Winter Girl

Winter Girl
BAB 9



[Keyna POV]


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan kami sudah menyelesaikan semua tugas yang di berikan. Aku pun mengemasi semua bukuku dan berniat untuk segera pulang.


“Guys, habis ini kita minum yuk! Aku tahu tempat minum yang bagus” kata Kim Baek Hyeon


“Kayaknya aku engga deh. Soalnya besok kita masih harus kuliah. Kalau malam ini kita minum, besok kita tidak akan fokus kuliah” kata Kang Jaehwa


“Iya, benar kata Jaehwa. Gimana kalau weekend saja kita minum?” kata Jang Myung He menyetujui perkataan Kang Jaehwa


“Boleh. Eh iya, gimana kalau minggu depan kita pergi ke Busan? Kebetulan keluargaku ada penginapan di Busan. Kita bisa pakai penginapan itu. Bagaimana?” kata Kim Joon Woo


“Boleh. Kamu ikut ya, Key!” kata Kang Jaehwa


“Iya, Key. Kamu kan tidak pernah hangout bareng kami” tambah Elena


“Maaf sepertinya tidak bisa. Saya tidak nyaman kalau harus menginap di vila” kataku menolak permintaan mereka


“Yah.. Kalau kamu tidak ikut, acaranya tidak akan seru” kata Elena


“Sudah guys. Jangan memaksa Keyna. Kalau dia memang tidak bisa, ya sudah” kata Kim Joon Woo


Aku hanya diam mendengar percakapan mereka.


“Oke guys, kalau begitu aku pulang duluan ya” kata Jang Myung He


“Eh tunggu! Biar aku antar kamu pulang” kata Lim chung-Hee


Mereka pun pulang


“Key, kamu pulang sama siapa?” Tanya Kim Joon Woo


“Sendiri” jawabku


“Kamu bareng aku aja. Aku antar kamu pakai mobil aku” kata Kim Joon Woo


“Tidak perlu. Saya bisa pulang sendiri menggunakan bus” kataku menolak tawaran Kim Joon Woo


“Jangan! Aku yang minta kamu kesini. Jadi aku juga yang harus antar kamu pulang” kata Kim Joon Woo memaksa


“Ya sudah” kataku menyetujui perkataan Kim Joon Woo


Aku dan Kim Joon Woo pun berjalan keluar cafe. Aku mengikutinya ke tempat parkiran mobil yang berada di samping Cafe. Setelah menemukan mobilnya, dia pun membukakan pintu bagian depan untukku


“Thanks” kataku sambil memasuki mobilnya


Setelah itu dia masuk ke kursi kemudi dan mengedarai mobil menuju tempat tinggalku. Aku mengarahkan dia jalan menuju rumahku.


Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya kami sampai.


“Stop disini” kataku


“okeh” kata Kim Joon Woo sambil memarkirkan mobilnya ke tepi.


“Thanks for today” kataku sambil membuka pintu mobil


“Tunggu!” kata Kim Joon Woo sambil keluar dari kursi kemudi


Dia berjalan menuju kursiku dan membukakanku pintu mobil. Aku sedikit terkejut melihat perlakuannya kepadaku. Aku tidak ingin dia menarus perasaan kepadaku walau hanya sedikit. Karena prioritasku sekarang adalah melupakan Delwyn. Tapi aku tidak ingin menggunakan Kim Joon Woo untuk melupakan Delwyn. Karena aku tahu, itu sangatlah kejam.


“Thanks” kataku sambil turun dari mobilnya


Aku pun berjalan meninggalkan Kim Joon Woo


“Eh iya, saya Cuma mau bilang. Tolong jangan bersikap berlebihan. jangan berharap apapun dari saya termasuk cinta saya. Saya bilang di awal, agar kamu tidak salah paham dan agar kamu tidak menganggap saya memberikan harapan ke kamu!” kataku sambil berbalik ke arah Kim Joon Woo


“Sepertinya aku kenal dia” gumamku


Aku pun berjalan ke arahnya. Dan ternyata benar, dia adalah Lee Min Jun


“Ngapain kamu disini?” tanyaku


“Eh key, kamu sudah kembali” kata Lee Min Jun menghampiriku


“Kenapa kamu disini?” tanyaku lagi


“Aku ada urusan disekitar sini. Terus aku ingat kamu. Jadi aku mampir deh” jawab Lee Min Jun dengan gaya santainya


“Sejak kapan dia bisa sesantai ini saat berbicara denganku?” tanyaku dalam hati


“Kamu sudah makan malam belum? Kalau belum, aku tahu restaurant bagus untuk makan” kata Lee Min Jun


“Saya sudah bilang, jangan mencoba mendekati saya. Saya tidak akan pernah menaruh perasaan kepada kamu” kataku sambil berjalan meninggalkan Lee Min Jun


“Tunggu! Kamu bilang, kamu mau balas saya karena waktu itu saya menolong kamu. Maka dari itu, sekarang saya ajak kamu makan malam dan akan saya anggap ini sebagai ucapan terimakasih kamu” kata Lee Min Jun


Aku memang berkata akan membalas kebaikannya. Tapi tidak dengan cara ini.


