
[Keyna Pov]
“Oke, ada yang mau mengajukan pertanyaan?” Tanya Kim Baek Hyeon kepada yang lain
“Saya!” kata Kim Joon Woo
“Okeh, silahkan” kata Kim Baek Hyeon mempersilahkan Kim Joon Woo untuk mengajukan pertanyaan
“Siapa cinta pertama kamu?” Tanya Kim Joon Woo
“Keyna!” kata Delwyn tiba-tiba
Perkataan Delwyn membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut. Termasuk aku. Kenapa dia
justru menyebut namaku?
“Keyna tahu dari dulu aku tidak pernah dekat dengan siapapun kecuali dia. Memang banyak wanita di sekitarku yang berusaha menarik perhatianku. Namun, tidak ada satu pun di antara mereka yang membuatku jatuh cinta. Berbeda dengan dia, wanita yang tiba-tiba hadir dan membuat aku merasa nyaman. Aku tidak pernah merasa senyaman ini. Dia juga memberikan segala perhatiannya. Dia adalah Kim Areum” jelas Delwyn panjang lebar
“Lalu Keyna?” Tanya Kim Areum tiba-tiba
“Hmm, aku sama Keyna memang sudah bersahabat lama. Namun, bagiku Keyna sudah seperti saudari yang harus aku jaga. Aku ingin suatu saat dia bisa menemukan seseorang yang bisa menjaganya dengan tulus. Aku tahu pasti kalian berpikir Keyna adalah wanita yang sangat dingin. Namun, di balik sikap dinginnya itu, dia sangat lemah. Walau, dia tidak pernah menunjukkannya” jawab Delwyn sambil menatapku
Aku tidak bisa berkata-kata. Rasanya aku ingin menangis. Entah lah aku menangis karena Delwyn
begitu peduli kepadaku atau karena perasaanku yang bertepuk sebelah tangan. Sangat sakit. Aku pun memutuskan untuk keluar mencari udara segar.
“Maaf, saya keluar dulu” kataku sambil berjalan meninggalkan mereka
Suasana ruangan itu pun kini menjadi sunyi. Aku berjalan ke halaman depan, lalu duduk di sebuah kursi panjang yang mengarah ke sebuah taman bunga di samping penginapan. Aku hanya bisa diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Aku pun menangis
“Ya tuhan, apa kesalahanku di kehidupan sebelumnya? Kenapa takdir ini begitu kejam?” kataku sambil menangis
“Kamu tidak pernah salah, Key. Tidak, tidak ada kesalahan yang sudah kamu buat baik di kehidupan
ini atau di kehidupan sebelumnya. Takdir terkadang memang kejam namun selalu ada hikmah di balik itu semua.” Kata Kim Joon Woo tiba-tiba datang
Dia pun duduk di sampingku
“Apa kamu tahu, kenapa aku membuat acara ini dan kenapa aku mengajukan pertanyaan itu?” Tanya Kim Joon Woo
“Aku tahu kamu sangat mencintai Delwyn. Dari pertama aku melihat kalian sewaktu di depan kelas. Aku bisa melihat tatapan kamu ke Delwyn itu berbeda. Dan juga sewaktu aku memberi
tahu bahwa Delwyn dan Areum ikut dalam liburan kita, kamu terlihat begitu terkejut” Jelas Kim Joon Woo
“Dan lagi sewaktu di pesawat. Aku sengaja memesan kursi Delwyn berdekatan dengan Areum dan kursi kamu berdekatan dengan kursiku. Karena aku ingin memastikan apakah kamu benar
memiliki perasaan kepada Delwyn. Dan ternyata selama di perjalanan, kamu selalu memperhatikan mereka. Aku melihat tatapan sedih saat kamu melihat mereka” tambah Kim Joon Woo
“Kenapa kamu sampai berbuat sejauh ini? kenapa?” tanyaku sambil menangis
Aku pun tidak bisa mengontrol emosiku. Seakan aku meluapkan semua amarah, kesedihan yang aku
pendam kepada Kim Joon Woo
“Karena aku mencintai kamu, Keyna!” kata Kim Joon Woo sambil memelukku
“Aku ingin kamu sadar bahwa perasaan Delwyn ke kamu itu tidak lebih dari seorang sahabat! Aku ingin kamu menyadari itu!” Jelas Kim Joon Woo
Setelah dia mengungkapkan perasaannya, aku semakin menangis. Aku tidak bisa lagi mengontrol
emosiku.
