
Episode sebelumnya
Saat kami sedang berbincang, datang seorang pria menghampiri kami. Dia pun memanggil namaku.
"Keyna?" kata pria itu
Aku pun menoleh ke arahnya. Dan ternyata dia adalah Kim Joon Woo.
"Astaga, apa lagi ini?" kataku dalam hati
Lee Min Jun saja sudah membuat Om Edwin salah paham. Sekarang di tambah Kim Joon Woo.
"Habis sudah kehidupan damaiku" kataku dalam hati
......................
[Keyna POV]
"Kamu juga datang Key?" tanya Kim Joon Woo yang baru datang
"Iya" jawabku sambil menundukkan kepala
"Eh iya pa, kenalin ini Kim Joon Woo. Dia sepupu dari Kim Areum dan juga teman sekelas Keyna" kata Delwyn memperkenalkan Kim Joon Woo
"Saya Edwin Geraldo. Papanya Delwyn" kata Om Edwin memperkenalkan diri
Delwyn pun mempersilahkan Kim Joon Woo duduk. Dia duduk di sampingku.
"Oh my gosh, kenapa jadi begini? Kenapa Kim Joon Woo juga datang" kataku dalam hati
Aku merasa suasana disini semakin mencekam. Aku mempunyai firasat, saat acara di mulai, suasana disini akan lebih mencekam lagi. Terlebih di kiri kananku ada Kim Joon Woo dan Lee Min Jun.
Acara pun di mulai. Serangkaian acara di lewati satu persatu. Semua terlihat sangat gembira. Kecuali aku. Aku melihat berkali-kali Lee Min Jun dan Kim Joon Woo seperti sedang mengamati ku.
Akhirnya sampai di puncak acara, yaitu pemotongan kue. Terlihat beberapa staff hotel masuk ke ruangan itu dengan membawa sebuah kue yang sangat besar. Sangking besarnya, kue tersebut menutupi wajah staff yang membawa. Kue pun di taruh di sebuah meja besar yang sudah di siapkan di tengah ruangan. Semua orang yang datang melingkari meja tersebut. Om Edwin memotong kue tersebut di bantu istrinya. Setelah itu semua tamu yang hadir di persilahkan untuk mencicipi kue tersebut. Saat sedang menikmati kue, Om Edwin naik ke atas panggung dan berbicara menggunakan mik yang tersedia
"Pertama saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan rekan yang sudah meluangkan waktu untuk bisa hadir di acara ini. Selain memperingati perayaan ulang tahun perusahaan, acara ini juga saya buat untuk menyampaikan sebuah kabar gembira" kata Om Edwin
"Delwyn dan Kim Areum, silahkan naik ke atas panggung" kata Om Edwin
Delwyn dan Kim Areum pun naik ke atas panggung
"Saya akan mengumumkan Calon istri dari putra saya satu satunya. Ya itu Kim Areum" kata Om Edwin
Semua orang sontak bertepuk tangan. Banyak dari mereka yang berbicara bahwa Kim Areum dan Dewlyn sangatlah cocok. Mereka sama-sama cantik dan tampan. Aku tidak bisa berbicara satu katapun. Aku hanya bisa menunduk sambil menahan air mata
"Dan ada satu lagi yang ingin saya bicarakan di sini" kata Om Edwin
"Ada apa lagi? Bukannya dia sudah mengumumkan inti dari acara ini?" tanyaku dalam hati
"Keyna, silahkan naik ke atas panggung" kata om Edwin
Sontak perkataan Om Edwin membuatku terkejut, semua mata beralih memandangku. Aku pun berjalan sambil menundukkan kepala
"Lalu... Lee Min Jun silahkan naik ke atas panggung" kata Om Edwin lagi
"Astaga, kenapa Lee Min Jun juga di panggil? jangan sampai apa yang aku khawatirkan terjadi" kataku dalam hari
Kami berdua pun naik ke atas panggung. Berada di atas panggung dan menjadi pusat perhatian bukanlah sesuatu yang aku harapkan. Terlebih aku harus berdiri di samping Lee Min Jun
Sontak aku pun terkejut. Bukan cuma aku, seperti Lee Min Jun pun terkejut. Karena bukan ini tujuan kami datang ke pesta ini
"Astaga, apa yang akau khawatirkan benar-benar terjadi" kataku dalam hati
"Om ma-maaf om" kataku berusaha menghentikan Om Edwin
Namun Om Edwin tidak mendengarkan ku. Aku melihat dari atas panggung Kim Joon Woo seperti orang yang sangat kecewa. Beberapa hari yang lalu, dia baru saja menyatakan perasaannya. Namun, dia harus mendengar kesalahpahaman ini. Dia pun terlihat pergi meninggalkan acara.
