
Terlihat beberapa orang misterius yang duduk di meja makan mewah, didampingi pelayan cantik yang membawakan botol anggur.
"Kau yakin dengan informasi itu?"
"Haha! Tidak mungkin keluarga itu kembali bersatu lagi!"
"Aku tidak pernah meragukan informasi dari dia!"
Tawa mereka pun terhenti dan mulai menunjukan wajah serius dengan pandangan yang tajam. Aura mengerikan mengisi seluruh ruangan. Pelayan yang membawakan botol anggur itu langsung lari terbirit-birit karena suasana yang sangat mencekam dari beberapa orang tersebut.
"Jika benar keluarga itu kembali, kita harus siapkan rencana untuk menghapus keluarga penghancur itu dari sejarah!"
"Woo, woo, woo! Tenang ini baru informasi yang belum pasti!"
"Kita harus bergerak."
"Beberapa tikus pengganggu mungkin akan ku bunuh."
...----------------...
Kami memulai perjalanan menuju Kerajaan Nwara yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Kau tahu? Perjalanan ini membutuhkan 3 hari untuk sampai ke Kerajaan Nwara dari Kota Burzche. Kami harus melewati 2 kota sebelum sampai ke Kerajaan Nwara.
Yup! Kota Alchy dan Kota Chorgia. Tujuan kami yang pertama adalah Kota Alchy yang terkenal sebagai kota dengan pengguna Dial Alkimia. Mereka sering disebut sebagai penyihir karena keahlian dan dedikasi yang serius mereka pada bidang alkimia.
"Ah! Aku kehabisan stok permen!!"
"Ini baru setengah hari X, kau sudah menghabiskan banyak permen"
Kata Shina sambil menggeleng heran kepadaku.
"Leo! Kau bilang, banyak penyihir di Kota Alchy! Apa mereka bisa membuat permen? "
"Bahahaha! Kau memang bodoh X, penyihir disana hanya julukan saja! Di dunia ini tidak ada yang namanya penyihir."
"Mereka bisa membuat permen, 'kan?"
"Kau ingin mencari permen atau mecari lembar bukumu, X?"
Sela Shina.
"Ahh! Baiklah aku akan mencari lembar buku! Kau bilang, kau mengenal seseorang disana. Memang siapa?" Tanyaku kepada Shina.
"Ah! Yang itu, dia sering disebut dengan julukan Penyihir Malam, tetapi dia tidak benar-benar penyihir."
Jawab Shina yang terlihat akrab dengannya.
"Lihat teman-teman! Itu gerbangnya! Kota Alchy!"
Matahari mulai menenggelamkan dirinya dan menjadi pengiring kami yang telah sampai di Kota Alchy dengan semangat api.
Kami masuk dan bertemu dengan pasukan penjaga Kota Alchy yang sedang bertugas.
"Mohon maaf anda harus memenuhi segala persyaratan untuk masuk ke kota kami sebagai pengembara."
"Tenang! Biar aku yang urus!" Kata Shina sambil tersenyum percaya diri kepadaku dan Leo.
"Kami percayakan semua padamu Shina!"
Kataku sambil menunggu di bibir sungai untuk melihat lihat ikan yang sedang mencari makan di sana.
"Sudah aman teman-teman! Ayo masuk!"
Setelah memenuhi segala registrasi untuk pengembara, kami masuk ke tengah kota sementara aku dan Leo memutuskan jalan-jalan sambil menunggu Shina dan ingin mengetahui isi kota sembari membeli sedikit makanan untuk makan malam.
Terlihat kota ini seperti kota para penyihir dengan detail bangunan yang unik dan masyarakatnya melakukan kegiatan alkimia layaknya kegiatan sehari-hari penduduk, membuat Kota Alchy menjadi dikenal dunia.
"Ayo kita cari rekanku dia sudah mengizinkan kita untuk menginap di rumahnya!"
Kata Shina.
Kami pun langsung menuju rumah rekan Shina yang dulu.
"TOK! TOK! TOK! "
"KREEET!"
"Wah wah wah, lihat siapa yang datang! Shina! Lama tak berjumpa!"
"Garu Sang Penyihir Malam! Lama lama tak berjumpa! Kenalkan mereka temanku, X dan Leo!"
"Hahaha! Kau masih saja menyebut julukan itu. Halo salam kenal X dan Leo! Silahkan masuk"
"H-hai! A-aku Leo!"
"Pstt! Bersikap normal saja Leo! Tahan dirimu."
Pesanku kepada Leo.
Bagaimana tidak, kami bertemu wanita yang cantik dan berambut pendek di depan kami.
"Kalian jangan macam-macam bodoh!"
Bisik Shina ke arah kami berdua sambil membelakangi Garu.
