101 - The Book

101 - The Book
Bagian 26 - Eden Firka vs Siege Mandu



"DUAR!!"


Dentuman suara Tinju Astaroth mengisi keheningan sesaat, yang terjadi setelah kilatan cahaya dari kekuatan Eden Firka.


"NGUUUNG!"


Pengelihatan Siege Mandu saat ini masih samar-samar. Suara dari Dial Siege terdengar jelas bersamaan dengan serangan yang dilakukan oleh Eden Firka.


Eden menghembuskan nafas dengan berat setelah mengeluarkan tangan pertama dari 12 teknik Tinju Astaroth.


"Aku hampir buta! Kau mau membunuhku ya!?"


Teriakan Leo dari kursi para penonton.


"Tinju Astaroth sangat mengerikan. Dampak serangannya lumayan destruktif."


Sahut Shina sambil membersihkan air mata yang keluar akibat kilat cahaya milik Eden.


"Aku tidak bisa membayangkan jika Eden Firka menguasai kedua belas teknik Tinju Astaroth."


"Tinju Astaroth ya? Sangat menarik. Aku jadi ingin mempelajarinya."


"Tinju Astaroth dapat diterapkan ketika si pengguna dapat menyentuh Cyberse Link."


"Aku hampir mati ketika menyentuh benda itu. Apa tidak ada cara lain mempelajarinya?"


Lanjut Shina berisi dengusan berbau putus asa.


"Entahlah..."


Dari percakapan tersebut Shina dan Leo terdiam untuk beberapa saat.


Akan tetapi...


"Hai! Kalian teman X kan?"


Sapa Mira Evodia yang menonton pertandingan tepat di belakang Leo dan Shina.


"S-siapa kau?"


Seperti biasa, Leo menjadi bodoh ketika bertemu wanita cantik.


"Aku Mira Evodia dari Squadron Augurey."


Sapa Mira sambil tersenyum kecil kepada Leo. Shina langsung mendekatkan bibirnya ke telinga Leo dengan pelan.


"Pst! Itu adalah Mira si Penari Celosia!"


Gumam Shina kepada Leo.


"Kalian nampaknya membahas sesuatu yang menarik."


"Ah~ itu... bagaimana ya? Kami kagum dengan teknik Tinju Astaroth. Hanya itu saja."


Sahut Leo sambil mengelus belakang kepalanya.


"Tinju Astaroth sangat mengandalkan energi kinetik dari Cyberse Link."


"Jadi, tanpa Cyberse Link, seseorang tidak dapat mempelajari Tinju Astaroth?"


"Benar sekali. Tinju Astaroth sama dengan Cyberse Link akan tetapi manusia dapat menyerap energinya maksimal 70% saja dan mayoritas orang hanya sanggup menyerap 30%"


"Apa manusia dapat kehabisan energi saat menerapkan Tinju Astaroth tersebut?"


Tanya Shina.


"Tentu tidak. Energi yang diserap oleh tubuh dari Cyberse Link akan mengalir di dalam tubuh untuk selamanya. Energi tersebut merupakan energi kinetik yang diikat oleh hukum kekekalan massa."


Jawab Mira Evodia.


"Hah~ Aku tidak terlalu paham tentang hukum itu."


Sahut Leo sambil menggaruk kepalanya. Dengan jawaban bodoh Leo, Mira langsung menangkup bibirnya dan tertawa dengan keras. Shina tertunduk malu mendengar jawaban dari Leo.



Diluar percakapan Leo, Shina dan Mira pertandingan masih berlangsung dengan sengit.


Serangan Tinju Astaroth yang dikeluarkan oleh Eden Firka ternyata tidak berefek sama sekali kepada Siege Mandu.


"Siege Mandu! Aku mengakui kekuatanmu!"


Teriakan Eden Firka sambil berlari dengan kencang menuju ke arah Siege. Dengan cepat Siege langsung menghamburkan butiran kertas menuju wajah Eden dan seketika langkah Eden terhenti untuk sesaat.


"NGUUUNG!"


"Pemberat massa!"


"CRAK!"


"CRAK!"


Kumpulan kertas tersebut mulai mengeras dan berat mengenai sekujur tubuh Eden Firka. Matanya menunjukan ekspresi terkejut yang hebat. Darah mengalir di sekujur tubuh Eden. Wasit langsung mendatangi Eden untuk memastikan apakah ia masih sanggup untuk melanjutkan pertandingan.


Tapi...


Eden Firka menatap Siege Mandu dengan tajam, matanya menunjukan keseriusan yang pekat mengisi seluruh pasang bola mata.


Manipulasi massa benda.


Adalah kekuatan Siege Mandu yang sebenarnya.


Eden mulai berdiri membersihkan sisa kertas yang menancap di tubuhnya.


"Syarat terpenuhi."


"Exodial!"


"NGUUNG!"


Butiran-butiran cahaya mulai berterbangan di sekitar Eden. Berkumpul dan memadat. Butiran cahaya tersebut merupakan gas xenon yang diselubungi oleh gelembung udara. Gas tersebut mulai bersinar lebih terang daripada biasanya.


Siege Mandu langsung mundur dengan cepat untuk bersiap melakukan serangan balasan.


Tapi...


"ZING!!!"


Gas xenon bersinar makin hebat. Membentuk garis lurus ke arah Siege Mandu. Gelembung udara yang menyelimuti gas xenon mulai meletup beriringan silih berganti.


......


"ZIIIING!!!"


"DOOM!!!"


