Winter Girl

Winter Girl
BAB 17



[Keyna Pov]


[Di rumah Keyna atau sehari setelah liburan]


Hari ini adalah hari senin dan aku harus kembali ke rutinitas ku yaitu berkuliah. Aku berangkat ke kampus lebih pagi agar aku tidak perlu bertemu Delwyn ataupun Kim Areum. Ternyata di kelas masih sangat sepi. Belum ada satu orang pun. Aku berjalan memasuki kelas dan duduk di tempat dudukku. Aku mencoba menghidupkan ponselku. Kemarin, ponselku mati karena kehabisan baterai aku pun mencasnya sesampainya di rumah.


Namun, sampai sekarang aku sengaja belum menghidupkan ponselku. Aku tahu, mungkin Delwyn mencoba menghubungiku. Aku tidak ingin bertemu atau mendengar suaranya sampai beberapa waktu. Aku butuh waktu sendiri. Setelah aku menghidupkan ponselku, ternyata benar banyak pesan yang dikirim oleh Delwyn. Aku membacanya namun tidak aku balas.


Kurang lebih ada 20 pesan Delwyn sejak kemarin. Namun, bukan hanya Delwyn. Ternyata ada pesan lain. Dan nomor tersebut tertera nama Lee Min Jun.


“Siapa Lee Min Jun?” tanyaku dalam hati


Aku pun mencoba mengingatnya, sepertinya aku tidak asing dengan nama ini. Dan yap, Lee Min Jun adalah orang yang menolongku saat aku pingsan di parkiran cafe


“Kenapa orang ini terus mengirimiku pesan?” gumamku


Total ada tiga pesan darinya. Aku pun membukanya. Ternyata dia mencoba menghubungiku sejak hari sabtu sore. Seingat aku, terakhir aku bermain ponsel adalah sabtu siang lebih tepatnya saat di taman bunga. Setelah itu ponselku mati dan aku baru mengisi dayanya semalam. Dia mencoba menghubungiku untuk mengajakku bertemu di hari minggu.


“Apa aku balas saja ya?” tanyaku dalam hati


Tapi aku mengurungkan niatku. Aku pikir, aku tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun. Cukup Delwyn yang membuatku begini. Aku tidak ingin membuka hatiku untuk siapapun. Karena aku sudah lelah menangis. Aku pun kembali menyimpan ponselku kedalam tas.


Tidak berapa lama kemudian, teman-teman sekelas ku mulai datang. Elena yang pertama datang langsung menghampiriku. Dan bertanya banyak hal.


“Astaga Keyna, kamu baik-baik saja? Kenapa kemarin pulang duluan? Kamu juga meninggalkan semua barang kamu di penginapan” kata Elena tidak berhenti berbicara


Aku juga baru mengingat barang-barang ku. aku pulang tanpa memberi tahu yang lain dan meninggalkan barang-barang ku di penginapan.


“Bagaimana dengan barang-barang ku?” tanyaku


“Delwyn membawanya. Dia bilang, dia akan mengantarkannya ke rumah kamu sekaligus memeriksa keadaan kamu” jelas Elena


“Apa kamu tidak bertemu Delwyn kemarin?” Tanya elena


“Tidak” jawabku


“Lalu kamu belum menjawab pertanyaan ku. Kenapa kamu pulang duluan?” Tanya Elena lagi


“Iya, kemarin aku ada urusan mendesak jadi aku harus pulang tanpa mengabari kalian” jawabku


“Urusan mendesak? Sampai meninggalkan semua barang-barang kamu?” Tanya Elena seakan tidak puas dengan jawabanku


“Kenapa sih masih pagi kok Keyna sudah di wawancara?” Tanya Kim Joon Woo yang baru tiba di kelas dan langsung berjalan menghampiriku dan Elena


“Iya, kemarin Keyna ada urusan mendesak jadi dia harus segera pulang. Dan kenapa dia tidak membawa barang-barangnya, ya karena dia tidak ingin menganggu Areum. Kan mereka sekamar, jika dia bersiap-siap dulu maka dia akan menganggu Areum” kata Kim Joon Woo memberikan penjelasan


Untuk kedua kalinya Kim Joon Woo membantuku. Jujur, aku merasa berhutang budi padanya. Elena pun tidak bertanya lagi. Kelas pun di mulai.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Saatnya makan siang. Jam kuliahku sudah selesai sekitar 1 jam yang lalu. Aku pun memutuskan untuk mencari tempat makan. Hari ini aku tidak ingin kembali ke kosan terlebih dahulu. Jika aku kembali ke kosan, maka kemungkinan besar Delwyn akan mendatangiku dan bertanya banyak pertanyaan. Aku pun pergi menggunakan taksi. Entah kemana tujuanku, yang pasti aku ingin ke tempat yang tidak akan didatangi Delwyn.


