101 - The Book

101 - The Book
Bagian 11 - Cyberse Link



“Lho? Agnis? Kau kemana saja?”


Wanita itu masih bersikukuh menanyakan hal itu kepadaku.


“Agnis?”


Shina langsung menatapku dengan tajam.


“Nama mu Agnis, X?”


“Tentu tidak, Shina.”


Tiba-tiba ia menyela obrolan kami.


“Maaf, sebelumnya perkenalkan namaku Wyrma Asiarga. Kau boleh panggil aku Wyrma, Aku penjaga perpustakaan di akademi ini. Salam kenal!”


“Namaku X! Salam kenal Wyrma! Tentang tadi… siapa yang kau panggil Agnis?”


“Ahh itu. Kau mirip sekali dengan rekanku saat masih bertugas sebagai pengawas tiga akademi. Kau mirip dengannya hahaha! Aku sudah mulai pikun, lupakan saja X!”


Sahut Wyrma sambil mengusap kepalanya. Tuan Zidane pun mendekati Wyrma sambil membersihkan tangannya dengan menggunakan lap, yang terluka karena ujian.


“Apa maksud kedatanganmu kesini Wyrma?”


Lanjut Tuan Zidane dengan tenang.


“Akhir-akhir ini ada orang yang mencurigakan sering datang ke perpustakaan. Aku ingin mengusulkan peningkatan penjagaan di perpustakaan mengingat kita menjaga sesuatu disana. Bagaimana menurutmu hm?”


Jelas Wyrma dengan suara halus.


Tuan Zidane menatap Tuan Gazef dengan tenang sambil menoleh kecil ke arah pintu keluar. Tuan Gazef langsung mengerti dan mengajak kami keluar untuk berkeliling.


“Ayo teman-teman, akan ku ajak berkeliling sebentar.”


Lanjut Tuan Gazef.


“Akan ku ajak kalian ke beberapa tempat penting di akademi ini. Pastikan kalian ingat ya!”


Kata Tuan Gazef sambil tersenyum memandangi taman akademi. Tuan Gazef pun melanjutkan pembicaraannya.


“X, aku tahu kau membawa buku yang sangat berbahaya jika orang-orang tahu isi dari buku itu. Hanya veteran perang Entitas Agung saja yang mengetahui isi penuh dari buku itu. Seperti Tuan Heryn. Jadi pastikan tidak ada orang yang membaca buku itu.”


“Ahh kau merepotkan sekali Tuan Zidane. Aku ingin tahu isi dari buku itu, jadi Tuan tenang saja selama aku masih bersama X. Bukan begitu Shina?”


Shina pun tertegun dan menjawab Leo dengan senyum sambil mengangguk.


“Hm! Kita kan kuat hehe.”


Tuan Gazef tersenyum sambil memandangi kami dan tiba-tiba langkahnya terhenti karena memandangi kami terlalu larut.


“Ada apa Tuan Gazef? Kau baik-baik saja?”


Tanyaku kepada Tuan Gazef yang tidak seperti biasanya.


“Haha! Aku hanya teringat dengan temanku di akademi ini dulu. Maaf membuatmu cemas X!”


Sambil bercengkrama dengan hangat, kami memandang taman akademi yang sangat luas dan berisi hamparan bunga cantik di sekitar.


“Sebelum kita sampai pada bangunan yang pertama, aku akan sedikit menjelaskan squadron yang ada di Akademi Oxitrone. Kita mulai yang pertama yaitu dikenal sebagai squadron kelas atas, Thestral! Dalam squadron ini berisi anak-anak bangsawan yang sangat berbakat dalam menggunakan Dial Tipe Kegelapan. Aku harap, kalian tidak terlalu mencampuri urusan mereka karena, squadron ini dikenal tidak pandang bulu jika rekan satu squadronnya bermasalah dengan squadron lain. Mereka juga disebut squadron kegelapan.”


“Hmm, arogan sekali.”


Sahut Shina sambil berjalan.


“Hal ini wajar saja karena mereka berasal dari keluarga bangsawan.”


“Hah~ ini semakin menyusahkan saja.”


Leo berkata demikian karena dia sangat benci akan hal-hal yang berbau arogansi dan penindasan.


“Yah~ itu sudah menjadi budaya disini.”


Sambil berjalan Tuan Gazef melanjutkan penjelasannya tadi dengan tenang.


“Yang kedua ada squadron Leucrotta dan squadron Niffler. Squadron ini sangat mirip satu sama lain yang dimana mengerucutkan orang-orang dengan kemampuan yang sama dalam satu squadron. Intinya squadron Leucrotta mewadahi orang-orang dengan Dial Cahaya dan Niffler mewadahi orang-orang dengan Dial Wabah.”


Begitu kurang lebih penjelasan Tuan Gazef kepada kami. Akan tetapi aku tidak mendapat salah satu squadron yang sudah disebutkan oleh Tuan Gazef tadi. Lantas aku bertanya.


