
[Kim Joo Woo POV]
[Setelah jam kuliah selesai]
Pada saat kelas di mulai, aku tidak bisa fokus. Jujur aku sudah lama memperhatikan Keyna. Dia sangat cantik. Namun, sayang sikapnya yang cenderung tidak peduli pada sekitar membuatnya mendapatkan penilaian negatif dari teman sekelas. Tadi pagi sebelum kelas dimulai, aku bertemu Keyna di perpustakaan. Aku mencoba mengajaknya bicara, namun ternyata di memang sulit untuk di dekati. Aku tidak akan menyerah. Aku akan mencoba lagi berbicara dengan dia saat kelas sudah selesai.
Tepat pukul 2 siang, kelas pun selesai. Aku melihat Keyna sedang merapikan bukunya. Seperti biasa, setiap selesai kuliah dia pasti akan langsung pulang. Tapi kali ini aku akan mencoba mengajaknya untuk keluar bersama.
“Eits, tunggu jangan langsung pulang, Key. Kamu ikut aku yuk, kita makan di cafe yang baru buka itu! Sama teman-teman yang lain juga. Kamu kan engga pernah ikut kumpul sama kita. Sekalian kita kerjain tugas yang barusan” kataku sambil menghalangi Keyna
“Tidak, terimakasih. Saya bisa mengerjakan tugas itu sendiri” kata Keyna dengan dinginnya.
Keyna pun berjalan keluar kelas meninggalkan aku dan beberapa temanku
“Kamu tumben ngajak di cewek dingin itu” kata salah satu teman sekelasku
“Iya, mustahil orang seperti dia yang bahkan tidak pernah tersenyum mau terima ajakan kamu yang tiba-tiba itu” tambah yang lain
“Yes, I know. Karena itu, aku ingin mengubah dia. Aku merasa kasihan sama dia. Dia tidak pernah berbicara dengan siapapun. Aku rasa ada alasan tersendiri kenapa dia bersikap seperti itu” kataku sambil memperhatikan Keyna
“Oke, walau Keyna tidak mau, kita tetap jadi ke Cafe itu, kan?” tanyaku kepada yang lain
“Jadi dong!” jawab salah satu dari temanku
Aku pun bergegas keluar kelas dan menuju cafe. Saat aku sampai di depan pintu, aku melihat keyna sedang berbicara dengan seseorang.
“Siapa orang itu?” tanyaku dalam hati
Sepengetahuan aku, Keyna tidak pernah mau berbicara dengan siapapun
“Apakah dia keluarga Keyna?” gumamku
Tanpa sengaja aku mendengar percakapan mereka.
“Hari ini kamu free gak? Temani aku yuk! Aku mau beli hadiah untuk merayakan satu tahun aku dengan Areum. Aku mau beli sesuatu buat dia. Kamu bantuin pilih ya. Terus bantuin aku juga buat dekor tempat untuk ngasih kejutan ke Areum ya!” kata pria itu
“Satu tahun? Bukannya kalian baru berpacaran tiga bulan ya?” Tanya Keyna dengan mimik wajah penasaran
“Sebenarnya aku dan Areum sudah berpacaran selama satu tahun. Tapi aku memang baru memperkenalkan dia ke kamu” jelas pria itu
Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan aku pun tidak mengerti apa yang terjadi pada mereka. Tapi aku melihat, sepertinya keyna tidak nyaman atas permintaan pria itu
“Sorry, aku engga bisa. Aku hari ini ada janji mau ngerjain tugas bareng teman sekelas” kata Keya
“Ngerjain tugas bareng temen sekelas? Yakin kamu? Aku tahu kamu. Kamu itu engga pernah akrab dengan teman sekelas. Ayolah Key, bantuin aku” kata pria itu memaksa
Aku melihat sepertinya keyna menjadikan acara kumpulan kami hanya sebagai alasan untuk bisa terbebas dari pria itu. Tapi aku yakin, ada alasan dibalik semua perlakuan Keyna itu. Entah lah apa alasannya. Yang pasti aku merasa, di saat seperti ini aku harus membantu keyna. Aku pun berjalan mendekati mereka
“Sorry, tapi Keyna sudah ada janji dengan kami. Jadi kamu engga bisa memaksa dia” kata kataku sambil merangkul pundak keyna.
Aku tahu, keyna tidak akan menyukainya. Namun, jika kita berakting bukankah harus totalitas?
“Yok pergi, Key!” ajakku
[Keyna POV]
Aku pun berjalan mengikuti Joon Woo
“Sorry, tadi aku tiba-tiba datang dan langsung merangkul kamu” kata Joon Woo sambil melepas tangannya dari pundak ku
“Thanks sudah membantu saya menolak permintaan orang tadi” kataku
“Terimakasih aja kurang, gimana kalau kamu ikut aku dan yang lain ke cafe?” pinta Joon Woo
Sejujurnya aku ingin menolak Joon Woo. Tapi, aku bisa lolos dari Delwyn berkat bantuan Joon Woo. Kalau aku menolak, aku akan jadi orang paling kejam di kampus.