“Cukup aku sudah muak dengan ini semua. Sekarang kamu pergi! Tinggalkan aku sendiri!” kataku sambil mendorong Kim Joon Woo untuk melepas pelukannya
“Okeh, aku pergi. Tapi tolong Key, beri aku kesempatan. Tolong buka hati kamu untukku. Aku akan menjaga kamu. Aku tidak ingin melihat kamu bersedih seperti ini” kata Kim Joon
Woo sambil berlutut di hadapanku
“Pergi!” teriakku
Kim Joon Woo pun pergi dari hadapanku. Dia kembali kedalam penginapan. Aku masih menangis, aku tidak menghentikan air mata ini. Rasanya sesak. Aku tidak sanggup lagi. Pandanganku
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
[Kim Joon Woo POV]
Aku sengaja mengajukan pertanyaan itu kepada Delwyn. Aku ingin membuat Keyna sadar bahwa posisi dia di hati Delwyn tidak lebih dari seorang sahabat. Setelah mendengar penjelasan Delwyn, Keyna pergi keluar. Aku tahu ini sulit bagi Keyna. Namun, semakin lama Keyna tahu hal ini, maka ini akan semakin menyakiti hatinya. Aku pun pergi
keluar untuk menyusul Keyna.
“Guys, aku keluar dulu ya. Mau cek mobil” kataku
Mereka pun mengangguk. Aku keluar untuk mengecek Keyna. Dan benar saja, aku melihat Keyna sedang duduk sambil menangis di sebuah kursi panjang yang berada di halaman. Aku pun menghampirinya.
“Ya tuhan, apa kesalahanku di kehidupan sebelumnya? Kenapa takdir ini begitu kejam?” kata
Keyna sambil menangis
Aku tidak tega melihatnya begitu tersakiti. Rasanya aku ingin menghampiri dia dan memeluknya.
“Kamu tidak pernah salah, Key. Tidak, tidak ada kesalahan yang sudah kamu buat baik di kehidupan
ini atau di kehidupan sebelumnya. Takdir terkadang memang kejam namun selalu ada hikmah di balik itu semua.” kataku sambil berjalan menghampirinya
“Apa kamu tahu, kenapa aku membuat acara ini
dan kenapa aku mengajukan pertanyaan itu?” Tanyaku sambil duduk di sampingnya.
Aku pun menjelaskan semua alasan aku melakukan ini semua.
“Kenapa kamu sampai berbuat sejauh ini? kenapa?” Tanya Keyna
Terlihat dia seperti orang yang sedang kehilangan kendali. Aku pun memeluknya. Dan sambil mengatakan semua perasaanku. Tangisannya semakin kuat, dia seperti bukan Keyna yang aku kenal.
“Cukup aku sudah muak dengan ini semua. Sekarang kamu pergi! Tinggalkan aku sendiri!” Kata Keyna Sambil mendorongku
“Okeh, aku pergi. Tapi tolong Key, beri aku kesempatan. Tolong buka hati kamu untukku. Aku akan menjaga kamu. Aku tidak ingin melihat kamu bersedih seperti ini” pintaku
“Pergi!” teriak teriak Keyna
Aku pun pergi meninggalkan dia sendiri. Aku kembali ke dalam penginapan.
“Keyna menangis?” Tanya Kim Baek Hyeon yang ternyata berdiri di depan pintu penginapan
“Iya. Tolong jangan bilang ke siapapun. Terutama Delwyn. Aku tahu ini sulit bagi Keyna. Biarkan dia
menenangkan diri dulu” kataku sambil mengajak Kim Baek Hyeon masuk.
Kami pun masuk kedalam.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Teman-teman yang lain masih tidur, namun aku tidak bisa tidur karena Keyna masih di luar. Aku di temani oleh Kim Baek Hyeon duduk di kursi yang berada di ruang tamu.
“Kamu tidur duluan saja. Aku mau cek Keyna” kataku sambil berjalan ke halaman penginapan
Sesampainya di depan, aku tidak melihat Keyna. Aku pun berjalan mendekati kursi yang tadi di duduki Keyna. Saat aku melihat ke kursi tersebut, ternyata Keyna pingsan.
“Keyna!” teriakku
Aku pun melepas jaketku dan memakaikannya ke Keyna, lalu aku menggendong Keyna ke dalam. Aku membawa Keyna ke kamarku untuk aku baringkan. Jika aku membawa Keyna ke kamarnya, disana ada Areum maka Areum akan mengetahui semuanya.
“Keyna kenapa?” Tanya Kim Baek Hyeon yang terkejut melihatku sedang menggendong Keyna yang pingsan
“Dia pingsan, mungkin dia kelelahan. Kamu bisa tolong ambilkan minyak angin yang ada di laci?” kataku kepada Kim Baek Hyeon
Kim Baek Hyeon pun membantuku. Aku memintanya untuk tidur di kamar lain. Biar kamar ini di pakai Keyna. Dan dia pun menyetujuinya. Pikiranku benar-benar kacau. Aku tidak menyangka Keyna akan menangis sampai pingsan begini. Sepanjang malam aku tidak tidur. Aku terus berada di samping Keyna. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada orang yang sangat aku cintai…
Gimana menurut kalian cerita ini? Semakin seru atau semakin boring? Tolong tulis di kolom komentar ya, supaya aku bisa memperbaiki tulisanku:)
Thanks for reading :)