Serangan yang menyerupai sinar laser panas menyerang Siege dengan cepat. Ia pun terpental jauh hingga hampir melewati batas arena pertarungan. Penonton bersorak dengan meriah, takjub melihat pertarungan yang sangat apik dari kedua kubu. Siege tertatih berusaha untuk berdiri, akan tetapi luka bakar yang diterima perut kirinya menolak itu.


"Ch! Sialan kau Eden!"


Senyuman Eden seolah menjawab perkataan dari Siege. Siege Mandu langsung mengeluarkan sebatang logam panjang yang menyerupai tongkat kemudian berlari menuju Eden Firka dan menghunuskan tongkat besi tersebut kepada Eden.


"NGUUUNG!!!"


"BRUK!!!"


Serangan telak mengenai bahu kanan Eden Firka. Tongkat besi tersebut ternyata telah diberatkan massanya oleh Siege.


"Sialan kau. Pantas saja Tinju Astarothku tidak mempan. Kau meringankan massa udara yang dikeluarkan oleh tinjuku bukan?"


Siege langsung menyeringai menatap Eden dengan tajam.


"Begitu kah?"


Jawab Siege sambil bersiap mengeluarkan serangan tongkat besinya.


"Silahkan."


Sahut Eden.


"Dengan senang hati."


Seketika serangan beruntun secepat kilat menghujani Eden Firka. Ini dikarenakan fungsi dari Dial Siege bekerja secara optimal. Serangan yang belum mengenai Eden, massanya akan diringankan oleh Siege dan ketika akan jatuh ke badan Eden, tongkat besi tersebut langsung diberatkan massanya oleh Siege.


Dan...


Akan terus seperti itu.


"BRUK!!!"


"BRUK!!!"


"BRUK!!!"


"BRUK!!!"


Beberapa tulang Eden nampak retak karena serangan tersebut. Dampak yang cukup mengerikan degan keputusan untuk menerima seluruh serangan tersebut. Eden terlihat berlutut sambil tertunduk.


Akan tetapi...


"Syarat terpenuhi."


Senyuman mengerikan diperlihatkan oleh Eden kepada Siege. Lompatan kaget seorang Siege langsung membuatnya menjauh dari Eden yang sedang bernafsu untuk membunuh.


Badan Siege Mandu bergetar hebat. Baru kali ini ia merasakan hawa membunuh seperti itu.


"Syarat apa?"


Gumam Siege dengan penuh tanya.


Dari kursi penonton terlihat Shina memperhatikan pertarungan dengan seksama.


"Ya... Benar."


Leo langsung menoleh dengan heran kepada Shina.


"Benar apanya?"


"Syaratnya telah terpenuhi."


Mira terkejut melihat Shina yang sangat teliti dengan kekuatan milik Eden.


"Syaratnya adalah membiarkan musuh melukai dirinya sendiri dan setelah terluka, ia akan menatap musuhnya dan tidak bernafas selama 5 detik."


Lanjut Mira.


"Eden membiarkan dirinya menjadi pusat gas xenon dengan luka-luka itu gas xenon yang dimiliki tubuhnya akan terurai keluar dan menciptakan pecahan-pecahan gas."


Kilatan cahaya kembali terjadi dan kali ini lebih hebat.


"Argh!!!"


Jeritan Siege Mandu beriringan dengan hilangnya pengelihatan milik Siege untuk sementara.


"Exodial!!!"


"Pesta Tahun Cahaya!"


"NGUUUUNGGG!!!"


"GRRRRR!!!"


Tanah seketika berguncang karena reaksi berkumpulnya gas xenon dengan sangat masif.


"Kau siap?!"


Tanya Eden Firka kepada Siege yang berusaha untuk memperjelas pengelihatannya.


Siege Mandu langsung memasang kuda-kuda sembari mencakupkan tangan. Dial Siege terlihat mulai memakan dirinya sendiri.


"Free Zone!"


Eden Firka langsung menghentikan serangan yang bahkan belum dimulai. Ia nampak kaget mendengar kata itu dari seorang pengguna Dial biasa.


"K-kau... Akan terbunuh..."


Semua penonton kaget ketika mendengar kata tersebut terucap dari pengguna Dial biasa.


"Apa?! Kau melanggar hukum alam!!!"


Teriakan penonton dengan panik.


"Kau bisa terbunuh jika bukan pengguna Anchentrys!"


Wasit langsung berlari untuk menghentikan pertandingan.


"Pertandingan selesai!"


Seketika keduanya langsung memandang wasit dengan kaget. Mereka berdua terdiam untuk sesaat. Keheningan mengisi seluruh arena pertarungan.


Apa yang sebenarnya terjadi?


"Pemenangnya telah ditentukan..."


Wasit langsung menggenggam tangan Siege Mandu dan Eden Firka.


Dan...


Mengangkat...


Tangan...


Eden Firka.


Seluruh arena bersorak gembira. Kemenangan Eden Firka sangat sambut baik oleh para penonton.


"Heh? Kau kalah taruhan lagi Shina! Hahaha."


Mira tertawa lepas mendengar kata itu dari Leo. Ekspresi Shina menunjukan kekesalan yang pekat kepada Leo yang sedang mengejeknya.


Eden Firka dan Siege Mandu pun bersalaman. Siege melipat bibir ke dalam dan tertunduk malu atas apa yang dilakukannya.


"Jangan terlalu memaksakan diri Siege. Ini hanya pertandingan."


Siege Mandu pun tersenyum kecil kepada Eden.


Pertandingan dimenangkan oleh Eden Firka dari Akademi Horizon Kota Osmadth!


...101-The Book...


...**************...