Saat di perjalanan, aku melihat sebuah kedai ayam goring yang cukup ramai. Letaknya tidak terlalu jauh dari sebuah kantor yang cukup besar. Aku pun memutuskan untuk mengunjungi kedai tersebut.


“Kalau tempatnya ramai begini, berarti makanannya enak” gumamku


Aku pun turun dari taksi tepat di depan kedai itu. setelah itu, aku masuk ke dalam kedai. Aku berusaha mencari sebuah meja yang kosong untuk aku duduki. Saat aku sedang mencari, salah satu pegawai kedai itu menuntunku menuju sebuah meja yang masih kosong. Setelah itu aku pun memesan makanan.


Tempatnya sangat nyaman, bersih, walau tidak terlalu besar namun sepertinya pemilik kedai ini memperhatikan kenyamanan pengunjungnya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pesanan aku datang. Terlihat sangat menggiurkan. Aku pun mulai menyantap makananku, dan mencoba melupakan semua yang terjadi.


Saat aku sedang menyantap makanan yang sudah aku pesan, tiba-tiba seorang pria menghampiriku. Dia pun duduk di kursi kosong yang berada di depanku.


“Maaf, kursi ini kosong, kan? Saya mau makan di sini, tapi saya tidak melihat tempat yang kosong. Kalau tidak keberatan, bisakah saya duduk di sini?” Tanya pria itu


Aku melanjutkan makanku tanpa melihat pria itu. saat pria itu memanggil pegawai kedai untuk memesan, aku seperti mengenali suaranya. Aku pun melihat kea rah pria itu.


“Kamu?” kataku yang ternyata pria itu adalah Lee Min Jun


“loh Keyna?” kata pria itu


Dia pun terlihat terkejut.


“Kamu kok makan disini? Bukannya ini terlalu jauh dari kosan kamu ya?” kata pria itu


“Terserah saya mau makan di mana. Kamu juga kenapa ada disini? Jangan bilang kamu selalu mengikuti saya” kataku mencurigai pria itu


“Hah, saya bekerja di kantor yang berada di sebrang kedai ini” jelas pria itu sambil menunjuk gedung perkantoran yang tadi aku lihat


“Tidak sangka kita akan bertemu disini. Padahal saya berusaha menghubungi kamu sejak dua hari yang lalu. Tapi ponsel kamu tidak aktif” kata Lee Min Jun


“Maaf ponsel saya mati karena kehabisan baterai” jawabku


Entah kenapa aku justru memberi penjelasan kepadanya. Padahal itu bukanlah kebiasaan ku.


“Mumpung kita ketemu disini, weekend ini kamu ada acara tidak?” Tanya Lee Min Jun


“Memang kenapa?” tanyaku


“Kalau kamu tidak sibuk, saya ingin mengajak kamu ke pameran musim semi yang akan diadakan sabtu ini. bagaiman kamu bisa?” kata Lee Min Jun


“Ti..” saat aku hendak menolak permintaanya, dia pun memotong ucapan ku


“Eits, tidak boleh ada penolakan. Ingat kamu ingin membalas kebaikan saya kan. Kemarin sewaktu kita dinner, saya yang bayar semuanya. Bukan kamu. Jadi kamu masih berhutang kepada saya” jelas Lee Min Jun


Astaga, ini namanya jebakan. Kenapa aku harus terus menerus berurusan dengan orang sepertinya. Aku baru saja mendengar pernyataan cinta Kim Joon Woo. Sekarang harus kencan dengan Lee Min Jun. entah apa yang telah aku lakukan sehingga aku selalu berurusan dengan orang seperti mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Thanks for reading 🙏


Don't forget to like, comment, and click favorite


Thank you so much 😘