101 - The Book

101 - The Book
Bagian 17 - Kembali



...****************...


“Suku yang sangat baik hati. Suku ini terbilang sangat unik karena mereka sama sekali tidak memiliki lengan ditubuhnya. Bahkan seluruh keturunannya tidak memiliki lengan. Mereka sangat percaya akan kutukan yang menyerang seluruh sukunya dari zaman dahulu. Kampung halaman mereka terletak di Taman Tundra Efrilheim. Ujung utara Bumi ini.


Suku ini dikenal dengan Suku Saraca, mereka sangat pandai dalam hal ilmu bela diri. Kami sangat tertarik bagaimana jika ilmu bela diri murni digabungkan dengan teknologi kami? Ginta, mungkin nama yang cocok untuk seni bela diri yang satu ini.


Kami juga menemukan beberapa pecahan konsentrasi energi yang sangat kuat. Kami menyebutnya Cyberse Link. Bongkahan ini memiliki misteri tersendiri dan hanya beberapa orang yang dapat mengendalikannya. 38.”


...----------------...


Nafas yang bersahutan menandakan ketidaktenangan antara Parade Detoria dengan Garu. Garu tidak menduga bahwa akan bertarung dengan Parade Detoria. Dilihat dari kekuatannya saat ini Garu sangat memungkinkan untuk menang.


“Oh~ Anchentrys! Biarkan kami melawanmu.”


Teriak Morus yang bersiap menghalau serangan Garu yang mengerikan.


“Pengaktifan!”


“Exodial!”


“Perwujudan Wilayah!”


“Parade Lautan Suci”


Pengaktifan wilayah milik Morus membuat Knema sulit untuk memasuki pertarungan karena ambisi Morus adalah melawan Garu sendirian.


Dalam wilayah Morus terdapat hamparan lautan yang luas terlihat sangat tenang bahkan langkah kaki pun terdengar seperti gemericik air yang menghiasi pegunungan. Dia adalah pengguna Exodial Hidrogen tipe Pencipta.


Dengan kekuatannya ini, dia hanya dapat menciptakan air yang digunakan sebagai peluru air dan melemparnya. Kekuatan dari lemparan Morus dapat melubangi sebuah pohon.


Kelemahan dari Exodial tipe Penciptaan ini adalah penggunanya akan kehabisan senyawa yang terkait dengan Exodialnya, ini berarti jika dalam jangka waktu lama Morus menggunakan kekuatannya, maka ia akan kehabisan air di dalam tubuhnya karena penggunaan Exodial sangat membutuhkan seberapa besar jumlah senyawa yang terkait dengan kekuatan Exodial si pengguna.


Exodial memiliki kekuatan khusus yaitu implementasi dari imajinasi si pengguna sehingga banyak pengguna Exodial membuat wilayah yang aneh.


“Lihatlah kekuatanku ini!”


“Kau sangat percaya diri berandalan!”


Sahut Garu dengan geram. Dari balik wilayahnya terlihat Knema memaksa masuk wilayah milik Morus.


“Pengaktifan!”


Garu sangat terkejut bagaimana bisa seseorang dengan kekuatan yang berbeda bisa masuk ke wilayah lain.


“Exodial!”


“NGUUNG!”


“Apa yang terjadi? Bagaimana bisa?”


“CTAS!!!”


Tembakan peluru air dari Morus membuat lengan kiri Garu langsung berlubang bersimbah darah.


“Argh! Lengah sedetik saja aku akan mati. Dia tipe Pencipta kan?”


“Kau lengah lagi Anchentrys!”


Terlihat Knema sedang mengendalikan air dengan jumlah yang besar membentuk bola air. Knema menengadah ke belakang dan bersiap untuk melempar bola air besar tersebut.


“Ini dia! Ugh!”


Lemparannya sangat cepat mendekati Garu yang sedang menahan rasa sakit akibat peluru air milik Morus.


“BLUB!”


Garu terperangkap dalam bola air Knema. Garu sangat kewalahan dengan teknik bertarung mereka berdua. Ia sampai terlalu fokus untuk menahan nafas selama berada di bola air milik Knema, sementara Morus sibuk melemparkan peluru air yang dibuatnya. Beberapa bagian kaki garu terkena serangan telak dari peluru milik Morus yang dilempar tanpa henti.


“CTAS!!!”


“CTAS!!!”


“CTAS!!!”


Garu tidak bisa menahan serangan dari kedua orang ini. Mereka mengatasi kekuatan Garu dengan sangat lihai. Mereka meliuk-liuk indah di medan pertempuran layaknya pasangan angsa yang sedang menari bebas di perairan. Inilah perbedaan kekuatan yang bahkan dapat mengalahkan Garu sekalipun. Yaitu teknik bertarung.


“Aku kecewa ketika mendengar jeritan itu dari seorang pengguna Anchentrys!”


Teriak Morus dengan menikmati pertunjukan membunuh miliknya.


“Kalian meremehkanku!”


Garu sementara menunduk sambil menarik nafas di tengah gempuran serangan dari Knema dan Morus. Ia berusaha untuk tetap tenang meskipun dalam kondisi sangat terdesak. Kekuatan Garu akhirnya mendapatkan panggung hari ini. Ia meludah ke arah samping bercampur darah yang keluar dari dalam tubuhnya.


