Winter Girl

Winter Girl
BAB 7



[Keyna POV]


Musim salju sudah berakhir, masa-masa dimana aku menangis sambil melihat salju turun pun sudah aku lewati. Sekarang sudah mulai memasuki musim semi. Dimana bunga-bunga mulai bermekaran. Itu menandakan masa liburanku yang sudah berakhir. Hari ini aku akan pergi ke kampus seperti biasanya.


Aku bangun lebih awal dari biasanya. Karena aku ingin lebih santai saat bersiap untuk ke kampus. Setelah selesai bersiap, aku bergegas turun dan berangkat ke kampus. Aku berjalan menuju halte bus. Setelah sampai di halte, aku menunggu sesaat. Tidak lama kemudian bus yang menunju kampusku pun sampai. Aku bergegas menaiki bus tersebut. Perjalanan dari tempat tinggalku ke kampus memakan waktu sekitar 30 menit. Aku duduk di dekat jendela. Yap seperti biasa, tempat duduk di dekat jendela adalah favoritku. Karena aku bisa bersantai sambil melihat suasana di luar bus.


Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya aku sampai di halte kampusku. Aku segera turun. Perutku terasa lapar karena aku belum sarapan sebelum berangkat ke kampus. Aku pun berjalan menuju kantin dan membeli beberapa potong roti untuk mengganjal lapar. Setelah itu aku berjalan menuju kelas.


Mata kuliah hari ini adalah biologi sel. Aku lupa menjelaskan tentang kuliahku. Aku berkuliah di jurusan biologi murni. Berbeda dengan ku, Delwyn kuliah mengambil jurusan bisnis. Yah, salah satu alasan kenapa di kuliah di jurusan tersebut yaitu karena orangtuanya ingin dia meneruskan bisnis keluarganya. Sejujurnya, pada saat pemilihan jurusan dulu, aku pernah di suruh oleh orangtua Delwyn untuk mengambil jurusan yang sama seperti anak mereka. Namun, aku menolak. Aku berpikir jika aku mengambil jurusan bisnis, maka aku akan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain. Dan aku sangat membenci hal tersebut. Itu sebabnya aku lebih memilih jurusan biologi agar aku tidak perlu terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain.


Kelas dimulai sekitar pukul 8 sedangkan sekarang masih pukul 7.30 itu berarti masih ada waktu 30 menit sebelum kelas di mulai. Setelah selesai memakan roti yang tadi aku beli, aku pun berjalan menuju perpustakaan. Perpustakaan berada di gedung berbeda dengan kelas aku nantinya. Aku ke perpustakaan untuk meminjam beberapa buku yang bisa aku baca untuk mengisi waktu luangku.


Setelah sampai di depan pintu perpustakaan, aku pun segera masuk. Terlihat perpustakaan yang tidak terlalu ramai. Hanya terdapat beberapa mahasiswa saja. Aku pun berjalan menuju rak yang berisi buku-buku mengenai sains. Aku melihat buku tersebut satu persatu. Aku tertarik pada sebuah buku mengenai sel dan molecular. Saat aku hendak mengambil buku tersebut, ternyata ada orang lain yang hendak mengambil buku itu juga.


“Eh, Key?” kata orang itu


"Aku tidak mengenal orang tersebut tapi kenapa dia tahu namaku?" kataku dalam hati


“Kamu mau ambil buku ini? Ambil saja. Biar aku cari buku yang lain” kata orang itu


“Sorry, apa kita pernah ketemu?” tanyaku


“Astaga Key, kita itu sekelas, Key! Masa kamu lupa? Kamu sih kalau dikelas engga pernah ngomong sama anak-anak yang lain” kata pria itu


Aku akui memang kalau di kelas aku tidak pernah berbicara dengan siapapun. Jika kelas sudah selesai, maka aku akan segera pergi keluar.


“Oke, kalau kamu belum kenal aku. Namaku Kim Joon Woo. Kita sudah satu tahun lebih di kelas yang sama, tapi kamu engga kenal sama aku!” kata pria yang bernama Kim Joon Woo itu


Aku hanya memperhatikan dia saja. Aku mencoba mengingat apakah kami benar berada di kelas yang sama. Setelah aku ingat lagi, yap kami memang teman sekelas. Aku memang tidak banyak komunikasi dengan teman di kelas. Itulah sebabnya aku tidak terlalu hapal nama ataupun wajah mereka.


