
[Lee Min Jun POV]
[Kantor Lee Min Jun]
Sudah dua hari aku berusaha menghubungi Keyna. Namun, ponselnya tidak aktif. Aku pun sudah berusaha untuk mengiriminya pesan. Tapi, dia tidak membalasnya.
“Apa ada sesuatu yang buruk terjadi pada Keyna?” tanyaku dalam hati
Setiap saat aku selalu mencoba mendatangi kosan Keyna, tapi sepertinya dia tidak pulang
“Atau Keyna mencoba menghindari ku?” gumamku
Aku mencoba menerka-nerka, namun pikiranku justru semakin kalut. Sampai aku tidak fokus bekerja.
“Apa kamu sakit?” Tanya ibuku yang tiba-tiba masuk ke ruangan ku
“Eh, eomma. Kenapa datang tanpa memberi kabar?” tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan
“Kamu dari dulu tidak berubah, selalu pandai dalam mengubah topik pembicaraan” kata ibuku
“Kamu kenapa? Sejak kemarin seperti orang yang tidak fokus” Tanya ibuku lagi
“Aku baik-baik saja, eomma. Mungkin aku hanya kelelahan karena pekerjaan yang cukup banyak. Belum lagi persiapan untuk pameran musim semi sabtu ini” kataku memberi alasan
Sabtu ini perusahaanku akan mengadakan pameran musim semi. Pameran ini bertujuan untuk menarik minat para wisatawan terutama minat terhadap karya seni baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Di pameran nanti, akan ada berbagai karya yang akan di pajang.
Perusahaanku merupakan salah satu penggagas pameran itu. Kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar di korea dan juga beberapa seniman ternama di Negara ini. Bisa di bilang project kali ini, merupakan awal kerja sama yang sangat penting bagi beberapa perusahaan.
“Kamu jangan terlalu lelah. Sekarang sudah masuk waktu istirahat, sebaiknya kamu istirahat dulu. Apa kamu mau eomma pesankan sesuatu?” Tanya ibuku
“tidak eomma. Aku akan keluar untuk mencari makan sekaligus merefresh pikiranku. Kalau eomma mau melihat-lihat perkembangan perusahaan, biar aku minta sekertaris ku untuk membantu eomma.” Jawabku
“Iya, kamu pergi saja. Kalau eomma butuh sesuatu, nanti akan eomma sampaikan ke sekertaris kamu” jawab ibuku
Aku pun berjalan keluar ruangan ku. Aku ingat di dekat kantor ada sebuah kedai ayam goreng yang sangat diminati bahkan hampir seluruh karyawan yang bekerja di kantor ini memesan makanan dari kedai itu. Aku pun mencoba untuk mengunjungi kedai itu.
Ternyata kedainya tidak jauh dari kantor. Aku hanya perlu menyebrang jalan dan aku pun sudah sampai di kedai tersebut. Kedainya cukup ramai. Aku berpikir apakah aku akan mendapatkan tempat duduk. Saat aku masuk, banyak karyawan kantor yang memberiku salam. Jelas saja mereka bersikap begitu, itu karena aku adalah CEO perusahaan tempat mereka bekerja.
Aku mencari tempat duduk yang kosong. Dan aku hanya melihat sebuah kursi kosong di depan seorang wanita yang sedang menyantap ayam goreng.
“Maaf, kursi ini kosong, kan? Saya mau makan di sini, tapi saya tidak menemukan tempat yang kosong. Kalau tidak keberatan, bisakah saya duduk di sini?” kataku kepada wanita tersebut
“Iya silahkan” jawab wanita itu
Setelah mendapat persetujuannya, aku pun duduk di kursi itu. kemudian aku memesan makanan. Saat aku sedang berbicara dengan pegawai kedai, tiba-tiba wanita yang duduk di hadapanku berbicara
“Kamu?” kata wanita itu
Aku pun sontak menoleh ke arah wanita itu, ternyata dia adalah Keyna.
“loh Keyna?” kataku terkejut
Aku tidak menyangka akan bertemu Keyna disini. Padahal sejak dua hari yang lalu, aku selalu datang ke kosannya hanya untuk bertemu Keyna. Namun, hasilnya nihil. Tapi tanpa di sengaja, aku justru bertemu Keyna di kedai ini
“Kamu kok makan disini? Bukannya ini terlalu jauh dari kosan kamu ya?” tanyaku pada Keyna
“Terserah saya mau makan di mana. Kamu juga kenapa ada disini? Jangan bilang kamu selalu mengikuti saya” jawab Keyna dengan penuh curiga
“Hah, saya bekerja di kantor yang berada di sebrang kedai ini” kataku dengan santai sambil menunjuk kantorku
Aku pun bertanya alasan Keyna tidak bisa di hubungi. Ternyata ponsel dia kehabisan baterai dan dia lupa mengisi dayanya.