Aku pun menerima ajakan Joon Woo. Terlihat wajahnya sangat senang. Kami pun berjalan lebih cepat untuk menyusul teman-teman yang sudah duluan ke cafe.
[Di cafe]
Sesampainya di cafe, Joon woo mempersilahkan aku masuk. Aku pun masuk dan memperhatikan sekitar. Cafe ini memiliki desain yang sangat khas. Desain musim semi, dengan lukisan bunga yang sedang bermekaran pada setiap dindingnya.
“Wow” gumamaku
Aku kagum melihat desain interior cafe yang sangat cantik. Terlihat cafe cukup ramai dengan pengunjung. Tentu saja ramai. Cafe yang memiliki desain seindah ini dan menawarkan banyak discount, pasti akan ramai di kunjungi. Terlebih cafe ini berada di tempat yang bisa di bilang sangat strategis.
Aku mengikuti Joon Woo. Dia berhenti di sebuah meja. Di meja itu sudah ada beberapa temanku yang tadi aku temui di kelas. Sepertinya mereka terkejut akan kedatanganku.
“Kamu duduk di sini dulu. Biar aku pesan minum untuk kalian” kata Joon Woo sambil berjalan bersama tiga orang teman laki-laki kami
Sekarang di meja hanya ada aku dan tiga orang teman perempuan kami. Cukup canggung untuk memulai percakapan. Sejujurnya aku sangat malas. Namun, aku juga tidak enak kalau tidak datang.
“Saya Kang Jaehwa” kata seorang perempuan yang duduk di sebelah kananku
Aku melihatnya. Seorang wanita yang memakai sebuah celana jins dengan atasan lengan panjang berwana coklat muda yang di padukan dengan jaket berbulu berwarna coklat. Yap sangat cantik.
“saya Jang Myung He” kata perempuan yang duduk di sebelah Kang Jaehwa
Wow, dia sangat berani dalam hal berpakaian. Di suhu yang lumayan dingin di musim semi dia mengenakan sebuah rok pendek berwarna merah muda dengan desain kotak-kotak dipadukan dengan atasan lengan pendek dengan bagian perut yang terbuka dan memiliki warna dan desain yang sama dengan roknya. Namun dia sangat cantik dengan rambutnya yang tergerai.
“Saya Elena” kata seorang wanita yang duduk di sebelah kiri ku
Dia terlihat seperti bukan orang korea, warna kulit dan perawakannya seperti orang Eropa
“Saya tahu, kamu tidak tahu nama kami. Oleh karena itu, supaya tidak terlalu canggung saya memperkenalkan diri saya” kata Kang Jaehwa
“Iya. Selama satu tahun kita di kelas yang sama, kamu tidak pernah sekalipun mengobrol dengan kami. Mungkin setelah ini kita bisa lebih akrab” sambung Elena
“Ya, saya Keyna, terimakasih sudah mengajak saya” kataku memperkenalkan diri
“Anyway, kamu bukan orang korea ya?” Tanya Elena
“Ya, saya orang Indonesia” jawabku
“Sama. Saya juga buka orang korea. Atau lebih tepatnya saya campuran. Mungkin kamu bisa melihatnya dari penampilan saya” kata Elena sambil berdiri memperlihatkan penampilannya
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
“Tidak buruk juga” gumamku
Aku pikir, aku hanya akan menjadi pajangan saja. Tapi ternyata mereka menerima kedatanganku.
Saat kami sedang berbincang. Joon Woo bersama tiga orang pria yang tadi pergi bersama dia untuk memesan makanan.
“kayaknya seru nih” Kata Joon Woo sambil menarik kursi yang berada di depanku
“eh iya Key, kenalin ini Lim chung-Hee” kata Joon Woo memperkenalkan pria yang duduk di sebelah kanannya
“kalau ini Park Jee Yeon” kata Joon Woo sambil menunjuk pria yang duduk di samping Lim Chung-Hee
“Dan ini Kim Baek Hyeon” kata Joon Woo memperkenalkan pria yang duduk di sebelah kirinya.
Mereka pun menunduk memperkenalkan diri. Penampilan mereka sangat Fashionable. Terutama Kim Baek Hyeon. Dengan rambut blonde-nya membuat dia terlihat seperti seorang Idol.
“Wow, serangan Visual” kataku dalam hati
Kami pun mengerjakan tugas yang tadi diberikan dosen. Tidak lama kemudian, salah seorang pelayan datang dan membawa pesanan kami.
Setelah selesai mengerjakan tugas, kami pun berbincang banyak hal. Lebih tepatnya mereka. Aku tetap menjadi pendengar yang mendengar berbagai topik yang mereka ceritakan...