“Cih. Merepotkan saja!”


Morus dan Knema merasakan aura yang sangat berbeda hingga bulu kuduk mereka terbangun. Mereka telah mengganggu hal yang seharusnya tidak mereka bangunkan. Sesuatu yang tidak diketahui dunia sekalipun, terbangkit untuk pertama kalinya dalam sejarah. Knema menjauhi Garu dengan tatapan panik miliknya sementara Morus tersenyum lebar dengan berlinang air mata kebahagiaan, ia tidak dapat menahan airmatanya karena dapat melihat kekuatan yang sangat sempurna ini. Empat pasang manik mata tidak lepas dari Garu. Jika lengah sedetik saja mereka akan mati tanpa sempat merasakan sakit sekalipun.


“WUSH!”


“CRAT!!!”


Dalam sepertiga detik Knema langsung kaget. Seketika gerakan manuver yang sangat cepat dilakukan oleh Knema untuk menghindari pedang es milik Garu. Ia membungkuk disertai dengan gerakan menukik kebawah.


Darah mengalir di sekitar kepala Knema. 2 detik setelah diserang ia baru merasakan ada yang sakit di sekitar pelipis kanannya. Knema meraba dengan pelan di sekitar telinganya dan sudah terpotong oleh pedang milik Garu.


“Argh! Ini sangat menyakitkan!”


Garu langsung memegang kuat-kuat pedang es miliknya dengan menghadap ke bawah lalu menancapkan pedangnya di sela-sela kaki.


“CTAK!”


“NGUUUNG!”


Gelombang kuat menghantam kedua telinga milik Morus dan Knema hingga mengeluarkan darah. Mereka saat ini tidak bisa mendengar apapun karena gendang telinga mereka dihantam oleh dengungan yang sangat keras dari Anchentrys milik Garu.


Wilayah Morus pun hilang seketika karena ditimpa oleh kekuatan yang lebih mutlak daripada Dial maupun Exodial.


“Kau ternyata pengguna Exodial Hidrogen tipe Pengendali, pantas saja kau dapat memasuki wilayah yang dibuat oleh Morus.”


 “CTAS!!!”


Tembakan Morus mengenai tepat di pembuluh darah utama milik Garu yang berada di pergelangan tangannya. Garu saat ini dalam kondisi tidak memungkinkan untuk bertarung, darah sekali lagi dimuntahkan oleh Garu. Gemericik darah saling bersahutan antara Morus dan Knema dengan Garu.


“Hmph!!!”


Garu mengangkat pedangnya kembali yang  dimana Garu saat ini bersimbah darah dengan hebat. Hembusan angin yang meringis berubah menjadi angin kencang hingga langit menjadi gelap dan terjadi hujan salju, sedikit demi sedikit mulai seperti badai salju yang mengamuk. Ini diakibatkan oleh konsentrasi energi nitrogen yang terlalu kuat di satu titik sehingga tekanan angin menjadi kuat dan menyebabkan perubahan cuaca yang sangat mendadak.


“Ini akibat kalian jika terlalu meremehkan Anchentrys!”


“Berkah Tombak Suci!”


Gumpalan salju berkumpul di atas mereka dan membentuk ratusan tombak es. Morus langsung membuat piringan air yang diputar sangat cepat oleh Knema lalu melemparkan serangan piringan air yang mengarah ke leher milik Garu.


“SRIIING!”


Desingan yang sangat kencang akibat putaran piringan air yang dilemparkan oleh Morus. 


Morus tidak sadar telah kehilangan lengan kirinya karena tak mendengar apapun yang terjadi sehingga lemparan dari piringan milik Morus meleset menuju ke arah dada milik Garu.


“Kemana Knema?”


Hati Morus berkata demikian sambil memalingkan pandangan kesana-kemari.


Knema ditemukan tengah tertusuk 3 tombak yang menghujaninya- di bagian mata, perut dan lengan. Ia bermandikan darah jauh di belakang Morus. Pasang mata Morus menatap Knema dengan terbelalak dan meremas kepalanya menengadah ke atas sambil berlutut di tanah.


“Ha?!! Apa yang telah aku bangunkan ini?!!”


Teriak pita suara Morus yang ketakutan.


“Kekuatan kendali penuh atas alam. Anchentrys. Kalian seharusnya tidak menciptakan ini… Inersia.”


Kata terakhir dari Morus yang selanjutnya tertusuk tombak es dari atas mulutnya merasuk masuk ke kerongkongan.


...----------------...


Memang ini adalah kemenangan yang manis, akan tetapi Garu telah berakhir saat ini juga.


Dadanya terobek hampir putus menjadi dua bagian karena terkena piringan air yang dilempar oleh Morus. Beberapa tulang di daerah kaki patah. Tulang tengkorak yang retak akibat tekanan air milik bola air Knema, membuat Garu tidak dapat diselamatkan lagi.


Garu Inersia telah...


‘KEMBALI’.


Ini adalah pertunjukan antara Kekuatan yang Tidak Masuk Akal dengan Teknik Bertarung.


...101-The Book...


...****************...