Diluar daripada itu, kami bertiga mendapatkan tempat untuk bermalam di Kota Alchy. Aku bisa bernafas lega.
"Mengapa kalian ke Kota Alchy, bukankah Kota Burzche lebih nyaman?"
"Emm, kami membuat sedikit masalah dengan pemerintah disana"
Sahut Shina yang nampak ragu untuk menceritakan kepada Garu.
"Hahaha! pistolmu itu tidak bisa berbohong kepadaku."
"Kau tahu tentang pistol ini?" Tanyaku kepada Garu.
"Perang Entitas Agung?"
Jawab Leo yang ingin tahu.
"Ya, itu adalah perang terbesar dan menewaskan banyak orang. Perang ini melibatkan 3 Entitas Agung dan 4 Eternity sebagai lawannya. Itu adalah perang perebutan kekuasaan Negara Nirz."
"Kau baik-baik saja Shina?" Tanyaku kepada Shina yang nampak murung dengan pertanyaan Leo tadi.
Shina hanya mengangguk kecil.
Shina mungkin tahu sesuatu tentang perang besar ini, aku sempat mendengar bahwa orang tuanya meninggal karena perebutan Negara Nirz. Aku sebaiknya tidak melanjutkan pembicaraan ini.
...----------------...
Malam pun dimulai. Setelah makan malam, aku mengusap dan merapikan tempat tidur yang lama tidak dibersihkan oleh Garu.
"TOK! TOK! TOK!"
Suara pintu itu mengagetkanku ketika sedang membersihkan kamar yang sudah diberikan untuk tempat bermalamku.
"Siapa?"
"Garu."
"Ada apa Garu?"
"Boleh aku masuk?" Tanya Garu.
Orang lain akan salah paham jika melihat wanita cantik berambut pendek seperti Garu masuk ke kamar lelaki. Namun aku tidak mempermasalahkan itu.
terlihat ada bekas luka yang melintang di matanya. Dia mungkin mengalami sesuatu yang berat pada masa lalu.
"Silahkan, Garu."
Garu pun duduk di depanku sambil menghela nafas dengan pelan dan tersenyum ke arahku.
"Kau nampaknya ingin tahu sejarah Negara Nirz."
Aku pun tersenyum kecil dan melihat ke langit malam yang sangat indah hari ini.
"Heh, mungkin tidak jika ada Shina di hadapanku."
"Kau memang teman yang baik, X."
"Haha! Aku juga tipe orang yang jarang mempercayai orang, tetapi Shina adalah masalah yang berbeda."
"Shina Magnolia Ishtar, itulah nama aslinya"
"Apa maksudmu mengatakan itu?"
"Keluarga Isthar adalah penguasa Mattium 28 tahun yang lalu, dan termasuk ke dalam 3 Entitas Agung."
"3 Entitas Agung?"
"3 Entitas Agung merupakan penguasa Negara Nirz yang dulu, mereka dijatuhkan oleh 4 Eternity karena ingin menguasai teknologi mereka. Pergerakan mereka berawal dari Kota Burzche."
"Kau... Bercanda... Kan?"
"Dengar X, jika kau menyatukan lembar itu, perang pasti akan terjadi. Sudah seharusnya buku itu hilang dari muka bumi, buku itu memiliki rahasia penting di dalamnya."
"Apa maksudmu? Rahasia penting?"
"Ah! Aku lupa untuk mebeli beberapa bahan untuk pesanan akademi di Kerajaan Nwara! Kau harus tidur untuk melanjutkan perjalanan besok X."
Sahut Garu seperti menyembunyikan sesuatu.
Aku pun memutuskan untuk melupakan tindakan Garu malam ini dan memilih untuk mengistirahatkan badan setelah perjalanan jauh kami.
...----------------...
Mentari pagi sudah menyentuh kaca jendelaku. Kami menyiapkan makanan untuk sarapan pagi bersama dan sedikit susu sebelum berangkat menuju Kota Chorgia. Aku segera bergegas menyiapkan barang-barang dan beberapa buku alkimia yang diberikan Garu.
"Hai teman-teman! Kalian butuh tumpangan?"
Tanya Garu yang sudah siap dengan kereta kudanya yang berisi beberapa ramuan aneh.
"Kau mau kemana Garu?" Tanya Shina.
"Kebetulan aku mendapat pesanan dari akademi di Kerajaan Nwara, jadi aku akan ikut dengan kalian ke Kerajaan Nwara."
"Tumpangan gratis!!!"
Teriak Leo yang sangat senang mendapat tumpangan.
"Baiklah jika kau memaksa."
Jawabku yang sangat senang.
"Aku tahu kau senang X! Haha."
Garu nampak menggodaku.
"Ayo kita berangkat!"
Dengan kompak kami bertiga berteriak
"Ayo!"
...101-The Book...
...****************...