“Syukurlah tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Keyna” kataku dalam hati
Aku pun teringat acara pameran sabtu ini, aku berniat mengajak Keyna untuk mengunjungi pameran itu. awalnya Keyna menolak, namun setelah aku paksa akhirnya dia menyetujuinya.
[Keyna POV]
Aku tidak bisa menolak permintaan Lee Min Jun. Apa lagi dengan alasan aku masih mempunyai hutang yang harus aku bayar. Akhirnya aku menyetujuinya. Pameran itu akan di adakan di hari sabtu.
“Yah lumayan sambil mengisi waktu luangku” pikirku
Hari-hariku pun berjalan seperti biasa tentunya dengan damai tanpa gangguan siapapun. Aku bisa berkuliah dengan lancar. Sampai tidak terasa hari sudah memasuki akhir pekan.
Yap, tidak terasa hari ini sudah hari sabtu. Dimana, aku mempunyai janji dengan Lee Min Jun. aku pun bersiap untuk pergi ke pameran. Hari ini aku mengenakan sebuah celana panjang berwarna hitam dan sebuah baju lengan panjang berwarna putih dengan kerah yang berwarna hitam.
Style Keyna
Setelah selesai bersiap aku pun memeriksa ponselku. Ternyata ada pesan dari Lee Min Jun. dia bilang bahwa dia sudah sampai di depan kosanku. Aku pun melihat ke arah luar jendela. Ternyata dia sudah menunggu ku. Aku segera turun dan bergegas menghampirinya.
Saat aku sampai di lantai satu, aku melihat Lee Min Jun terlihat begitu keren. Dia mengenakan sebuah baju lengan panjang berwarna putih yang di padukan dengan sebuah mantel berwarna coklat dan sebuah celana panjang berwarna hitam. Terlihat sangat santai di banding pakaian yang dia kenakan setiap kali kita bertemu.
Style Lee Min Jun
“Paan sih Key! Sadar kamu itu Cuma mau bayar hutang” kataku dalam hati
Aku sadar, Lee Min Jun memang mempunyai wajah yang tampan. Namun, aku tidak ingin tertipu hanya dengan penampilannya. Bisa saja dia memanfaatkan ku untuk sesuatu yang buruk.
Aku pun berjalan menuju Lee Min Jun. saat aku datang, awalnya dia terlihat terkejut. Namun dia segera mengalihkan pandangannya.
“Sudah siap?” katanya sambil melihat ke arah lain
Aku hanya mengangguk. Dia pun membukakan pintu mobil untukku. Aku pun masuk ke mobil. Setelah itu kami berkendara menuju tempat pameran. Perjalanan dari kosanku ke tempat pameran lumayan lama, sekitar 45 menit.
Akhirnya kami sampa di tempat pameran. Terlihat belum banyak pengunjung yang datang. Lee Min Jun pun membukakan pintu mobil untukku. Setelah itu dia mengandeng tanganku memasuki tempat pameran.
Dia bilang pameran ini akan di mulai sekitar 30 menit lagi. Dia sengaja datang lebih awal untuk memeriksa persiapan pameran tersebut. Saat sudah berada di dalam pameran, Lee Min Jun mengantarku ke ruangan yang khusus disediakan untuknya. Dia memintaku menunggu di situ karena dia akan memeriksa beberapa persiapan sebelum pameran di buka. Sambil menunggu, Lee Min Jun meminta salah satu staff-nya untuk membawakan ku coklat hangat kesukaanku. Entah sejak kapan dia tahu kalau aku suka coklat hangat. Aku pun menunggu di ruangannya.
Saat sedang menunggu, aku mendadak ingin ke toilet. Aku pun berjalan keluar mencari toilet. Setelah selesai dari toilet, aku berniat kembali ke ruangan tempat tadi aku menunggu Lee Min Jun. Saat sedang berjalan, tiba-tiba salah satu staff menabrakku dan menumpahkan minuman yang dia bawa sehingga membasahi ku.
“Astaga” teriakku
Aku terkejut karena terkena tumpahan minuman itu. Selain itu, aku jua terkejut karena suara gelas yang pecah saat jatuh ke lantai. Suara teriakan ku menarik perhatian semua staff yang ada. Termasuk Lee Min Jun. dia pun segera berlari ke arahku
“Keyna!” teriak Lee Min Jun sambil berlari ke arahku
“Kamu baik-baik saja?” Tanya Lee Min Jun
Dia pun melihat bajuku basah terkena minuman yang di tumpahkan staff itu, karena emosi Lee Min Jun pun memarahi staf itu di hadapan pekerja yang lain. Sehingga suasana menjadi tegang..
.
.
.
.
.
Thanks for reading 🙏
Don't forget to like comment, and click favorite
Thank you so much 😘