Winter Girl

Winter Girl
BAB 10



[Lee Min Jun POV]


[Di rumah Lee Min Jun]


Setelah aku menuliskan nomor teleponku ke ponsel Keyna, sampai saat ini tidak ada satupun panggilan atau pun pesan dari Keyna.


“Apa aku datangi saja ya rumahnya?” gumamku


Setalah berpikir cukup lama, akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi Keyna. Walau aku tahu dia tidak akan menyukainya. Tapi apa salahnya aku mencoba dulu. Aku pun segera mengambil kunci mobil yang aku taruh dan bergegas turun kebawah. Karena kamarku berada di lantai dua rumahku.


“Kamu mau kemana? Baru juga pulang, sudah mau pergi lagi?” Tanya ibuku yang sedang duduk di sofa sambil membaca sebuah majalah


“Mau keluar sebentar” kataku


Aku memang baru pulang dari kantor. Aku pun masih mengenakan setelan yang aku pakai saat aku pergi ke kantor. Sejak di kantor, pikiranku tidak bisa lepas dari Keyna. Aku pun segera mengendarai mobil sportku yang berwarna hitam menuju rumah Keyna.


Setelah kurang lebih 15 menit perjalanan, akhirnya aku sampai di tempat Keyna tinggal. Aku pun masuk dan menaiki tangga menuju lantai tiga. Saat aku sampai di depan pintu Keyna, aku mencoba memanggil Keyna. Namun, tidak ada jawaban.


“Apakah Keyna belum pulang?” tanyaku dalam hati


Aku pun memutuskan untuk kembali turun dan menuggu Keyna di mobil. Setelah kurang lebih 15 menit aku menunggu, aku melihat sebuah mobil sedan mewah berwarna putih berhenti didepan gedung tempat keyna tinggal. Aku melihat seorang pria turun dari mobil itu dan berjalan menuju kursi penumpang. Dia terlihat sedang membukakan pintu untuk seseorang.


“Andai aku bisa memperlakukan Keyna seperti itu” gumamku


Aku melihat seorang wanita keluar dari mobil itu.


“Keyna?” kataku dalam hati


Ternyata Keyna keluar dari mobil itu. aku pun mengalihkan pandanganku ke tempat lain. Aku tidak ingin Keyna tahu kalau aku memperhatikan dia. Tiba-tiba keyna datang menghampirku.


“Ngapain kamu disini?” Tanya Keyna


Aku tidak ingin menunjukkan kepada keyna bahwa aku sudah menunggu dia sedari tadi.


“Eh key, kamu sudah kembali” kataku sambil berjalan menghampiri Keyna


“Kenapa kamu disini?” Tanya Keyna lagi


“Aku ada urusan disekitar sini. Terus aku ingat kamu. Jadi aku mampir deh” jawabku dengan santai agar Keyna tidak menaruh curiga apapun


“Kamu sudah makan malam belum? Kalau belum, aku tahu restaurant bagus untuk makan” kataku


“Saya sudah bilang, jangan mencoba mendekati saya! Saya tidak akan pernah menaruh perasaan kepada kamu” kata Keyna sambil berjalan meninggalkanku


“Tunggu! Kamu bilang, kamu mau balas saya karena waktu itu saya menolong kamu. Maka dari itu, sekarang saya ajak kamu makan malam dan akan saya anggap ini sebagai ucapan terimakasih kamu” kataku


“Oke, kali ini saya menerima tawaran kamu. Tapi ingat ini hanya sebagai ucapan terimakasih saya” kata Keyna


Aku pun sangat gembira mendengar Keyna menyetujui permintaanku


“Oke” kataku


Aku pun membawa keyna menuju restaurant yang sudah aku pesan sebelumnya.


[Keyna POV]


[Keesokan harinya di kamar Keyna yang sangat nyaman]


“Huh!” badanku seperti ingin remuk, sangat sakit


Semalam aku pulang sekitar pukul 10 malam.


Setelah makan malam bersama Lee Min Jun, aku langsung memintanya mengantarku pulang. Bisa di bilang, semalam aku memperbaiki gizi. Aku biasanya hanya makan mie instan atau makanan yang ramah di katong, baru semalam aku merasakan makanan yang benar-benar pantas.


