. Senyum kebahagiaan menghiasi wajahku dengan mata berair aku langsung berlari menyusul Vahra untuk kembali ke markas squadron. Akhirnya aku akan memiliki kekuatanku sendiri untuk membalaskan dendam Garu.
Tinju Astaroth aku datang!
...101-The Book...
...****************...