“Astaga, ya Tuhan. Baru saja aku bisa terbebas dari Kim Joon Woo, sekarang aku harus menerima tawaran Lee Min Jun? cobaan apa ini?” kataku dalam hati


“Oke, kali ini saya menerima tawaran kamu. Tapi ingat ini hanya sebagai ucapan terimakasih saya” kataku menyetujui ajakan Lee Min Jun


“Oke” kata Lee Min Jun


Lee Min Jun pun berjalan menuju mobilnya dan membukakan pintu untukku. Aku berjalan dan memasuki mobil itu. setelah itu dia pun menutup pintu mobil dan berjalan menuju kursi kemudi, setelah masuk ke mobil dia pun segera menancap gas menjalankan mobil menuju restaurant yang dia bicarakan.


Setelah hampir kurang lebih 20 menit perjalanan, akhirnya kami sampai di restaurant yang di maksud oleh Lee Min Jun. Dia pun segera memarkirkan mobilnya. Setelah memarkirkan mobil, dia turun dan berjalan ke arah pintu mobil tempat aku duduk. Dia membukakanku pintu mobil dan mempersilahkan aku turun. Aku pun turun dari mobilnya.


Setelah turun, dia mengajakku masuk ke restaurant itu. aku pun mengikutinya. Aku melihat sekeliling, terlihat restaurant ini begitu mewah. Aku sedikit malu dengan penampilanku. Aku tidak memakai gaun atau baju resmi seperti pengunjung lain. Aku hanya memakai setelan biasa seperti yang dipakai mahasiswa saat kuliah. Sebuah celana jins panjang dengang hoddie berwarna putih. Berbeda dengan Lee Min Jun yang terlihat kerena dengan setelan jasnya.


“Benar-benar memalukan” kataku dalam hati


Kami pun memasuki restaurant itu. Lee Min Jun berjalan menuju lantai dua dari restaurant itu. aku pun mengikutinya. Terlihat di lantai dua tidak ada seorang pun. Meja di lantai dua semuanya kosong. Lee Min Jun pun berjalan menuju balkon restaurant itu. disana terdapat sebuah meja dengan dua buah kursi yang di hiasi oleh pemandangan kota Seoul yang sangat indah. Dia menarik salah satu kursi itu dan mempersilahkan aku untuk duduk. Aku pun duduk di kursi itu.


“Apakah dia sengaja memesan lantai dua restaurant ini hanya untukku?” tanyaku dalam hati


Aku sungguh merasa tidak nyama atas tindakannya.


Dia memangil seorang pelayan dan meminta sebuah menu. Pelayan pun datang dengan membawa menu


“Kamu mau pesan apa?” Tanya Lee Min Jun sambil memberikan menu yang tadi di bawa pelayan kepadaku


Aku pun melihat menu tersebut. Aku memperhatikan setiap hidangan yang terdapat di menu dan tidak lupa aku melihat harganya. Aku sangat terkejut ketika melihat harga yang terdapat di menu tersebut. Sangat tidak ramah di kantongku.


“Kamu pesan apa saja yang kamu mau. Tenang saja, ini semua aku yang bayar” kata Lee Min Jun seolah tau apa maksudku


“Terserah kamu mau pesan apa” kataku sambil menyerahkan menu itu kepada Lee Min Jun


“oke” kata Lee Min Jun


“saya pesan semua makanan yang ada di menu. Tolong di bawa kesini yaa!” kata Lee Min Jun dengan gayanya yang sok keren


“semua?” tanyaku dalam hati


“Ini orang mau buang-buang uang atau gimana? Itu satu makanan saja harganya sudah seperti harga satu buat motor kalau di Indonesia. Ini malah pesan semua hidangan” kataku dalam hati


Aku terkejut mendengar perkataannya. Setelah menunggu beberapa saat, pelayan pun datang membawa semua makanan yang ada. Yap, semua. Aku hanya bisa menghela napas melihat semua itu….