“Ada untungnya semalam aku menerima tawaran Lee Min Jun” gumamku


Namun, waktu berlalu sangat cepat, semua kesenangan itu sudah berakhir. Sekarang aku harus bersiap untuk pergi ke kampus. Aku pun beranjak dari tempat tidur dan bergeras menuju kamar mandi. Setelah mandi, aku mengambil sebuah celana panjang berwarna coklat muda, kaos lengan panjang berwarna puti dan sebuah cardigan berwarna coklat tua.


Setelah itu, aku mengambil sepasang sepatu berwarna putih yang aku taruh di rak sepatu dekat pintu.



Setelah selesai bersiap, aku pun bergegas turun. di luar aku melihat Delwyn sedang berdiri di samping mobil mewahnya yang berwarna putih. Aku penasaran kenapa Delwyn datang kesini.


“Delwyn? Kenapa kamu disini?” tanyaku sambil berjalan menghampiri Delwyn


“Eh Key. Ya, jemput kamu. Biar kita bisa ke kampus bareng” kata Delwyn


“Tumben kamu mau jemput aku?” tanyaku


“Yaa, lagi mau aja. Yaudah Key, yuk masuk ke mobil” kata Delwyn mempersilahkan aku masuk ke mobil


Aku pun berjalan menuju kursi penumpang di bagian depan.


“Eh Key!” kata Delwyn tiba-tiba


“Ya? Kenapa?” tanyaku


“Kamu duduk di belakang ya. Disitu sudah ada orang” kata Delwyn sambil membukakan pintu kursi belakang untukku


Lalu keluar, seoarng memakai rok pendek berwarna biru yang di padukan dengan atasan rajut lengan panjang berwarna putih. Ternyata dia adalah Kim Areum.



Style Kim Areum


“Kim Areum?” kataku dalam hati


“Kenapa ada Kim Areum?” tanyaku dalam hati


“Hei, Keyna. Apa kabar? Tadi Delwyn jemput aku ke rumah. Dia bilang mau berangkat bareng. Terus aku minta dia buat jemput kamu. Jadi kita bisa berangkat bareng ke kampus” jelas Kim Areum


“Lagi-lagi aku hanya menjadi obat nyamuk” gumamku


“Kenapa Key?” Tanya Delwyn


“Oh engga. Ya sudah, kalau gitu aku duduk di belakang ya” kataku sambil masuk ke kursi belakang penumpang.


Delwyn pun mengendarai mobil menuju kampus.


Setelah perjalanan kurang lebih 15 menit, akhirnya kami sampai di kampus. Delwyn pun segera memarkirkan mobilnya. Setelah selesai memarkirkan mobil, Delwyn turun dan berjalan menuju kursi Kim Areum dan membukakannya pintu. Kim Areum pun turun dari mobil.


Melihat mereka yang terlihat semakin dekat, membuatku tidak nyaman. Aku pun segera turun dari mobil dan bergegas ke ruang kelasku.


“Delwyn, aku duluan ya. Terimakasih atas tumpangannya” kataku sambil berjalan menjauhi mereka.


Aku tidak ingin berada di antara mereka terlalu lama. Semakin lama aku di sana, maka hatiku akan merasa semakin sakit. Aku pun mempercepat langkahku. Saat aku sedang berjalan, tiba-tiba ada seorang pria yang mengejutkanku


“Oi!” kata pria itu


Aku pun terkejut. Aku melihat ke arah pria itu. ternyata itu adalah Kim Joon Woo.


“kalau jalan, jangan sambil melamun, Key!” ledeknya


“Terserah saya” jawabku singkat


Aku pun berjalan meningalkan Kim Joon Woo


“lagi-lagi di tinggalin. Kebiasaan kamu Key!” kata Kim Joon Woo sambil berlari menyusuiku


Aku tidak menghiraukannya. Aku mempercepat langkahku menuju kelas.


Kelas pun di mulai. Selama kelas di mulai, berulang kali aku mencoba untuk fokus, namun sulit. Aku mencoba mengatur posisi dudukku agar aku merasa lebih nyaman. Namun, semua itu sia-sia. Aku masih tidak bisa fokus.


“Are you ok, Keyna?” Tanya dosenku


Sepertinya beliau menyadari bahwa aku tidak bisa fokus dalam mengikuti kuliah hari ini.


“Yes” jawabku singkat


Kelas pun terus berlanjut. Namun pikiranku tidak berada disana. Entah apa yang harus aku lakukan agar aku bisa merupakan semua kejadian itu....