“Aku tidak masuk di salah satu dari ketiga squadron yang sudah kau jelaskan Tuan. Apa ada lagi?”


Mata Tuan Gazef langsung mengembang sambil memandangku dengan terkejut.


“Kau? Masuk squadron Augurey, X?”


“Bagaimana aku menjelaskannya ya? Squadron Augurey dikenal sebagai squadron sampa- Ehem! Squadron orang-orang berkembang. Kau nampaknya akan kerepotan di sana, X hahaha!”


“Yah~ aku memang cocok di sana karena tidak memiliki dial.”


“Kau… tidak memiliki dial? Aspiqum pasti memiliki alasan untuk itu.”


Lanjut Tuan Gazef.


Tak terasa kami sudah mengobrol lama dengan Tuan Gazef, sampailah kami di Gedung Meditasi. Jika kau mencari tempat paling sejuk, damai dan tenang mungkin kau bisa kesini untuk mengistirahatkan pikiran.


“Ini adalah tempat meditasi. Biasanya squadron Augurey paling sering memakai tempat ini. Aku tidak tahu kenapa. Kau mungkin akan tahu jika sering ke tempat ini.”


“Aku suka tempat ini.”


Ucapannya Shina membuatku berpikir, Shina akan menjadi orang yang tidak pernah absen ke tempat ini… Mungkin.


“Di dalam akademi ini gedung squadron terbagi menjadi 4 wilayah. Dengan kekuatan Cyberse Link, 4 wilayah ini dapat diubah menjadi 4 iklim yang berbeda. Bagian utara ditempati oleh Squadron Augurey, Timur Squadron Leucrotta, Barat Squadron Niffler sedangkan Bagian selatan ditempati oleh Squadron Thestral.”


Lanjut Tuan Gazef kepada kami yang masih melihat-lihat tempat meditasi ini.


“Ahh~ iya aku bisa melihat kabut salju di bagian utara.”


Sahut Leo.


“Aku juga bisa melihat badai pasir di sebelah timur.”


Shina nampaknya juga melihat hal serupa. Akan tetapi, di bagian barat aku melihat banyak pohon yang kering dan tidak memiliki daun di daerah squadron Leo. Bagaimana ini bisa terjadi? Apa ini pengaruh dari Cyberse Link? Sebenarnya apa Cyberse Link itu?


“Oh ya! Aku juga lupa mengatakan kepada kalian bahwa masing-masing squadron memiliki setidaknya 1 hektar untuk wilayahnya jadi sangat jarang terjadi kontak antara squadron kecuali saat Festival Rexodinary. Kalian akan tahu jika sudah di squadron masing-masing.”


Sanggah Tuan Gazef.


“Aku rasa itu festival yang menyenangkan. Aku harus datang ke festival itu jika festival itu diselenggarakan.”


Jawab Shina dengan polos.


“Haha! Kalian harus punya semangat muda teman-teman!”


Tawa Tuan Gazef seketika mengakhiri tur kami mengelilingi akademi.


“Baiklah nampaknya tugasku sudah berakhir hari ini aku akan menjalani rutinitasku sebagai komandan. Kabari aku jika kalian senggang! Aku akan menemani kalian.”


Salam dari Tuan Gazef sangat hangat, tapi apakah komandan pasukan tertinggi memiliki waktu senggang layaknya kami? Hah~ entahlah…


Leo pun berjalan melewati kami dengan raut wajah semangat untuk memulai pembelajaran di akademi.


“Ayo kembali ke ruang Aspiqum.”


...----------------...


Kami sampai di ruang Aspiqum untuk mendapatkan intruksi lebih lanjut mengenai apa yang harus kami lakukan selanjutnya. Aku mulai memasuki ruangan sembari mengetuk pintu dengan pelan.


TOK!


TOK!


TOK!


Suara lirih pintu yang aku buka berlanjut dengan perasaan kaget yang menghinggapi pikiranku.


“Halo X! Selamat datang kembali!”


Sambut Tuan Zidane dengan senyum menyeramkan miliknya. Alasanku kaget karena ada 4 orang yang sudah duduk di meja rapat dengan aura yang kuat. Pertanyaan terbesar dipikiranku yang saat ini hampa, siapa orang-orang ini?


“Ho? Jadi ini murid baru yang Tuan jelaskan?”


“Apa kau kuat? Hahaha!”


Tuan Zidane yang saat itu memegang gelas di tangannya langsung mengeluarkan aura yang kuat pula untuk meretakkan gelas tersebut sambil tersenyum menakutkan.


“Ayo sambut mereka dengan baik”


4 orang tersebut langsung diam dan tak berkata apapun lagi.


“Kenalkan! X, Shina Magnolia Ishtar dan Leo Delonix Regia. Mereka adalah pemimpin squadron di akademi ini.”


...101-The Book...


...****************...