Entah kenapa, aku merasa bahwa aku harus mengejar Kim Joon Woo. Aku pun refleks turun dari panggung dan berlari mengejar Kim Joon Woo. Terlihat om Edwin dan Lee Min Jun terkejut dengan tindakanku. Aku pun tidak mengerti kenapa aku melakukannya.
Aku mengikuti Kim Joon Woo hingga ke parkiran mobil. Aku mencoba memanggilnya berkali-kali tapi dia tidak mendengarkan ku.
"Ternyata berlari sambil menggunakan gaun bukanlah hal yang mudah" kataku dalam hati
Kim Joon Woo pun pergi memasuki mobilnya dan pergi dari hotel. Aku berusaha mengejarnya menggunakan taksi. Dia mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi. Aku pun meminta sopir taksi untuk mengejar mobil Kim Joon Woo. Setelah sekian lama akhirnya taksi yang aku tumpangi berhasil menyalip mobil Kim Joon Woo. Kami berhenti tepat di depan mobilnya. Sehingga Kim Joon Woo tidak bisa melajukan mobilnya.
Lalu aku pun turun dan menghampiri Kim Joon Woo
"Joon Woo! Buka jendelanya" kataku sambil mengetok kaca jendela kursi kemudi
"Ada apa? Kenapa kamu mengejar saya? apa kamu ingin pamer kepada saya?" kata Kim Joon Woo
Terlihat dia seperti orang yang sangat kecewa. Aku pun meminta dia turun dari mobil. Awalnya Kim Joon Woo menolak tapi aku terus memaksanya dan akhirnya dia menurutiku
"Apa yang ingin kamu jelaskan?" tanya Kim Joon Woo dingin
"Saya rasa kita jangan bicara disini. Kita ke ujung jalan itu. Di sana ada taman, kita bisa bicara di sana" kataku
Kim Joon Woo pun menyetujuinya. Setelah itu kami memutuskan untuk pergi ke taman itu. Sebelum pergi dengan Kim Joon Woo, aku terlebih dahulu membayar taksi yang tadi aku tumpangi. Setelah itu kami pun pergi ke taman itu.
Setelah sampai di taman, aku mengajak Kim Joon Woo untuk duduk di kursi taman.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Kim Joon Woo
"Okeh, kamu jangan salah paham. Saya juga tidak tahu kenapa Om Edwin bicara seperti itu. Itu semua di luar kendali saya. Saya dan Lee Min Jun datang ke acara itu karena memang kami mendapatkan undangan secara langsung dari Om Edwin. Dan saya tidak ada hubungan apapun dengan Lee Min Jun" jelasku
"Kalau kamu tidak ada hubungannya, kenapa kamu diam saja sewaktu di acara tadi? Dan kenapa kamu menjelaskan hal ini kepada saya?" tanya Kim Joon Woo
"Saya sudah berusaha untuk menghentikan Om Edwin. Tapi dia tidak mendengarkan saya. Dan kenapa saya menjelaskan hal ini? Saya juga tidak tahu. Saat melihat kamu pergi meninggalkan acara dengan wajah seperti itu, membuat saya secara refleks mengejar kamu. Saya juga tidak tahu kenapa saya sampai mengejar kamu dan kenapa saya menjelaskan hal ini" jelasku panjang lebar
"Keyna benar, kami tidak ada hubungan apa-apa. Itu semua benar-benar di luar kendali kami" kata Lee Min Jun tiba tiba muncul membuat aku dan Kim Joon Woo terkejut
To be continue
.
.
.
.
Hey guys, gimana menurut kalian cerita ini? Semakin seru atau semakin boring?
Jawab di kolom komentar yaa:)
Thanks for reading 🙏