“Key! Hey! Keyna!” panggil Kim Joon Woo membuatku sadar dari lamunanku


“Nih, kamu saja yang pinjam buku ini!” kata Kim Joon Woo sambil memberi buku yang tadi hendak aku ambil


“Tidak, kamu saja yang pinjam” kataku sambil berjalan meniggalkan Kim Joon Woo


“Hei, Key!” panggil Kim Joon Woo


“Keyna! Tunggu!” teriak Kim Joon Woo


Aku tidak menghiraukan panggilannya. Aku terus berjalan menuju pintu keluar. Aku tidak ingin akrab dengan siapapun. Yang aku butuhkan sekarang hanyalah ketenangan. Ternyata Kim Joon Woo mengejarku.


Aku tidak menghiraukan Kim Joon Woo. Aku terus berjalan menuju kelas. Dia pun mengikutiku. Dia terus saja berada di dekatku hingga kelas di mulai. Kelas pun dimulai pukul 8 tepat.


Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 2 siang. Hari ini aku mengikuti kurang lebih tiga mata kuliah. Yap, hari yang cukup melelahkan. Setelah semua kelasku hari ini selesai, aku segera berkemas dan bergegas meninggalkan kelas.


“Eits, tunggu jangan langsung pulang key. Kamu ikut aku yuk, kita makan di cafe yang baru buka itu. Sama teman-teman yang lain juga. Kamu kan engga pernah ikut kumpul sama kita. Sekalian kita kerjain tugas yang barusan” kata Kim Joon Woo yang tiba-tiba muncul di hadapanku


“Tidak, terimakasih. Saya bisa mengerjakan tugas itu sendiri” kataku sambil berjalan meninggalkan Kim Joon Woo dan beberapa teman yang berada di kelas


“Kamu tumben ngajak di cewek dingin itu” kata salah satu teman sekelasku kepada Kim Joon Woo


“Iya, mustahil orang seperti dia yang bahkan tidak pernah tersenyum mau nerima ajakan kamu yang tiba-tiba itu” tambah yang lain


“Yes, I know. Karena itu, aku ingin mengubah dia. Aku merasa kasihan sama dia. Dia tidak pernah berbicara dengan siapapun. Aku rasa ada alasan tersendiri kenapa dia bersikap seperti itu” kata Kim Joon Woo


Aku bisa mendengar percakapan mereka, namun aku tidak menghiraukannya. Aku terus berjalan meninggalkan kelas. Saat aku sampai di depan pintu kelas, ternyata di sana ada Delwyn yang sedang menungguku.


“Key!” panggil Delwyn


Aku pun berhenti dan dan melihat kearahnya. Delwyn segera berjalan menghampiriku


“Hari ini kamu free gak? Temenin aku yuk! Aku mau beli hadiah untuk Merayakan satu tahun aku dengan Areum. Aku mau beli sesuatu buat dia. Kamu bantuin pilih ya! Terus bantuin aku juga buat dekor tempat untuk kasih kejutan ke Areum ya!” pinta Delwyn


“Satu tahun? Bukannya kalian baru berpacaran tiga bulan ya?” tanyaku terkejut mendengar ajakan Delwyn


“Sebenarnya aku dan Areum sudah berpacaran selama satu tahun. Tapi aku memang baru memperkenalkan dia ke kamu” jelas Delwyn


Astaga ternyata selama satu tahun ini aku berada di hubungan yang bahkan tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Entah apakah pantas jika aku menyebut Delwyn “kejam” karena aku tidak punya hak apapun atas diri Delwyn. Aku pun berusaha mencari alasan untuk menolak ajakan Delwyn.


“Sorry, aku engga bisa. Aku hari ini ada janji mau ngerjain tugas bareng teman sekelas” kataku


“Ngerjain tugas bareng temen sekelas? Yakin kamu? Aku tahu kamu. Kamu itu engga pernah akrab dengan teman sekelas. Ayolah Key, bantuin aku!” pinta Delwyn lagi


“Sorry tapi Keyna sudah ada janji dengan kami. Jadi kamu tidak bisa memaksa dia” kata Kim Joon Woo yang tiba-tiba datang sambil merangkul pundakku


“Yok pergi, Key!” ajak Kim Joon Woo sambil menarik tanganku diikuti oleh teman yang lain.


Entah apakah aku harus berterimakasih pada Kim Joon Woo karena telah membantuku. Tapi aku juga merasa kasihan pada Delwyn. Huh, kenapa perasaanku jadi tidak jelas begini? Aku harus bisa mengikhlaskan Delwyn dengan Kim Areum agar hatiku tidak lagi merasa sakit setiap kali mendengar Delwyn bercerita tentang Kim Areum…